<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568</id><updated>2012-02-16T02:43:59.351-08:00</updated><category term='sejarah'/><category term='motif'/><category term='al-qur&apos;an dusturuna'/><category term='Tarjim'/><category term='arabic'/><category term='Dakwah'/><category term='sains'/><category term='al-qur&apos;an dusturna'/><category term='Ramadhan'/><category term='rihlah'/><category term='qalbu'/><category term='mafahim'/><category term='pendidikan anak'/><category term='links'/><category term='ulumul qur&apos;an'/><category term='dunia Islam'/><category term='hadits'/><title type='text'>Al-qur'an Dusturuna</title><subtitle type='html'>Nikmat hidup dibawah naungan alqur'an.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Agus LukmanulHakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10627197443125453665</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SKOqsf3BeyI/AAAAAAAAABg/0LC80uEzNyQ/s1600-R/pspoto.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>67</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568.post-726926924541074519</id><published>2008-09-26T00:28:00.000-07:00</published><updated>2008-09-26T00:31:55.908-07:00</updated><title type='text'>Untuk Para Pengunjung situs ini</title><content type='html'>Terimakasih atas kunjungannya, semoga blog ini bisa memberikan manfaat, mohon maaf lahir bathin semoga ramadhan 1429 ini bisa membuat kita lebih bermakna dan mencetak kita menjadi insan bertaqwa yang Allah janjikan sebagai insan pemenang, Taqaballahu mini wa minkum syiamana wa syiamakum taqabal minna ya Kariim.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317481914361608568-726926924541074519?l=quranpetunjukjalan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/feeds/726926924541074519/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317481914361608568&amp;postID=726926924541074519' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/726926924541074519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/726926924541074519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/09/untuk-para-pengunjung-situs-ini.html' title='Untuk Para Pengunjung situs ini'/><author><name>Agus LukmanulHakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10627197443125453665</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SKOqsf3BeyI/AAAAAAAAABg/0LC80uEzNyQ/s1600-R/pspoto.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568.post-2486823290333153548</id><published>2008-09-19T21:29:00.000-07:00</published><updated>2008-09-19T21:33:56.384-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ulumul qur&apos;an'/><title type='text'>Tafsir “Khalifah” dengan MetodaTematik</title><content type='html'>&lt;h2&gt;&lt;a href="http://attanzil.wordpress.com/2008/07/20/penafsiran-khalifah-dengan-metoda-tematik/" title="Permalink"&gt;Sumber : Media Isnet&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;                                  &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;Ada dua bentuk metode penafsiran tematik:&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;(1) Penafsiran satu surah dalam Al-Quran dengan menjelaskan tujuan-tujuannya secara umum dan khusus atau tema sentral surah tersebut, kemudian menghubungkan ayat-ayat yang beraneka ragam itu satu dengan lain dengan tema sentral tersebut.Metode ini diterapkan pertama kali oleh Al-Syathibi dan dan dikembangkan juga antara lain oleh Mahmud Syaltut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;(2) Menghimpun ayat-ayat Al-Quran yang membahas masalah tertentu dari berbagai surah Al-Quran (sedapat mungkin diurut sesuai dengan masa turunnya, apalagi jika yang dibahas adalah masalah hukum) sambil memperhatikan sebab nuzul, munasabah masing-masing ayat, kemudian menjelaskan pengertian ayat-ayat tersebut yang mempunyai kaitan dengan tema atau pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh penafsiran dalam satu kesatuan pembahasan sampai ditemukan jawaban-jawaban Al-Quran menyangkut tema (persoalan) yang dibahas.&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;Dalam hal menghimpun ayat-ayat yang berkaitan dengan satu tema, beberapa ulama menekankan bahwa tidak selalu keseluruhan ayat yang berbicara tentang tema tertentu harus dikumpulkan. Boleh saja –kata mereka– ayat-ayat yang diduga keras telah dapat diwakili oleh ayat-ayat lain, tidak lagi diangkat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-172"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tulisan ini akan mencoba melihat beberapa aspek dari ayat-ayat yang berbicara tentang khalifah dengan menggunakan metode tematik dalam bentuknya yang kedua di atas. Namun, tidak dengan mengangkat seluruh ayat-ayat yang berbicara tentang persoalan ini dalam berbagai redaksinya, karena hal tersebut memerlukan penelitian yang sangat rumit dan waktu yang cukup lama.&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;a name="Arti"&gt;&lt;/a&gt;Arti Kata Khalifah&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Kata khalifah dalam bentuk tunggal terulang dua kali dalam Al-Quran, yaitu dalam Al-Baqarah ayat 30 dan Shad ayat 26.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada dua bentuk plural yang digunakan oleh Al-Quran,          yaitu:&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;(a) Khalaif yang terulang sebanyak empat kali, yakni pada surah Al-An’am 165, Yunus 14, 73, dan Fathir 39.(b) Khulafa’ terulang sebanyak tiga kali pada surah-surah. Al-A’raf 7:69, 74, dan Al-Naml 27:62.&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;Keseluruhan kata tersebut berakar dari kata khulafa’ yang pada mulanya berarti “di belakang”. Dari sini, kata khalifah seringkali diartikan sebagai “pengganti” (karena yang menggantikan selalu berada atau datang di belakang, sesudah yang digantikannya).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Al-Raghib Al-Isfahani, dalam Mufradat fi Gharib Al-Qur’an, menjelaskan bahwa menggantikan yang lain berarti melaksanakan sesuatu atas nama yang digantikan, baik bersama yang digantikannya maupun sesudahnya. Lebih lanjut, Al-Isfahani menjelaskan bahwa kekhalifahan tersebut dapat terlaksana akibat ketiadaan di tempat, kematian, atau ketidakmampuan orang yang digantikan, dan dapat juga akibat penghormatan yang diberikan kepada yang menggantikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidak dapat disangkal oleh para mufasir bahwa perbedaan bentuk-bentuk kata di atas (khalifah, khalaif, khulafa’) masing-masing mempunyai konteks makna tersendiri, yang sedikit atau banyak berbeda degan yang lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalau kita bermaksud merujuk kepada Al-Quran untuk mengetahui kandungan makna kata khalifah (karena ayat Al-Quran berfungsi pula sebagai penjelas terhadap ayat-ayat lainnya), maka dari kata khalifah yang hanya terulang dua kali itu serta konteks-konteks pembicaraannya, kita dapat menarik beberapa kesimpulan makna –khususnya dengan memperhatikan ayat-ayat surah Shad yang menguraikan sebagian dari sejarah kehidupan Nabi Daud.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nabi Daud a.s. sebagaimana diceritakan oleh Al-Quran,          berhasil membunuh jalut:&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;Dan Daud membunuh jalut. Allah memberinya kekuasaan/kerajaan dan hikmah serta mengajarkannya apa yang Dia kehendaki …&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;Jika demikian, kekhalifahan yang dianugerahkan kepada Daud a.s. bertalian dengan kekuasaan mengelola wilayah tertentu. Hal ini diperolehnya berkat anugerah Ilahi yang mengajarkan kepadanya al-hikmah dan ilmu pengetahuan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Makna “pengelolaan wilayah tertentu”, atau katakanlah bahwa pengelolaan tersebut berkaitan dengan kekuasaan politik, dipahami pula pada ayat-ayat yang menggunakan bentuk khulafa : (Perhatikan ketiga ayat yang ditunjuk di atas). Ini, berbeda dengan kata khala’if, yang tidak mengesankan adanya kekuasaan semacam itu, sehingga pada akhirnya kita dapat berkata bahwa sejumlah orang yang tidak memiliki kekuasaan politik dinamai oleh Al-Quran khala’if; tanpa menggunakan bentuk mufrad (tunggal). Tidak digunakannya bentuk mufrad untuk makna tersebut agaknya mengisyaratkan bahwa kekhalifahan yang diemban oleh setiap orang tidak dapat terlaksana tanpa bantuan orang lain, berbeda dengan khalifah yang bermakna penguasa dalam bidang politik itu. Hal ini dapat mewujud dalam diri pribadi seseorang atau diwujudkannya dalam bentuk otoriter atau diktator.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalau kita kembali kepada ayat Al-Baqarah 30, yang menggunakan kata khalifah untuk Adam as., maka ditemukan persamaan-persamaan dengan ayat yang membicarakan Daud a.s., baik persamaan dalam redaksi maupun dalam makna dan konteks uraian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adam juga dinamai khalifah. Beliau, sebagaimana Daud, juga diberi pengetahuan –Wa ‘allama Adam al-asma’ kullaha– yang kekhalifahan keduanya berkaitan dengan Al-Ardha:&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;Inni ja’il fi al-ardhi             khalifah (Adam) dan Ya Daud inna Ja’alnaka khalifatan fi             al-ardh (Daud).&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;Adam dan Daud keduanya digambarkan oleh Al-Quran sebagai pernah tergelincir tetapi diampuni Tuhan. (Baca masing-masing QS 2: 36, 37, dan QS 38:22-25).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sampai di sini, kita dapat mengambil kesimpulan          sementara, yaitu:&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;(1) Kata khalifah digunakan oleh Al-Quran untuk siapa yang diberi kekuasaan mengelola wilayah, baik luas maupun terbatas. Dalam hal ini Daud (947-1000 S.M.) mengelola wilayah Palestina, sedangkan Adam secara potensial atau aktual diberi tugas mengelola bumi keseluruhannya pada awal masa sejarah kemanusiaan.(2) Bahwa seorang khalifah berpotensi, bahkan secara aktual, dapat melakukan kekeliruan dan kesalahan akibat mengikuti hawa nafsu. Karena itu, baik Adam maupun Daud diberi peringatan agar tidak mengikuti hawa nafsu. (Baca QS 20:16, dan QS 38:261.&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;h3&gt;&lt;a name="Arti1"&gt;&lt;/a&gt;Arti Kekhalifahan di Bumi&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Muhammad Baqir Al-Shadr, dalam bukunya, Al-Sunan Al-Tarikhiyah fi Al-Qur’an, yang antara lain mengupas ayat 30 Surah Al-Baqarah dengan menggunakan metode tematik, mengemukakan bahwa kekhalifahan mempunyai tiga unsur yang saling kait-berkait. Kemudian, ditambahkannya unsur keempat yang berada di luar, namun amat menentukan arti kekhalifahan dalam pandangan Al-Quran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketiga unsur pertama adalah:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Manusia, yang dalam hal ini dinamai khalifah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Alam raya, yang ditunjuk oleh ayat Al-Baqarah sebagai             ardh.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hubungan antara manusia dengan alam dan segala             isinya, termasuk dengan manusia.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Hubungan ini, walaupun tidak disebutkan secara tersurat dalam ayat di atas, tersirat karena penunjukan sebagai khalifah tidak akan ada artinya jika tidak disertai dengan penugasan atau istikhlaf.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Itulah ketiga unsur yang saling kait-berkait, sedangkan unsur keempat yang berada di luar adalah yang digambarkan oleh ayat tersebut dengan kata inni jail/inna ja’alnaka khalifat yaitu yang memberi penugasan, yakni Allah SWT. Dialah yang memberi penugasan itu dan dengan demikian yang ditugasi harus memperhatikan kehendak yang menugasinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menarik untuk diperbandingkan bahwa pengangkatan Adam sebagai khalifah dijelaskan oleh Allah dalam bentuk tunggal inni (sesungguhnya Aku) dan dengan kata ja’il yang berarti akan mengangkat. Sedangkan pengangkatan Daud dijelaskan dengan menggunakan kata inna (sesungguhnya Kami) dan dengan bentuk kata kerja masa lampau ja’alnaka (Kami telah menjadikan kamu).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalau kita dapat menerima kaidah yang menyatakan bahwa penggunaan bentuk plural untuk menunjuk kepada Allah mengandung makna keterlibatan pihak lain bersama Allah dalam pekerjaan yang ditunjuk-Nya, maka ini berarti bahwa dalam pengangkatan Daud sebagai khalifah terdapat keterlibatan pihak lain selain Allah, yakni masyarakat (pengikut-pengikutnya). Adapun Adam, maka di sini wajar apabila pengangkatannya dilukiskan dalam bentuk tunggal, bukan saja disebabkan karena ketika itu kekhalifahan yang dimaksud baru berupa rencana (Aku akan mengangkat) tetapi juga karena ketika peristiwa ini terjadi tidak ada pihak lain bersama Allah yang terlibat dalam pengangkatan tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ini berarti bahwa Daud –dan semua khalifah– yang terlibat dengan masyarakat dalam pengangkatannya, dituntut untuk memperhatikan kehendak masyarakat tersebut, karena mereka ketika itu termasuk pula sebagai mustakhlif.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidak dikuatirkan adanya perlakuan sewenang-wenang dari khalifah yang diangkat Tuhan itu, selama ia benar-benar menyadari arti kekhalifahannya. Karena, Tuhan sendiri memerintahkan kepada para khalifah-Nya untuk selalu bermusyawarah serta berlaku adil.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Memang, dalam sejarah, terdapat khalifah-khalifah yang berlaku sewenang-wenang dengan alasan bahwa ia adalah wakil Tuhan di bumi. Namun, di sini ia sangat keliru dalam memahami dan mempraktekkan kekhalifahan itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hubungan antara manusia dengan alam atau hubungan manusia dengan sesamanya, bukan merupakan hubungan antara Penakluk dan yang ditaklukkan, atau antara Tuan dengan hamba, tetapi hubungan kebersamaan dalam ketundukan kepada Allah SWT. Karena, kalaupun manusia mampu mengelola (menguasai), namun hal tersebut bukan akibat kekuatan yang dimilikinya, tetapi akibat Tuhan menundukkannya untuk manusia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ini tergambar antara lain dalam firman-Nya, pada surah          Ibrahim ayat 32 dan Al-Zukhruf ayat 13.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demikian itu, sehingga kekhalifahan menuntut adanya interaksi antara manusia dengan sesamanya dan manusia dengan alam sesuai dengan petunjuk-petunjuk Ilahi yang tertera dalam wahyu-wahyu-Nya. Semua itu harus ditemukan kandungannya oleh manusia sambil memperhatikan perkembangan dan situasi lingkungannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam ayat 32 surah Al-Zukhruf ditegaskan bahwa,&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhan? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia dan kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain (agar mereka dapat saling mempergunakan). Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;Adalah keliru, menurut hemat penulis, memahami arti sukhriya sebagai menundukkan. Tetapi, hubungan satu sama lain adalah hubungan al-taskhir, dalam arti semua dalam kedudukan yang sama dan yang membedakan mereka hanyalah partisipasi dan kemampuan masing-masing. Adalah logis apabila yang “kuat” lebih mampu untuk memperoleh bagian yang melebihi perolehan yang lemah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ayat di atas mengisyaratkan bahwa keistimewaan tidak dimonopoli oleh suatu lapisan atau bahwa ada lapisan masyarakat yang ditundukkan oleh lapisan yang lain. Karena, jika demikian maknanya, maka ayat tersebut di atas tidak akan menyatakan agar mereka dapat saling mempergunakan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ayat di atas menggunakan kata sukhriya bukannya sikhriya, seperti antara lain dalam surah Al-Mu’minun yang menggambarkan ejekan dan tekanan yang dilakukan oleh satu kelompok kuat terhadap kelompok lain yang dinamai oleh Al-Quran mustadh’afin. Ayat yang menjelaskan hubungan interaksi yang diridhai Allah adalah ayat yang menggunakan kata sukhriya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Al-Baydhawi menafsirkan ayat Al-Zukhruf di atas dengan menyatakan bahwa “Sebagian manusia menjadikan sebagian yang lain secara timbal-balik sebagai sarana guna memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Inilah prinsip pokok yang merupakan landasan interaksi antar sesama manusia dan keharmonisan hubungan itu pulalah yang menjadi tujuan dari segala etika agama. Keharmonisan hubungan inilah yang menghasilkan etika itsar, sehingga etika agama tidak mengenal prinsip “Anda boleh melakukan apa saja selama tidak melanggar hak orang lain”, tetapi memperkenalkan “Mereka mendahulukan pihak lain atas diri mereka walaupun mereka sendiri dalam kebutuhan.” (QS 59:9)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di atas juga telah dikemukakan bahwa hanya kemampuan (kekuatan) yang dapat membedakan seseorang dari yang lain, dan dari keistimewaan inilah segala sifat terpuji dapat lahir.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kesabaran dan ketabahan merupakan etika atau sikap terpuji, karena ia adalah kekuatan, yaitu kekuatan seseorang dalam menanggung beban atau menahan gejolak keinginan negatif. Keberanian merupakan kekuatan karena pemiliknya mampu melawan dan menundukkan kejahatan. Dan kasih sayang dan uluran tangan adalah juga kekuatan; bukankah ia ditujukan kepada orang-orang yang membutuhkan dan lemah?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demikianlah segala macam sikap terpuji atau etika          agama.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Benar bahwa semakin kokoh hubungan manusia dengan alam raya dan semakin dalam pengenalannya terhadapnya, akan semakin banyak yang dapat diperolehnya melalui alam itu. Namun, bila hubungan itu sampai disitu, pastilah hasil lain yang dicapai hanyalah penderitaan dan penindasan manusia atas manusia. Inilah antara lain kandungan pesan Tuhan yang diletakkan dalam rangkaian wahyu pertama.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebaliknya, semakin baik interaksi manusia dengan manusia, dan interaksi manusia dengan Tuhan, serta interaksinya dengan alam, pasti akan semakin banyak yang dapat diman faatkan dari alam raya ini. Karena, ketika itu mereka semua akan saling membantu dan bekerjasama dan Tuhan di atas mereka akan merestui. Hal ini terungkap antara lain melalui surah Al-Jin ayat 16:&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;Dan bahwasanya, jika mereka tetap berjalan lurus di jalan itu (petunjuk petunjuk Ilahi), niscaya pasti Kami akan memberi mereka air segar (rezeki yang melimpah).&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;Demikian itu dua dari hukum-hukum kemasyarakatan (kekhalifahan) dari sekian banyak hukum kemasyarakatan yang dikemukakan Al-Quran sebagai petunjuk pelaksanaan fungsi kekhalifahan, yang sekaligus menjadi etika pembangunan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keharmonisan hubungan melahirkan kemajuan dan perkembangan masyarakat, demikian kandungan ayat di atas. Perkembangan inilah yang merupakan arah yang dituju oleh masyarakat religius yang Islami sebagaimana digambarkan oleh Al-Quran pada akhir surah Al-Fath, yang mengibaratkan masyarakat Islam yang ideal:&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;… sebagai tanaman yang tumbuh berkembang sehingga mengeluarkan tunasnya dan tunas itu menjadikan tanaman tersebut kuat lalu menjadi besar dan tegak lurus di atas pokoknya . . . (QS 48:29)&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;Keharmonisan tidak mungkin tercipta kecuali jika dilandasi oleh rasa aman. Karena itu pula, setiap aktivitas istikhlaf (pembangunan) baru dapat dinilai sesuai dengan etika agama apabila rasa aman dan sejahtera menghiasi setiap anggota masyarakat. Dengan kata lain, pembangunan yang dihiasi oleh etika agama adalah “yang mengantar manusia menjadi lebih bebas dari penderitaan dan rasa takut”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalau hal ini dikaitkan dengan kisah kejadian manusia, maka dapat pula dikatakan bahwa keberhasilan pembangunan dalam pandangan agama adalah pada saat manusia berhasil mewujudkan bayang-bayang surga di persada bumi ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adam dan Hawa sebelum diperintahkan turun ke bumi, hidup dalam ketenteraman dan kesejahteraan. Tersedia bagi mereka sandang, pangan, dan papan; dan ketika itu mereka diperingatkan agar jangan sampai terusir dari surga karena akibatnya mereka akan bersusah payah memperolehnya (QS 20:117-119). Mereka juga diharapkan agar mengikuti petunjuk-petunjuk Ilahi, karena dengan demikian mereka tidak akan merasa takut atau merasa sedih.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Agama tidak mendefinisikan perkembangan masyarakat dan tujuan pembangunan sebagai pertambahan barang atau kecepatan pelayanan. Dalam hal ini Nabi saw. bersabda:&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;Barangsiapa yang tidak berpendapat bahwa Tuhan memiliki anugerah untuknya selain dari makanan, minuman dan kendaraan, maka sesungguhnya ia telah membatasi usahanya dan mempercepat kehadiran ajalnya.&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;Arah yang dituju oleh istikhlaf adalah kebebasan manusia dari rasa takut, baik dalam kehidupan dunia ini atau yang berkaitan dengan persoalan sandang, pangan dan papan, maupun ketakutan-ketakutan lainnya yang berkaitan dengan masa depannya yang dekat atau yang jauh di akhirat kelak. Ayat-ayat yang berbicara tentang la khawf ‘alayhim wa la hum yahzanun tidak harus selalu dikaitkan dengan ketakutan dan kesedihan di akhirat, tetapi dapat pula mencakup ketakutan dan kesedihan dalam kehidupan dunia ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk mencapai rasa aman tersebut, ada sekian banyak sikap yang dituntut oleh agama dari para pemeluknya. Prof. Mubyarto mengemukakan lima hal pokok untuk mencapai hal tersebut:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kebutuhan dasar setiap masyarakat harus terpenuhi dan             ia harus bebas dari ancaman dan bahaya pemerkosaan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Manusia terjamin dalam mencari nafkah, tanpa harus             keterlaluan menghabiskan tenaganya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Manusia bebas untuk memilih bagaimana mewujudkan             hidupnya sesuai dengan cita-citanya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ada kemungkinan untuk mengembangkan bakat-bakat dan             kemampuannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Partisipasi dalam kehidupan sosial politik, sehingga seseorang tidak semata-mata menjadi objek penentuan orang lain.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Di sisi lain harus pula diingat bahwa kekhalifahan seperti telah dikemukakan di atas mengandung arti bimbingan agar setiap makhluk mencapai tujuan penciptaannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lebih jauh dapat ditambahkan bahwa unsur keempat yang disebut di atas, digambarkan oleh Al-Quran dalam dua bentuk:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;(1) Penganugerahan dari Allah (Inni          jail fi al-ardh khalifah).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;(2) Penawaran dari-Nya yang disambut dengan penerimaan dari manusia, sebagaimana yang tergambar dalam surah Al-Ahzab ayat 72:&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;Sesungguhnya kami menawarkan al-amanah kepada langit, bumi dan gunung-gunung, namun mereka semua enggan dan kuatir, lalu (Kami tawarkan kepada manusia) maka mereka pun menerimanya, sesungguhnya mereka sangat aniaya lagi bodoh.&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;Tentu yang dimaksud dengan kecaman di atas adalah sebagian manusia, dan dengan demikian kita dapat menyimpulkan bahwa dalam tugas kekhalifahan ada yang berhasil dengan baik dan ada pula yang gagal. Kesimpulan ini diperkuat pula oleh isyarat yang tersirat dari jawaban Allah atas pertanyaan malaikat:&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;Apakah engkau akan menjadikan di sana (bumi) siapa yang merusak dan menumpahkan darah sedang kami bertasbih dan memuji engkau? Tuhan berfirman (menjawab): “Aku tahu apa yang kalian tidak ketahui.” (QS 2:30).&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;Dari sini kita dapat beralih untuk melihat lebih jauh apa saja sifat-sifat khalifah yang terpuji dan apa pula ruang lingkup tugas-tugas mereka.&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;a name="Sifat"&gt;&lt;/a&gt;Sifat-sifat Terpuji Seorang          Khalifah&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Al-Tabrasi, dalam tafsirnya, mengemukakan bahwa kata Imam mempunyai makna yang sama dengan khalifah. Hanya saja -katanya lebih lanjut– kata Imam digunakan untuk keteladanan, karena ia terambil dari kata yang mengandung arti “depan” yang berbeda dengan khalifah yang terambil dari kata “belakang”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ini berarti bahwa kita dapat memperoleh informasi tentang sifat-sifat terpuji dari seorang khalifah dengan menelusuri ayat-ayat yang menggunakan kata Imam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam Al-Quran, kata Imam terulang sebanyak tujuh kali dengan makna yang berbeda-beda. Namun, kesemuanya bertumpu pada arti “sesuatu yang dituju dan atau diteladani” Arti-arti tersebut adalah:&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;(a) Pemimpin dalam kebajikan, yaitu pada Al-Baqarah ayat 124 dan Al-Furqan ayat 74.(b) Kitab amalan manusia, yaitu pada Al-Isra’ ayat 71.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;(c) Al-Lawh Al-Mafhuzh, yaitu pada Yasin ayat 12.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;(d) Taurat, yaitu pada Hud ayat 17 dan Al-Ahqaf ayat             12.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;(e) Jalan yang jelas, yaitu pada Al-Hijr ayat 79.&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;Dari makna-makna di atas terlihat bahwa hanya dua ayat yang dapat dijadikan rujukan dalam persoalan yang sedang dicari jawabannya ini, yaitu ayat Al-Baqarah 124 yang berbunyi: [tulisan Arab] dan ayat Al-Furqan 74, yang berbunyi: [tulisan Arab].&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ayat yang terakhir ini, sebagaimana terlihat, hanya mengandung permohonan untuk dijadikan Imam (teladan) bagi orang-orang yang bertakwa sehingga tinggal ayat Al-Baqarah yang diharapkan dapat memberikan informasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada ayat tersebut, Nabi Ibrahim a.s. dijanjikan Allah untuk dijadikan Imam (Inni ja’iluka li al-nas Imama), dan ketika beliau bermohon agar kehormatan ini diperoleh pula oleh anak cucunya, Allah SWT menggarisbawahi suatu syarat, yaitu la yanalu ‘ahdiya al-zhalimin (Janji-Ku ini tidak diperoleh oleh orang-orang yang berlaku aniaya).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keadilan adalah lawan dari penganiayaan. Dengan demikian, dari ayat di atas dapat ditarik satu sifat, yaitu sifat adil, baik terhadap diri, keluarga, manusia dan lingkungan, maupun terhadap Allah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perlu sekali lagi diingatkan bahwa para khalifah yang disebut namanya dalam Al-Quran (Adam dan Daud a.s.) keduanya pernah melakukan penganiayaan, baik terhadap diri maupun terhadap orang lain. Namun, mereka berdua bertobat dan mendapat pengampunan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Peristiwa Adam dan penyesalannya cukup populer (baca antara lain QS 7:23), sedangkan “penganiayaan” yang dilakukan oleh Daud dapat terlihat pada kisah dua orang yang bertikai dan datang kepadanya meminta putusan (QS 38:22, dan seterusnya).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menarik untuk dianalisis bahwa kedua orang yang bertikai          itu berkata kepada Daud:&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;Berilah keputusan antara kami dengan hak/adil dan janganlah menyimpang dari kebenaran dan tunjukilah kami ke jalan lurus.&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;Dari ucapan kedua orang yang bertikai itu (yang pada hakikatnya tidak bertikai tetapi cara yang dilakukan Tuhan untuk memperingatkan Daud), terlihat betapa Tuhan menekankan pentingnya keadilan sampai-sampai permintaan untuk memberi putusan yang hak diikuti lagi dengan peringatan agar tidak menyimpang dari kebenaran yang pada dasarnya mengandung makna yang sama dengan permintaan pertama –bahkan walaupun Daud telah bertobat dan diterima tobatnya (QS 38:24-25). Namun, perintah untuk berlaku adil yang dikaitkan dengan tidak mengikuti hawa nafsu masih tetap ditekankan:&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;Wahai Daud, Kami telah menjadikan kamu khalifah di bumi, maka berilah putusan antara manusia dengan hak dan janganlah mengikuti hawa nafsu … (QS 38:26)&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;Memberi keputusan yang adil saja dan tidak mengikuti hawa nafsu, belum memadai bagi seorang khalifah. Tetapi, ia harus mampu pula untuk merealisasikan kandungan permintaan kedua orang yang berselisih itu, yakni Wa ihdina ila sawa’ al-shirath.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Memahami penggalan ayat ini, dalam kaitannya dengan sifat-sifat terpuji seorang khalifah, baru akan menjadi jelas bila dikaitkan dengan ayat-ayat yang berbicara tentang Imam/a’immah, dalam kaitannya dengan pemimpin-pemimpin yang menjadi teladan dalam kebaikan. Untuk maksud tersebut, terlebih dahulu, kita akan membuka lembaran-lembaran Al-Quran untuk melihat ayat-ayat yang dimaksud.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kata a’immah terdapat dalam lima ayat Al-Quran. Dua di antaranya dalam konteks pembicaraan tentang pemimpin-pemimpin yang diteladani orang-orang kafir, yakni Al-Taubah ayat 9, dan Al-Qashash ayat 4. Sedangkan tiga lainnya berkaitan dengan pemimpin-pemimpin yang terpuji, yaitu Al-Anbiya’ ayat 73, Al-Qashash ayat 5, dan Al-Sajdah ayat 24.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalau ayat-ayat di atas diamati, nyatalah bahwa QS 28:5 tidak mengandung informasi tentang sifat-sifat pemimpin. Dan ini berbeda dengan kedua ayat lainnya yang saling melengkapi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada lima sifat pemimpin terpuji yang diinformasikan oleh          gabungan kedua ayat tersebut, yaitu:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Yahduna bi amrina.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wa awhayna dayhim fi’la al-khayrat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;‘Abidin (termasuk Iqam Al-Shalat dan             Ita’Al-Zakat).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Yuqinun.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Shabaru.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Dari kelima sifat tersebut al-shabr (ketekunan dan ketabahan), dijadikan Tuhan sebagai konsideran pengangkatan Wa jaalnahum aimmat lamma shabaru. Seakan-akan inilah sifat yang amat pokok bagi seorang khalifah, sedangkan sifat-sifat lainnya menggambarkan sifat mental yang melekat pada diri mereka dan sifat-sifat yang mereka peragakan dalam kenyataan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di atas telah dijanjikan untuk membicarakan arti wa ihdina ila sawa al-shirath (QS 38:26), yang merupakan salah satu sikap yang dituntut dari seorang khalifah, setelah memperhatikan kandungan ayat-ayat yang berbicara tentang a’immat. Dalam surah Shad tersebut, redaksinya berbunyi Wa ihdina ila …, sedang dalam ayat-ayat yang berbicara tentang a’immat yang dikutip di atas, redaksinya berbunyi Yahduna bi amrina. Salah satu perbedaan pokoknya adalah pada kata yahdi. Yang pertama menggunakan huruf ila, sedang yang kedua tanpa ila. Al-Raghib Al-Isfahani menjelaskan bahwa kata hidayat apabila menggunakan ila, maka ia berarti sekadar memberi petunjuk; sedang bila tanpa ila, maka maknanya lebih dalam lagi, yakni “memberi petunjuk dan mengantar sekuat kemampuan menuju apa yang dikehendaki oleh yang diberi petunjuk”. Ini berarti bahwa seorang khalifah minimal mampu menunjukkan jalan kebahagiaan kepada umatnya dan yang lebih terpuji adalah mereka yang dapat mengantarkan umatnya ke pintu gerbang kebahagiaan. Atau, dengan kata lain, seorang khalifah tidak sekadar menunjukkan tetapi mampu pula memberi contoh sosialisasinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal ini mereka capai karena kebajikan telah mendarah daging dalam diri mereka. Atau, dengan kata lain, mereka memiliki akhlak luhur sebagaimana yang dapat dipahami dari sifat kedua yang disebutkan di atas, yakni Wa awhayna ilayhim fi’la al-khayrat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika seorang berkata, “Yu’jibuni an taqum”, maka ini berarti bahwa lawan bicaranya ketika itu belum berdiri dan ia akan senang melihatnya berdiri. Pengertian ini dipahami dari adanya huruf an pada susunan redaksi tersebut. Sedangkan bila dikatakan, “Yu’jibuni qiyamuka”, maka redaksi yang tidak menggunakan an ini mengandung arti bahwa lawan bicaranya sudah berdiri dan si pembicara menyampaikan kepadanya kekagumannya atas berdirinya itu. Demikian uraian Abdul-Qadir Al-Jurjani yang disederhanakan dari Dala’il Al-Ijaz.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari uraian di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa seorang khalifah yang ideal haruslah memiliki sifat-sifat luhur yang telah membudaya pada dirinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yuqinun dan ‘abidin merupakan dua sifat yang berbeda. Yang pertama menggambarkan tingkat keimanan yang bersemi di dalam dada mereka, sedangkan yang kedua menggambarkan keadaan nyata mereka. Kedua sifat ini sedemikian jelasnya sehingga tidak perlu untuk diuraikan lebih jauh.&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;a name="Ruang"&gt;&lt;/a&gt;Ruang Lingkup Tugas-tugas          Khalifah&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Di atas telah diuraikan bahwa seorang khalifah adalah siapa yang diberi kekuasaan mengelola suatu wilayah, baik besar atau kecil. Cukup banyak ayat yang menggambarkan tugas-tugas seorang khalifah. Namun, ada suatu ayat yang bersifat umum dan dianggap dapat mewakili sebagian besar ayat lain yang berbicara tentang hal di atas, yaitu:&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;Orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi ini, niscaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang munkar … (QS 22:41)&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;Mendirikan shalat merupakan gambaran dari hubungan yang baik dengan Allah, sedangkan menunaikan zakat merupakan gambaran dari keharmonisan hubungan dengan sesama manusia. Ma’ruf adalah suatu istilah yang berkaitan dengan segala sesuatu yang dianggap baik oleh agama, akal dan budaya, dan sebaliknya dari munkar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari gabungan itu semua, seseorang yang diberi kedudukan oleh Allah untuk mengelola suatu wilayah, ia berkewajiban untuk menciptakan suatu masyarakat yang hubungannya dengan Allah baik, kehidupan masyarakatnya harmonis, dan agama, akal dan budayanya terpelihara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317481914361608568-2486823290333153548?l=quranpetunjukjalan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/feeds/2486823290333153548/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317481914361608568&amp;postID=2486823290333153548' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/2486823290333153548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/2486823290333153548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/09/tafsir-khalifah-dengan-metodatematik.html' title='Tafsir “Khalifah” dengan MetodaTematik'/><author><name>Agus LukmanulHakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10627197443125453665</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SKOqsf3BeyI/AAAAAAAAABg/0LC80uEzNyQ/s1600-R/pspoto.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568.post-2783934774448313279</id><published>2008-09-17T00:33:00.000-07:00</published><updated>2008-09-21T23:53:19.775-07:00</updated><title type='text'>episode</title><content type='html'>&lt;div&gt;Sakit, sehat, senang, gembira adalah eposide yang siapa pun &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317481914361608568-2783934774448313279?l=quranpetunjukjalan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/feeds/2783934774448313279/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317481914361608568&amp;postID=2783934774448313279' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/2783934774448313279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/2783934774448313279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/09/episode.html' title='episode'/><author><name>Agus LukmanulHakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10627197443125453665</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SKOqsf3BeyI/AAAAAAAAABg/0LC80uEzNyQ/s1600-R/pspoto.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568.post-7491853175761992080</id><published>2008-09-16T03:49:00.000-07:00</published><updated>2008-09-21T23:52:55.040-07:00</updated><title type='text'>Al-Qur'an Dusturuna 3</title><content type='html'>Dengan slogan"be your self"ada sekelompok orang yang memojokkan kaum muslimin sebagai kaum yang tidak punya identitas karena memaksakan diri menjiplak karakter orang lain dalam hal ini Rasulullah SAW?&lt;br /&gt;Sekedar mereview sejarah, rasulullah adalah pribadi s&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317481914361608568-7491853175761992080?l=quranpetunjukjalan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/feeds/7491853175761992080/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317481914361608568&amp;postID=7491853175761992080' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/7491853175761992080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/7491853175761992080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/09/al-quran-dusturuna-3.html' title='Al-Qur&apos;an Dusturuna 3'/><author><name>Agus LukmanulHakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10627197443125453665</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SKOqsf3BeyI/AAAAAAAAABg/0LC80uEzNyQ/s1600-R/pspoto.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568.post-2032511295885585074</id><published>2008-09-15T18:23:00.001-07:00</published><updated>2008-09-15T18:51:15.761-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dunia Islam'/><title type='text'>Kebenaran dan kebathilan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SM8KtrkzS3I/AAAAAAAAACk/ue5Pas6AH54/s1600-h/palestine_left.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SM8KtrkzS3I/AAAAAAAAACk/ue5Pas6AH54/s320/palestine_left.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246423870817389426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah lembutkan hati kami untuk mencerna kebenaran. Jernihkan bashirah kami untuk melihatnya dan teguh hati kami untuk menggenggamnya, seperih apapun, seberat apapun. Satukan kaum muslimin ini dan persaudarakanlah. Jadikanlah jiwa kami ini jiwa yang saling mencintai. Jauhkan kedengkian, kesombongan dan perasaan benar sendiri.&lt;br /&gt;Ya Allah keraskanlah hati kami untuk menolak kebathilan. Jernihkan bashirah kami untuk melihatnya dan teguhkan hati kami untuk mengingkarinya, senyaman apapun, semenggoda apapun dan semengagumkan apapun tipuannya. Amien Ya Allah Ya Mujibassailin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317481914361608568-2032511295885585074?l=quranpetunjukjalan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/feeds/2032511295885585074/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317481914361608568&amp;postID=2032511295885585074' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/2032511295885585074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/2032511295885585074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/09/kebenaran-dan-kebathilan.html' title='Kebenaran dan kebathilan'/><author><name>Agus LukmanulHakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10627197443125453665</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SKOqsf3BeyI/AAAAAAAAABg/0LC80uEzNyQ/s1600-R/pspoto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SM8KtrkzS3I/AAAAAAAAACk/ue5Pas6AH54/s72-c/palestine_left.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568.post-3658554760157494653</id><published>2008-09-15T10:08:00.000-07:00</published><updated>2008-09-15T18:50:59.705-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dunia Islam'/><title type='text'>Inspirasi Palestina</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SM6WqeKlSzI/AAAAAAAAACc/ejheBNKxtOY/s1600-h/palestine.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SM6WqeKlSzI/AAAAAAAAACc/ejheBNKxtOY/s320/palestine.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246296272329329458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kadang kita salah memandang! Kebahagiaan pemulung berbagi makan di gubug kardusnya di anggap bukan kebahagiaan. Kemiskinan memang, tapi tetap kebahagiaan.&lt;br /&gt;Seringkali kita berfikir keberuntungan adalah keselamatan jiwa. Kemudian menganggap para mujahid tak beruntung karena kehilangan nyawa. Tragis memang, tapi mereka beruntung, terpilih menjadi manusia paling bahagia, beristirahat dan bercengkarama di surga , dengan bangga menghitung luka bekas jihad yang dia bawa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317481914361608568-3658554760157494653?l=quranpetunjukjalan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/feeds/3658554760157494653/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317481914361608568&amp;postID=3658554760157494653' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/3658554760157494653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/3658554760157494653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/09/inspirasi-palestina.html' title='Inspirasi Palestina'/><author><name>Agus LukmanulHakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10627197443125453665</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SKOqsf3BeyI/AAAAAAAAABg/0LC80uEzNyQ/s1600-R/pspoto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SM6WqeKlSzI/AAAAAAAAACc/ejheBNKxtOY/s72-c/palestine.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568.post-7056368290301835147</id><published>2008-09-15T09:32:00.000-07:00</published><updated>2008-09-15T18:50:46.659-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dunia Islam'/><title type='text'>Ya Rabb alirkan al-Qur'an pada setiap pembuluh darah kami.</title><content type='html'>Saat azan magrib berkumandang ,kita bercanda ria dengan anak-anak  dimeja makan, merasakan segarnya minuman berbuka dan lezatnya hidangan, hangatnya suasana dan riangnya keluarga,....&lt;br /&gt;dibelahan bumi yang lain saudara kita sedang berlari menggendong jasad anaknya, tanpa air mata karena memang sudah terkuras tak bersisa. Tanpa jeritan, karena jeritan sudah tak ada guna....Tanpa keluhan !! Bukan karena habis nurani kebapaannya.. Tapi karena kita saudaranya yang habis kepeduliannya. Ramadhan bulan berbagi. Berbagi kebahagiaan, berbagi penderitaan, karena ikhwan kal jasadil wahidan. Allahuma yarham, waj'alna mubarakan wasysyaahidan.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SM6PnuLhAcI/AAAAAAAAACU/thnrLdThdM0/s1600-h/12-dide-child-gaza.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SM6PnuLhAcI/AAAAAAAAACU/thnrLdThdM0/s320/12-dide-child-gaza.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246288528507208130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="file:///C:/WINDOWS/TEMP/moz-screenshot.jpg" alt="" /&gt;&lt;img src="file:///C:/WINDOWS/TEMP/moz-screenshot-1.jpg" alt="" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317481914361608568-7056368290301835147?l=quranpetunjukjalan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/feeds/7056368290301835147/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317481914361608568&amp;postID=7056368290301835147' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/7056368290301835147'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/7056368290301835147'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/09/ya-rabb-alirkan-al-quran-pada-setiap.html' title='Ya Rabb alirkan al-Qur&apos;an pada setiap pembuluh darah kami.'/><author><name>Agus LukmanulHakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10627197443125453665</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SKOqsf3BeyI/AAAAAAAAABg/0LC80uEzNyQ/s1600-R/pspoto.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SM6PnuLhAcI/AAAAAAAAACU/thnrLdThdM0/s72-c/12-dide-child-gaza.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568.post-8500114776523353626</id><published>2008-09-15T09:28:00.000-07:00</published><updated>2008-09-15T18:50:32.115-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramadhan'/><title type='text'>Lailatul Qadar dan Nuzulul Qur'an</title><content type='html'>&lt;p&gt;Lailatul Qadar adalah nama julukan untuk suatu malam di mana di malam itu Al-Quran diturunkan sepenuhnya dari Lauhil Mahfudz ke langit dunia, secara sekaligus bukan sedikit-sedikit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ini adalah masa penurunan (nuzul) Al-Quran fase pertama. Sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Qadar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ لَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;i&gt;Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada lailatul qadar.Dan tahukah kamu apakahlailatul qadaritu? Lailatul qadaritu lebih baik dari seribu bulan.Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar&lt;/i&gt;. (QS Al-Qadr: 1-5)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun yang seringkali diperingati tiap tanggal 17 Ramadhan itu bukan lailatul qadar, sebab kalau kita kaitkan dengan sabda nabi tentang lailatul qadar, beliau memerintahkan kita untuk menghadangnya di 10 malam terakhir di bulan Ramadhan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lalu yang tanggal 17 Ramadhan itu malam apa?&lt;/p&gt;Menurut para ahli sejarah, pada tanggal 17 Ramadhan itulah pertama kali turunnya Al-Quran dari langit dunia ke muka bumi. Jumlahnya hanya 5 ayat saja, yaitu ujung ayat surat Al-'Alaq. Jadi tepatnya malam 17 Ramadhan itu adalah malam awal mula turunnya 5 ayat Quran pertama ke muka bumi dari langit dunia. Tapi bukan lailatul qadar yang nilainya sma dengan seribu bulan.&lt;p&gt;Syekh Shafiyur Rahman Al-Mubarakfuriy (penulis Sirah Nabawiyah) menyatakan bahwa para ahli sejarah banyak berbeda pendapat tentang kapan waktu pertama kali diturunkannya Al-Qur’an, pada bulan apa dan tanggal berapa, paling tidak ada tiga pendapat :&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pertama: Pendapat yang mengatakan bahwa Nuzulul Qur’an itu ada pada bulan Rabiul Awwal,&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedua: Pendapat yang mengatakan bahwa Nuzulul Qur’an itu pada bulan Rajab,&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ketiga: Pendapat yang mengatakan bahwa Nuzulul Qur’an itu pada bulan Ramadhan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Yang berpendapat pada bulan Rabiul Awwal pecah menjadi tiga, ada yang mengatakan awal Rabiul Awwal, ada yang mengatakan tanggal 8 Rabiul Awwal dan ada pula yang mengatakan tanggal 18 Rabiul Awwal (yang terakhir ini diriwayatkan dari Ibnu Umar radhiallaahu anhu).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kemudian yang berpendapat pada bulan Rajab terpecah menjadi dua. Ada yang mengatakan tanggal 17 dan ada yang mengatakan tanggal 27 Rajab (hal ini diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallaahu anhu -lihat Mukhtashar Siratir Rasul, Syaikh Abdullah bin Muhammad bin Abdul Wahhab An-Najdy, hal.75 -).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Al Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani di dalam Fathul Bari berkata bahwa: Imam Al-Baihaqi telah mengisahkan bahwa masa wahyu mimpi adalah 6(enam) bulan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Maka berdasarkan kisah ini permulaan kenabian dimulai dengan mimpi shalihah (yang benar) yang terjadi pada bulan kelahirannya yaitu bulan Rabiul Awwal ketika usia beliau genap 40 tahun. Kemudian permulaan wahyu yaqzhah (dalam keadaan terjaga) dimulai pada bulan Ramadhan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sesungguhnya kita menguatkan pendapat yang mengatakan bahwa Nuzulul Qur’an ada pada bulan Ramadhan karena Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, artinya,&lt;em&gt;“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an”&lt;/em&gt; (Al-Baqarah:185 ). Dan Allah berfirman, artinya, &lt;em&gt;“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan”&lt;/em&gt; (Al-Qadr :1).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Seperti yang telah kita maklumi bahwa Lailatul Qadr itu ada pada bulan Ramadhan yaitu malam yang dimaksudkan dalam firman Allah yang artinya: &lt;em&gt;“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan” &lt;/em&gt;(Ad-Dukhaan:3 ).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dan karena menyepinya Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam di gua Hira’ adalah pada bulan Ramadhan, dan kejadian turunnya Jibril as adalah di dalam gua Hira’. Jadi Nuzulul Qur’an ada pada bulan Ramadhan, pada hari Senin, sebab semua ahli sejarah atau sebagian besar mereka sepakat bahwa diutusnya beliau menjadi Nabi adalah pada hari Senin. Hal ini sangat kuat karena Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam ketika ditanya tentang puasa Senin beliau menjawab: &lt;em&gt;“Di dalamya aku dilahirkan dan di dalamnya diturunkan (wahyu) atasku”&lt;/em&gt; (HR. Muslim).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dalam sebuah lafadz dikatakan&lt;em&gt; “Itu adalah hari dimana aku dilahirkan dan hari dimana aku diutus atau diturunkan (wahyu) atasku”&lt;/em&gt;(HR. Muslim, Ahmad, Baihaqi dan Al-Hakim).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Akan tetapi pendapat ketiga inipun pecah menjadi lima, ada yang mengatakan tanggal 7 (hari Senin), ada yang mengatakan tanggal 14 (hari Senin), ada yang mengatakan tanggal 17 (hari Kamis), ada yang mengatakan tanggal 21 (hari Senin) dan ada yang mengatakan tanggal24 (hari Kamis).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pendapat ” 17Ramadhan” diriwayatkan dari sahabat Al-Bara’ bin Azib dan dipilih oleh Ibnu Ishaq, kemudian oleh Ustadz Muhammad Huzhari Bik.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pendapat ” 21Ramadhan” dipilih oleh Syekh Al-Mubarakfuriy, karena Lailatul Qadr ada pada malam ganjil, sedangkan hari Senin pada tahun itu adalah tanggal7 ,14 , 21 dan28 .&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sedangkan pendapat ” 24Ramadhan” diriwayatkan dari Aisyah, Jabir dan Watsilah bin Asqo’ , dan dipilih oleh Ibnu Hajar Al-Haitamiy, ia mengatakan: “Ini sangat kuat dari segi riwayat”.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;!--/htdig_noindex--&gt;&lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" height="60" width="468"&gt;&lt;param name="movie" value="http://219.83.123.216//halal_dphi_2.swf"&gt;&lt;!--[if !IE]&gt;--&gt;&lt;object type="application/x-shockwave-flash" data="http://219.83.123.216//halal_dphi_2.swf" height="60" width="468"&gt;&lt;/object&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317481914361608568-8500114776523353626?l=quranpetunjukjalan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/feeds/8500114776523353626/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317481914361608568&amp;postID=8500114776523353626' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/8500114776523353626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/8500114776523353626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/09/lailatul-qadar-dan-nuzulul-quran.html' title='Lailatul Qadar dan Nuzulul Qur&apos;an'/><author><name>Agus LukmanulHakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10627197443125453665</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SKOqsf3BeyI/AAAAAAAAABg/0LC80uEzNyQ/s1600-R/pspoto.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568.post-1904442429674635430</id><published>2008-09-14T08:08:00.000-07:00</published><updated>2008-09-14T08:28:07.533-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='al-qur&apos;an dusturuna'/><title type='text'>Kapan Al-Quran menjadi Dustur</title><content type='html'>Sudahkah para lelaki siap berlaku sebagai lelaki sebagaimana para sahabat menantang maut tatkala memperlakukan al-Qur'an sebagai dustur dalam kehidupannya. Sudahkan para ibu merelakan keluarganya, suaminya, anaknya dan kehidupannya bergerak sebagaimana sahabiyah bergerak mengikuti alur al-Qur'an. Sudahkah setiap pribadi bertekad untuk mengaplikasikan al-Qur'an sebagai sesuatu yang realita dalam hidupnya. Bukan sekedar tulisan, naskah kuno atau artikel yang diperbincangkan dibalik meja atau di depan layar televisi untuk sekedar komoditi otak dan kefasihan bicara para tukang debat. Para lelaki masih ketakutan sekedar lecet jari kaki atau merah kulit terbakar sinar hangat matahari untuk melangkah melalui perjalanan dakwah. Para ibu masih lebih khawatir suami kehilangan penghasilannya daripada kehilangan semangat dakwahnya. Lalu kita? Mengkhawatirkan kehilangan segala sesuatu kecuali dakwah. Dakwah yang merupakan sikap nyata mendusturkan al-Qur'an, menjadi begitu murah nilainya. Maka tak heran kitapun menjadi murahan. Tak bernilai dan dilecehkan orang. Relakah kita terus seperti itu,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317481914361608568-1904442429674635430?l=quranpetunjukjalan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/feeds/1904442429674635430/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317481914361608568&amp;postID=1904442429674635430' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/1904442429674635430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/1904442429674635430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/09/kapan-al-quran-menjadi-dustur.html' title='Kapan Al-Quran menjadi Dustur'/><author><name>Agus LukmanulHakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10627197443125453665</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SKOqsf3BeyI/AAAAAAAAABg/0LC80uEzNyQ/s1600-R/pspoto.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568.post-3183118370974286182</id><published>2008-09-14T07:38:00.000-07:00</published><updated>2008-09-14T08:05:50.292-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tarjim'/><title type='text'>جهاد فلسطين آمال عظيمة رغم الآلام الجسيمة  Jihad of Palestine despite the great hopes of serious pain 2</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;حصار متواصل(&lt;span style="font-size:130%;"&gt;pengepungan yang berkelanjutan)&lt;/span&gt; يُشارك فيه  &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;القاصي&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt; والداني، وتآمر جديد&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;يتحالف فيه القريب مع البعيد، وأعداء جُدد في الداخل لا يقلون شراسة عن&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;أعداء الخارج، وأعباء حياتية إلى جانب التحديات &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;السياسية والأمنية&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;والاقتصادية، وتلاعب ومكر ونفاق على أعلى مستوياته الرسمية، وابتزاز&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;وانتهازية من الفرق البدعية.. قتل وأسر، هرج ومرج، ونار وتضييق ودمار، دون&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;قدرة على نصرة من قريب أو بعيد! ولم يعد هناك مخرج إلا الهروب.. نعم&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;.. &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;الهروب إلى الله، بل الفرار إليه، فهذا هو المخرج أيها المجاهدون&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;والمرابطون&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;: &lt;span style="color: red;"&gt;{&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; color: red;" lang="AR-SA"&gt;فَفِرُّوا إلَى اللَّهِ&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: red;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;}&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; [&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;الذاريات: 50&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;]&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;ان تواصل&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317481914361608568-3183118370974286182?l=quranpetunjukjalan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/feeds/3183118370974286182/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317481914361608568&amp;postID=3183118370974286182' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/3183118370974286182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/3183118370974286182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/09/jihad-of-palestine-despite-great-hopes.html' title='جهاد فلسطين آمال عظيمة رغم الآلام الجسيمة  Jihad of Palestine despite the great hopes of serious pain 2'/><author><name>Agus LukmanulHakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10627197443125453665</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SKOqsf3BeyI/AAAAAAAAABg/0LC80uEzNyQ/s1600-R/pspoto.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568.post-6555441367662537554</id><published>2008-09-14T06:46:00.000-07:00</published><updated>2008-09-14T07:36:45.673-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tarjim'/><title type='text'>Jihad of Palestine despite the great hopes of serious pain  جهاد فلسطين آمال عظيمة رغم الآلام الجسيمة</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="rtl" style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="AR-SA"&gt;مقدمة&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span dir="rtl" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="AR-SA" &gt;عد&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="AR-SA" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="AR-SA" &gt;أربعين عاماً على ضياع القدس وأسر الأقصى، وما يقرب من ستين عاماً على&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="AR-SA" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="AR-SA" &gt;اغتصاب اليهود لفلسطين، ونحو تسعين عاماً من احتلال الإنجليز لها، وما&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="AR-SA" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="AR-SA" &gt;يزيد عن قرنٍ ونصف من بداية التآمر عليها، بالتخطيط لما صار يسمى بـ (&lt;b&gt;&lt;i&gt;أزمة&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="AR-SA"&gt;الشرق الأوسط&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="AR-SA" &gt;)&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6317481914361608568&amp;amp;postID=6555441367662537554#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span dir="ltr" style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;، وبعد تضحيات ضخمة في حروب كبرى فاشلة، وتنازلات فادحة في&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="AR-SA" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="AR-SA" &gt;عمليات (سلام) خاسرة..، بعد كل ذلك؛ هانحن نرى تلك الأزمة تقـف بأطـرافها&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="AR-SA" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="AR-SA" &gt;عنـد طـريـق مغلق وأفـق مسدود، وأمـل لا رجاء به إلا في رحمة الله اللطيف&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="AR-SA" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="AR-SA" &gt;بعباده&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style=""&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;hr style="height: 4px; margin-left: auto; margin-right: 0px;" size="1" width="33%"&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="" id="ftn1"&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: right;" class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6317481914361608568&amp;amp;postID=6555441367662537554#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Krisis Timur Tengah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317481914361608568-6555441367662537554?l=quranpetunjukjalan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/feeds/6555441367662537554/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317481914361608568&amp;postID=6555441367662537554' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/6555441367662537554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/6555441367662537554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/09/blog-post_14.html' title='Jihad of Palestine despite the great hopes of serious pain  جهاد فلسطين آمال عظيمة رغم الآلام الجسيمة'/><author><name>Agus LukmanulHakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10627197443125453665</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SKOqsf3BeyI/AAAAAAAAABg/0LC80uEzNyQ/s1600-R/pspoto.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568.post-2006387690993333450</id><published>2008-09-13T18:10:00.000-07:00</published><updated>2008-09-13T18:16:19.228-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sains'/><title type='text'>Al-Qur'an Dusturuna 2</title><content type='html'>&lt;h2&gt;&lt;a href="http://attanzil.wordpress.com/2008/08/01/atap-yang-terpelihara/"&gt;Atap yang Terpelihara&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;                                  &lt;p&gt;&lt;abbr title="51-0400"&gt; &lt;!-- by adanipermana --&gt;&lt;/abbr&gt;&lt;/p&gt; &lt;table align="left" border="0" cellpadding="4" cellspacing="4" width="176"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td height="255"&gt; &lt;div&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;img src="http://www.keajaibanalquran.com/files/g_kta_ind.jpg" alt="" height="124" width="175" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="resimalti"&gt;Gambar ini memperlihatkan sejumlah meteor yang hendak menumbuk bumi. Benda-benda langit yang berlalu lalang di ruang angkasa dapat menjadi ancaman serius bagi Bumi. Tapi Allah, Pencipta Maha Sempurna, telah menjadikan atmosfir sebagai atap yang melindungi bumi. Berkat pelindung istimewa ini, kebanyakan meteorid tidak mampu menghantam bumi karena terlanjur hancur berkeping-keping ketika masih berada di atmosfir. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam Al Qur’an, Allah mengarahkan perhatian kita kepada sifat yang sangat menarik tentang langit:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="ayet"&gt;“Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang ada padanya.” (Al Qur’an, 21:32)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sifat langit ini telah dibuktikan oleh penelitian ilmiah abad ke-20.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Atmosfir yang melingkupi bumi berperan sangat penting bagi berlangsungnya kehidupan. Dengan menghancurkan sejumlah meteor, besar ataupun kecil ketika mereka mendekati bumi, atmosfir mencegah mereka jatuh ke bumi dan membahayakan makhluk hidup.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Atmosfir juga menyaring sinar-sinar dari ruang angkasa yang membahayakan kehidupan. Menariknya, atmosfir hanya membiarkan agar ditembus oleh sinar-sinar tak berbahaya dan berguna, - seperti cahaya tampak, sinar ultraviolet tepi, dan gelombang radio. Semua radiasi ini sangat diperlukan bagi kehidupan. Sinar ultraviolet tepi, yang hanya sebagiannya menembus atmosfir, sangat penting bagi fotosintesis tanaman dan bagi kelangsungan seluruh makhluk hidup. Sebagian besar sinar ultraviolet kuat yang dipancarkan matahari ditahan oleh lapisan ozon atmosfir dan hanya sebagian kecil dan penting saja dari spektrum ultraviolet yang mencapai bumi.&lt;/p&gt; &lt;table align="right" border="0" cellpadding="4" cellspacing="4" width="176"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td height="255"&gt; &lt;div&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;img src="http://www.keajaibanalquran.com/files/Gktaukuratl_ind.jpg" alt="" height="110" width="175" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="resimalti"&gt;Kebanyakan manusia yang memandang ke arah langit tidak pernah berpikir tentang fungsi atmosfir sebagai pelindung. Hampir tak pernah terlintas dalam benak mereka tentang apa jadinya bumi ini jika atmosfir tidak ada. Foto di atas adalah kawah raksasa yang terbentuk akibat hantaman sebuah meteor yang jatuh di Arizona, Amerika Serikat. Jika atmosfir tidak ada, jutaan meteorid akan jatuh ke Bumi, sehingga menjadikannya tempat yang tak dapat dihuni. Namun, fungsi pelindung dari atmosfir memungkinkan makhluk hidup untuk melangsungkan kehidupannya dengan aman. Ini sudah pasti perlindungan yang Allah berikan bagi manusia, dan sebuah keajaiban yang dinyatakan dalam Al Qur’an. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Fungsi pelindung dari atmosfir tidak berhenti sampai di sini. Atmosfir juga melindungi bumi dari suhu dingin membeku ruang angkasa, yang mencapai sekitar 270 derajat celcius di bawah nol.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tidak hanya atmosfir yang melindungi bumi dari pengaruh berbahaya. Selain atmosfir, Sabuk Van Allen, suatu lapisan yang tercipta akibat keberadaan medan magnet bumi, juga berperan sebagai perisai melawan radiasi berbahaya yang mengancam planet kita. Radiasi ini, yang terus- menerus dipancarkan oleh matahari dan bintang-bintang lainnya, sangat mematikan bagi makhuk hidup. Jika saja sabuk Van Allen tidak ada, semburan energi raksasa yang disebut jilatan api matahari yang terjadi berkali-berkali pada matahari akan menghancurkan seluruh kehidupan di muka bumi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dr. Hugh Ross berkata tentang perang penting Sabuk Van Allen bagi kehidupan kita:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bumi ternyata memiliki kerapatan terbesar di antara planet-planet lain di tata surya kita. Inti bumi yang terdiri atas unsur nikel dan besi inilah yang menyebabkan keberadaan medan magnetnya yang besar. Medan magnet ini membentuk lapisan pelindung berupa radiasi Van-Allen, yang melindungi Bumi dari pancaran radiasi dari luar angkasa. Jika lapisan pelindung ini tidak ada, maka kehidupan takkan mungkin dapat berlangsung di Bumi. Satu-satunya planet berbatu lain yang berkemungkinan memiliki medan magnet adalah Merkurius - tapi kekuatan medan magnet planet ini 100 kali lebih kecil dari Bumi. Bahkan Venus, planet kembar kita, tidak memiliki medan magnet. Lapisan pelindung Van-Allen ini merupakan sebuah rancangan istimewa yang hanya ada pada Bumi. &lt;span class="anasayfa"&gt;(http://www.jps.net/bygrace/index. html Taken from Big Bang Refined by Fire by Dr. Hugh Ross, 1998. Reasons To Believe, Pasadena, CA.)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317481914361608568-2006387690993333450?l=quranpetunjukjalan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/feeds/2006387690993333450/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317481914361608568&amp;postID=2006387690993333450' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/2006387690993333450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/2006387690993333450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/09/al-quran-dusturuna-2.html' title='Al-Qur&apos;an Dusturuna 2'/><author><name>Agus LukmanulHakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10627197443125453665</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SKOqsf3BeyI/AAAAAAAAABg/0LC80uEzNyQ/s1600-R/pspoto.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568.post-6588461489687649601</id><published>2008-09-13T17:11:00.000-07:00</published><updated>2008-09-13T17:41:09.541-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mafahim'/><title type='text'>Tafrith dan ,Ifrath</title><content type='html'>&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;Kesesatan selain penyembahan kepada selain Allah yang akhirnya menjadi melakukan penyembahan kepada selain Allah adalah karena perbuatan Tafrith dan Ifrath.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;Kita simak sejarah,&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;عَنْ عَدِيّ بْن حَاتِم قَالَ : قَالَ لِي رَسُول اللَّه صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ” إِنَّ الْمَغْضُوب عَلَيْهِمْ :” الْيَهُود”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari  Ady bin Hatim r.a. berkata : &lt;em&gt;Nabi &lt;/em&gt;shalallahu’alaihi wasallam membaca Sesungguhnya Orang-orang yang dimurkai adalah &lt;em&gt;., “Alyahud (Yahudi)”.&lt;/em&gt; &lt;a name="_ednref1" href="http://attanzil.wordpress.com/2008/09/08/bukan-jalan-yang-engkau-murkai-dan-bukan-pula-jalan-yang-sesat/#_edn1"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;عَنْ عَدِيّ بْن أَبِي حَاتِم , قَالَ : قَالَ رَسُول اللَّه صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : { وَلَا الضَّالِّينَ } قَالَ : ” النَّصَارَى “&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari  Ady bin Hatim r.a. berkata : &lt;em&gt;Nabi &lt;/em&gt;shalallahu’alaihi wasallam membaca ” Dan bukan jalann orang-orang yang sesat”, ia bersabda Nashrani &lt;a name="_ednref2" href="http://attanzil.wordpress.com/2008/09/08/bukan-jalan-yang-engkau-murkai-dan-bukan-pula-jalan-yang-sesat/#_edn2"&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kekafiran Yahudi adalah karena mereka mengetahui kebenaran tapi tidak mengamalkannya, baik dengan ucapan maupun perbuatan. Sedangkan kekafiran Nashrani adalah dari sisi amal mereka tanpa ilmu. Mereka berusaha mengamalkan berbagai macam ibadah tanpa syari’at dari Allah. Dan mereka berbicara tentang Allah apa-apa yang tidak mereka ketahui.” &lt;a name="_ednref3" href="http://attanzil.wordpress.com/2008/09/08/bukan-jalan-yang-engkau-murkai-dan-bukan-pula-jalan-yang-sesat/#_edn3"&gt;[3]&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mereka di sebut pelaku Ifrath dan Tafrith, yakni &lt;em&gt;Ifrath &lt;/em&gt;adalah melampaui batas dalam beribadah dan beramal tanpa ilmu. Sedangkan tafrith adalah kebalikannya, yaitu melalaikan dan meremehkan ibadah bahkan menentang Kebenaran yang telah diketahui.&lt;span id="more-671"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Godaan syaithan melalu dua jalur ini. Pertama, dia mengajak manusia kepada kekufuran dan pengingkaran terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melalui ilmu dan keilmiahannya, (tafrith). Kemudian jika tidak berhasil maka dia menjerumuskan mereka untuk beramal dan beribadah dengan melampaui batas (ifrath) tanpa ilmu yang menyeretnya kepada perbuatan bid’ah sehingga menyimpang dari jalan yang lurus dan akhirnya membawa mereka kepada kesesatan dan kekufuran. (Lihat Makaidus Syaithan oleh Ibnul Qayyim rahimahullah)&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Gambaran mereka yang tersesat dalam sikap tafrith adalah seperti Yahudi, sedangkan yang tersesat dalam sikap ifrath adalah seperti Nashara.&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Yahudi terjerumus dalam sikap tafrith sampai membunuh para Nabi dan mencela Isa bin Maryam ‘alaihis salam hanya karena nafsu dan kedengkian mereka. Sejarah menyebutkan mereka tahu dan sangat mengenal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti mengenal anak mereka sendiri. Mereka mengenal namanya, sifat-sifatnya, dan lain-lain tentangnya, tapi mereka mengingkari dan menentang beliau. Dan bercokolnya mereka di Madinah karena menunggu nubuwah akan kedatangan seorang Rasul di negeri itu.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Allah berfirman : &lt;em&gt;“Padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapatkan kemenangan atas orang-orang kafir. Maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui mereka lalu ingkar kepadanya. Maka laknat Allah atas orang-orang yang ingkar.”&lt;/em&gt; (QS. Al Baqarah : 89 )&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Allah murka dan melaknat Yahudi karena sikap tafrith, mengetahui Al Haq tapi mengingkarinya. Maka Allah mengatakan tentang mereka : Katakanlah : &lt;em&gt;“Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasiq) itu di sisi Allah? Yaitu orang-orang yang dilaknat dan dimurkai oleh Allah dan di antara mereka ada yang dijadikan kera-kera dan babi-babi dan penyembah thaghut.”&lt;/em&gt; (QS. Al Maidah : 60 )&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan Nashrani tersesat dalam sikap ifrath dengan menuhankan Isa dan menyembah pendeta-pendeta. Allah berfirman tentang mereka : &lt;em&gt;“Wahai Ahli Kitab, janganlah kalian melampaui batas (ghuluw) dalam agamamu dan janganlah kalian mengatakan atas (nama) Allah kecuali yang haq. Sesungguhnya Al Masih Isa putra Maryam adalah Rasulullah … .”&lt;/em&gt; (QS. An Nisa’ : 171 )&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Itulah sikap ifrath (berlebih-lebihan dalam agama) mereka, berbicara tentang Allah dan atas nama Allah tanpa ilmu. Sehingga terucap dari mereka kalimat kufur yang sangat besar yaitu mengatakan bahwa Isa adalah jelmaan Allah atau Isa adalah anak Allah atau Isa, Maryam, dan Allah adalah satu yang tiga, tiga yang satu. Subhanallah, Maha Suci Allah dari apa yang mereka ucapkan!! Allah adalah satu, tidak beranak dan tidak diperanakkan! Maka kafirlah mereka dengan ucapan itu dan gugurlah amalan mereka dan ibadah mereka. Walaupun mereka beribadah kepada Allah dengan khusyu’ dan menangis, berdzikir menyebut nama Allah, dan memujinya dengan ikhlas. Demikianlah orang-orang yang berusaha untuk beribadah kepada Allah tetapi tanpa ilmu akhirnya mereka tersesat dan amalannya sia-sia.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Allah berfirman setelah mengatakan kekafiran orang-orang yang mengatakan bahwa Allah adalah satu dari yang tiga : &lt;em&gt;“Wahai ahli kitab, janganlah kalian berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara yang tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat terdahulu (sebelum kedatangan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam). Mereka menyesatkan kebanyakan (manusia) dan mereka tersesat dari jalan yang lurus.”&lt;/em&gt; (QS. Al Maidah : 77 )&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari beberapa uraian tersebut diatas jelaslah mengapa mereka dimurkai dan dinyatakan sesat. Kenapa juga kita sebagai orang mu’min selalu berdo’a dalam shalatnya “Ihdinash shiraatal Mustaqiim, Shirathal ladzina an’amta ‘alaihiim”, yakni tiada lain untuk terhindar dari dua kelompok yang dmurkai dan yang sesat&lt;strong&gt;.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Ibnu Katsir berkata tentang ayat ini : “Al Maghdhub Alaihim adalah orang-orang yang rusak niatnya. Mereka mengetahui Al Haq tapi menyeleweng darinya. Sedang Adh Dhaallin adalah orang-orang yang tidak memiliki ilmu sehingga mereka bingung dalam kesesatan, tidak mendapatkan petunjuk kepada Al Haq, … dan seterusnya.” (Tafsir Ibnu Katsir 1/31-32 )&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Tafrih dan ifrath di kalangan kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah mensinyalir kondisi ini dalam suatu hadits dari Ibnu Mas’ud ra, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menggaris satu garis dengan tangannya kemudian berkata : &lt;em&gt;“Ini adalah jalan yang lurus.” Kemudian menggaris beberapa garis di kanan dan kirinya, kemudian berkata : “Ini jalan-jalan, tidak ada satu jalan pun daripadanya kecuali ada syaithan yang mengajak kepadanya.” Kemudian membacakan ayat : “Ini jalanku yang lurus maka ikutilah dia dan janganlah mengikuti jalan-jalan (lain) … .”&lt;/em&gt; (QS. Al An’am : 153 ) [HR. Ahmad, Ad Darimi, Al Hakim]&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Riwayat-riwayat di atas menunjukkan bahwa umat beliau akan berpecah dalam berbagai macam jalan dan yang selamat hanya satu kelompok, tentu saja bukan satu organisasi. Hadits di atas juga menunjukkan bahwa yang selamat adalah mereka yang tetap berada dalam shirathal mustaqim (jalan yang lurus) sedangkan jalan-jalan yang lain adalah jalan-jalan syaithan. Dengan demikian hanya ada dua kemungkinan yaitu mengikuti jalan keselamatan atau jalan kesesatan, mengikuti jalan Allah atau jalan syaithan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam riwayat dari Abi Said Al Khudri, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa sebagian umat ini akan mengikuti model yahudi dan nashrani. &lt;em&gt;“Pasti kalian akan mengikuti sunnah-sunnah (jalan/kebiasaan) orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal sehasta demi sehasta.” &lt;/em&gt;(Muttafaqun Alaihi)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kita lihat bahwa  perpecahan umat ini kita pahami bahwa dalam umat ini pun terdapat dua kesesatan model yahudi dan nashrani sebagai kaum yang dilaknat dan kaum yang sesat. Sufyan bin Uyainah dan para ulama Terdahulu yang Sholeh berkata : “Sesungguhnya orang yang rusak dari ulama kita, maka padanya ada penyerupaan terhadap yahudi. Dan orang yang rusak dari kalangan ahli ibadah kita maka padanya ada penyerupaan dengan nashrani.” &lt;a name="_ednref4" href="http://attanzil.wordpress.com/2008/09/08/bukan-jalan-yang-engkau-murkai-dan-bukan-pula-jalan-yang-sesat/#_edn4"&gt;[4]&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hadanallahu wa iyyakum ajma’in, wallahu a’lam bishowab&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Footnote&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;hr size="1"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;a name="_edn1" href="http://attanzil.wordpress.com/2008/09/08/bukan-jalan-yang-engkau-murkai-dan-bukan-pula-jalan-yang-sesat/#_ednref1"&gt;[1]&lt;/a&gt; lihat : &lt;a href="http://quran.al-islam.com/Tafseer/DispTafsser.asp?nType=1&amp;amp;bm=&amp;amp;nSeg=0&amp;amp;l=arb&amp;amp;nSora=1&amp;amp;nAya=7&amp;amp;taf=TABARY&amp;amp;tashkeel=0"&gt;Jami’ul Bayan Imam Ath Thabary Hadist 163&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;a name="_edn2" href="http://attanzil.wordpress.com/2008/09/08/bukan-jalan-yang-engkau-murkai-dan-bukan-pula-jalan-yang-sesat/#_ednref2"&gt;[2]&lt;/a&gt; lihat : &lt;a href="http://quran.al-islam.com/Tafseer/DispTafsser.asp?nType=1&amp;amp;bm=&amp;amp;nSeg=0&amp;amp;l=arb&amp;amp;nSora=1&amp;amp;nAya=7&amp;amp;taf=TABARY&amp;amp;tashkeel=0"&gt;Jami’ul Bayan Imam Ath Thabary Hadist 173&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;a name="_edn3" href="http://attanzil.wordpress.com/2008/09/08/bukan-jalan-yang-engkau-murkai-dan-bukan-pula-jalan-yang-sesat/#_ednref3"&gt;[3]&lt;/a&gt; Iqtidha Shiratil Mustaqim oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah 1/67&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;a name="_edn4" href="http://attanzil.wordpress.com/2008/09/08/bukan-jalan-yang-engkau-murkai-dan-bukan-pula-jalan-yang-sesat/#_ednref4"&gt;[4]&lt;/a&gt; Kitab Iqtidha Shirathil Mustaqim oleh Syaikh Islam 1/68&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317481914361608568-6588461489687649601?l=quranpetunjukjalan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/feeds/6588461489687649601/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317481914361608568&amp;postID=6588461489687649601' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/6588461489687649601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/6588461489687649601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/09/tafrith-dan-ifrath.html' title='Tafrith dan ,Ifrath'/><author><name>Agus LukmanulHakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10627197443125453665</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SKOqsf3BeyI/AAAAAAAAABg/0LC80uEzNyQ/s1600-R/pspoto.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568.post-3530010596471174205</id><published>2008-09-13T17:02:00.000-07:00</published><updated>2008-09-13T17:06:57.863-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><title type='text'>Da'i adalah pekerjaan setiap kita</title><content type='html'>&lt;div id=":bf" class="ArwC7c ckChnd"&gt;&lt;div dir="ltr"&gt;   &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman; font-size: 130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman; font-size: 130%;"&gt;&lt;br /&gt;Dakwah adalah serangkaian aktivitas metodologis &lt;em&gt;(manhaji)&lt;/em&gt; untuk mengubah dari satu tahapan kondisi ke tahapan kondisi berikutnya. Dengan demikian, aktivitas dakwah Islamiyah adalah : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;span style="font-family: times new roman; font-size: 130%;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Merubah kondisi kebodohan maknawi kepada pengertian yang jelas dan terang tentang Islam &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Merubah pengertian kepada pola pikir &lt;em&gt;(fikrah)&lt;/em&gt; &lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Merubah pola pikir menjadi aktivitas &lt;em&gt;(&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;arakah)&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Merubah aktivitas menjadi keberhasilan &lt;em&gt;(natîjah)&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt; Merubah keberhasilan menjadi tujuan &lt;em&gt;(ghâyah)&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Merubah tujuan menjadi ridha Allah &lt;em&gt;(mardhâtillâh)&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman; font-size: 130%;"&gt;Betul, pekerjaan dakwah bukan melulu khutbah dan tabligh, tapi ia menjadi bagian yang terpenting dari perjalanan dakwah ini.&lt;br /&gt;Seorang khatib, atau muballigh harus mampu menampilkan ajaran Islam dengan cara yang mengesankan. Bukankah telah dipahami bersama bahwa kita harus berbicara (berkhutbah) kepada orang sesuai dengan keadaan orang itu, baik situasi, kondisi, pendidikan, latar belakang dan pola pikirnya? &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman; font-size: 130%;"&gt;&lt;p align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 180%;"&gt;خَاطِبُ النَّاسَ عَلَى قَدْرِ عُقُوْلِهِمْ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Serulah (bicaralah kepada) manusia sesuai dengan akal (kapasitas atau kemampuan) mereka. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Oleh karena itu khatib harus mengetahui dan menguasai aneka gaya dan langgam pidato. Berikut ini macam-macam langgam pidato yang banyak dipelajari dan dipraktekkan oleh para orator : &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Langgam Agama&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Suara kadang menaik, kemudian menurun dengan ucapan lambat. Nada naik untuk penekanan sebuah materi, sedangkan nada turun dengan tempo agak lambat bertujuan supaya pendengar merenungkan apa yang sedang disampaikan. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Langgam Agitasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Materi disampaikan secara agresif dan eksplosif. Nada yang digunakan adalah nada-nada tinggi. Jiwa massa dikuasai dan digiring ke arah tujuan tertentu. Biasanya untuk membangkitkan semangat dan mengobarkan nasionalisme atau keagamaan. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Langgam Konservatif&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Langgam ini paling tenang dan bebas, seperti orang bicara. Biasanya digunakan ketika menceritakan sebuah peristiwa dan terjadi dialog antar pelaku di dalam cerita. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Langgam Didaktik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Langgam ini bersifat mendidik pendengar, seperti orang tua menasihati anak, guru mengajar murid atau dosen membimbing mahasiswa. Penggunaan langgam ini mensyaratkan khatib lebih tua dari pendengar atau lebih berpengalaman sehingga benar-benar dihormati dan didengar nasihatnya. Nada bicara tenang (cool, calm dan confident). Bila orator kurang disegani, penggunaan langgam ini akan membosankan. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Langgam Sentimentil&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mengemukakan persolan dengan memakai bahan-bahan yang dapat mencetuskan sentimen (membakar hati setiap pendengarnya). Digunakan untuk sebuah sindiran keras, bila sindiran halus ternyata tidak berhasil. Sindiran bisa menggunakan sebuah tokoh dari kisah yang pernah terjadi atau penokohan sebuah watak/karakter. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Langgam Teater&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Langgam berpidato yang penuh dengan gaya dan mimik. Intonasi, tempo dan nada bicara seperti pemain teater. Biasanya digunakan untuk menggambarkan sesuatu secara hiperbolik. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Langgam Statistik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Digunakan bila mengemukakan sesuatu yang mengandung angka-angka atau statistik hasil penelitian. Langgam ini sangat cocok bila para pendengar adalah cerdik cendekia, yang lebih mengutamakan isi daripada bungkus. Biasanya para pendengar berusia agak lanjut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;Langgam-langgam di atas umumnya digunakan secara berkelompok (gabungan), tergantung situasi dan kondisi. Khatib harus meramu dan memasak dengan baik, sehingga ciri khas ditemukan dan pidato menjadi menarik, tidak membosankan. Dengan demikian, tujuan dakwah bisa dicapai lebih cepat dan lebih baik. Bahkan diharapkan tercipta langgam-langgam baru hasil kreatifitas para khatib atau da'i.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ketika penulis mengikuti Training Khuthaba' yang diselenggarakan oleh Yayasan Koordinasi Masjid Surabaya pada tanggal 15 Juni 2008, salah seorang nara sumber, Prof. H. Moh. Ali Aziz—Guru Besar Ilmu Dakwah IAIN Sunan Ampel Surabaya; beliau juga salah seorang ustadz yang mengasuh penulis ketika mengaji di pesantren—memberikan tips-tips praktis dalam berkhutbah, yaitu :&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tetapkan waktu khutbah dan tepati, misalnya 15-20 menit.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pada saat khutbah I, setelah pembukaan dengan bahasa Arab selesai, tidak perlu lagi mengulang puji syukur ke hadirat Allah SWT serta shalawat kepada Nabi saw. dalam bahasa Indonesia. Ketika memulai penyampaian dalam bahasa Indonesia, langsung saja membahas materi khutbah.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jangan mengulang-ulang materi khutbah yang sedang trend. Misal sedang saatnya penerimaan siswa/mahasiswa baru. Jangan sampai semua khatib membahas tentang bagaimana memilih sekolah yang baik untuk anak. Hal ini membuat jamaah jenuh karena dalam beberapa Jum'at, setiap khatib mengulas hal yang sama.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pada khutbah II tidak perlu membahas apa pun termasuk menyimpulkan isi khutbah I karena jamaah sudah bisa menyimpulkan sendiri materi khutbah yang telah disampaikan. Selain itu, juga agar waktu khutbah tidak terlalu lama mengingat bervariasinya pekerjaan atau kesibukan jamaah. Khutbah II cukup dalam bahasa Arab sampai dengan doa.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;Selain mengetahui teknik berpidato yang baik, kaidah dakwah juga harus dimengerti, yaitu :&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Al-Qudwah qabla da'wah&lt;/em&gt; (memberikan teladan yang baik sebelum berdakwah) &lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Ta'lîf qabla ta'rîf&lt;/em&gt; (memikat hati dan menumbuhkan rasa simpati sebelum mengenalkan misi) &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Ta'rîf qabla taklîf&lt;/em&gt; (memberikan pengertian sebelum memberi beban) &lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Tadarruj fî taklîf&lt;/em&gt; (bertahap dalam memberikan beban atau amal) &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Al-ushûl qabla furû'&lt;/em&gt; (mendahulukan yang pokok/prinsip, baru kemudian disampaikan cabang atau perbedaan-perbedaan) &lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;At-targhîb qabla tarhîb&lt;/em&gt; (memberi kabar gembira sebelum ancaman) &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;At-taysir lâ ta'sîr&lt;/em&gt; (mempermudah, tidak mempersulit) &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;em&gt;Al-awwaliyyât&lt;/em&gt; (ada skala prioritas) &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan semakin majunya pendidikan masyarakat, maka proses dakwah tidak sekadar menawarkan suatu metode klasik melalui pahala dan ancaman atau surga dan neraka; tetapi lebih dari itu, membutuhkan metodologi perencanaan komunikasi dan jaringan misi dakwah, dengan melihat atau menimbang semua indikator sosiokultural sasaran dakwah. Pesan-pesan dakwah tidak hanya ditujukan agar dapat disampaikan dan diterima oleh khalayak, tetapi hendaknya pesan tersebut mampu dimengerti, dihayati dan diamalkan. Bukankah ilmu yang tidak diamalkan ibarat pohon yang tidak berbuah? &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Timbul sebuah pertanyaan, "Apakah sudah cukup bila sebagai khatib, kita menguasai teknik retorika dan dakwah? Bagaimana supaya pesan/nasihat agama yang kita sampaikan tidak hanya menjadi ilmu bagi para jamaah? Bagaimana caranya agar nasihat tersebut tidak sekadar masuk telinga yang satu dan keluar dari telinga pasangannya?"&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Syaikh Ibnu Athaillah mengingatkan, "Setiap kalimat yang keluar dari lisan menunjukkan isi hati orang yang menuturkannya." Pesan yang keluar dari bibir seorang khatib harus bersumber dari lubuk hati.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Lisan adalah penerjemah kata hati. Setiap kalimat yang diucapkan oleh seorang khatib atau da'i harus keluar dari hatinya sendiri dengan hidayah Allah. Dengannya, maka yang mendengar akan menerima dengan hati nuraninya. Manusia ketika mendengar nasihat dan tutur kata seseorang, tidak semata-mata menginginkan ilmu yang akan disampaikan, akan tetapi lebih dari sekadar ilmu, yaitu sentuhan dan getaran ruhani yang mampu menggerakkan dan menyadarkan jiwa, perilaku dan pikiran.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tutur kata yang dikeluarkan oleh hati akan masuk dan diterima oleh hati pula. Sebaliknya, ucapan yang disampaikan bukan dari cahaya hati, maka ucapan seperti itu akan sampai di telinga belaka, tidak mengendap masuk ke dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Seseorang bertanya kepada Muhammad bin Wasi', "Mengapa ucapan muballigh, banyak yang tidak dirasakan oleh kalbu umat?" Ia menjawab, "Mungkin ucapan yang keluar hanya dari kerongkongan dan mulut, tidak keluar dari nurani serta tidak tulus."&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Jika tutur kata hanya sekadar daya pikir dan imajinasi belaka, maka itu tetap menjadi susunan kata, tidak memberi makna bagi jiwa dan tidak menyentuh hati. Kalimat yang keluar adalah kalimat gersang.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;"Tutur kata itu ibarat hidangan bagi pendengar. Kalian tidak mendapatkan sesuatu pun kecuali apa yang kalian makan," nasihat Ibnu Athaillah lebih lanjut.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Berkenaan dengan upaya menjadi khatib yang baik, bagaimana Rasulullah mencontohkan cara berkhutbah? Dalam kitab &lt;em&gt;"Bulûghul Marâm – Min Adillatil Ahkâm"&lt;/em&gt; terdapat sebuah hadits ke-475 yang diriwayatkan oleh Muslim dari Jabir bin Abdulllah. Jabir berkata, "Adalah Rasulullah saw. apabila berkhutbah, merah kedua matanya dan tinggi suaranya dan sangat marahnya, hingga seolah-olah ia sebagai pengancam tentara yang berseru, '(Musuh) akan mendatangi kamu pagi-pagi dan petang-petang'."&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Daftar Pustaka :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Djamal'uddin Ahmad Al Buny, "Mutu Manikam dari Kitab Al-Hikam (karya Syaikh Ahmad bin Muhammad bin Abdul Karim Ibnu Athaillah)", Mutiara Ilmu Surabaya, Cetakan ketiga : 2000&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ibnu Hajar al-'Asqalani, al-&lt;u&gt;H&lt;/u&gt;âfizh, &lt;em&gt;"Bulûghul Marâm – Min Adillatil Ahkâm"&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Muhammad bin Ibrahim Ibnu 'Ibad, asy-Syaikh, &lt;em&gt;"Syara&lt;u&gt;h&lt;/u&gt; al-&lt;u&gt;H&lt;/u&gt;ikam"&lt;/em&gt; &lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Syaiful Ulum Nawawi, "Retorika", Makalah, 1990 &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Syaiful Ulum Nawawi, "Retorika dan Pengembangan Dakwah Islam", Makalah, September 1997 &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317481914361608568-3530010596471174205?l=quranpetunjukjalan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/feeds/3530010596471174205/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317481914361608568&amp;postID=3530010596471174205' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/3530010596471174205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/3530010596471174205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/09/dai-adalah-pekerjaan-setiap-kita.html' title='Da&apos;i adalah pekerjaan setiap kita'/><author><name>Agus LukmanulHakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10627197443125453665</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SKOqsf3BeyI/AAAAAAAAABg/0LC80uEzNyQ/s1600-R/pspoto.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568.post-1479812904825779345</id><published>2008-09-13T09:59:00.000-07:00</published><updated>2008-09-13T10:00:31.256-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><title type='text'>Si Singamangaraja XII; Gugur sebagai Pahlawan Islam</title><content type='html'>Sekedar penyambung tulisan  Sdr. Muhammad Jamzuri&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 10 September 2008 20:06:26 - oleh : admin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Opini publik dewasa ini kurang menyadari bahwa Si&lt;br /&gt;Singamangaraja XII adalah seorang muslim, yang di angkat sebagai&lt;br /&gt;Maharaja di negri Toba di kota Bakara pada 1304 Hijri. Sebagai seorang&lt;br /&gt;pejuang yang bertempur terus hingga akhir hayatnya ketika ditangkap dan&lt;br /&gt;di tembak oleh Belanda pada 17 Juni 1907.&lt;br /&gt;                Untuk menghargai dan menghormati jasa yang telah di&lt;br /&gt;korbankan bedasarkan keputusan Presiden Republik Indonesia No. 217 tahun&lt;br /&gt;1957, pemerintah telah mengangkat Si Singamangaraja XII sebagai pahlawan&lt;br /&gt;kemerdekaan nasional. Adapun yang di maksud dengan batasan Pahlawan&lt;br /&gt;Kemerdekaan Nasional adalah seorang yang masa hidupnya terdorong oleh&lt;br /&gt;rasa cinta tanah airnya dan sangat berjasa dalam memimpin suatu kegiatan&lt;br /&gt;yang teratur menentang penjajah di Indonesia melawan musuh dari luar&lt;br /&gt;negri, ataupun sangant berjasa baik dalam lapangan politik,&lt;br /&gt;ketatanegaraan, sosial ekonomi, kebudayaan maupun dalam lapangan ilmu&lt;br /&gt;pengetahuan yang erat hubunganya dengan perjuangan kemerdekaan dan&lt;br /&gt;perkembangan Indonesia.&lt;br /&gt;                Mungkin dasar kriteria semacam di atas, di tambah dengan&lt;br /&gt;adanya sistem penyusunan cerita Sejarah Nasional yang tidak menonjolkan&lt;br /&gt;tentang agama yang di peluknya, menyebabkan kita tidak menyadari bahwa&lt;br /&gt;Si Singamangaraja adalah pejuang Islam yang gugur sebagai syuhada pada&lt;br /&gt;tanggal 17 juni 1907.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silsilah&lt;br /&gt;                Perlu pula kita ketahui bahwa nama Si Singamangaraja&lt;br /&gt;adalah nama dinasti dari keluarga "Sinambela". Yang kita bicarakan di&lt;br /&gt;sini adalah keturunan yang ke-12. Adapun silsilahnya sebagai berikut:&lt;br /&gt;1.  Raja Munghuntal                                      -Si&lt;br /&gt;Singamangaraja I&lt;br /&gt;2.  Ompu Raja Tianaruan                               -Si Singamangaraja&lt;br /&gt;II&lt;br /&gt;3.  Raja Itubungna                                        -Si&lt;br /&gt;Singamangaraja III&lt;br /&gt;4.  Sori Mangaraja                                         -Si&lt;br /&gt;Singamangaraja IV&lt;br /&gt;5.  Pallongos                                                -Si&lt;br /&gt;Singamangaraja V&lt;br /&gt;6.  Pangulbuk                                               -Si&lt;br /&gt;Singamangaraja VI&lt;br /&gt;7.  Ompu Tuan Lumbut                                 -Si Singamangaraja&lt;br /&gt;VII&lt;br /&gt;8.  Ompu Sotaronggal                                   -Si&lt;br /&gt;Singamangaraja VIII&lt;br /&gt;9.  Ompu Sohalompoan                                -Si Singamangaraja&lt;br /&gt;IX&lt;br /&gt;10. Ompu Tuan Nabolon                               -Si Singamangaraja X&lt;br /&gt;11. Ompu Sohahunon                                   -Si Singamangaraja&lt;br /&gt;XI&lt;br /&gt;12. Patuan Besar Ompu Pulo Baru                   -Si Singamangaraja XII&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kristenisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu saya jelaskan telebih dahulu tentang&lt;br /&gt;kristenisasidi sini tidak bertujuan menggoyahkan kerukunan beragama,&lt;br /&gt;tetapi sekedar mengisahkan kembali tentang cara Belanda menguasai daerah&lt;br /&gt;Tapanuli melalui Kristenisasi. Jadi sebagai fakta sejarah yang&lt;br /&gt;benar-benar telah terjadi dan memang masalah Kristenisasi inilah yang&lt;br /&gt;nantinya menjadi sumber pangkal permasalahan mengapa Si Singamangaraja&lt;br /&gt;XII mengadakan perlawanan bersenjata terhadap Belanda. Tampaknya&lt;br /&gt;penyebaran agama Kristen di Tapanuli saat itu mempunyai tujuan politik&lt;br /&gt;untuk menguasai wilayah tersebut. Dan tujuan politis inilah yang&lt;br /&gt;mengubah sikap rakyat Tapanuli terhadap agama Kristen. Penyebaran agama&lt;br /&gt;itu sendiri tidaklah mendapat perlawanan. Tetapi tujuan politik penjajah&lt;br /&gt;membangkitkan rakyat untuk mengangkat senjata.&lt;br /&gt;                Adapun tujuan politik yang menyertai penyebaran agama&lt;br /&gt;Kristen saat itu adalah seperti yang diyatakan oleh J.P.G Westhoff:&lt;br /&gt;"menurut pendapat kami untuk tetap memiliki jajahan-jajahan kita untuk&lt;br /&gt;sebagian besar adalah tergantung dari pengkristenan rakyat yang sebagian&lt;br /&gt;besar belum beragama atau yang telah beragama Islam.&lt;br /&gt;                Gerakan agresi agama ini besar kemingkinan mulai di&lt;br /&gt;lancarkan ke daerah Tapanuli pada 1824. Hal ini terbukti dengan adanya&lt;br /&gt;pembunuhan terhadap Baptis Amerika yakni Munson dan Lyman di Sinaksak.&lt;br /&gt;Kemudian gerakan ini di perhebat pada 1861 yang di lakukan oleh Rijnsche&lt;br /&gt;Zending yang memusatkan gerakanya di Padang Sindempuan.&lt;br /&gt;                Dari sini gerakan akan diarahkan memasuki daerah Toba.&lt;br /&gt;Untuk keperluan ini pemerintah kolonial Belanda menunjuk misionaris&lt;br /&gt;Nommensen dan Simoniet. Daerah-daerah serta rakyatnya yang telah di&lt;br /&gt;pengaruhi oleh penyebaran agama ini kemudian secara administratif di&lt;br /&gt;serahkan kepada kolonial Belanda. Atas jasa yang demikian besar ini&lt;br /&gt;pemerintah Belanda merasa berhutang budi terhadap Nommensen, dan pada&lt;br /&gt;1911 Nommensen di beri bintang Officer van Oranje-Nassau.&lt;br /&gt;                Penyebaran agama semacam di atas mempunyai efek politik&lt;br /&gt;dan ekonomi sosial yang sangat merugikan rakyat Tapanuli. Penyerahan&lt;br /&gt;daerah kepada pemerintah kolonial Belanda, membawa akibat timbulnya&lt;br /&gt;sistem monopoli di bidang perdagangan. Termasud ke dalam masalah&lt;br /&gt;pertanian, penjualan hasil bumi di monopoli oleh Belanda. Di bidang&lt;br /&gt;politik tindakan tersebut berarti mempersempit daerah kekuasaan Si&lt;br /&gt;singamangaraja, di bawah kondisi yang demikian mendorong pandangan&lt;br /&gt;politik dan ekonomi rakyat Tapanuli untuk lebih bersahabat dengan Aceh&lt;br /&gt;dan Sumatra Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Singamangaraja XII&lt;br /&gt;                Penobatan Si Singamangaraja XII sebagai Maharaja di&lt;br /&gt;negri Toba bersamaan dengan dimulainya open door policy (politik pintu&lt;br /&gt;terbuka). Belanda merasa perlu mengamankan modal asing yang beroperasi&lt;br /&gt;di Indonesia yang tidak mau menandatangani Korte Verkaring ( perjanjian&lt;br /&gt;pendek) di Sumatra terutama Aceh dan Tapanuli. Kedua konsultan ini&lt;br /&gt;membuka hubungan dagang dengan negara-negara Eropa lainya. Belanda&lt;br /&gt;sendiri berusaha menanamkan monopilinya di kedua kesultanan tersebu.&lt;br /&gt;Politik yang berbeda ini mendorong situasi selanjutnya untuk melahirkan&lt;br /&gt;peperangan yang berkepanjangan hingga puluhan tahun.&lt;br /&gt;                Daya tempur yang sangat lama ini karena di tunjang oleh&lt;br /&gt;ajaran agama islam. Hal ini jarang jarang di kemukakan oleh para&lt;br /&gt;sejarawan, karena merasa kurang relevan dengan predikat Pahlawan&lt;br /&gt;Nasional. Atau karena alasan-alasan lain merasa kurang perlu&lt;br /&gt;membicarakanya. Kalau toh mau membicarakan tentang agama yang di anut&lt;br /&gt;oleh Si Singamangaraja XII, mereka lebih cenderung untuk mengakui Si&lt;br /&gt;Singamangaraja XII beragama Pelbagu.&lt;br /&gt;                Pelbagu semacam agama animisme yang mengenal pula&lt;br /&gt;pemujaan dewa. Debata Mulajadi sebagai mahadewa. Juga mengaenal ajaran&lt;br /&gt;Trimurti: Batara Guru (dewa kejayaan), Debata Ser&lt;br /&gt;                Satu hal yang sukar diterima adalah bila Si&lt;br /&gt;Singamangaraja XII beragama animisme, karena kalu kita perhatikan Cap Si&lt;br /&gt;Singamangaraja XII yang bertuliskan huruf arab berbunyi; Inilah Cap&lt;br /&gt;Maharaja di negri Toba kampung Bakara kotanya. Hijrah Nabi 1304.&lt;br /&gt;                Pada cap tersebut terlihat jelas penggunaan tahun&lt;br /&gt;hijriah Nabi. Hal ini memberikan gambaran tentang besarnya pengaruh&lt;br /&gt;ajaran Islam yang menjiwai diri Si Singamangaraja XII. Adapun huruf&lt;br /&gt;batak yang masih pula di abadikan, adalah sama dengan tindakan Pangeran&lt;br /&gt;Diponegoro yang masih mengguakan huruf jawa dalam menulis surat.&lt;br /&gt;                Begitu pula kalau kita perhatikan bendera perangnya.&lt;br /&gt;Terlihat pengaruh Islam dalam gambar kelewang, matahari dan bulan. Akan&lt;br /&gt;lebih jelas bila kita ikuti keterangan beberapa majalah atau koran&lt;br /&gt;Belanda yang memberitakan tentang agama yang di anut oleh Si&lt;br /&gt;Singamangaraja XII, antara lain;&lt;br /&gt; Volgens berichten van de bevolking moet de togen, woordige titularis&lt;br /&gt;een 5 tak jaren geleden tot den Islam jizn bekeerd, doch hij werd geen&lt;br /&gt;fanatiek Islamiet en oefende geen druk op jizn ongeving uit om zich te&lt;br /&gt;bekeeren. ( Sukatulis, 1907, hlm, 1)&lt;br /&gt; Menurut kabar-kabar dari penduduk, raja yang sekarang (maksud Titularis&lt;br /&gt;adalah Si Singamangaraja XII) semenjak lima tahun yang lalu memeluk&lt;br /&gt;agama Islam yang fanatik, demikian pula dia meneka supaya orang-orang&lt;br /&gt;sekelilingnya menukar agamanya.&lt;br /&gt;                 Berita di atas ini memberikan data kepada kita bahwa Si&lt;br /&gt;Singamangaraja XII beragama Islam. Selain itu, di tambahkan pula tentang&lt;br /&gt;rakyat yang tidak beragama Islam, dan Si Singamangaraja XII tidak&lt;br /&gt;mengadakan paksaan atau penekanan lainnya. Hal ini sekaligus memberikan&lt;br /&gt;gambaran pula tentang penguasaan Si Singamangaraja XII terhadap ajaran&lt;br /&gt;agama itu sendiri.&lt;br /&gt;                Sebaliknya tindakan penyebaran agama yang dilakukan&lt;br /&gt;Rijnsche Zending di Toba di sertai dengan serbua militer Belanda.&lt;br /&gt;Serangan yang semacam ini baik yang di lancarkan pada 1861 ataupun 1877&lt;br /&gt;pada masa pemerintahan Si Singamangaraja XII, mempunyai motif penguasaan&lt;br /&gt;daerah Toba yang subur.&lt;br /&gt;                Tidaklah mengherankan kalau Si Singamangaraja XII&lt;br /&gt;memimpin rakyatnya membendung usaha perluasan wilayah tersebut. Dalam&lt;br /&gt;pelawanan bersenjata ini beliau di bantu oleh Panglima nali yang berasal&lt;br /&gt;dari Minangkabau dan Panglima Teuku Muhammad yang berasal dari Aceh.&lt;br /&gt;                Letak geografis Tapanuli yang berada di tengah-tengah&lt;br /&gt;antara Aceh dan Sumatra Barat memungkinkan kedua daerah atau kesultanan&lt;br /&gt;tersebut saling kerjasama. Selain adanya kesamaan keyakinan agama,&lt;br /&gt;ditunjang oleh kondisi politik yang sama menghadapi ekspedisi wilayah&lt;br /&gt;dari Belanda. Itulah sebabnya memungkinkan kedua panglimanya berasal&lt;br /&gt;dari kedua kesultanan di atas.&lt;br /&gt;                Belanda sendiri ketika melihat situasi geografis yang&lt;br /&gt;demikian itu, mempunyai kepentingan lain. Dengan di lancarkanya operasi&lt;br /&gt;militer ke Toba, mempunyai motif melaksanakan tujuan wig pilitic&lt;br /&gt;(politik bayinya) "O. Hashem, 1968, hlm. 31" yang untuk memisahkan&lt;br /&gt;daerah Tapanili dati pengaruh Aceh dan Sumatra Barat.&lt;br /&gt;                Sekalipun Belanda memiliki persenjataan yang lebih&lt;br /&gt;unggul, namun usaha penguasaan wilayah Tapanuli tidaklah semudah&lt;br /&gt;yangdiperkirakan semula. Secara fisik memang sepintas dapat menguasai&lt;br /&gt;Bahal Batu, Butar, dan Lobu Siregar. Tetapi apa artinya kalau penguasaan&lt;br /&gt;wilayah ini tidak mampu menundukan kemauan rakyat. Faktor terkhir inilah&lt;br /&gt;yang menjadi problem dalam setiap peperangan. Karena tidak ada rumus&lt;br /&gt;bagaimana caranya menguasai kemauan dari bangsa yang telah di kuasai&lt;br /&gt;negaranya. Dan tampaknya sedah menjadi kodrat alam tidak ada suatu&lt;br /&gt;bangsa pun yang mau di jajah. Apalagi bangsa tersebut memiliki daya&lt;br /&gt;tempur yang tinggi. Dan hal ini kebanyakan hanya di miliki oleh bangsa&lt;br /&gt;yang telah mempunyai ajaran agama yang di dalamnya mengajarkan pembelaan&lt;br /&gt;diri apabila di serang.&lt;br /&gt;                Di sini Si Singamangaraja XII telah memeluk agama yang&lt;br /&gt;demikian itu, yaitu islam. Keyakinanya telah menunjangnya untuk mampu&lt;br /&gt;bertahan dan berjuang selama tiga puluh tahun lamanya. Suatu kenyataan&lt;br /&gt;sejarah yang tidak dapat di sangkal lagibahwa ajaran agama islam&lt;br /&gt;mempunyai pengaruh besar tehadap perkembangan dan sikap jiwa bangsa&lt;br /&gt;Indonesia.&lt;br /&gt;                Seseorang yang memeluk agama akan merasa dirinya kuat&lt;br /&gt;dam lagi peperangan tidak dapat di kerjakan oleh seorang pemimpin,&lt;br /&gt;melainkan merupakan hasil dari kerjasama. Hasil ini akan mudah dicapai&lt;br /&gt;apabila masyarakatnya tersebutt terbina dalam ajaran agama. Karena dasar&lt;br /&gt;ajaran agama tidak mengajarkan hidup secara individual sifatnya,&lt;br /&gt;melainkan lebih menekankan kepada kegotongroyongan. Apabila masyarakat&lt;br /&gt;tersebut telah meletakan kepercayaan sepenuhnya kepada kepemimpinan di&lt;br /&gt;atasnya. Ini adalah sebagai faktor yang memudahkan untuk menumbuhkan&lt;br /&gt;kesatuan gerak perjuangan.&lt;br /&gt;                Persyaratan yang demikian itu telah tumbuh dalam&lt;br /&gt;masyarakat Tapanuli. Si Singamangaraja XII tidak hanya di anggap sebagai&lt;br /&gt;seorang Maharaja tapi juga sebagai Imam di bidang agama. Faktor&lt;br /&gt;kepercayaan yang telah di berikan rakyatnya ketangan Si Singamangaraja&lt;br /&gt;XII merupakan faktoryang dominan yang memungkinkan dirinya di angkat&lt;br /&gt;sebagai seorang keramat, sehingga Si Singamangaraja XII menjadi seorang&lt;br /&gt;pemimpin yang kharimasnya besar.&lt;br /&gt;                Sekalipun demikian besar kekuasaan Si Singamangaraja&lt;br /&gt;XII, tidak menjadikan dirinya sebagai seoarang sultan absolut. Malahan&lt;br /&gt;rakyatnya memberikan gelar sebagai juru damai, yang selalu berpihak&lt;br /&gt;kepada kepentingan rakyat.&lt;br /&gt;                Menghadapi seorang pemimpin rakyat yang demikian besar&lt;br /&gt;pengaruhnya, Belanda harus menggunakan cara lain. Ibu, permaisuru, dan&lt;br /&gt;kedua putranya di tangkap. Dengan cara ini belanda berharap dapat&lt;br /&gt;membawa Si Singamangaraja XII kemeja perundingan.&lt;br /&gt;                Kompromi ini tidak mingkin tercapai. Karena kebencian Si&lt;br /&gt;Singamangaraja XII terhadap Belanda telah ditanamkan sejak lama oleh&lt;br /&gt;ayahnya. Juga di lakukan oleh bukti sejarah Si Singamangaraja X (Ompu&lt;br /&gt;Tuan Nabolon) dan Raja Lambung putranya, dibunuh oleh Belanda.&lt;br /&gt;                Sejalan dengan situasi di Tapanuli tersebut, Belanda&lt;br /&gt;melancarkan yang membabi butapula terhadap ulama di Aceh. Vetter&lt;br /&gt;melanjutkan operasi militer seperti yang pernah di kerjakan oleh Van der&lt;br /&gt;Heijden. Tindakan mereka ini merupakan realisasi nasehat Snouck Hurgroje&lt;br /&gt;yang mengadakan pengejaran tanpa henti terhadap para ulama yang memimpin&lt;br /&gt;gerilya. Operasi  yang demikian kejam dengan mengadakan pembunuhan&lt;br /&gt;semena-mena terhadap pemuka-pemuka Islam mendapat restu pula dari mentri&lt;br /&gt;Bergsman.&lt;br /&gt;                Gerakan operasi militer yang demikian ini terdorong oleh&lt;br /&gt;usaha ingin mematahkan saingan Inggris yang menjadikan Pulau Penang&lt;br /&gt;sebagai pelabuhan yang mengekspor rempah-rempah dari Aceh. Saingan ini&lt;br /&gt;ingin dipatahkan dengan menguasai daratan Aceh dan Tapanuli. Pulau&lt;br /&gt;Sabang dijadikan pelabuhan batu bara yang mensuplai kapal-kapal yang&lt;br /&gt;memblokade Aceh. Tentu saja untuk mendapatkan batu bara ini di perlukan&lt;br /&gt;penguasa Ombilin dan Sawah Lunto di Sumatra Barat. Kedua daerah terakhir&lt;br /&gt;ini telah berhasil di kuasainya. Hanya Tapanuli sebagai daerah subur&lt;br /&gt;yang terletak di kedua wilayah tersebut yang masih belum mau&lt;br /&gt;menandatangani "Korte Verklring".&lt;br /&gt;                Dengan latar belakang berbagai kepentingan di atas,&lt;br /&gt;Belanda berusaha keras melancarkan operasi mematahkan kekuasaan Si&lt;br /&gt;Singamangaraja  hal ini akan menjadi mungkun karena gerilya ulama Aceh&lt;br /&gt;mulai satu persatu terpatahkan.&lt;br /&gt;                Selain sekutu Si Singamangaraja XII mulai lemah, juga di&lt;br /&gt;sebabkan persenjataan yang di milikinya tidak seimbang dengan yang&lt;br /&gt;dimiliki Belanda. Politik PIntu Terbuka dengan adanya tuntunan pengamana&lt;br /&gt;modal asing, melibatkan negara-negara imprealis lainya menunjang usaha&lt;br /&gt;Belanda untuk mengakhiri perlawanan bersenjata Umat Islam Indonesia.&lt;br /&gt;Termaksud Si Singamangaraja XII.&lt;br /&gt;                pada 17 juni 1907 di bawah pimpinan Kapten Christoffel,&lt;br /&gt;Belanda  menggempur pusat pertahanan Si Singamangaraja XII. Sampai saat&lt;br /&gt;pertempuran terakhir ini, Si Singamangaraja XII bersama putrinya,&lt;br /&gt;Lopian, memilih jalan gugur sebagai syuhada dari pada menyerahkan&lt;br /&gt;Tapanuli di atas Korte Verklaring kepada Belanda.&lt;br /&gt;                Seluruh bangsa Indonesia merasa kehilangan jasad seorang&lt;br /&gt;pahlawan Si Singamangaraja XII, tetapi tidak kehilangan jiwa dan&lt;br /&gt;cita-citanya. Si Singamangaraja XII gugur sebagai syuhada, tetapi tidak&lt;br /&gt;mati melainkan hidup abadi di hati bangsa di sisi Allah SWT.&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel ini disadur oleh teman seapartemen saya sendiri ( Aulia Rahman&lt;br /&gt;Nursyahid )dari sebuah buku usang diantara tumpukan buku asing dengan&lt;br /&gt;kondisi yang menghawatirkan denga judul "MENEMUKAN SEJARAH WACANA&lt;br /&gt;PERGERAKAN ISLAM INDONESIA" Oleh: Prof. Drs. Ahmad Mansur Surya Negara&lt;br /&gt;dan di Pubilkasikan oleh Penerbit Mizan, Cetakan I: Muharram 1416/Juni&lt;br /&gt;1995. Dikarenakan buku ini termasuk langka, maka kami menyarankan kepada&lt;br /&gt;siapapun yang memilkinya untuk menjaganya sebaik mungkin sehingga&lt;br /&gt;nantinya bisa dinikmati oleh generasi setelah kita. Dan jika saudara/i&lt;br /&gt;mempunyai versi PDF nya tolong dikirim ke &lt;a href="mailto:mj.institute%40yahoo.com" target="_blank"&gt;mj.institute@yahoo.com&lt;/a&gt; atau&lt;br /&gt;&lt;a href="mailto:admin%40mjinstitute.com" target="_blank"&gt;admin@mjinstitute.com&lt;/a&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317481914361608568-1479812904825779345?l=quranpetunjukjalan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/feeds/1479812904825779345/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317481914361608568&amp;postID=1479812904825779345' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/1479812904825779345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/1479812904825779345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/09/si-singamangaraja-xii-gugur-sebagai.html' title='Si Singamangaraja XII; Gugur sebagai Pahlawan Islam'/><author><name>Agus LukmanulHakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10627197443125453665</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SKOqsf3BeyI/AAAAAAAAABg/0LC80uEzNyQ/s1600-R/pspoto.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568.post-3855653502882360768</id><published>2008-09-13T09:12:00.000-07:00</published><updated>2008-09-13T09:15:50.868-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='al-qur&apos;an dusturna'/><title type='text'>Al-Qur'an Dusturuna revisi</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/09/al-quran-dusturuna_12.html"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;    Ketika slogan al-Qur'an dusturuna, terealisasi dari diri seseorang, maka bersiap-siaplah kemenangan, kebahagian dan segala jenis kebaikan akan berdatangan menghampirinya.&lt;br /&gt;Inti dari kemenangan para sahabat generasi pertama adalah al-qur'an teraplikasi dalam kehidupan setiap diri mereka. Mereka sudah mengimani al-qur'an sebelum turunnya. Sudah mempraktekkannya sebelum menghafalkannya. Mereka menjadi sangat berkualitas melebihi tampak luarnya.&lt;br /&gt;Mereka menjadi orang-orang yang luar biasa dengan tampilan yang tak terduga.&lt;br /&gt;Maka tatkala Mesir jatuh ketangan kaum muslimin di bawah pimpinan Amr bin Ash, Orang-orang gagah dan tampan Roma bertekuk lutut dan pulang ke eropa dengan hina, orang Kopty penduduk pribumi yang tak peduli dengan pertempuran, geleng-geleng kepala melihat penampilan kaum muslimin dari Nejed yang berkuda kurus dan berbaju lusuh. Mereka seolah tak percaya, kepada kemampuan mereka menghentikan ratusan tahun immperialisme Roma di negerinya yang mereka sendiri tak pernah membayangkannya akan berakhir.&lt;br /&gt;Generasi pertama Islam ini yang oleh Sayid Qutub dalam Ma'alim fithariq disebut 'generasi terbaik sepanjang zaman' adalah pribadi-pribadi memukai dengan karakteristik masing-masing yang khas yang tidak menjiplak satu sama lain yang acuannya adalah Rasulullah saw yang sempurna mengaplikasikan keseluruhan al-Qur'an. Sehingga mereka menempati semua posisi dengan akurat,  kepada mereka sanjungan Mutanabi ditujukan" Fain yaku ba'dunnaasi sayfan lidaulati, fafii naasi buuqaatun lahaa watbuulu." Jika sebagian orang-orang itu menjadi pedang bagi negeri, maka diantara mereka itu ada yang menjadi terompet dan gendangnya.&lt;br /&gt;Lalu kita, akankah menjadi debu beterbangan yang mengganggu penglihatan para pejuang, kemudian berkata " Ini seni berperang!!"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317481914361608568-3855653502882360768?l=quranpetunjukjalan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/feeds/3855653502882360768/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317481914361608568&amp;postID=3855653502882360768' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/3855653502882360768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/3855653502882360768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/09/al-quran-dusturuna-revisi.html' title='Al-Qur&apos;an Dusturuna revisi'/><author><name>Agus LukmanulHakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10627197443125453665</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SKOqsf3BeyI/AAAAAAAAABg/0LC80uEzNyQ/s1600-R/pspoto.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568.post-2849804706505588337</id><published>2008-09-13T08:24:00.000-07:00</published><updated>2008-09-13T17:09:37.404-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='qalbu'/><title type='text'>RINDU</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Kematian hanyalah ketika jasad dan  ruh berpisah. Ia pergi kepada yang dirinduinya atau yang ditakutinya sedangkan jasad tak bisa mengikutinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Tulisan dibawah oleh : Mochamad Bugi&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.dakwatuna.com/index.php/tazkiyatun-nafs/2008/kematian-dan-rindu-bertemu-dengan-allah/"&gt;Dakwatuna&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;U&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;badah bin Shamid r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Allah berfirman: Apabila hamba-Ku senang untuk bertemu dengan-Ku, Aku juga senang untuk bertemu dengannya. Dan jika dia tidak suka untuk bertemu dengan-Ku, Aku juga tidak suka untuk bertemu dengannya.” (HR. Bukhari, hadits shahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ubadah bin Shamid r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa senang untuk bertemu dengan Allah, maka Allah juga senang untuk bertemu dengannya. Dan barangsiapa tidak senang untuk bertemu dengan Allah, maka Allah juga tidak senang untuk bertemu dengannya.”&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Aisyah –salah seorang istri Nabi saw.—bertanya, “Kita membenci kematian.” Nabi saw. bersabda, “Bukan itu yang aku maksud, melainkan orang mukmin ketika dijemput oleh kematian, ia mendapatkan kabar gembira bahwa ia memperoleh ridha dan karamah Allah, maka tidak ada sesuatu yang lebih ia sukai daripada apa yang ada di hadapannya sehingga ia amat senang untuk bertemu dengan Allah. Allah pun senang untuk bertemu dengannya. Adapun orang kafir ketika dijemput oleh kematian, maka ia mendapatkan kabar gembira bahwa ia akan mendapatkan azab dan siksa Allah, maka tidak sesuatu yang paling ia benci daripada apa yang ada di hadapannya sehingga ia tidak senang untuk bertemu dengan Allah. Allah pun tidak senang untuk bertemu dengannya.” (HR. Bukhari, hadits shahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Musa al-Asy’ari r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa senang untuk bertemu dengan Allah, maka Allah juga senang untuk bertemu dengannya. Dan barangsiapa tidak senang untuk bertemu dengan Allah, maka Allah juga tidak senang untuk bertemu dengannya.” (HR. Bukhari, hadits shahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa senang untuk bertemu dengan Allah, niscaya Allah juga senang untuk bertemu dengannya. Dan barangsiapa tidak senang untuk bertemu dengan Allah, niscaya Allah juga tidak senang untuk bertemu dengannya. Kematian itu datang sebelum (seseorang) bertemu Allah.” (HR. Muslim, hadits shahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa senang untuk bertemu dengan Allah, maka Allah juga senang untuk bertemu dengannya. Dan barangsiapa benci untuk bertemu dengan Allah, maka Allah juga benci untuk bertemu dengannya.” Aku bertanya, “Wahai Nabi Allah, apakah –yang dimaksud dengan benci untuk bertemu dengan Allah adalah—membenci kematian? Setiap kita membenci kematian.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi menjawab, “Bukan seperti itu, melainkan orang mukmin ketika mendapatkan kabar gembira bahwa ia memperoleh rahmat, ridha, dan surga Allah, maka ia senang untuk bertemu dengan Allah. Alah pun senang untuk bertemu dengannya. Adapun orang kafir ketika mendapatkan kabar gembira bahwa ia akan mendapatkan azab dan murka Allah, maka ia benci untuk bertemu dengan Allah. Allah pun benci untuk bertemu dengannya.” (HR. Muslim, hadits shahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Allah swt. berfirman: Apabila hamba-Ku senang untuk bertemu dengan-Ku, Aku pun senang untuk bertemu dengannya. Dan jika dia tidak suka untuk bertemu dengan-Ku, Aku pun tidak suka untuk bertemu dengannya.” (HR. Imam Malik, hadits shahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Malaikat Maut diutus untuk mencabut nyawa Nabi Musa a.s. Ketika Malaikat Maut tiba di hadapan Nabi Musa, Nabi Musa langsung memukul mata Malaikat Maut. Kemudian Malaikat Maut kembali menghadap Tuhannya seraya berkata, ‘Engkau mengutusku kepada seorang hamba yang tidak mau mati.’ Allah berkata, ‘Kembalilah dan katakan kepadanya agar ia meletakkan tangannya pada bulu sapi jantan. Maka setiap helai bulu yang ditutupi oleh tangannya berarti satu tahun.’ Musa berkata, ‘Wahai Tuhan, setelah itu?’ Allah menjawab, ‘Kematian.’ Musa berkata, ‘Saat iniah waktu kematian itu.’ Kemudian Musa memohon kepada Allah agar ia dimakamkan di dekat Baitul Maqdis, sejauh lemparan batu.’” Abu Hurairah berkata, “Rasulullah bersabda, ‘Seandainya aku berada di sana, aku pasti akan memperlihatkan kepada kalian kuburannya yang terletak di samping jalan di kaki bukit berpasir merah.’” (HR. Bukhari, hadits shahih)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317481914361608568-2849804706505588337?l=quranpetunjukjalan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/feeds/2849804706505588337/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317481914361608568&amp;postID=2849804706505588337' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/2849804706505588337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/2849804706505588337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/09/rindu.html' title='RINDU'/><author><name>Agus LukmanulHakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10627197443125453665</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SKOqsf3BeyI/AAAAAAAAABg/0LC80uEzNyQ/s1600-R/pspoto.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568.post-7753981257288284311</id><published>2008-09-13T07:10:00.000-07:00</published><updated>2008-09-13T17:10:00.007-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='qalbu'/><title type='text'>Cinta</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);"&gt;&lt;strong&gt;Allah Ghayatuna, Al-Qur'an Dusturuna.....&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Seorang yang baik akan mencintai yang baik. Cinta yang terbaik adalah mencintai yang terbaik. Kelas seseorang terlihat dari pilihan cintanya.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ibnul Qayyim &lt;em&gt;rahimahullah&lt;/em&gt; berkata, “Ketahuilah, sesungguhnya kecintaan yang paling&lt;br /&gt;berguna secara mutlak, cinta yang paling wajib, cinta paling tinggi dan paling mulia&lt;br /&gt;adalah mencintai sesuatu yang menjadikan hati tunduk mencintai-Nya; yaitu sesuatu&lt;br /&gt;yang menciptakan seluruh makhluk demi beribadah kepada-Nya. Dengan dasar cinta&lt;br /&gt;inilah langit dan bumi tegak. Di atas tujuan inilah seluruh makhluk diciptakan. Inilah&lt;br /&gt;rahasia kalimat syahadat &lt;em&gt;la ilaha illallah&lt;/em&gt;. Karena makna ilah adalah sesuatu yang menjadi&lt;br /&gt;dipuja oleh hati dengan rasa cinta, pemuliaan, pengagungan, perendahan diri dan&lt;br /&gt;ketundukan. Sedangkan ketundukan dan peribadatan tidak boleh ditujukan kecuali&lt;br /&gt;kepada-Nya semata. Hakikat ibadah itu adalah kesempurnaan rasa cinta yang diiringi&lt;br /&gt;dengan ketundukan serta perendahan diri yang sempurna. Kesyirikan dalam hal ibadah&lt;br /&gt;jenis ini merupakan tindakan zalim yang paling zalim yang tidak akan diberikan ampun&lt;br /&gt;oleh Allah. Allah ta’ala dicintai karena kemuliaan diri-Nya sendiri yang sempurna dari&lt;br /&gt;seluruh sisi. Adapun selain Allah, maka ia dicintai apabila bersesuaian dengan&lt;br /&gt;kecintaan kepada-Nya.”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Beliau melanjutkan, “Kewajiban untuk mencintai Allah Yang Maha Suci ditunjukkan oleh&lt;br /&gt;seluruh kitab yang diturunkan, dibuktikan pula oleh dakwah semua Rasul-Nya dan juga&lt;br /&gt;fitrah yang telah dikaruniakan Allah kepada diri hamba-hamba-Nya, selaras dengan&lt;br /&gt;akal sehat yang diberikan kepada mereka, sesuai dengan hikmah penganugerahan&lt;br /&gt;nikmat kepada mereka. Karena sesungguhnya hati-hati manusia tercipta dalam keadaan mencintai sosok yang telah menganugerahkan kenikmatan dan berbuat baik kepadanya. Lantas bagaimana lagi rasa cinta terhadap sosok yang menjadi sumber segala kebaikan yang ada ? Segala macam nikmat yang ada pada makhluk-Nya maka itu semua berasal dari Allah &lt;em&gt;ta’ala&lt;/em&gt; yang tidak ada  sekutu bagi-Nya, sebagaimana ditegaskan oleh Allah ta’ala dalam firman-Nya,&lt;/p&gt; &lt;h2 class="arab" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;وَمَا بِكُمْ مِنْ  نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ ثُمَّ إِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فَإِلَيْهِ تَجْأَرُونَ&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;em&gt;“Dan nikmat apapun yang ada pada kalian maka semuanya berasal dari Allah. Kemudian apabila kalian tertimpa musibah maka kepada-Nya lah kalian memulangkan urusan.”&lt;/em&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;(QS. An-Nahl: 53)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Nama-nama yang paling indah dan sifat-sifat maha tinggi yang diperkenalkan kepada hamba-hamba-Nya untuk menyingkap jati diri-Nya serta pengaruh-pengaruh yang timbul dari berbagai ciptaan-Nya maka itu semua merupakan bagian dari kesempurnaan, puncak kemuliaan dan keagungan-Nya.”&lt;span style="color: rgb(0, 128, 128);"&gt; (&lt;em&gt;Ad-Daa’ wad Dawaa’&lt;/em&gt;, hal. 256)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Syaikhul Islam berkata, “…sesungguhnya apabila hati seseorang telah bisa merasakan manisnya penghambaan diri kepada Allah dan lezatnya mencintai-Nya maka tidak akan ada sesuatu yang lebih disukainya daripada hal itu sampai-sampai dia pun lebih mengedepankan cintanya kepada Allah di atas apa saja. Dengan sebab itulah orang-orang yang benar-benar ikhlas beramal karena Allah bisa terbebas dari perbuatan jelek dan keji, sebagaimana difirmankan Allah &lt;em&gt;ta’ala&lt;/em&gt;,&lt;/p&gt; &lt;h2 class="arab" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;وَمَا بِكُمْ مِنْ  نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ ثُمَّ إِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فَإِلَيْهِ تَجْأَرُونَ&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;em&gt;“Demikianlah, Kami palingkan darinya (Nabi Yusuf) perbuatan yang jelek dan keji. Sesungguhnya dia adalah termasuk hamba Kami yang terpilih (ikhlas).”&lt;/em&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;(QS. Yusuf: 24)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kemudian beliau  melanjutkan, “Karena sesungguhnya orang yang mukhlis &lt;em&gt;lillaah&lt;/em&gt; bisa merasakan manisnya penghambaan dirinya kepada Allah sehingga bisa membentengi dirinya dari penghambaan kepada selain Allah. Demikian pula, dia telah merasakan manisnya cinta kepada Allah sehingga mampu membentenginya dari kecintaan kepada selain-Nya. Hal itu dikarenakan hati yang sehat dan selamat tidak akan bisa merasakan sesuatu yang lebih lezat, lebih menyenangkan, lebih menggembirakan dan lebih nikmat daripada manisnya iman yang menyimpan sikap penghambaan diri, kecintaan dan ketaatan menjalankan agama hanya kepada Allah. Dan itu semua menuntut ketertarikan hati yang begitu dalam kepada Allah. Sehingga hatinya akan menjadi senantiasa kembali taat dan mengingat Allah, merasa takut hukuman-Nya, berharap dan cemas karena-Nya. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Allah &lt;em&gt;ta’ala&lt;/em&gt; dalam firman-Nya,&lt;/p&gt; &lt;h2 class="arab" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;مَنْ خَشِيَ  الرَّحْمَنَ بِالْغَيْبِ وَجَاءَ بِقَلْبٍ مُنِيبٍ&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;em&gt;“Yaitu barang siapa yang merasa takut kepada Ar-Rahman dalam keadaan dia tidak melihat-Nya dan menghadap Allah dengan hati yang kembali taat.”&lt;/em&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;(QS. Qaaf: 33)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Karena seorang pencinta tentu akan merasa khawatir apa yang dicarinya menjadi sirna atau apa yang ditakutkannya benar-benar terjadi. Oleh sebab itu tidaklah seseorang menjadi hamba Allah yang sejati kecuali dirinya berada dalam keadaan takut serta berharap-harap. Hal itu sebagaimana yang difirmankan Allah &lt;em&gt;ta’ala&lt;/em&gt;,&lt;/p&gt; &lt;h2 class="arab" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;أُولَئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَى رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُورًا&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;em&gt;“Sesembahan-sesembahan yang diseru selain Allah itu adalah justru beramal demi mencari kedekatan diri kepada Allah siapakah diantara mereka yang bisa menjadi paling dekat kepada-Nya, mereka mengharap rahmat-Nya dan khawatir tertimpa azab-Nya. Sesungguhnya azab Rabbmu harus ditakuti dan diwaspadai.”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; (QS. Al-Israa’: 57) …” (&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;&lt;em&gt;Al-’Ubudiyah&lt;/em&gt;,  hal. 108).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Raih cintaNya, kenali keinginanNya. Al-Qur'an sebagian rahasiaNya yang terbuka untuk merebut perhatianNya. Serukan " Al-qur'an Dusturuna". Selamat menikmati indahnya cinta.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317481914361608568-7753981257288284311?l=quranpetunjukjalan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/feeds/7753981257288284311/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317481914361608568&amp;postID=7753981257288284311' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/7753981257288284311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/7753981257288284311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/09/cinta.html' title='Cinta'/><author><name>Agus LukmanulHakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10627197443125453665</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SKOqsf3BeyI/AAAAAAAAABg/0LC80uEzNyQ/s1600-R/pspoto.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568.post-4994914630235238746</id><published>2008-09-12T00:33:00.000-07:00</published><updated>2008-09-12T19:38:10.165-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='al-qur&apos;an dusturna'/><title type='text'>Al-Qur'an Dusturuna</title><content type='html'>Ketika slogan al-Qur'an dusturuna, terealisasi dari diri seseorang maka bersiap-siaplah kemenangan, kebahagian  dan segala jenis kebaikan akan berdatangan menghampirinya.&lt;br /&gt;Inti dari kemenangan para sahabat generasi pertama adalah al-qur'an teraplikasi dalam kehidupan setiap diri mereka. Mereka sudah mengimani al-qur'an sebelum  turunnya. Sudah mempraktek- kannya  sebelum menghafalkannya. Mereka menjadi sangat berkualitas melebihi tampak luarnya.&lt;br /&gt;Mereka menjadi orang-orang yang kuat dengan tampilan yang tak terduga.&lt;br /&gt;Maka tatkala Mesir jatuh ketangan kaum muslimin di bawah pimpinan Amr bin Ash, Orang-orang gagah dan tampan Roma bertekuk lutut dan pulang ke eropa, orang kopty penduduk pribumi yang tak peduli dengan pertempuran, geleng-geleng kepala melihat penampilan kaum muslimin dari Nejed yang berkuda kurus dan berbaju lusuh. Mereka seolah tak percaya, kok bisa masyarakat seperti itu menghentikan ratusan tahun immperialisme Roma di negerinya yang mereka sendiri tak pernah membayangkannya.&lt;br /&gt;Generasi pertama Islam ini yang oleh Sayid Qutub dalam Ma'alim fithariq disebut 'generasi terbaik sepanjang zaman' adalah pribadi-pribadi memukai dengan karakteristik masing-masing yang khas yang tidak menjiplak satu sama lain yang acuannya adalah Rasulullah saw yang sempurna mengaplikasikan al-Qur'an. Sehingga mereka menempati semua posisi dengan akurat, mungkin kepada mereka sanjungan Mutanabi ditujukan" Fain yaku ba'dunnaasi sayfan lidaulati, fafii naasi buuqaatun lahaa watbuulu." Jika sebagian orang-orang itu menjadi pedang bagi negeri, maka diantara mereka itu ada yang menjadi terompet dan gendangnya."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317481914361608568-4994914630235238746?l=quranpetunjukjalan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/feeds/4994914630235238746/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317481914361608568&amp;postID=4994914630235238746' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/4994914630235238746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/4994914630235238746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/09/al-quran-dusturuna_12.html' title='Al-Qur&apos;an Dusturuna'/><author><name>Agus LukmanulHakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10627197443125453665</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SKOqsf3BeyI/AAAAAAAAABg/0LC80uEzNyQ/s1600-R/pspoto.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568.post-2177382671166896672</id><published>2008-09-11T17:55:00.000-07:00</published><updated>2008-09-12T19:36:36.600-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hadits'/><title type='text'>Hadits Arbain</title><content type='html'>&lt;a href="http://attanzil.wordpress.com/"&gt;Adani&lt;/a&gt; Blog review&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317481914361608568-2177382671166896672?l=quranpetunjukjalan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/feeds/2177382671166896672/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317481914361608568&amp;postID=2177382671166896672' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/2177382671166896672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/2177382671166896672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/09/hadits-arbain.html' title='Hadits Arbain'/><author><name>Agus LukmanulHakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10627197443125453665</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SKOqsf3BeyI/AAAAAAAAABg/0LC80uEzNyQ/s1600-R/pspoto.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568.post-2110136256797928846</id><published>2008-09-11T17:04:00.000-07:00</published><updated>2008-09-11T17:07:05.938-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan anak'/><title type='text'>Pendidikan Anak</title><content type='html'>&lt;div id="item_body" class="bodytext" author="abidnaqib" author_possessive="abidnaqib's"&gt;&lt;span lang="EN"&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#3366ff;"&gt;Anak-anak adalah amanah dari Allah SWT dan Ia sebahagian dari ujian Allah SWT kepada kita hamba-hambaNYA. Firman Allah SWT : "Harta benda dan anak-anak kamu hanyalah menjadi ujian dan di sisi Allah ada pahala yang besar." (QS. At-Taghabun, 64 : 15)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#3366ff;"&gt;Sebagai ujian, Ia akan dipertanggungjawabkan. Orang yang malang ialah orang yang mempunyai banyak anak tetapi anak-anaknya tidak membawa kebaikan kepadanya di akhirat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#3366ff;"&gt;Rasulullah SAW diberitakan telah bersabda : "Tahukah engkau siapakah orang yang mandul?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#3366ff;"&gt;Berkata para sahabat : "Orang yang mandul ialah orang yang tidak mempunyai anak."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#3366ff;"&gt;Lalu Rasulullah SAW berkata "Orang yang mandul itu ialah orang yang mempunyai banyak anak tetapi anak-anaknya itu tidak memberi manfaat kepadanya sesudah ia meninggal dunia."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#3366ff;"&gt;Maksud Al-Hadits, ini mungkin disebabkan beberapa kelalaian dalam mendidik anak-anak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#3366ff;"&gt;Kelalaian pertama : Kurang berdoa&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#3366ff;"&gt;A. Kurang berdoa semasa mengandung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#3366ff;"&gt;Doa-doa yang digalakkan diamalkan semasa mengandung ialah :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#3366ff;"&gt;- Saidul (penghulu) Istighfar&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#3366ff;"&gt;- Doa memohon rahmat (QS. Ali Imran, 3 : 8-9)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#3366ff;"&gt;- Doa memohon zuriat yang baik (QS. Ali Imran, 3 : 38)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#3366ff;"&gt;- Doa agar anak mengerjakan solat (QS. Ibrahim, 14 : 40-41)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#3366ff;"&gt;B. Kurang berdoa semasa membesarkan anak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#3366ff;"&gt;Doa-doa yang digalakkan diamalkan semasa anak membesar ialah :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#3366ff;"&gt;- Doa agar anak patuh kepada Allah SWT (QS. Al-Baqarah, 2 : 128)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#3366ff;"&gt;- Doa diberi zuriat yang menyejukkan hati (QS. Al-Furqan, 25 : 74)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#3366ff;"&gt;- Doa supaya nama anak membawa kebaikan kepadanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#ff0000;"&gt;Kelalaian kedua : Banyak memberi ajaran tarhib (menakutkan) daripada targhib (dorongan atau motivasi) Ajaran tarhib antara lain seperti :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#ff0000;"&gt;- menakutkan anak-anak dengan sekolah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#ff0000;"&gt;- menakutkan dengan tempat gelap.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#ff0000;"&gt;- menakutkan dengan hutan rimba atau bukit bukau.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#ff0000;"&gt;- menggunakan kekerasan dan paksaan waktu menyuruh anak tidur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#ff0000;"&gt;Kelalaian ketiga : Tidak tegas dalam mendidik anak-anak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#3366ff;"&gt;- tidak menjadualkan kegiatan harian anak-anak&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#3366ff;"&gt;- terlalu memfokuskan anak-anak kepada sesuatu aktiviti saja tanpa mengerti perasaan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#ff0000;"&gt;Kelalaian keempat : Menegur anak secara negatif.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#ff0000;"&gt;- mengeluarkan kata-kata kasar dan makian kepada anak-anak (terutama sewaktu marah). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#ff0000;"&gt;- membandingkan anak-anak dengan anak-anak lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#3366ff;"&gt;Kelalaian kelima : Memberi didikan yang tidak seimbang antara jasmani, rohani dan intelektual. Pendidikan intelektual lebih dipentingkan daripada pendidikan rohani. Apabila diberikan pendidikan rohani, pendidikan intelektual biasanya diberikan porsi yang lebih besar. Sehingga tidak terjadi keseimbangan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#3366ff;"&gt;Kelalaian keenam : Kurang memberi sentuhan kepada semua anak-anak. Rasulullah kerap dilihat mendukung cucu-cucunya dan mencium mereka. Diriwayatkan oleh Aisyah r.a. : 'Pada suatu hari Rasulullah SAW mencium Al-Hassan atau Al-Hussein bin Ali ra. Ketika itu Aqra bin Habis At-Tamimiy sedang berada di rumah baginda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#3366ff;"&gt;Berkata Aqra : "Ya Rasulullah! Aku mempunyai sepuluh orang anak, tetapi aku belum pernah mencium seorang pun dari mereka."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#3366ff;"&gt;Rasulullah melihat kepada Aqra kemudian berkata : "Siapa yang tidak mengasihi tidak akan dikasihi."' (Al-Hadith Riwayat Bukhari dan Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#3366ff;"&gt;Kelalaian ketujuh : Penampilan diri yang kurang anggun dan kurang baik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#3366ff;"&gt;Orang tua tidak menunjukkan cara berpakaian yang baik dan sesuai syara bila berada di rumah, iaitu berpakaian secara seenaknya atau berpakaian seksi di hadapan anak-anak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#3366ff;"&gt;Kelalaian kelapan : Susunan rumah tangga yang tidak baik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#3366ff;"&gt;Ini mengakibatkan anak-anak terikut-ikut dengan cara salah seorang dari ibu bapaknya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#3366ff;"&gt;Kelalaian kesembilan : Membolehkan orang yang tidak baik perilaku, kesopanan, dan ahlaknya masuk ke dalam rumah kita, baik dari kalangan sahabat sendiri ataupun sahabat anak-anak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#3366ff;"&gt;Apabila kelalaian ini terjadi, maka akan memberikan contoh yang tidak baik kepada anak-anak yang sedang dalam pertumbuhan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#3366ff;"&gt;Kelalaian kesepuluh : Kurang mengawasi rancangan-rancangan yang ditonton di TV ataupun video.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#3366ff;"&gt;Pengawasan dalam hal ini adalah penting kerana kebanyakan rancangan dari media ini menonjolkan akhlak yang kurang baik seperti pergaulan bebas lelaki dan perempuan, pakaian yang tidak menepati syara' dan perbualan yang dapat merosak aqidah dan pemikiran anak-anak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#3366ff;"&gt;Kelalaian kesebelas : Terlalu bergantung kepada pembantu rumah untuk mendidik anak-anak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#3366ff;"&gt;Sebagai ibu bapa kitalah yang akan diminta pertanggungjawaban di akhirat kelak akan anak-anak ini. Oleh itu adalah menjadi satu kepentingan kita untuk berusaha memastikan anak-anak terdidik dengan didikan Islam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#3366ff;"&gt;Sumber: light of islam&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317481914361608568-2110136256797928846?l=quranpetunjukjalan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/feeds/2110136256797928846/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317481914361608568&amp;postID=2110136256797928846' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/2110136256797928846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/2110136256797928846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/09/pendidikan-anak.html' title='Pendidikan Anak'/><author><name>Agus LukmanulHakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10627197443125453665</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SKOqsf3BeyI/AAAAAAAAABg/0LC80uEzNyQ/s1600-R/pspoto.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568.post-8984065686659640067</id><published>2008-09-10T19:37:00.000-07:00</published><updated>2008-09-12T19:36:58.770-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='al-qur&apos;an dusturuna'/><title type='text'>Al-Qur'an dusturuna</title><content type='html'>ketika al-Qur'an dijadikan dustur  dalam kehidupan seseorang..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317481914361608568-8984065686659640067?l=quranpetunjukjalan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/feeds/8984065686659640067/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317481914361608568&amp;postID=8984065686659640067' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/8984065686659640067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/8984065686659640067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/09/al-quran-dusturuna.html' title='Al-Qur&apos;an dusturuna'/><author><name>Agus LukmanulHakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10627197443125453665</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SKOqsf3BeyI/AAAAAAAAABg/0LC80uEzNyQ/s1600-R/pspoto.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568.post-5115450670319781934</id><published>2008-09-10T18:45:00.000-07:00</published><updated>2008-09-21T23:54:14.516-07:00</updated><title type='text'>Al-Qur'an Dusturuna</title><content type='html'>Ketika kita berkomitmen bahwa al-Qur'an adalah dusturuna maka kita resmi menjadi warga negeri dunia dan akhirat. Karena Pemilik dunia dan akhirat ini yang menurunkan Al-Qur'anul Kariim secara Alqoo&lt;br /&gt;.al Muzammil 5........ا. إنا سنلقي عليك قول ثقيلا&lt;br /&gt;maupun Anzal تنزيل الكتاب من الله العزيز الحكي     untuk dijadikan petunjuk total jalan kehidupan kita. Peresmian ini ditandai dengan syahadtain yang tulus ikhlas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi warga resmi negeri dunia yang bersambung dengan akhirat adalah kemuliaan dan kemenangan. Ketertiban, kesantunan, kedisiplan dan amal yang terbaik menjadi ciri khas warga masyarakat ini. Penderitaan tidak membuat mereka terhina dan kemegahan tidak membuat mereka jumawa. 5&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317481914361608568-5115450670319781934?l=quranpetunjukjalan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/feeds/5115450670319781934/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317481914361608568&amp;postID=5115450670319781934' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/5115450670319781934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/5115450670319781934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/09/al-quran-dusturuna_10.html' title='Al-Qur&apos;an Dusturuna'/><author><name>Agus LukmanulHakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10627197443125453665</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SKOqsf3BeyI/AAAAAAAAABg/0LC80uEzNyQ/s1600-R/pspoto.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568.post-7293961191727209532</id><published>2008-09-10T18:39:00.000-07:00</published><updated>2008-09-13T17:10:24.225-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='qalbu'/><title type='text'>Fitnah Qubur Menurut Al-Qur’an, As-Sunnah, dan Mawqif Para Ulama As-Salafus-Shalih</title><content type='html'>&lt;small&gt;&lt;span class="postedby"&gt;&lt;a title="Profile of Abi AbduLLAAH" href="http://www.al-ikhwan.net/author/Abi%20AbduLLAAH"&gt;Abi AbduLLAAH&lt;/a&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/small&gt;&lt;small&gt;&lt;/small&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Prolog&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Beberapa waktu yang lalu saya diundang oleh para ikhwah wa akhwat ke Sulawesi  Selatan untuk mengisi ceramah berkaitan dengan Azab Qubur, dalam salah satu  kesempatan tanya-jawab, ada sesorang ikhwah yang bertanya demikian: “Ustadz,  bukankah azab kubur tersebut tidak diindikasikan dalam KitabuLLAAH, ia  disebutkan dalam hadits, tapi haditsnya pun ahad, sehingga kedudukan hukumnya  dha’if dan tidak dapat dijadikan hujjah?”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya terdiam sesaat mendengar pertanyaan tersebut, berpendapat bahwa azab  kubur tidak diindikasikan dalam al-Qur’an adalah sebuah masalah, lalu  berpendapat hadits ahad tidak dapat dijadikan hujjah adalah masalah yang lebih  besar, kemudian berpendapat bahwa hadits ahad adalah dha’if adalah masalah yang  jauh lebih besar lagi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal yang sama terjadi lagi saat saya mengisi di Bandung, maka kedua hal ini  membuat saya mencoba meneliti berbagai sumber kitab-kitab tafsir yang mu’tabar,  kitab-kitab hadits yang shahih dan hasan saja sehingga dapat dijadikan hujjah,  serta pendapat para ulama salafus-shalih berkaitan dengan masalah ini, semoga  bermanfaat bagi diri ana sendiri dan bagi ikhwah wa akhwat fiLLAAH anggota  millist AL-IKHWAN..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salaam,&lt;br /&gt;Abi AbduLLAAH&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Ayat-Ayat Al-Qur’an Yang Berkaitan dengan Adzab Qubur &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Tafsir QS Ibrahim, XIV/27:&lt;/p&gt; &lt;div class="arabic"&gt;يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ  فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآَخِرَةِ وَيُضِلُّ اللَّهُ الظَّالِمِينَ  وَيَفْعَلُ اللَّهُ مَا يَشَاءُعن البراء بن عازب أن رسول الله صلى الله عليه وسلم  قال : ” المسلم إذا سئل في القبر يشهد أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله فذلك  قوله ( يثبت الله الذين آمنوا بالقول الثابت في الحياة الدنيا وفي الآخرة ) وفي  رواية عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : ( يثبت الله الذين آمنوا بالقول الثابت )  نزلت في عذاب القبر يقال له : من ربك ؟ فيقول : ربي الله ونبيي محمد&lt;/div&gt; &lt;p&gt;Berkaitan dengan ayat: “Sesungguhnya ALLAH meneguhkan bagi orang-orang yang  beriman kata-kata yang teguh di kehidupan dunia maupun di akhirat, dan  menyesatkan orang yang zhalim, sesungguhnya ALLAH melakukan apa yang  dikehendaki-NYA.” (QS Ibrahim, 14/27) [1]. Nabi SAW bersabda: Ketika ditanya di  dalam kubur, maka mereka menjawab dengan mengucap syahadah, itulah makna ayat  ini. Dalam matan hadits yang lain, Nabi SAW bersabda tentang ayat ini bahwa ia  diturunkan tentang azab kubur, ditanya pada seseorang: Siapa RABB-mu? Maka ia  menjawab: RABB-ku adalah ALLAH.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Tafsir QS At-Taubah, 9/101:&lt;/p&gt; &lt;div class="arabic"&gt;وَمِمَّنْ حَوْلَكُمْ مِنَ الْأَعْرَابِ مُنَافِقُونَ وَمِنْ  أَهْلِ الْمَدِينَةِ مَرَدُوا عَلَى النِّفَاقِ لَا تَعْلَمُهُمْ نَحْنُ  نَعْلَمُهُمْ سَنُعَذِّبُهُمْ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ يُرَدُّونَ إِلَى عَذَابٍ  عَظِيمٍ&lt;/div&gt; &lt;p&gt;Dalam hadits shahih dikatakan bahwa makna “mereka diazab 2 kali” dalam ayat  tersebut salah satunya adalah azab di kubur[2].&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Tafsir QS Ghafir, 40/46:&lt;/p&gt; &lt;div class="arabic"&gt;النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا وَيَوْمَ  تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آَلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ&lt;/div&gt; &lt;p&gt;Dalam hadits shahih dinyatakan bahwa makna api yang didekatkan kepada Fir’aun  setiap pagi &amp;amp; sore hari sebelum datangnya Hari Kiamat adalah azab  kubur[3].&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Hadits-Hadits Shahih Tentang Fitnah Qubur&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hadits-hadits shahih dalam masalah ini amat sangat banyak, diantaranya  seperti saat berceramah beliau SAW pernah menceritakan tentang azab kubur,  sehingga gaduhlah mereka yang mendengarnya[4].&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demikian pula dari Aisyah ra berkata: “Tidak pernah kulihat Nabi SAW setelah  selesai shalat melainkan meminta perlindungan dari azab kubur.[5]” Juga pada  saat shalat Kusuf, beliau SAW memerintahkan untuk berlindung dari azab kubur[6].  Dan menurut Imam Nawawi - dalam syarah-nya atas Muslim - ada lebih dari 60  hadits shahih yang marfu’ berkaitan dengan masalah ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hadits-hadits shahih &amp;amp; hasan tentang adzab qubur amatlah banyak, bahkan  sebagian ulama muhadditsin menyatakan bahwa hadits-hadits tentang adzab qubur  mencapai derajat Mutawattir Ma’nawi.[7] Dengan demikian terbantahlah orang yang  mengatakan bahwa azab qubur tidak bisa diterima karena haditsnya adalah hadits  ahad[8].&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Menceritakan/berkhutbah tentang Fitnah Qubur[9]:&lt;/p&gt; &lt;div class="arabic"&gt;قَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  خَطِيبًا فَذَكَرَ فِتْنَةَ الْقَبْرِ الَّتِي يَفْتَتِنُ فِيهَا الْمَرْءُ  فَلَمَّا ذَكَرَ ذَلِكَ ضَجَّ الْمُسْلِمُونَ ضَجَّةً&lt;/div&gt; &lt;p&gt;2. Berlindung dari Fitnah &amp;amp; Adzab Qubur[10]:&lt;/p&gt; &lt;div class="arabic"&gt;أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ  يَتَعَوَّذُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ النَّارِ وَمِنْ عَذَابِ  النَّارِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ  الْقَبْرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْغِنَى وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ  الْفَقْرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ&lt;/div&gt; &lt;p&gt;3. Mendoakan orang lain agar selamat dari Adzab Qubur[11]:&lt;/p&gt; &lt;div class="arabic"&gt;سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَصَلَّى  عَلَى جَنَازَةٍ يَقُولُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَاعْفُ عَنْهُ  وَعَافِهِ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِمَاءٍ وَثَلْجٍ  وَبَرَدٍ وَنَقِّهِ مِنْ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ  الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ  أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَقِهِ فِتْنَةَ الْقَبْرِ وَعَذَابَ  النَّارِقَالَ عَوْفٌ فَتَمَنَّيْتُ أَنْ لَوْ كُنْتُ أَنَا الْمَيِّتَ لِدُعَاءِ  رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى ذَلِكَ الْمَيِّتِ&lt;/div&gt; &lt;p&gt;4. Memerintahkan Agar Saat Tasyahud Akhir Kita Berlindung dari Adzab  Qubur[12]:&lt;/p&gt; &lt;div class="arabic"&gt;قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ” إذا فرغ أحدكم من التشهد  الآخر فليتعوذ بالله من أربع من عذاب جهنم ومن عذاب القبر ومن فتنة المحيا والممات  ومن شر المسيح الدجال ” . رواه مسلم&lt;/div&gt; &lt;p&gt;5. Termasuk Anak Kecil yang Meninggal Boleh Didoakan Agar Selamat dari Azab  Qubur[13]:&lt;/p&gt; &lt;div class="arabic"&gt;وعن سعيد بن المسيب قال : صليت وراء أبي هريرة على صبي لم يعمل  خطيئة قط فسمعته يقول : اللهم أعذه من عذاب القبر . رواه مالك&lt;/div&gt; &lt;p&gt;4. Saat Shalat Kusuf Nabi SAW juga Berlindung dari Azab Qubur[14]&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Beberapa Masalah Berkaitan dengan Adzab Qubur&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Mungkinkah orang Mendengar Orang yang Diazab Dikuburnya?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;a. Secara Zhahir-nya Semua manusia &amp;amp; Jin Tidak Bisa Mendengarnya,  berdasarkan hadits:&lt;/p&gt; &lt;div class="arabic"&gt;إِنَّهُمْ يُعَذَّبُونَ عَذَابًا تَسْمَعُهُ الْبَهَائِمُ  …&lt;/div&gt; &lt;p&gt;“Sesungguhnya mereka diazab dengan siksa yang hanya dapat didengar oleh  seluruh binatang-binatang…”[15]&lt;/p&gt; &lt;p&gt;b. Tetapi Nabi SAW ternyata dalam beberapa kesempatan bisa mendengarnya  dengan izin ALLAH SWT:&lt;/p&gt; &lt;div class="arabic"&gt;لولا أن لا تدافنوا لدعوت الله عز و جل أن يسمعكم ( من ) عذاب  القبر&lt;/div&gt; &lt;p&gt;“Jika seandainya aku tidak khawatir kalian meninggal/hilang pendengaran  kalian aku akan berdoa agar ALLAH ‘Azza wa Jalla membuat kalian bisa mendengar  azab qubur.”[16]&lt;/p&gt; &lt;p&gt;c. Maka jika ALLAH SWT menghendaki maka orang lainpun bisa saja mendengarnya,  berdasarkan hadits berikut:&lt;/p&gt; &lt;div class="arabic"&gt;دخل علي رسول الله صلى الله عليه وسلم و أنا في حائط من حوائط  بني النجار فيه قبور منهم قد ماتوا في الجاهلية ، فسمعهم و هو يعذبون…&lt;/div&gt; &lt;p&gt;“Masuk kekamarku Nabi SAW dan aku sedang kampung Bani Najjar, disana ada  kuburan mereka yang sudah meninggal dimasa jahiliyyah, lalu mereka mendengar  suara orang-orang tersebut diazab di dalam kuburnya…”[17]&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Surat Al-Mulk Bisa Menghindarkan Dari Azab Qubur[18]:&lt;/p&gt; &lt;div class="arabic"&gt;سورة تبارك هي المانعة من عذاب القبر&lt;/div&gt; &lt;p&gt;3. Pembacaan Surat Al-Mulk tersebut Afdhal Dilakukan Tiap Malam[19]:&lt;/p&gt; &lt;div class="arabic"&gt;من قرأ تبارك الذي بيده الملك كل ليلة منعه الله عز وجل بها من  عذاب القبر وكنا في عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم نسميها المانعة وإنها في كتاب  الله عز وجل سورة من قرأ بها في كل ليلة فقد أكثر وأطاب&lt;/div&gt; &lt;p&gt;4. Orang yang Mati Di Hari Jumat atau di Malam Jumat Diselamatkan dari Adzab  Qubur[20]:&lt;/p&gt; &lt;div class="arabic"&gt;قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ” ما من مسلم يموت يوم  الجمعة أو ليلة الجمعة إلا وقاه الله فتنة القبر “&lt;/div&gt; &lt;p&gt;5. Orang yang Mati Syahid Diselamatkan dari Azab Qubur[21]:&lt;/p&gt; &lt;div class="arabic"&gt;عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : ” كل ميت يختم على عمله  إلا الذي مات مرابطا في سبيل الله فإنه ينمى له عمله إلى يوم القيامة ويأمن فتنة  القبر “&lt;/div&gt; &lt;p&gt;6. Orang yang Shalih, Dikuburnya Tidak Merasa Takut Terhadap Fitnah  Qubur[22]:&lt;/p&gt; &lt;div class="arabic"&gt;أما فتنة الدجال فإنه لم يكن نبي إلا قد حذر أمته و سأحذركموه  بحديث لم يحذره نبي أمته إنه أعور و إن الله ليس بأعور مكتوب بين عينيه كافر يقرأه  كل مؤمن ; و أما فتنة القبر فبي تفتنون و عني تسألون فإذا كان الرجل الصالح أجلس في  قبره غير فزع ثم يقال له : ما هذا الرجل الذي كان فيكم ؟ فيقول : محمد رسول الله  جاءنا بالبينات من عند الله فصدقناه فيفرج له فرجة قبل النار فينظر إليها يحطم  بعضها بعضا فيقال له : انظر إلى ما وقاك الله ثم يفرج له فرجة إلى الجنة فينظر إلى  زهرتها و ما فيها فيقال له : هذا مقعدك منها و يقال له : على اليقين كنت و عليه مت  و عليه تبعث إن شاء الله و إذا كان الرجل السوء أجلس في قبره فزعا فيقال له : ما  كنت تقول ؟ فيقول : لا أدري فيقال : ما هذا الرجل الذي كان فيكم ؟ فيقول : سمعت  الناس يقولون قولا فقلت كما قالوا فيفرج له فرجة من قبل الجنة فينظر إلى زهرتها و  ما فيها فيقال له : انظر إلى ما صرف الله عنك ثم يفرج له فرجة قبل النار فينظر  إليها يحطم بعضها بعضا و يقال : هذا مقعدك منها على الشك كنت و عليه مت و عليه تبعث  إن شاء الله ثم يعذب .&lt;/div&gt; &lt;p&gt;7. Azab Qubur Sebagian Besar Disebabkan Najis yang Tidak Bersih Saat Buang  Air Kecil &amp;amp; Ghibah[23]:&lt;/p&gt; &lt;div class="arabic"&gt;أكثر عذاب القبر من البول&lt;/div&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pendapat Para Ulama Salafuna Ash-Shalih Tentang Azab  Qubur&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali berkata[24]: “Yang dinamakan  fitnah kematian adalah termasuk di dalamnya su’ul-khatimah &amp;amp; fitnah kedua  Malaikat saat di dalam kubur, bahwa sesungguhnya manusia diberi cobaan di dalam  kuburnya.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Imam As-Suyuthi berkata[25]: “Telah ditakhrij oleh Tirmidzi &amp;amp;  di-hasan-kannya, juga oleh Ibnu Abid Dunya, Al-Ajuri dalam Asy-Syari’ah &amp;amp;  Al-Baihaqi dalam kitab Azab Al-Qabri dari Abu Hurairah berkata bersabda Nabi SAW  : Jika mayit telah dikubur maka datang 2 orang malaikat yang hitam legam, yang  satu bernama Munkar &amp;amp; yang satu lagi dinamai Nakir.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Imam Al-Ghazali berkata[26]: “Adapun mengenai azab qubur, maka telah  ditunjukkan oleh dalil syariatyang sebagiannya mencapai mutawatir dari Nabi SAW  &amp;amp; para sahabat, bahwa mereka berdoa berlindung darinya dan telah masyhur  hadits Nabi SAW melewati 2 kuburan yang sedang diazab dan juga telah ditunjukkan  oleh dalil Al-Qur’an : Dan telah tetap bagi keluarga Fir’aun azab yang  seburuk-buruknya, yaitu api yang dihadapkan padanya tiap pagi &amp;amp; petang  hari.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4. Imam Ibnul Qayyim berkata[27]: “Dan adapun azab kubur adalah benar dan  orang-orang yang beriman diberikan cobaan di kubur mereka dan mereka ditanyai  (oleh malaikat), tetapi ALLAH SWT meneguhkan lisan siapa yang dikehendaki-NYA  mereka untuk bisa menjawab.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;5. Imam Al-Baqilani berkata[28]: “Dalil akan pastinya azab kubur adalah  firman ALLAH SWT: Dan barangsiapa yang berpaling dari Al-Qur’an ini maka baginya  kehidupan yang sempit. Berkata Abu Hurairah bahwa maksudnya azab kubur, demikian  pula sabda Nabi SAW : Kubur itu adalah satu taman dari taman-taman surga atau  satu lubang dari lubang-lubang neraka. Demikian pula ayat tentang siksaan bagi  Fir’aun, serta hadits doa Nabi SAW untuk dilindungi dari azab kubur.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;6. Imam Al-Baihaqi bahkan menulis satu kitab tersendiri berjudul “Itsbat  ‘Azabil Qabr” (Pastinya Azab Kubur).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;7. Imam Al-Bukhari-pun menulis dalam kitabnya bab khusus[29] menjelaskan  tentang azab kubur, demikian pula Imam Muslim[30], demikian para Imam Ash-habus  Sunan sebagaimana dapat dilihat dalam seluruh kitab-kitab hadits mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;—&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Catatan Kaki:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;[1] HR Bukhari, V/160 &amp;amp; Muslim, XIV/33-34&lt;/p&gt; &lt;p&gt;[2] HR Bukhari, V/159, Bab Ma Ja’a Fi ‘Adzabil Qabri&lt;/p&gt; &lt;p&gt;[3] HR Bukhari, V/159, Bab Ma Ja’a Fi ‘Adzabil Qabri&lt;/p&gt; &lt;p&gt;[4] HR Bukhari, no. 1373&lt;/p&gt; &lt;p&gt;[5] HR Bukhari, no. 1372 dan Muslim, Kitabul Masajid, no. 125-126&lt;/p&gt; &lt;p&gt;[6] HR Bukhari no. 1050 dan Muslim, Kitabul Kusuf, no. 8&lt;/p&gt; &lt;p&gt;[7] Lih. Al-Ayat Al-Bayyinat Fi ‘Adami Sima’il Amwat ‘ala Madzhabil  Hanafiyyatis Sadat, I/81, Imam Al-Alusi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;[8] Faham seperti ini adalah mazhab Mu’tazilah &amp;amp; telah dibantah oleh  Jumhur Ulama, diantaranya dalam tulisan Imam Ibnu Rajab, 1/81 &amp;amp; Ibnul  Qayyim, hal. 50&lt;/p&gt; &lt;p&gt;[9] HR Bukhari, V/164, bab Maa Ja’a fi Adzabil Qabri&lt;/p&gt; &lt;p&gt;[10] HR Bukhari, IV/200-202; Muslim, VIII/75; Ibnu Majah, no. 3838; Ahmad,  VI/57; Nasa’i, II/315; Tirmidzi, II/263&lt;/p&gt; &lt;p&gt;[11] HR Muslim; III/59; Nasa’I, I/21; Ibnu Majah, no. 1200; Ahmad, VI/23&lt;/p&gt; &lt;p&gt;[12] HR Muslim, III/248&lt;/p&gt; &lt;p&gt;[13] HR Malik, II/192; di-shahih-kan Albani dalam Al-Misykah, I/380&lt;/p&gt; &lt;p&gt;[14] HR Bukhari, IV/168; Muslim, IV/449&lt;/p&gt; &lt;p&gt;[15] HR Bukhari, XIX/455; Muslim, III/243&lt;/p&gt; &lt;p&gt;[16] HR Muslim, VIII/161; Ahmad, III/201; Ibnu Hibban, no. 786; Nasa’i,  I/201&lt;/p&gt; &lt;p&gt;[17] HR Ahmad, VI/362; berkata Albani : Shahih berdasarkan syarat Muslim,  lih. Ash-Shahihah, III/429&lt;/p&gt; &lt;p&gt;[18] HR Hakim, III/214; Tirmidzi, II/146; Abu Na’im, III/81; Di-shahih-kan  oleh Albani, dalam Ash-Shahihah, III/131&lt;/p&gt; &lt;p&gt;[19] HR Nasa’i &amp;amp; Hakim, Di-hasan-kan oleh Albani dalam At-Targhib,  II/91&lt;/p&gt; &lt;p&gt;[20] HR Ahmad, no. 6582 &amp;amp; Tirmidzi, dan di-hasan-kan oleh Albani dalam  Misykah Al-Mashabih, I/305&lt;/p&gt; &lt;p&gt;[21] HR Tirmidzi, II/3; Abu Daud, I/391; Al-Hakim, II/144 dan Ahmad, VI/20;  dan di-shahih-kan oleh Albani dalam Shahih At-Targhib wa Tarhib, II/31&lt;/p&gt; &lt;p&gt;[22] HR As-Suyuthi, no. 2241 &amp;amp; Di-hasan-kan oleh Albani dalam Shahih wa  Dha’if Al-Jami’, VI/188&lt;/p&gt; &lt;p&gt;[23] HR Bukhari, V/170, bab Adzabil Qabri minal Ghibati wal Bauli; Ibnu Abi  Syaibah, I/24; Ibnu Majah, no. 348; Hakim, I/183; Ahmad, II/326&lt;/p&gt; &lt;p&gt;[24] Ikhtiyar Al-Awla fi Syarhil Haditsi Ikhtisham Al-Mala’il A’la, I/21&lt;/p&gt; &lt;p&gt;[25] Al-Haba’ik fi Akhbaril Mala’ik, I/26&lt;/p&gt; &lt;p&gt;[26] Al-Iqtishad fil I’tiqad, I/68&lt;/p&gt; &lt;p&gt;[27] Ijtima’ al-Juyusy Al-Islamiyyah ‘ala Ghazwil Mu’athilah wal Jahmiyyah,  I/27&lt;/p&gt; &lt;p&gt;[28] Al-Inshaf, I/15&lt;/p&gt; &lt;p&gt;[29] Al-Jami’us Shahih, Kitab Al-Jana’iz, Bab Ma Ja’a fi Azab Al-Qabri; lih.  Juga syarah-nya dalam Al-Fath, III/232&lt;/p&gt; &lt;p&gt;[30] Shahih Muslim, Bab Istihbab At-Ta’awwudz min ‘Adzabil Qabri, juz  III/240&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317481914361608568-7293961191727209532?l=quranpetunjukjalan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/feeds/7293961191727209532/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317481914361608568&amp;postID=7293961191727209532' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/7293961191727209532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/7293961191727209532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/09/fitnah-qubur-menurut-al-quran-as-sunnah.html' title='Fitnah Qubur Menurut Al-Qur’an, As-Sunnah, dan Mawqif Para Ulama As-Salafus-Shalih'/><author><name>Agus LukmanulHakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10627197443125453665</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SKOqsf3BeyI/AAAAAAAAABg/0LC80uEzNyQ/s1600-R/pspoto.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568.post-8309185617032837287</id><published>2008-09-10T18:30:00.000-07:00</published><updated>2008-09-13T17:10:46.202-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramadhan'/><title type='text'>Bulan Al Qur’an</title><content type='html'>Diantara sebab Ramadhan dijadikan sebagai &lt;a style="color: rgb(255, 0, 0);" href="http://www.al-ikhwan.net/ramadhan-sayyidus-syuhur-3-syahrul-quran-2008/"&gt;sayyidus syuhur&lt;/a&gt; adalah karena di dalam bulan tersebut teradapat peristiwa yang sangat agung dan mulia; yaitu peristiwa turunnya Al-Qur’an yang membawa petunjuk dan al-Furqan. Allah SWT berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“(beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).” (Al-Baqoroh : 185)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan disebut dengan syahrul Quran (bulan Al-Quran), karena awal diturunkannya Al-Quran adalah pada bulan Ramadhan. Dengan berpedoman pada Al-Quran, niscaya hidup manusia menjadi terarah dan memberi kebahagiaan, kedamaian, ketentraman dan kemakmuran serta keadilan. Bahkan juga dapat memberikan alat filterisasi sehingga mampu membedakan antara yang hak dan bathil, antara yang benar dan yang salah, antara ketaatan dan kemaksiatan, antara hidayah dan kesesatan, antara kebahagiaan dan kesengsaraan hakiki dan antara jalan menuju ridlo Allah dan murka Allah serta jalan menuju surga yang penuh dengan kenikmatan dan jalan menuju neraka yang penuh dengan azab dan kepedihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menurunkan Al-Qur’an kepada Rasulullah saw untuk memberi petunjuk kepada manusia. Turunnya Al-Qur’an merupakan peristiwa besar sekaligus menyatakan kedudukannya bagi penghuni langit dan penghuni bumi. Turunnya Al-Qur’an yang pertama kali  pada malam lailatul Qodar merupakan pemberitahuan kepada alam tingkat tinggi yang terdiri dari malaikat-malaikat akan kemuliaan umat Nabi Muhammad saw. Umat ini telah dimuliakan oleh Allah dengan risalah baru agar menjadi  umat yang paling baik  yang dikeluarkan bagi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan turunnya Al-Qur’an yang kedua kali secara bertahap, berbeda dengan kitab-kitab yang turun sebelumnya; sebagai penguat akan risalah nabi dan penghibur jiwa beliau terhadap cobaan dan rintangan yang dihadapi serta selalu mengikuti peristiwa dan kejadian-kejadian sampai Allah menyempurnakan agama ini dan mencukupkan nikmat-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu dalam Al-Qur’an seringkali kita mendengar bulan ramadhan sebagai bulan barokah; karena Al-Qur’an diturunkan pada bulan tersebut yang memberikan keberkahan di malam keberkahan. Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ. فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيم. أَمْرًا مِنْ عِنْدِنَا إِنَّا كُنَّا مُرْسِلِينَ . رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan Sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah; (yaitu) urusan yang besar dari sisi kami. Sesungguhnya Kami adalah yang mengutus rasul-rasul, sebagai rahmat dari Tuhanmu. Sesungguhnya Dialah yang Maha mendengar lagi Maha mengetahui”. (Ad-Dukhan:3-6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah juga berfirman;  bahwa Al-Qur’an diturunkan pada malam kemuliaan; lailatul Qodar, sehingga jika seorang hamba melakukan ibadah tepat pada malam tersebut mendapatkan ganjaran sebanding dengan ibadah selama seribu bulan (kurang lebih 83 tahun). [1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ. وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ . لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ. تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ . سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْر&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu Apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) Kesejahteraan sampai terbit fajar”. (Al-Qadr:1-5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, seringkali kita, sebagai kaum muslimin tidak menyadari akan kemuliaan dan keutamaan Al-Quran, sehingga tidak sedikit mereka yang jauh dari Al-Qur’an, mulai dari jauh dalam bentuk tidak bisa membacanya, bisa membaca tapi tidak rajin membacanya, rajin membacanya tapi tidak memahaminya, memahaminya tapi tidak mengamalkannya, mengamalkannya tapi baru untuk dirinya sendiri namin belum mampu mengajak orang lain untuk mengamalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun dari sebagian umat ada yang hanya menjadikan dan menganggap Al-Qur’an sebagai kitab suci yang wajib dihormati sehingga diletakkan dari tempat yang jauh dari kotor dan najis, atau diletakkan di tempat yang tinggi sehingga jauh dari jamahan anak-anak dan tidak mudah dijadikan mainan, dan saking tingginya orang tuapun akhirnya malas mengambilnya untuk dibaca. Anggapan tersebut memang tidak keliru namun yang harus difahami lebih mendalam adalah, bagaimana selain menganggapnya sebagai kitab suci tapi juga berusaha menjadikannya sebagai sarana untuk mensucikan dirinya dari segala dosa dan maksiat. Bukankah dengan membaca Al-Quran berarti dia telah beribadah yang setiap kali dibaca ayat-ayatnya Allah SWT akan melimpahkan pahala dan ganjaran dari setiap huruf yang dikeluarkan oleh lisannya, lalu ganjaran dilipat gandakan menjadi sepuluh kali lipat? Dan Bukankah, dari ibadah yang dilakukan itu akan menghapus dosa-dosa yang pernah dilakukan selama itu bukan dosa besar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Kebaikan-kebaikan (ketaatan) itu akan menghapus dosa-dosa”. (Huud:114)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bertaqwalah kepada Allah di mana saja kamu berada, dan iringilah perbuatan buruk itu dengan perbuatan yang baik karena ia bisa menghapusnya (HR. Turmudzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya tentu memang demikian. Membaca Al-Quran adalah ibadah, dan oleh karena ibadah merupakan suatu kebaikan maka secara tidak langsung dapat menghapus dosa-dosa, selama dosa berasal dari dosa kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu sebagai bulan Al-Quran, Ramadhan mengingatkan dan mengetuk hati kita untuk memperkokoh komitmen kepadanya. Bila ramadhan tiba, kita tingkatkan interaksi kita dengan Al-Quran, membacanya dan berusaha memahami dan menelaah makna-makna yang terkandung dalam ayat-ayatnya; baik dengan membaca tafsirnya, terjemahannya atau mengikuti kajian-kajian Al-Quran yang marak diadakan di masjid-masjid atau di lembaga-lembaga yang memiliki perhatian terhadap ajaran keislaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika bulan ramadhan berakhir indikasi keberhasilan ramadhan yang dilalui adalah dengan adanya komitmen kepada Al-Quran yang semakin kuat, karena Al-Quran berfungsi sebagai petunjuk dan al-furqon dalam menilai sesuatu; untuk dapat membedakan antara yang Hak (benar) dan yang bathil (salah), seperti firman Allah yang telah disebutkan diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan Al Qur’an sebagai petunjuk (hudan) bagi manusia, penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu (bayyinat) dan pembeda / furqan (antara haq dengan bathil)” (QS. Al Baqarah [2] : 185).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat diatas menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan oleh Allah Maha Pengasih sebagai petunjuk bagi manusia yang mengimaninya, merupakan argumentasi-argumentasi yang jelas dan gamblang bagi mereka yang memahaminya. Al-Qur’an juga merupakan pembeda antara haq dengan bathil, halal dengan haram. [2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT telah menurunkan kepada kita Al-Qur’an di bulan Ramadhan. Allah memberi petunjuk melalui Al-Qur’an tersebut siapa saja yang mengikutinya dan menyesatkan siapa saja yang menyimpang darinya. Di dalam Al-Qur’an itu terdapat petunjuk, dan penjelas dari petunjuk (berisi keterangan-keterangan tentang hukum), dan pembeda (antara yang haq dan yang batil).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah mensyariatkan Islam kepada Muhammad SAW. sebagai satu-satunya agama yang benar. Islam adalah agama yang mengatur hubungan manusia dengan Rabb-nya, yang mengatur hubungan dengan dirinya sendiri, dan juga yang mengatur hubungannya dengan sesama makhluk baik manusia maupun lingkungan lainnya. Aktivitas menerapkan wahyu yang diturunkan, termasuk penerapan hukum-hukum syariat (Islam) secara total dalam berbagai aspek kehidupan manusia (individu, kelompok, maupun negara) merupakan penyebab hakiki terwujudnya kemuliaan Islam dan kaum Muslimin. Di dalam penerapan syariat Islam itulah terdapat keagungan dan kewibawaan mereka di depan musuh-musuhnya. Allah berfirman yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلِلَّهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَلَكِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَا يَعْلَمُون&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Padahal kekuatan (kemuliaan) itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang Mukmin. Akan tetapi, orang-orang munafik itu tiada mengetahui”. (Al-Munafiqun:8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;disadari atau tidak, orang-orang kafir sudah mengetahui bahwa sumber kekuatan umat Islam adalah Al-Qur’an; selama Al-Qur’an masih dipegang kuat oleh umat Islam maka akan sulit dan mustahil dikalahkan. Karena itulah Allah menceritakan bahwa orang-orang kafir berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَا تَسْمَعُوا لِهَذَا الْقُرْآَنِ وَالْغَوْا فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَغْلِبُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Janganlah kamu mendengar dengan sungguh-sungguh akan Al Quran ini dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya, supaya kamu dapat mengalahkan mereka”. (Fushilat:26)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, jauhnya kaum Muslimin dari Islam dan hukum-hukumnya merupakan penyebab hakiki akan kelemahan, ketertinggalan, dan kenestapaan mereka. Allah SWT berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa saja yang berpaling dari peringatan-Ku, sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada Hari Kiamat dalam keadaan buta. (Thaha  : 124).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai krisis yang menimpa dan mengepung berbagai negeri dan di berbagai belahan dunia; sejak beberapa tahun lalu hingga sekarang merupakan sebaik-baik argumen tentang hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya umat Islam sadar bahwa Islam bukanlah semata-mata sebagai syiar-syiar dan ibadah ritual belaka, namun merupakan agama sempurna yang meliputi akidah, syariat, hukum, politik, dan risalah ke seluruh dunia. Dan di dalam penerapan syariat Islam terdapat keagungan dan kewibawaan mereka di depan musuh-musuhnya. Dan kaum Muslimin juga seharusnya sadar akan kewajiban dirinya untuk menegakkan Khilafah  Islam secara total, mulai dari individu, keluarga, masyarakat hingga daulah (negara).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.al-ikhwan.net/ramadhan-sayyidus-syuhur-3-syahrul-quran-2008/"&gt;Abu Ahmad&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;___________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1]. Lihat: Studi ilmu-ilmu Al-Qru’an, hal.144]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2]. Tafsirul Quranil ‘Azhim, I, hal. 269&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317481914361608568-8309185617032837287?l=quranpetunjukjalan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/feeds/8309185617032837287/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317481914361608568&amp;postID=8309185617032837287' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/8309185617032837287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/8309185617032837287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/09/bulan-al-quran.html' title='Bulan Al Qur’an'/><author><name>Agus LukmanulHakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10627197443125453665</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SKOqsf3BeyI/AAAAAAAAABg/0LC80uEzNyQ/s1600-R/pspoto.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568.post-4418673670556911968</id><published>2008-09-10T08:43:00.000-07:00</published><updated>2008-09-10T08:44:15.201-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dunia Islam'/><title type='text'>Dukungan Militer Amerika pada Israel (1)</title><content type='html'>Ribuan orang Palestina, Libanon dan Arab terbunuh oleh senjata Zionis Israel yang diproduksi di Amerika. Washington membekali Tel Aviv dengan semua jenis persenjataan perang, mulai dari pesawat, rudal dan meriam. Hal inilah yang menjadikan Washington sebagai sekutu bersama Israel di dalam setiap pembantaian yang terhadap terhadap bangsa Arab dan Islam, yang membuat Amerika dan entitas Zionis bertanggung jawab langsung atas semua terror sitematis yang terjadi di dunia Arab dan Islam. Namun siapa bisa menghadapi Washington dan menggerakan sarana undang-undang dan informasi untuk melawannya guna menghentikan kejahatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Infopalestina-Filisteen Almuslima: Dukungan Amerika kepada entitas Zionis Israel tidak hanya terbatas pada meteri, politik, diplomatik, ekonomi dan intelijen saja, namun juga pada bidang militer. Meskipun Israel menghasilkan 12% senjata dunia, namun negara ini terus mendapatkan bantuan militer besar dari Amerika. Pertanyaannya adalah mengata Amerika mendukung Israel meskipun kepentingan terbesarnya ada di dunia Arab dan Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang Amerika yang mendukung kebijakan ini berkeyakinan bahwa Israel adalah satu-satunya negara demokratis di kawasan Timur Tengah. Oleh karena itu membantu dan menberikan dukungan kepada Israel berarti menjaga oase demokrasi ini, di dunia yang tidak mengenal abjadiyah kerja demokratis dan masyarakat sipil yang melembaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Israel juga dianggap sebagai bagian dari dunia Barat dan bekerja demi melindungi kepentingan Amerika dan Barat secara umum di Timur Tengah; kawasan penting di dunia ditinjau dari sumber-sumber energi yang ada. Untuk itu Amerika memanfaatkan isolasi Israel dari sekitarnya dan naluri untuk tetap eksis di dunia disiapkan untuk menjamin kepentingan tersebut. Kelompok ini juga melihat bahwa dukungan terhadap Israel mencegah berdirinya negara regional yang kuat, yang menunjukan idependensi dari negara-negara Barat. Hal itu kelihatan di Mesir ketika Mantan Presiden Jamal Abdul Nasher berupaya membangun negara yang diharapkan memimpin dunia Arab dan hal itu diumukan televisi Swis pada tahun 1956 sebagai langkah menuju jalan tersebut. Maka jawaban Barat adalah genderang perang terhadap Mesir yang dilakukan oleh Peransis dan Inggris serta konspirasi Israel untuk menduduki tanah Mesir, khususnya dua tepi terusan Swis dan menghalangi proyak Pan-Arabisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu terulang kembali dengan Irak ketika mendiang Presiden Sadam Husain meletakan batu bata nasionalisme yang kuat dan pendirian kaedah ilmiyah yang disiapkan oleh 30 ribu ahli dan peneliti sebagai mukadimah pembangunan Irak baru. Israel, melalui lobi Yahudi, kaum neo-konservatif dan arus Kristen Zionis turut serta dalam perang ini bersama Amerika yang mengembalikan Irak ke puluhan tahun silam. Israel berhasil menghancurkan reaktor nuklir Irak di Ozirak pada tahun 1981 untuk tujuan yang sama. Sebagaimana Israel saat ini bekerjasama dengan Amerika dan negara-negara Barat dalam menghadapi Iran yang menurut Barat berupaya menjadikan dirinya sebagai negara regional terkuat. Anggapan ini diperkuat dengan wlayahnya yang luas, jumlah pendudukan yang besar secara prosentase, selain letaknya yang strategis lagi istimewa, yang menghubungkan wilayah Kaukasus dan Asia Tengah, berbatasan dengan Turki, Afganistan, Pakistan dan memanjang di dunia Arab dan Samudra Hindia, serta menguasai selat Hurmuz. Upaya Iran untuk memproduksi senjata nuklir, menurut pandangan di atas, mengancam eksistensi Zionis di Palestina terjajah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok pendukung pemberian dukungan militer kepada Israel ini menegaskan peran kewajiban Israel untuk melindungi kepentingan Barat secara umum dan Amerika secara khusus di tengah-tengah krisis dan naiknya harta minyak. Posisi negara Zionis di tengah-tengah dunia Arab yang kaya minyak serta kedekatannya dari jalan-jalan suplai mengharuskan Amerika mendanai ‘satpam’ tersebut. Perlu menjadi catatan bahwa perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang permiyakan berorientasi pada pentingnya kawasan geoekonomi dan geopolitik pascaperang dunia kedua. Mereka mulai menekan gedung putih untuk menjamin kepentingan perusahaan-perusahaan tersebut. Gedung putih mendapati apa yang dicarinya itu di Iran dengan mengirim 40 ribu pasukan Amerika ke sana, kemudian di Israel dengan menjalin hubungan semi rahasia karena khawatir menyulut meningkatnya kebangsaan Arab dan menjauh ke pangkuan Uni Soviet. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu itu, Israel mengambil untung dari prinsip Presiden Amerika Dwight Eisenhower yang menjanjikan setiap negara yang khawatir dirinya terkena dampak komunis untuk mendapatkan bantuan dana dan militer dari Amerika. Blok pendukung Israel tidak melupakan adanya koalisi strategis antara Israel dengan Amerika. Kelompok ini menganggap bahwa musuh Amerika adalah musuh Israel dan kawan Amerika adalah kawan Israel. Hubungan strategis ini nampak jelas dalam perang yang dilakukan Amerika terhadap apa yang disebutnya “terorisme internasional”. Kedua negara ini memerangi siapa saja yang disebutnya kelompok teroris dengan berbagai bentuk koordinasi yang mencakup hingga istilah termonilogi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebab lain sehingga pemerintahan Amerika menganggap sangat penting untuk mendukung Israel dan mewakilinya dalam ekspor senjata Amerika melalui Israel ke negara-negara yang membahayakan undang-undang Amerika sendiri. Israel juga memainkan peran tugas-tugas Amerika di Timur Tengah di dalam melindungi rezim sekutu Barat, sebagaimana yang terjadi pada tahun 1970 saat Penasehat Keamanan Nasional Amerika Henry Kissinger meminta Israel untuk melindungi pemerintah Yordania yang mendapatkan ancaman setelah masuknya militer Suriah ke wilayah Yordania menyusul pertempuran yang berlangsung antara pemerintah Yordania dengan kelompok-kelompok bersenjata Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran Israel sebagai koalisi terpercaya dan pelindung bagi kepentingan Amerika semakin nampak dalam perang terakhir yang dilakukan Israel terahdap Libanon dan yang dilakukan terhadap bangsa Palestina, guna memasarkan ide timur tengah baru sesuai dengan standar Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah pakar ekonomi Timur Tengah menafsirkan bahwa salah satu sebab dukungan militer Amerika kepada Israel adalah masalah ekonomi sebagai peringkat pertama. Karenanya bagian terbesar dari dukungan dana Amerika kepada Israel dikhususkan untuk membeli senjata dari Amerika. Dengan demikian Amerika telah mendukung perekonomiannya sendiri dan menjaga kesempatan kerja bagi ribuan tenaga kerja Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pemegang keputusan di Amerika melihat Israel sebagai pangkalan Amerika yang maju dan gudang senjata bagi kekuatan Amerika, serta sebagai medan melakukan manuver-manuver bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab lain dan yang tidak kalah penting dari yang disebutkan tadi adalah langkah Israel melakukan percobaan dan pengujian senjata Amerika secara praktis di lapangan dan kajian sejauh mana pengaruhnya secara nyata di lapangan (Palestina dan sekitarnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk alasan-alasan tersebut dan juga alasan lainnya, maka pemerintah Amerika melihat pentingnya memberikan dukungan terhadap Israel. Bahkan dukungan ini menjadi prioritas utama kebijakan luar negeri Washington (bersambung). (fm/seto)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317481914361608568-4418673670556911968?l=quranpetunjukjalan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/feeds/4418673670556911968/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317481914361608568&amp;postID=4418673670556911968' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/4418673670556911968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/4418673670556911968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/09/dukungan-militer-amerika-pada-israel-1.html' title='Dukungan Militer Amerika pada Israel (1)'/><author><name>Agus LukmanulHakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10627197443125453665</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SKOqsf3BeyI/AAAAAAAAABg/0LC80uEzNyQ/s1600-R/pspoto.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568.post-3697888824716995740</id><published>2008-09-10T08:23:00.000-07:00</published><updated>2008-09-10T08:30:01.356-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramadhan'/><title type='text'>Kumpulan hadits I'tikaf Imam Bukhari, Muslim dan Abu Daud</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;‏‏….‏وَلاَ تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلاَ تَقْرَبُوهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ ‏} البقرة187&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;صحيح البخاري&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1 ـ باب الاِعْتِكَافِ فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ       وَالاِعْتِكَافِ فِي الْمَسَاجِدِ كُلِّهَا‏.‏ لِقَوْلِهِ تَعَالَى ‏{‏وَلاَ تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلاَ تَقْرَبُوهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ ‏}‏‏.‏ &lt;br /&gt;2064 ـ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ حَدَّثَنِي ابْنُ وَهْبٍ، عَنْ يُونُسَ، أَنَّ نَافِعًا، أَخْبَرَهُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ ـ رضى الله عنهما ـ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ‏.‏ &lt;br /&gt;2065 ـ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ، حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، عَنْ عُقَيْلٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ، عَنْ عَائِشَةَ ـ رضى الله عنها ـ زَوْجِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ، ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ‏.‏ &lt;br /&gt;2066 ـ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ، قَالَ حَدَّثَنِي مَالِكٌ، عَنْ يَزِيدَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْهَادِ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ بْنِ الْحَارِثِ التَّيْمِيِّ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ ـ رضى الله عنه ـ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَعْتَكِفُ فِي الْعَشْرِ الأَوْسَطِ مِنْ رَمَضَانَ، فَاعْتَكَفَ عَامًا حَتَّى إِذَا كَانَ لَيْلَةَ إِحْدَى وَعِشْرِينَ، وَهِيَ اللَّيْلَةُ الَّتِي يَخْرُجُ مِنْ صَبِيحَتِهَا مِنِ اعْتِكَافِهِ قَالَ ‏"‏ مَنْ كَانَ اعْتَكَفَ مَعِي فَلْيَعْتَكِفِ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ، وَقَدْ أُرِيتُ هَذِهِ اللَّيْلَةَ ثُمَّ أُنْسِيتُهَا، وَقَدْ رَأَيْتُنِي أَسْجُدُ فِي مَاءٍ وَطِينٍ مِنْ صَبِيحَتِهَا، فَالْتَمِسُوهَا فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ، وَالْتَمِسُوهَا فِي كُلِّ وِتْرٍ ‏"‏‏.‏ فَمَطَرَتِ السَّمَاءُ تِلْكَ اللَّيْلَةَ، وَكَانَ الْمَسْجِدُ عَلَى عَرِيشٍ فَوَكَفَ الْمَسْجِدُ، فَبَصُرَتْ عَيْنَاىَ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم عَلَى جَبْهَتِهِ أَثَرُ الْمَاءِ وَالطِّينِ، مِنْ صُبْحِ إِحْدَى وَعِشْرِينَ‏.‏ &lt;br /&gt;2 ـ باب الْحَائِضُ تُرَجِّلُ الْمُعْتَكِفَ       &lt;br /&gt;2067 ـ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، حَدَّثَنَا يَحْيَى، عَنْ هِشَامٍ، قَالَ أَخْبَرَنِي أَبِي، عَنْ عَائِشَةَ ـ رضى الله عنها ـ قَالَتْ كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يُصْغِي إِلَىَّ رَأْسَهُ وَهْوَ مُجَاوِرٌ فِي الْمَسْجِدِ، فَأُرَجِّلُهُ وَأَنَا حَائِضٌ‏.‏ &lt;br /&gt;3 ـ باب لاَ يَدْخُلُ الْبَيْتَ إِلاَّ لِحَاجَةٍ       &lt;br /&gt;2068 ـ حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا لَيْثٌ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عُرْوَةَ، وَعَمْرَةَ بِنْتِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، أَنَّ عَائِشَةَ ـ رضى الله عنها ـ زَوْجَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَتْ وَإِنْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لَيُدْخِلُ عَلَىَّ رَأْسَهُ وَهْوَ فِي الْمَسْجِدِ فَأُرَجِّلُهُ، وَكَانَ لاَ يَدْخُلُ الْبَيْتَ إِلاَّ لِحَاجَةٍ، إِذَا كَانَ مُعْتَكِفًا &lt;br /&gt;4 ـ باب غَسْلِ الْمُعْتَكِفِ &lt;br /&gt;2069 ـ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ، عَنِ الأَسْوَدِ، عَنْ عَائِشَةَ ـ رضى الله عنها ـ قَالَتْ كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يُبَاشِرُنِي وَأَنَا حَائِضٌ‏.‏ &lt;br /&gt;2070 ـ وَكَانَ يُخْرِجُ رَأْسَهُ مِنَ الْمَسْجِدِ وَهْوَ مُعْتَكِفٌ فَأَغْسِلُهُ وَأَنَا حَائِضٌ‏.‏ &lt;br /&gt;5 ـ باب الاِعْتِكَافِ لَيْلاً       &lt;br /&gt;2071 ـ حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ، أَخْبَرَنِي نَافِعٌ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ ـ رضى الله عنهما ـ أَنَّ عُمَرَ، سَأَلَ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ كُنْتُ نَذَرْتُ فِي الْجَاهِلِيَّةِ أَنْ أَعْتَكِفَ لَيْلَةً فِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ، قَالَ ‏"‏ فَأَوْفِ بِنَذْرِكَ ‏"‏‏.‏ &lt;br /&gt;6 ـ باب اعْتِكَافِ النِّسَاءِ       &lt;br /&gt;2072 ـ حَدَّثَنَا أَبُو النُّعْمَانِ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ، حَدَّثَنَا يَحْيَى، عَنْ عَمْرَةَ، عَنْ عَائِشَةَ ـ رضى الله عنها ـ قَالَتْ كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَعْتَكِفُ فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ، فَكُنْتُ أَضْرِبُ لَهُ خِبَاءً فَيُصَلِّي الصُّبْحَ ثُمَّ يَدْخُلُهُ، فَاسْتَأْذَنَتْ حَفْصَةُ عَائِشَةَ أَنْ تَضْرِبَ خِبَاءً فَأَذِنَتْ لَهَا، فَضَرَبَتْ خِبَاءً، فَلَمَّا رَأَتْهُ زَيْنَبُ ابْنَةُ جَحْشٍ ضَرَبَتْ خِبَاءً آخَرَ، فَلَمَّا أَصْبَحَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم رَأَى الأَخْبِيَةَ فَقَالَ ‏"‏ مَا هَذَا ‏"‏‏.‏ فَأُخْبِرَ فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ آلْبِرُّ تُرَوْنَ بِهِنَّ ‏"‏‏.‏ فَتَرَكَ الاِعْتِكَافَ ذَلِكَ الشَّهْرَ، ثُمَّ اعْتَكَفَ عَشْرًا مِنْ شَوَّالٍ‏.‏ &lt;br /&gt;7 ـ باب الأَخْبِيَةِ فِي الْمَسْجِدِ       &lt;br /&gt;2073 ـ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ، أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ، عَنْ عَمْرَةَ بِنْتِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ عَائِشَةَ ـ رضى الله عنها ـ أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم أَرَادَ أَنْ يَعْتَكِفَ، فَلَمَّا انْصَرَفَ إِلَى الْمَكَانِ الَّذِي أَرَادَ أَنْ يَعْتَكِفَ إِذَا أَخْبِيَةٌ خِبَاءُ عَائِشَةَ، وَخِبَاءُ حَفْصَةَ، وَخِبَاءُ زَيْنَبَ، فَقَالَ ‏"‏ آلْبِرَّ تَقُولُونَ بِهِنَّ ‏"‏‏.‏ ثُمَّ انْصَرَفَ، فَلَمْ يَعْتَكِفْ، حَتَّى اعْتَكَفَ عَشْرًا مِنْ شَوَّالٍ‏.‏ &lt;br /&gt;8 ـ باب هَلْ يَخْرُجُ الْمُعْتَكِفُ لِحَوَائِجِهِ إِلَى باب الْمَسْجِدِ       &lt;br /&gt;2074 ـ حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ، أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، قَالَ أَخْبَرَنِي عَلِيُّ بْنُ الْحُسَيْنِ ـ رضى الله عنهما ـ أَنَّ صَفِيَّةَ، زَوْجَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَخْبَرَتْهُ أَنَّهَا جَاءَتْ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم تَزُورُهُ فِي اعْتِكَافِهِ فِي الْمَسْجِدِ، فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ، فَتَحَدَّثَتْ عِنْدَهُ سَاعَةً، ثُمَّ قَامَتْ تَنْقَلِبُ، فَقَامَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم مَعَهَا يَقْلِبُهَا، حَتَّى إِذَا بَلَغَتْ باب الْمَسْجِدِ عِنْدَ باب أُمِّ سَلَمَةَ مَرَّ رَجُلاَنِ مِنَ الأَنْصَارِ، فَسَلَّمَا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ لَهُمَا النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ عَلَى رِسْلِكُمَا إِنَّمَا هِيَ صَفِيَّةُ بِنْتُ حُيَىٍّ ‏"‏‏.‏ فَقَالاَ سُبْحَانَ اللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ‏.‏ وَكَبُرَ عَلَيْهِمَا‏.‏ فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَبْلُغُ مِنَ الإِنْسَانِ مَبْلَغَ الدَّمِ، وَإِنِّي خَشِيتُ أَنْ يَقْذِفَ فِي قُلُوبِكُمَا شَيْئًا ‏"‏‏.‏ &lt;br /&gt;9 ـ باب الاِعْتِكَافِ وَخَرَجَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم صَبِيحَةَ عِشْرِينَ       &lt;br /&gt;2075 ـ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُنِيرٍ، سَمِعَ هَارُونَ بْنَ إِسْمَاعِيلَ، حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْمُبَارَكِ، قَالَ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ، قَالَ سَمِعْتُ أَبَا سَلَمَةَ بْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، قَالَ سَأَلْتُ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ ـ رضى الله عنه ـ قُلْتُ هَلْ سَمِعْتَ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَذْكُرُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ قَالَ نَعَمِ، اعْتَكَفْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم الْعَشْرَ الأَوْسَطَ مِنْ رَمَضَانَ ـ قَالَ ـ فَخَرَجْنَا صَبِيحَةَ عِشْرِينَ، قَالَ فَخَطَبَنَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم صَبِيحَةَ عِشْرِينَ فَقَالَ ‏"‏ إِنِّي أُرِيتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ، وَإِنِّي نُسِّيتُهَا، فَالْتَمِسُوهَا فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ فِي وِتْرٍ، فَإِنِّي رَأَيْتُ أَنِّي أَسْجُدُ فِي مَاءٍ وَطِينٍ، وَمَنْ كَانَ اعْتَكَفَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَلْيَرْجِعْ ‏"‏‏.‏ فَرَجَعَ النَّاسُ إِلَى الْمَسْجِدِ، وَمَا نَرَى فِي السَّمَاءِ قَزَعَةً ـ قَالَ ـ فَجَاءَتْ سَحَابَةٌ فَمَطَرَتْ، وَأُقِيمَتِ الصَّلاَةُ، فَسَجَدَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فِي الطِّينِ وَالْمَاءِ، حَتَّى رَأَيْتُ الطِّينَ فِي أَرْنَبَتِهِ وَجَبْهَتِهِ‏.‏ &lt;br /&gt;10 ـ باب اعْتِكَافِ الْمُسْتَحَاضَةِ       &lt;br /&gt;2076 ـ حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ، عَنْ خَالِدٍ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنْ عَائِشَةَ ـ رضى الله عنها ـ قَالَتِ اعْتَكَفَتْ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم امْرَأَةٌ مِنْ أَزْوَاجِهِ مُسْتَحَاضَةٌ، فَكَانَتْ تَرَى الْحُمْرَةَ وَالصُّفْرَةَ، فَرُبَّمَا وَضَعْنَا الطَّسْتَ تَحْتَهَا وَهْىَ تُصَلِّي‏.‏ &lt;br /&gt;11 ـ باب زِيَارَةِ الْمَرْأَةِ زَوْجَهَا فِي اعْتِكَافِهِ       &lt;br /&gt;2077 ـ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عُفَيْرٍ، قَالَ حَدَّثَنِي اللَّيْثُ، قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ خَالِدٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ الْحُسَيْنِ ـ رضى الله عنهما ـ أَنَّ صَفِيَّةَ، زَوْجَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَخْبَرَتْهُ‏.‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا هِشَامٌ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عَلِيِّ بْنِ الْحُسَيْنِ كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم فِي الْمَسْجِدِ، وَعِنْدَهُ أَزْوَاجُهُ، فَرُحْنَ، فَقَالَ لِصَفِيَّةَ بِنْتِ حُيَىٍّ ‏"‏ لاَ تَعْجَلِي حَتَّى أَنْصَرِفَ مَعَكِ ‏"‏‏.‏ وَكَانَ بَيْتُهَا فِي دَارِ أُسَامَةَ، فَخَرَجَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم مَعَهَا، فَلَقِيَهُ رَجُلاَنِ مِنَ الأَنْصَارِ، فَنَظَرَا إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ثُمَّ أَجَازَا وَقَالَ لَهُمَا النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ تَعَالَيَا، إِنَّهَا صَفِيَّةُ بِنْتُ حُيَىٍّ ‏"‏‏.‏ قَالاَ سُبْحَانَ اللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ‏.‏ قَالَ ‏"‏ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنَ الإِنْسَانِ مَجْرَى الدَّمِ، وَإِنِّي خَشِيتُ أَنْ يُلْقِيَ فِي أَنْفُسِكُمَا شَيْئًا ‏"‏‏.‏ &lt;br /&gt;12 ـ باب هَلْ يَدْرَأُ الْمُعْتَكِفُ عَنْ نَفْسِهِ       &lt;br /&gt;2078 ـ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ أَخْبَرَنِي أَخِي، عَنْ سُلَيْمَانَ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي عَتِيقٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ الْحُسَيْنِ ـ رضى الله عنهما ـ أَنَّ صَفِيَّةَ، أَخْبَرَتْهُ‏.‏ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، قَالَ سَمِعْتُ الزُّهْرِيَّ، يُخْبِرُ عَنْ عَلِيِّ بْنِ الْحُسَيْنِ، أَنَّ صَفِيَّةَ ـ رضى الله عنها ـ أَتَتِ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم وَهْوَ مُعْتَكِفٌ، فَلَمَّا رَجَعَتْ مَشَى مَعَهَا، فَأَبْصَرَهُ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ، فَلَمَّا أَبْصَرَهُ دَعَاهُ فَقَالَ ‏"‏ تَعَالَ هِيَ صَفِيَّةُ ـ وَرُبَّمَا قَالَ سُفْيَانُ هَذِهِ صَفِيَّةُ ـ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنَ ابْنِ آدَمَ مَجْرَى الدَّمِ ‏"‏‏.‏ قُلْتُ لِسُفْيَانَ أَتَتْهُ لَيْلاً قَالَ وَهَلْ هُوَ إِلاَّ لَيْلٌ &lt;br /&gt;13 ـ باب مَنْ خَرَجَ مِنَ اعْتِكَافِهِ عِنْدَ الصُّبْحِ       &lt;br /&gt;2079 ـ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنْ سُلَيْمَانَ الأَحْوَلِ، خَالِ ابْنِ أَبِي نَجِيحٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ،‏.‏ قَالَ سُفْيَانُ وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ،‏.‏ قَالَ وَأَظُنُّ أَنَّ ابْنَ أَبِي لَبِيدٍ، حَدَّثَنَا عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ اعْتَكَفْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم الْعَشْرَ الأَوْسَطَ، فَلَمَّا كَانَ صَبِيحَةَ عِشْرِينَ نَقَلْنَا مَتَاعَنَا فَأَتَانَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ مَنْ كَانَ اعْتَكَفَ فَلْيَرْجِعْ إِلَى مُعْتَكَفِهِ فَإِنِّي رَأَيْتُ هَذِهِ اللَّيْلَةَ، وَرَأَيْتُنِي أَسْجُدُ فِي مَاءٍ وَطِينٍ ‏"‏‏.‏ فَلَمَّا رَجَعَ إِلَى مُعْتَكَفِهِ، وَهَاجَتِ السَّمَاءُ، فَمُطِرْنَا فَوَالَّذِي بَعَثَهُ بِالْحَقِّ لَقَدْ هَاجَتِ السَّمَاءُ مِنْ آخِرِ ذَلِكَ الْيَوْمِ، وَكَانَ الْمَسْجِدُ عَرِيشًا، فَلَقَدْ رَأَيْتُ عَلَى أَنْفِهِ وَأَرْنَبَتِهِ أَثَرَ الْمَاءِ وَالطِّينِ‏.‏ &lt;br /&gt;14 ـ باب الاِعْتِكَافِ فِي شَوَّالٍ       &lt;br /&gt;2080 ـ حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ، أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلِ بْنِ غَزْوَانَ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ، عَنْ عَمْرَةَ بِنْتِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ عَائِشَةَ ـ رضى الله عنها ـ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَعْتَكِفُ فِي كُلِّ رَمَضَانَ، وَإِذَا صَلَّى الْغَدَاةَ دَخَلَ مَكَانَهُ الَّذِي اعْتَكَفَ فِيهِ ـ قَالَ ـ فَاسْتَأْذَنَتْهُ عَائِشَةُ أَنْ تَعْتَكِفَ فَأَذِنَ لَهَا فَضَرَبَتْ فِيهِ قُبَّةً، فَسَمِعَتْ بِهَا حَفْصَةُ، فَضَرَبَتْ قُبَّةً، وَسَمِعَتْ زَيْنَبُ بِهَا، فَضَرَبَتْ قُبَّةً أُخْرَى، فَلَمَّا انْصَرَفَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مِنَ الْغَدِ أَبْصَرَ أَرْبَعَ قِبَابٍ، فَقَالَ ‏"‏ مَا هَذَا ‏"‏‏.‏ فَأُخْبِرَ خَبَرَهُنَّ، فَقَالَ ‏"‏ مَا حَمَلَهُنَّ عَلَى هَذَا آلْبِرُّ انْزِعُوهَا فَلاَ أَرَاهَا ‏"‏‏.‏ فَنُزِعَتْ، فَلَمْ يَعْتَكِفْ فِي رَمَضَانَ حَتَّى اعْتَكَفَ فِي آخِرِ الْعَشْرِ مِنْ شَوَّالٍ‏.‏ &lt;br /&gt;15 ـ باب مَنْ لَمْ يَرَ عَلَيْهِ صَوْمًا إِذَا اعْتَكَفَ       &lt;br /&gt;2081 ـ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، عَنْ أَخِيهِ، عَنْ سُلَيْمَانَ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، عَنْ نَافِعٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ ـ رضى الله عنه ـ أَنَّهُ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي نَذَرْتُ فِي الْجَاهِلِيَّةِ أَنْ أَعْتَكِفَ لَيْلَةً فِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ‏.‏ فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ أَوْفِ نَذْرَكَ ‏"‏‏.‏ فَاعْتَكَفَ لَيْلَةً‏.‏ &lt;br /&gt;16 ـ باب إِذَا نَذَرَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ أَنْ يَعْتَكِفَ ثُمَّ أَسْلَمَ       &lt;br /&gt;2082 ـ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ، حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّ عُمَرَ ـ رضى الله عنه ـ نَذَرَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ أَنْ يَعْتَكِفَ فِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ـ قَالَ أُرَاهُ قَالَ ـ لَيْلَةً قَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ أَوْفِ بِنَذْرِكَ ‏"‏‏.‏ &lt;br /&gt;17 ـ باب الاِعْتِكَافِ فِي الْعَشْرِ الأَوْسَطِ مِنْ رَمَضَانَ       &lt;br /&gt;2083 ـ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ، عَنْ أَبِي حَصِينٍ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَعْتَكِفُ فِي كُلِّ رَمَضَانَ عَشْرَةَ أَيَّامٍ، فَلَمَّا كَانَ الْعَامُ الَّذِي قُبِضَ فِيهِ اعْتَكَفَ عِشْرِينَ يَوْمًا‏.‏ &lt;br /&gt;18 ـ باب مَنْ أَرَادَ أَنْ يَعْتَكِفَ ثُمَّ بَدَا لَهُ أَنْ يَخْرُجَ       &lt;br /&gt;2084 ـ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُقَاتِلٍ أَبُو الْحَسَنِ، أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ، أَخْبَرَنَا الأَوْزَاعِيُّ، قَالَ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ، قَالَ حَدَّثَتْنِي عَمْرَةُ بِنْتُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ عَائِشَةَ ـ رضى الله عنها ـ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ذَكَرَ أَنْ يَعْتَكِفَ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ، فَاسْتَأْذَنَتْهُ عَائِشَةُ فَأَذِنَ لَهَا، وَسَأَلَتْ حَفْصَةُ عَائِشَةَ أَنْ تَسْتَأْذِنَ لَهَا فَفَعَلَتْ فَلَمَّا رَأَتْ ذَلِكَ زَيْنَبُ ابْنَةُ جَحْشٍ أَمَرَتْ بِبِنَاءٍ فَبُنِيَ لَهَا قَالَتْ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا صَلَّى انْصَرَفَ إِلَى بِنَائِهِ فَبَصُرَ بِالأَبْنِيَةِ فَقَالَ ‏"‏ مَا هَذَا ‏"‏‏.‏ قَالُوا بِنَاءُ عَائِشَةَ وَحَفْصَةَ وَزَيْنَبَ‏.‏ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ آلْبِرَّ أَرَدْنَ بِهَذَا مَا أَنَا بِمُعْتَكِفٍ ‏"‏‏.‏ فَرَجَعَ، فَلَمَّا أَفْطَرَ اعْتَكَفَ عَشْرًا مِنْ شَوَّالٍ‏.‏ &lt;br /&gt;19 ـ باب الْمُعْتَكِفِ يُدْخِلُ رَأْسَهُ الْبَيْتَ لِلْغَسْلِ       &lt;br /&gt;2085 ـ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنَا هِشَامٌ، أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ ـ رضى الله عنها ـ أَنَّهَا كَانَتْ تُرَجِّلُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم وَهِيَ حَائِضٌ وَهْوَ مُعْتَكِفٌ فِي الْمَسْجِدِ وَهْىَ فِي حُجْرَتِهَا، يُنَاوِلُهَا رَأْسَهُ‏.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;صحيح مسلم&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;.1 باب اعْتِكَافِ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ ‏       &lt;br /&gt;. 2837 حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مِهْرَانَ الرَّازِيُّ، حَدَّثَنَا حَاتِمُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ، عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، رضى الله عنهما أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَعْتَكِفُ فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ ‏.‏ &lt;br /&gt;. 2838 وَحَدَّثَنِي أَبُو الطَّاهِرِ، أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ، أَخْبَرَنِي يُونُسُ بْنُ يَزِيدَ، أَنَّ نَافِعًا، حَدَّثَهُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، - رضى الله عنهما - أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ ‏.‏ قَالَ نَافِعٌ وَقَدْ أَرَانِي عَبْدُ اللَّهِ - رضى الله عنه - الْمَكَانَ الَّذِي كَانَ يَعْتَكِفُ فِيهِ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مِنَ الْمَسْجِدِ ‏.‏ &lt;br /&gt;. 2839 وَحَدَّثَنَا سَهْلُ بْنُ عُثْمَانَ، حَدَّثَنَا عُقْبَةُ بْنُ خَالِدٍ السَّكُونِيُّ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْقَاسِمِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، - رضى الله عنها - قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ ‏.‏ &lt;br /&gt;. 2840 حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، أَخْبَرَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، ح وَحَدَّثَنَا سَهْلُ بْنُ عُثْمَانَ، أَخْبَرَنَا حَفْصُ بْنُ غِيَاثٍ، جَمِيعًا عَنْ هِشَامٍ، ح وَحَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَأَبُو كُرَيْبٍ - وَاللَّفْظُ لَهُمَا - قَالاَ حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، - رضى الله عنها - قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ ‏.‏ &lt;br /&gt;. 2841وَحَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا لَيْثٌ، عَنْ عُقَيْلٍ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، - رضى الله عنها - أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ ‏.‏ &lt;br /&gt;. 2  باب مَتَى يَدْخُلُ مَنْ أَرَادَ الاِعْتِكَافَ فِي مُعْتَكَفِهِ ‏       &lt;br /&gt;. 2842حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، أَخْبَرَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ، عَنْ عَمْرَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، - رضى الله عنها - قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا أَرَادَ أَنْ يَعْتَكِفَ صَلَّى الْفَجْرَ ثُمَّ دَخَلَ مُعْتَكَفَهُ وَإِنَّهُ أَمَرَ بِخِبَائِهِ فَضُرِبَ أَرَادَ الاِعْتِكَافَ فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ فَأَمَرَتْ زَيْنَبُ بِخِبَائِهَا فَضُرِبَ وَأَمَرَ غَيْرُهَا مِنْ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم بِخِبَائِهِ فَضُرِبَ فَلَمَّا صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم الْفَجْرَ نَظَرَ فَإِذَا الأَخْبِيَةُ فَقَالَ ‏"‏ آلْبِرَّ تُرِدْنَ ‏"‏ ‏.‏ فَأَمَرَ بِخِبَائِهِ فَقُوِّضَ وَتَرَكَ الاِعْتِكَافَ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ حَتَّى اعْتَكَفَ فِي الْعَشْرِ الأَوَّلِ مِنْ شَوَّالٍ ‏.‏ &lt;br /&gt;. 2843وَحَدَّثَنَاهُ ابْنُ أَبِي عُمَرَ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، ح وَحَدَّثَنِي عَمْرُو بْنُ سَوَّادٍ، أَخْبَرَنَا ابْنُ، وَهْبٍ أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ، ح وَحَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ، حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، ح وَحَدَّثَنِي سَلَمَةُ بْنُ شَبِيبٍ، حَدَّثَنَا أَبُو الْمُغِيرَةِ، حَدَّثَنَا الأَوْزَاعِيُّ، ح وَحَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ، حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ سَعْدٍ، حَدَّثَنَا أَبِي، عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ، كُلُّ هَؤُلاَءِ عَنْ يَحْيَى بْنِ، سَعِيدٍ عَنْ عَمْرَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، - رضى الله عنها - عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ‏.‏ بِمَعْنَى حَدِيثِ أَبِي مُعَاوِيَةَ ‏.‏ وَفِي حَدِيثِ ابْنِ عُيَيْنَةَ وَعَمْرِو بْنِ الْحَارِثِ وَابْنِ إِسْحَاقَ ذِكْرُ عَائِشَةَ وَحَفْصَةَ وَزَيْنَبَ - رضى الله عنهن - أَنَّهُنَّ ضَرَبْنَ الأَخْبِيَةَ لِلاِعْتِكَافِ ‏.‏ &lt;br /&gt;. 3 باب الاِجْتِهَادِ فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ ‏       &lt;br /&gt;. 2844حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْحَنْظَلِيُّ، وَابْنُ أَبِي عُمَرَ، جَمِيعًا عَنِ ابْنِ عُيَيْنَةَ، - قَالَ إِسْحَاقُ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، - عَنْ أَبِي يَعْفُورٍ، عَنْ مُسْلِمِ بْنِ صُبَيْحٍ، عَنْ مَسْرُوقٍ، عَنْ عَائِشَةَ، - رضى الله عنها - قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ أَحْيَا اللَّيْلَ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ وَجَدَّ وَشَدَّ الْمِئْزَرَ ‏.‏ &lt;br /&gt;. 2845 حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، وَأَبُو كَامِلٍ الْجَحْدَرِيُّ كِلاَهُمَا عَنْ عَبْدِ الْوَاحِدِ بْنِ زِيَادٍ، - قَالَ قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ، - عَنِ الْحَسَنِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ، قَالَ سَمِعْتُ إِبْرَاهِيمَ، يَقُولُ سَمِعْتُ الأَسْوَدَ بْنَ يَزِيدَ، يَقُولُ قَالَتْ عَائِشَةُ رضى الله عنها كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَجْتَهِدُ فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مَا لاَ يَجْتَهِدُ فِي غَيْرِهِ ‏.‏ &lt;br /&gt;. 4 باب صَوْمِ عَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ ‏       &lt;br /&gt;. 2846 حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَأَبُو كُرَيْبٍ وَإِسْحَاقُ قَالَ إِسْحَاقُ أَخْبَرَنَا وَقَالَ، الآخَرَانِ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ، عَنِ الأَسْوَدِ، عَنْ عَائِشَةَ، - رضى الله عنها - قَالَتْ مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم صَائِمًا فِي الْعَشْرِ قَطُّ ‏.‏ &lt;br /&gt;. 2847 وَحَدَّثَنِي أَبُو بَكْرِ بْنُ نَافِعٍ الْعَبْدِيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ، عَنِ الأَسْوَدِ، عَنْ عَائِشَةَ، - رضى الله عنها - أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم لَمْ يَصُمِ الْعَشْرَ ‏.‏ &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sunan abu dawud&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;. 78 باب الاِعْتِكَافِ       &lt;br /&gt;. 2464 حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، عَنْ عُقَيْلٍ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى قَبَضَهُ اللَّهُ ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ ‏.‏ &lt;br /&gt;. 2465 حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ، حَدَّثَنَا حَمَّادٌ، أَخْبَرَنَا ثَابِتٌ، عَنْ أَبِي رَافِعٍ، عَنْ أُبَىِّ بْنِ كَعْبٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ فَلَمْ يَعْتَكِفْ عَامًا فَلَمَّا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ اعْتَكَفَ عِشْرِينَ لَيْلَةً ‏.‏ &lt;br /&gt;. 2466 حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، وَيَعْلَى بْنُ عُبَيْدٍ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ، عَنْ عَمْرَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا أَرَادَ أَنْ يَعْتَكِفَ صَلَّى الْفَجْرَ ثُمَّ دَخَلَ مُعْتَكَفَهُ ‏.‏ قَالَتْ وَإِنَّهُ أَرَادَ مَرَّةً أَنْ يَعْتَكِفَ فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ ‏.‏ قَالَتْ فَأَمَرَ بِبِنَائِهِ فَضُرِبَ فَلَمَّا رَأَيْتُ ذَلِكَ أَمَرْتُ بِبِنَائِي فَضُرِبَ ‏.‏ قَالَتْ وَأَمَرَ غَيْرِي مِنْ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم بِبِنَائِهِ فَضُرِبَ فَلَمَّا صَلَّى الْفَجْرَ نَظَرَ إِلَى الأَبْنِيَةِ فَقَالَ ‏"‏ مَا هَذِهِ آلْبِرَّ تُرِدْنَ ‏"‏ ‏.‏ قَالَتْ فَأَمَرَ بِبِنَائِهِ فَقُوِّضَ وَأَمَرَ أَزْوَاجُهُ بِأَبْنِيَتِهِنَّ فَقُوِّضَتْ ثُمَّ أَخَّرَ الاِعْتِكَافَ إِلَى الْعَشْرِ الأُوَلِ يَعْنِي مِنْ شَوَّالٍ ‏.‏ قَالَ أَبُو دَاوُدَ رَوَاهُ ابْنُ إِسْحَاقَ وَالأَوْزَاعِيُّ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ نَحْوَهُ وَرَوَاهُ مَالِكٌ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ قَالَ اعْتَكَفَ عِشْرِينَ مِنْ شَوَّالٍ ‏.‏ &lt;br /&gt;. 79 باب أَيْنَ يَكُونُ الاِعْتِكَافُ       &lt;br /&gt;. 2467 حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ الْمَهْرِيُّ، أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ، عَنْ يُونُسَ، أَنَّ نَافِعًا، أَخْبَرَهُ عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ ‏.‏ قَالَ نَافِعٌ وَقَدْ أَرَانِي عَبْدُ اللَّهِ الْمَكَانَ الَّذِي يَعْتَكِفُ فِيهِ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مِنَ الْمَسْجِدِ ‏.‏ &lt;br /&gt;. 2468 حَدَّثَنَا هَنَّادٌ، عَنْ أَبِي بَكْرٍ، عَنْ أَبِي حَصِينٍ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَعْتَكِفُ كُلَّ رَمَضَانَ عَشَرَةَ أَيَّامٍ فَلَمَّا كَانَ الْعَامُ الَّذِي قُبِضَ فِيهِ اعْتَكَفَ عِشْرِينَ يَوْمًا ‏.‏ &lt;br /&gt;.  80 باب الْمُعْتَكِفِ يَدْخُلُ الْبَيْتَ لِحَاجَتِهِ       &lt;br /&gt;. 2469 حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ، عَنْ مَالِكٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ، عَنْ عَمْرَةَ بِنْتِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا اعْتَكَفَ يُدْنِي إِلَىَّ رَأْسَهُ فَأُرَجِّلُهُ وَكَانَ لاَ يَدْخُلُ الْبَيْتَ إِلاَّ لِحَاجَةِ الإِنْسَانِ ‏.‏ &lt;br /&gt;. 2470 حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ، قَالاَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم نَحْوَهُ ‏.‏ قَالَ أَبُو دَاوُدَ وَكَذَلِكَ رَوَاهُ يُونُسُ عَنِ الزُّهْرِيِّ وَلَمْ يُتَابِعْ أَحَدٌ مَالِكًا عَلَى عُرْوَةَ عَنْ عَمْرَةَ وَرَوَاهُ مَعْمَرٌ وَزِيَادُ بْنُ سَعْدٍ وَغَيْرُهُمَا عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ ‏.‏ &lt;br /&gt;. 2471حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ، وَمُسَدَّدٌ، قَالاَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَكُونُ مُعْتَكِفًا فِي الْمَسْجِدِ فَيُنَاوِلُنِي رَأْسَهُ مِنْ خَلَلِ الْحُجْرَةِ فَأَغْسِلُ رَأْسَهُ ‏.‏ وَقَالَ مُسَدَّدٌ فَأُرَجِّلُهُ وَأَنَا حَائِضٌ ‏.‏ &lt;br /&gt;. 2472حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ شَبُّويَةَ الْمَرْوَزِيُّ، حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّزَّاقِ، أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ حُسَيْنٍ، عَنْ صَفِيَّةَ، قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مُعْتَكِفًا فَأَتَيْتُهُ أَزُورُهُ لَيْلاً فَحَدَّثْتُهُ ثُمَّ قُمْتُ فَانْقَلَبْتُ فَقَامَ مَعِي لِيَقْلِبَنِي - وَكَانَ مَسْكَنُهَا فِي دَارِ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ - فَمَرَّ رَجُلاَنِ مِنَ الأَنْصَارِ فَلَمَّا رَأَيَا النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم أَسْرَعَا فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ عَلَى رِسْلِكُمَا إِنَّهَا صَفِيَّةُ بِنْتُ حُيَىٍّ ‏"‏ ‏.‏ قَالاَ سُبْحَانَ اللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ ‏.‏ قَالَ ‏"‏ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنَ الإِنْسَانِ مَجْرَى الدَّمِ فَخَشِيتُ أَنْ يَقْذِفَ فِي قُلُوبِكُمَا شَيْئًا ‏"‏ ‏.‏ أَوْ قَالَ ‏"‏ شَرًّا ‏"‏ ‏.‏ &lt;br /&gt;. 2473حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ فَارِسٍ، حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ، أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، بِإِسْنَادِهِ بِهَذَا قَالَتْ حَتَّى إِذَا كَانَ عِنْدَ بَابِ الْمَسْجِدِ الَّذِي عِنْدَ بَابِ أُمِّ سَلَمَةَ مَرَّ بِهِمَا رَجُلاَنِ ‏.‏ وَسَاقَ مَعْنَاهُ ‏.‏ &lt;br /&gt;. 81باب الْمُعْتَكِفِ يَعُودُ الْمَرِيضَ       &lt;br /&gt;. 2474حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ النُّفَيْلِيُّ، وَمُحَمَّدُ بْنُ عِيسَى، قَالاَ حَدَّثَنَا عَبْدُ السَّلاَمِ بْنُ حَرْبٍ، أَخْبَرَنَا اللَّيْثُ بْنُ أَبِي سُلَيْمٍ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْقَاسِمِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، - قَالَ النُّفَيْلِيُّ - قَالَتْ كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَمُرُّ بِالْمَرِيضِ وَهُوَ مُعْتَكِفٌ فَيَمُرُّ كَمَا هُوَ وَلاَ يُعَرِّجُ يَسْأَلُ عَنْهُ ‏.‏ وَقَالَ ابْنُ عِيسَى قَالَتْ إِنْ كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَعُودُ الْمَرِيضَ وَهُوَ مُعْتَكِفٌ ‏.‏ &lt;br /&gt;. 2475حَدَّثَنَا وَهْبُ بْنُ بَقِيَّةَ، أَخْبَرَنَا خَالِدٌ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، - يَعْنِي ابْنَ إِسْحَاقَ - عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّهَا قَالَتِ السُّنَّةُ عَلَى الْمُعْتَكِفِ أَنْ لاَ يَعُودَ مَرِيضًا وَلاَ يَشْهَدَ جَنَازَةً وَلاَ يَمَسَّ امْرَأَةً وَلاَ يُبَاشِرَهَا وَلاَ يَخْرُجَ لِحَاجَةٍ إِلاَّ لِمَا لاَ بُدَّ مِنْهُ وَلاَ اعْتِكَافَ إِلاَّ بِصَوْمٍ وَلاَ اعْتِكَافَ إِلاَّ فِي مَسْجِدٍ جَامِعٍ ‏.‏ قَالَ أَبُو دَاوُدَ غَيْرُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ إِسْحَاقَ لاَ يَقُولُ فِيهِ قَالَتِ السُّنَّةُ ‏.‏ قَالَ أَبُو دَاوُدَ جَعَلَهُ قَوْلَ عَائِشَةَ ‏.‏ &lt;br /&gt;. 2476حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بُدَيْلٍ، عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّ عُمَرَ، - رضى الله عنه - جَعَلَ عَلَيْهِ أَنْ يَعْتَكِفَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ لَيْلَةً أَوْ يَوْمًا عِنْدَ الْكَعْبَةِ فَسَأَلَ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ ‏"‏ اعْتَكِفْ وَصُمْ ‏"‏ ‏.‏ &lt;br /&gt;. 2477حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنْ أَبَانَ بْنِ صَالِحٍ الْقُرَشِيِّ، حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ مُحَمَّدٍ، - يَعْنِي الْعَنْقَزِيَّ - عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُدَيْلٍ، بِإِسْنَادِهِ نَحْوَهُ قَالَ فَبَيْنَمَا هُوَ مُعْتَكِفٌ إِذْ كَبَّرَ النَّاسُ فَقَالَ مَا هَذَا يَا عَبْدَ اللَّهِ قَالَ سَبْىُ هَوَازِنَ أَعْتَقَهُمُ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم قَالَ وَتِلْكَ الْجَارِيَةُ ‏.‏ فَأَرْسَلَهَا مَعَهُمْ ‏.‏ &lt;br /&gt;. 82 باب فِي الْمُسْتَحَاضَةِ تَعْتَكِفُ       &lt;br /&gt;. 2478حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عِيسَى، وَقُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، قَالاَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ، عَنْ خَالِدٍ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، - رضى الله عنها - قَالَتِ اعْتَكَفَتْ مَعَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم امْرَأَةٌ مِنْ أَزْوَاجِهِ فَكَانَتْ تَرَى الصُّفْرَةَ وَالْحُمْرَةَ فَرُبَّمَا وَضَعْنَا الطَّسْتَ تَحْتَهَا وَهِيَ تُصَلِّي&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317481914361608568-3697888824716995740?l=quranpetunjukjalan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/feeds/3697888824716995740/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317481914361608568&amp;postID=3697888824716995740' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/3697888824716995740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/3697888824716995740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/09/blog-post.html' title='Kumpulan hadits I&apos;tikaf Imam Bukhari, Muslim dan Abu Daud'/><author><name>Agus LukmanulHakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10627197443125453665</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SKOqsf3BeyI/AAAAAAAAABg/0LC80uEzNyQ/s1600-R/pspoto.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568.post-4480206892541240033</id><published>2008-09-10T07:36:00.000-07:00</published><updated>2008-09-10T08:18:34.492-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramadhan'/><title type='text'>Madrasah pencetak al-muttaqien</title><content type='html'>Goal Madrasah tarbiyah ramadhan adalah taqwa. Ketika ungkapan taqwa di sebutkan dan dianjurkan untuk mengejarnya, sejak awal banyak yang surut karena terbayang beban yang harus dipikul, rintangan yang harus dilalui, syarat yang harus ditunaikan dan yang harus-yang harus lainnya. Itulah dorongan nafsu yang cenderung ladzatiyah (hedonis) dibanding rabbaniyah.&lt;br /&gt;Al-Qur’an menangkap gejala ini, kemudian jiwa manusia di sentuh dan dihibur dengan keledzatan berupa kebahagian yang begitu menggoda,  surat Yunus:&lt;br /&gt;ألا إن أولياء الله لا خوف عليهم ولا هم يحزنون  (62 &lt;br /&gt;الذين آمنوا وكانوا يتقون  (63&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;62. Ingatlah, Sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada ketakutan terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.&lt;br /&gt;63. (yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah! Taqwanya di taruh setelahnya, awalnya kebahagian yang sangat mempesona!! Akan hilang rasa takutnya kepada selain Allah dan hilang rasa sedihnya. &lt;br /&gt;Seseorang yang hilang rasa takutnya adalah pemberani sejati. Seberani-beraninya jagoan masih terselip rasa takutnya, tapi orang yang bertaqwa takutnya tak tersisa sama sekali. &lt;br /&gt;Kemudian ia begitu bahagia karena tak ada hal yang sanggup membuatnya bersedih. Seluruh manusia mengerahkan daya upayanya untuk mencari dan meraih kebahagiaan, sedangkan ia, kebahagiaan senantiasa lekat bersamanya. Makhluk apa yang bisa menghentikan manusia seperti ini? Mental pemenang yang selalu langka disetiap percaturan zaman. Semoga makhluk langka itu adalah kita. Madrasah tarbiyah ramadhan membantu kita melenyapkan rasa takut kepada apapun selain Allah dan rasa sedih yang memalsukan kebathilan seolah kebenaran. Allahuma amien ya Rabbal ’alamin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317481914361608568-4480206892541240033?l=quranpetunjukjalan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/feeds/4480206892541240033/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317481914361608568&amp;postID=4480206892541240033' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/4480206892541240033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/4480206892541240033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/09/madrasah-pencetak-al-muttaqien.html' title='Madrasah pencetak al-muttaqien'/><author><name>Agus LukmanulHakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10627197443125453665</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SKOqsf3BeyI/AAAAAAAAABg/0LC80uEzNyQ/s1600-R/pspoto.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568.post-4363122271323372969</id><published>2008-09-08T18:08:00.000-07:00</published><updated>2008-09-08T19:52:23.405-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mafahim'/><title type='text'>Rukun khutbah hari raya</title><content type='html'>&lt;em&gt; &lt;/em&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari segi rukun, tidak ada perbedaan antara khutbah hari raya dengan khutbah jumat. Rukun khutbah Jumat ada lima, yaitu: mengucap hamdalah, bershalawat kepada nabi Muhammad SAW, menyampaikan pesan atau wasiat, membaca ayat Al-Quran dan berdoa mohon ampunan umat umat Islam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun dari segi syarat, harus diakui bahwa khutbah dua hari raya memang agak berbeda ketentuannya dengan khutbah Jumat. Kalau dilihat dari syaratnya, khutbahdua hari rayamemang lebih ringan dan lebih mudah dibandingkan khutbah Jumat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Para ulama telah menuliskan beberapa perbedaankedua jenis khutbah itudi dalam banyak kitab fiqih. Antara lain yang kita kutip dari kitab &lt;em&gt;Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu&lt;/em&gt; jilid 2 halaman 1403 karya Dr. Wahbah Az-Zuhaili.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berikut petikannya:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Khutbah Jumat dilakukan sebelum shalat Jumat dilaksanakan, sedangkan khutbah dua hari raya dilakukan setelah shalat. Dalilnya adalah sebagai berikut:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Dari Ibnu Umar ra berkata, “Sesungguhnya nabi SAW, Abu Bakar, Umar dan Utsman (ridhwanullahi ‘alaihim) melakukan shalat ‘Ied sebelum berkhutbah. &lt;/em&gt;(HR Bukhari dan Muslim)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bahkan jumhur ulama selain Al-Hanafiyah mengatakan bila khutbah dilakukan terlebih dahulu dari shalatnya, maka hukumnya tidak sah. Dalam kasus itu, disunnahkan untuk mengulangi khutbah setelah shalat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Sunnah di dalam khutbah dua hari raya adalah memulai dengan takbir, sedangkanpada shalat jumat, khutbah dibuka dengan ucapan &lt;em&gt;hamdalah&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut jumhur ulama, pada khutbah yang pertama, disunnahkan untuk mengucapkan takbir 9 kali berturut-turut dan pada khutbah yang kedua sebanyak 7 kali berturut-turut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalilnya adalah hadits berikut ini:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Dari Said bin Mansur bin Ubaidillah bin ‘Atabah berkata, “Imam bertakbir 9 kali pada dua hari raya sebelum berkhutbah dan 7 kali pada khutbah yang kedua.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sedangkanshalat Jumat tidak didahului dengan takbir melainkan dengan mengucapkan &lt;em&gt;hamdalah&lt;/em&gt;. Dan mengucapkan &lt;em&gt;hamdalah&lt;/em&gt; termasuk rukun yang bila ditinggalkan, khutbah jumat menjadi tidak sah menurut Asy-Syafi’iyah dan Al-Hanabilah. Namun &lt;em&gt;hamdalah &lt;/em&gt;hukumnya sunnah menurut Al-Hanafiyah serta mandub menurut Al-Malikiyah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Di dalam khutbah dua hari raya, disunnahkan juga buat jamaah yang hadir untuk ikut bertakbir saat khatib membuka khutbahnya dengan takbir, meski dilakukan cukup secara perlahan (&lt;em&gt;sirr&lt;/em&gt;).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sedangkan di dalam khutbah jumat, haram hukumnya berbicara apapun meksi untuk berzikir. Dan hal ini telah disepakati oleh jumhur ulama.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4. Di dalam khutbah dua hari raya, khatib tidak disunnahkan untuk duduk begitu naik ke atas mimbar. Khatib langsung mulai khutbahnya tanpa ada sunnah untuk duduk sebentar seperti pada khutbah jumat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagaimana kita ketahui bahwa di dalam khutbah jumat, begitu khatib naik mimbar dan mengucapkan salam kepada jamaah, disunnahkan untuk duduk sebentar dan muadzdzir mengumandangkan adzan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sedangkan khutbah dua hari raya, begitu naik mimbar, maka langsung saja membacakan khutbah, tidak ada sunnah untuk duduk sebentar seperti dalam khutbah Jumat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;5. Dalam menyampaikan khutbah dua hari raya, tidak ada syarat bagi khatib untuk suci dari hadats seperti dalam khutbah Jumat, sehingga dibolehkan menyampaikan khutbah meski tidak dalam keadaan suci.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sehingga misalnya khatib sedang khutbah dua hari raya, lalu karena satu dan lain hal, tiba-tiba wudhu’-nya batal, maka dia boleh meneruskan khutbahnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berbeda dengan khutbah Jumat, bila khatib batal wudhu’-nya karena satu dan lain hal, maka dia harus berwudhu’ lagi. Karena syarat sah khutbah Jumat adalah suci dari hadats kecil (dan besar tentunya).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berwudhu’ atau suci dari hadats khutbah dua hari raya hukumnya sunnah, bukan wajib atau syarat sah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;6. Tidak disyaratkan bagi khatib dalam khutbah dua hari raya untuk berdiri. Dia boleh melakukannya sambil duduk. Namun tetap disunnahkan untuk berdiri, meski bukan rukun atau syarat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sedangkan dalam khutbah Jumat, khatib harus berdiri ketika menyampaikan khutbahnya, karena berdiri termasuk rukun khutbah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;7. Khutbah dua hari raya tidak disyaratkan terdiri dari dua khutbah. Sedangkan khutbah jumat diharuskan terdiri dari dua khutbah. Namun jumhur ulama tetap mengatakan bahwa meski tidak disyaratkan, namun hukumnya tetap sunnah untuk menjadikan khutbah dua hari raya terdiri dari 2 khutbah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;8. Juga tidak disyaratkan untuk duduk sejenak di antara dua khutbah. Hukumnya bukan rukun atau kewajiban, namun hukumnya adalah sunnah untuk duduk di antara dua khutbah seperti layaknya khutbah Jumat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sedangkan di dalam khutbah Jumat, duduk di antara dua khutbah diharuskan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Hukum Mengikuti Khutbah Dua Hari Raya&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun pada hakikatnya, menurut para ulama, hukum untuk mengikui khutbah dua hari raya sebenarnya bukan rukun dan juga bukan kewajiban. Melainkah hukumnya sunnah. Sehingga bila ada jamaah yang selesai shalat langsung pulang dan tidak hadir mendengarkan khutbah, sesungguhnya shalatnya sudah sah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun demikian, tetap disunnahkan untuk hadits mendengarkan khutbah dua hari raya, karena pasti akan sangat berguna dan itulah yang dilakukan oleh para shahabat nabi &lt;em&gt;ridhwanullahi ‘alaihim&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalilnya adalah sabda nabi Muhammad SAW berikut ini:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Dari Atha’ bin Abdillah bin As-Saib berkata, “Aku hadits bersama nabi SAW pada shalat hari raya, ketika shalat selesai beliau SAW bersabda, “Kami akan berkhutbah, bagi yang ingin mendengarkan, silahkan mendengarkan. Namun bagi yang ingin pergi, silahkan pergi&lt;/em&gt;. (HR Ibnu Majah dengan isnad yang tsiqah)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hadits ini selain diriwayatkan oleh Ibnu Majah, juga diriwayatkan oleh Abu Daud dan An-Nasa’i. Namun beliau mengatakan bahwa hadits ini mursal. Silahkan periksa di dalam kitab Nailul Authar jilid 3 halaman 305.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun keberadaan khutbah dua hari raya itu sendiri tetap harus ada. Karena yang namanya shalat dua hari raya memang harus dengan khutbah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh, &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Ahmad Sarwat, Lc&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317481914361608568-4363122271323372969?l=quranpetunjukjalan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/feeds/4363122271323372969/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317481914361608568&amp;postID=4363122271323372969' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/4363122271323372969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/4363122271323372969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/09/rukun-khutbah-hari-raya.html' title='Rukun khutbah hari raya'/><author><name>Agus LukmanulHakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10627197443125453665</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SKOqsf3BeyI/AAAAAAAAABg/0LC80uEzNyQ/s1600-R/pspoto.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568.post-2208027386229162107</id><published>2008-09-07T23:28:00.000-07:00</published><updated>2008-09-07T23:42:16.651-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dunia Islam'/><title type='text'>RAHASIA PENAKLUKAN KONSTANTINOPEL</title><content type='html'>&lt;table class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="contentheading" width="100%"&gt;&lt;a class="contentpagetitle" href="http://www.blogger.com/sirah-nabawiyah/40-sirah-nabawiyah/100-syamsul"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;&lt;a title="PDF" onclick="window.open(this.href,'win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=640,height=480,directories=no,location=no'); return false;" href="http://www.blogger.com/sirah-nabawiyah/40-sirah-nabawiyah/100-syamsul?format=pdf" rel="nofollow"&gt;&lt;img alt="PDF" src="http://www.blogger.com/images/M_images/pdf_button.png" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/td&gt; &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;&lt;a title="Print" onclick="window.open(this.href,'win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=640,height=480,directories=no,location=no'); return false;" href="http://www.blogger.com/sirah-nabawiyah/40-sirah-nabawiyah/100-syamsul?tmpl=component&amp;amp;print=1&amp;amp;page="&gt;&lt;img alt="Print" src="http://www.blogger.com/images/M_images/printButton.png" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/td&gt; &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;&lt;a title="E-mail" onclick="window.open(this.href,'win2','width=400,height=300,menubar=yes,resizable=yes'); return false;" href="http://www.blogger.com/component/mailto/?tmpl=component&amp;amp;link=aHR0cDovL3d3dy5nZW5lcmFzaW11c2xpbS5jb20vc2lyYWgtbmFiYXdpeWFoLzEwMC1zeWFtc3Vs"&gt;&lt;img alt="E-mail" src="http://www.blogger.com/images/M_images/emailButton.png" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;table class="contentpaneopen"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr align="justify"&gt; &lt;td colspan="2" valign="top" width="70%"&gt;&lt;span class="small"  style="font-size:85%;"&gt;Written by &lt;a href="http://www.generasimuslim.com/sirah-nabawiyah/40-sirah-nabawiyah/100-syamsul"&gt;Azis &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://www.generasimuslim.com/sirah-nabawiyah/40-sirah-nabawiyah/100-syamsul"&gt; &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr align="justify"&gt; &lt;td class="createdate" colspan="2" valign="top"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Saturday, 06 September 2008 22:48  &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr align="justify"&gt; &lt;td colspan="2" valign="top"&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menembus Eropa&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Setiap pahlawan Islam selalu bercita-cita untuk menjadi orang yang dimaksud  Rasulullah saw&lt;br /&gt;dalam haditsnya sebagai panglima yang terbaik dan tentaranya  tentara yang terbaik&lt;br /&gt;dan membebaskan Konstantinopel agar terbebas dari kekuasaan  Romawi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sudah sejak Rasulullah saw masih hidup, beliau sudah berupaya menjadikan  penguasa&lt;br /&gt;di Konstatinopel menjadi muslim. Selembar surat ajakan masuk Islam dari  nabi saw&lt;br /&gt;telah diterima Kaisar Heraklius di kota ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dari Muhammad utusan Allah kepada Heraklius raja Romawi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bismillahirrahmanirrahim, salamun ‘ala manittaba’al-huda, Amma ba’du,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dikabarkan bahwa saat menerima surat ajakan masuk Islam itu, Kaisar Heraklius&lt;br /&gt;cukup menghormati dan membalas dengan mengirim hadiah penghormatan&lt;br /&gt;. Namun dia  mengakui bahwa dirinya belum siap untuk memeluk Islam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Di masa shahabat, tepatnya di masa pemerintahan khalifah Umar radhiyallahu  ‘anhu,&lt;br /&gt;Khalid bin Walid dikirim sebagai panglima perang menghadapi pasukan  Romawi.&lt;br /&gt;Khalid memang mampu membebaskan sebagian wilayah Romawi dan menguasai&lt;br /&gt;Damaskus serta Palestina (Al-Quds). Tapi tetap saja ibukota Romawi Timur&lt;br /&gt;saat  itu, Konstantinopel, masih belum tersentuh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi, pahlawan yang merebut Al-Quds sekalipun,&lt;br /&gt;ternyata masih belum mampu membebaskan Konstantinopel. Padahal&lt;br /&gt;beliau pernah  mengalahkan serangan tentara gabungan dari Eropa pimpinan&lt;br /&gt;Richard The Lion Heart  dalam perang Salib. Ternyata membebaskan kota&lt;br /&gt;warisan Kaisar Heraklius bukan  perkara sederhana. Dibutuhkan kecerdasan,&lt;br /&gt;keuletan dan tentunya, kekuatan yang  mumpuni untuk pekerjaan sebesar itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dan ternyata Sultan Muhammad Al-Fatih orangnya. Beliau adalah sosok yang&lt;br /&gt;telah ditunggu umat Islam sepanjang sejarah menunggu-nunggu realisasi&lt;br /&gt;hadits  syarif Muhammad saw.&lt;br /&gt;Tetapi Sultan Muhammad Al-Fatih tidak pernah menyerah. Sejarah mencatat&lt;br /&gt;beliau telah memerintahkan para ahli dan insinyurnya untuk membuat&lt;br /&gt;sebuah  senjata terdahsyat, yaitu sebuah meriam raksasa. Suaranya saja mampu&lt;br /&gt;menggetarkan nyali lawan dan berpeluru logam baja. Meriam ini mampu menembak&lt;br /&gt;dari jarak jauh serta meluluh-lantakkan benteng Bosporus.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;!-- [if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_13" spid="_x0000_i1026" type="#_x0000_t75" style="'width:451.5pt;height:187.5pt;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\Users\KEPALA~1\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image003.png" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif] --&gt;&lt;!-- [if !vml] --&gt;&lt;img style="width: 436px; height: 250px;" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/7/72/Muhammeds_Gun.jpg/800px-Muhammeds_Gun.jpg" border="0" /&gt;&lt;!-- [endif] --&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Inilah barangkali meriam terbesar yang pernah dibuat manusia. Sebelumnya dari  sejarah&lt;br /&gt;para penakluk, belum pernah ada tentara manapun yang punya meriam  raksasa sebesar ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Pribadi Shalih&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dari sisi keshalihannya, Muhammad Al-Fatih disebutkan tidak pernah  meninggalkan&lt;br /&gt;tahajud dan shalat rawatib sejak baligh hingga saat wafat. Dan  kedekatannya kepada&lt;br /&gt;Allah swt ditularkan kepada tentaranya. Tentara Sultan  Muhammad Al-Fatih tidak&lt;br /&gt;pernah meninggalkan solat wajib sejak baligh. Dan  separuh dari mereka tidak&lt;br /&gt;pernah meninggalkan solat tahajud sejak baligh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Itulah barangkali kunci utama keberhasilan beliau dan tentaranya dalam  menaklukkan&lt;br /&gt;kota yang dijanjikan nabi saw. Rupanya kekuatan beliau bukan  terletak pada kekuatan&lt;br /&gt;pisik, tapi dari sisi kedekatan kepada Allah, nyata bahwa  beliau dan tentaranya sangat&lt;br /&gt;menjaga hubungan kedekatan, lewat shalat wajib,  tahajjud dan sunnah rawatib lainnya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menerima Jabatan Khalifah Sejak Belia&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="insertedphoto"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;img class="alignleft" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/c6/Gentile_Bellini_003.jpg/150px-Gentile_Bellini_003.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Usia beliau masih sangat muda, boleh dibilang masih kanak-kanak&lt;br /&gt;tatkala ayahandanya, Sultan Murad II, pensiun dini dari mengurus khilafah. Sang  Ayah&lt;br /&gt;berniat untuk beruzlah di tempat yang sepi dari keramaian politik. Roda  kepemim&lt;br /&gt;pinan diserahkan kepada puteranya, Muhammad, yang sebenarnya saat itu  masih belum&lt;br /&gt;cukup umur. Mengingat saat itu wilayah Islam sudah membentang luas  dari Maroko&lt;br /&gt;sampai Marouke.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Namun kebeliaannya tidak membuat prestasinya berkurang. Justru sejarah  mencatat&lt;br /&gt;bahwa di masa kepemimpinan beliau, silsilah khilafah Bani Utsmani  mencapai kejayaan terbesarnya, yaitu menaklukkan benua Eropa sebagaimana yang  dijanjikan sebelumnya&lt;br /&gt;oleh Rasulullah saw.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kecakapan Muhammad cukup masuk akal, mengingat sejak kecil beliau telah  mendapat&lt;br /&gt;kan berbagai macam pembinaan diri dan pendalaman ilmu-ilmu agama. Sang  Ayah&lt;br /&gt;memang secara khusus meminta kepada para ulama untuk mendidiknya, karena  nantinya&lt;br /&gt;akan menjadi khalifah tertinggi. Mulai dari bahasa Arab, tafsir,  hadits, fiqih sampai ke&lt;br /&gt;ilmu sistem pengaturan negara, telah beliau lahap sejak  usia diri. Bahkan termasuk&lt;br /&gt;ilmu strategi perang dan militer adalah makanan  sehari-hari.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Siapa Yang Jadi Khalifah?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sultan Murad II berhenti dari jabatannya di tengah begitu banyak problem,&lt;br /&gt;baik internal maupun eksternal. Sementara khilafah sedang menghadapi serangan&lt;br /&gt;bertubi-tubi dari tentara kerajaan Romawi Timur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;!-- [if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_10" spid="_x0000_s1027" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;margin-left:1.5pt;margin-top:2.8pt;" wrapcoords="-288 0 -288 21495 21600 21495 21600 0 -288 0"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\Users\KEPALA~1\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image005.png" title=""&gt;  &lt;w:wrap type="tight"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif] --&gt;&lt;!-- [if !vml] --&gt;&lt;!-- [endif] --&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sebagai  khalifah yang masih sangat belia, Muhammad Al-Fatih kemudian ber&lt;br /&gt;inisiatif untuk  mengirim utusan kepada ayahandanya dengan membawa pesan.&lt;br /&gt;Isinya cukup unik untuk  mengajak sang ayahanda tidak berdiam diri meng&lt;br /&gt;hadapi masalah negara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“Siapakah yang saat ini menjadi khalifah: saya atau ayah? Kalau saya yang  menjadi&lt;br /&gt;khalifah, maka sebagai khalifah, saya perintahkan ayahanda untuk datang  kemari ikut&lt;br /&gt;membela negara. Tapi kalau ayahanda yang menjadi khalifah, maka  seharusnya&lt;br /&gt;seorang khalifah berada di tengah rakyatnya dalam situasi seperti  ini”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sang Penakluk atau Sang Pembebas?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;!-- [if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_4" spid="_x0000_s1026" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;margin-left:1.5pt;margin-top:-.05pt;" wrapcoords="-149 0 -149 21467 21600 21467 21600 0 -149 0"&gt;  &lt;v:imagedata src="http://en.wikipedia.org/wiki/Image:Gentile_Bellini_003.jpg" title="" cropbottom="7864f"&gt;  &lt;w:wrap type="tight"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif] --&gt;&lt;!-- [if !vml] --&gt;&lt;!-- [endif] --&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Karena  prestasinya menaklukkan Konstantinopel, Muhammad kemudian mendapat&lt;br /&gt;gelar  “Al-Fatih”. Artinya sang pembebas. Barangkali karena para pelaku sejarah&lt;br /&gt;sebelumnya tidak pernah berhasil melakukannya, meski telah dijanjikan nabi  saw.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Namun orang barat menyebutkan The Conqueror, Sang Penakluk. Ada kesan&lt;br /&gt;bila  menggunakan kata “Sang Penakluk” bahwa beliau seolah-olah penguasa yang&lt;br /&gt;keras  dan kejam. Padahal gelar yang sebenarnya dalam bahasa arab adalah Al-Fatih.&lt;br /&gt;Berasal dari kata: fataha - yaftahu. Artinya membuka atau membebaskan. Kata ini&lt;br /&gt;terkesan lebih santun dan lebih beradab. Karena pada hakikatnya, yang beliau  lakukan&lt;br /&gt;bukan sekedar penaklukan, melainkan pembebasan menuju kepada iman dan  Islam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Beliau merupakan seseorang yang sangat ahli dalam berperang dan pandai  berkuda.&lt;br /&gt;Ada yang mengatakan bahwa sebagian hidupnya dihabiskan di atas  kudanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Yang lebih menarik, meski beliau punya kedudukan tertinggi dalam struktur  pemerintahan,&lt;br /&gt;namun karena keahlian beliau dalam ilmu strategi perang, hampir  seluruh perjalanan&lt;br /&gt;jihad tentaranya ia pimpin secara langsung. Bahkan ia tetap  berangkat berjihad kendati&lt;br /&gt;sedang menderita suatu penyakit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tata Negara dan Administrasi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Selain sebagai ahli perang dan punya peran besar dalam hal perluasan wilayah  Islam,&lt;br /&gt;beliau juga ahli di bidang penataan negara, baik secara pisik maupun  dalam birokrasi&lt;br /&gt;dan hukum. Kehebatan beliau dalam menata negerinya menjadi  negeri yang sangat maju&lt;br /&gt;diakui oleh banyak ilmuwan. Bahkan secara serius belaiu  banyak melakukan perbaikan&lt;br /&gt;dalam hal perekonomian, pendidikan dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Beliau juga merupakan orang pertama yang memperkenalkan istilah Politik dalam  Bahasa&lt;br /&gt;Arab (Siyasah). [http://en.wikipedia.org/wiki/Mehmed_II]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dalam kepemimpinannya, Istambul dalam waktu singkat sudah menjadi pusat  pemerin&lt;br /&gt;tahan yang sangat indah dan maju di samping sebagai bandar ekonomi yang  sukses.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Beliau juga dikenal sebagai pakar dalam bidang ketentaraan, sains,  matematika.&lt;br /&gt;Beliau memenguasai 6 bahasa sejak berumur 21 tahun. Seorang pemimpin  yang hebat&lt;br /&gt;namun tawadhu’.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mendidik Tentara Satu hal yang jarang diingat orang adalah proses pembentukan  pasukan&lt;br /&gt;yang sangat profesional. Pembibitan dilakukan sejak calon prajurit masih  kecil. Ada&lt;br /&gt;team khusus yang disebarkan ke seluruh wilayah Turki dan sekitarnya  seperti Balkan&lt;br /&gt;dan Eropa Timur untuk mencari anak-anak yang paling pandai  IQ-nya, paling rajin&lt;br /&gt;ibadahnya dan paling kuat pisiknya. Lalu ditawarka kepada  kedua orang tuanya&lt;br /&gt;sebuah kontrak jangka panjang untuk ikut dalam tarbiyah  (pembinaan) sejak dini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bila kontrak ini ditandatangani dan anaknya memang berminat, maka seluruh&lt;br /&gt;kebutuhan hidupnya langsung ditanggung negara. Anak itu kemudian mulai&lt;br /&gt;mendapat  bimbingan agama, ilmu pengetahuan dan militer sejak kecil. Mereka&lt;br /&gt;sejak awal  sudah dipilih dan diseleksi serta dipersiapkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Maka tidak heran kalau tentara Muhammad Al-Fatih adalah tentara yang paling&lt;br /&gt;rajin shalat, bukan hanya 5 waktu, tetapi juga shalat-shalat sunnah. Sementara&lt;br /&gt;dari sisi kecerdasan, mereka memang sudah memilikinya sejak lahir, sehingga&lt;br /&gt;penambahan ilmu dan sains menjadi perkara mudah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Konstantinopel Menjadi Istanbul&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Setelah ditaklukan nama Konstatinopel diubah menjadi Islambul yang berarti&lt;br /&gt;“Kota Islam”, tapi kemudian penyebutan ini bergeser menjadi Istambul seperti&lt;br /&gt;yang biasa kita dengar sekarang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sejak saat itu ibu kota khilafah Bani Utstmani beralih ke kota ini dan  menjadi&lt;br /&gt;pusat peradaban Islam dan dunia selama beberapa abad. Sebab kota ini  kemudian&lt;br /&gt;dibangun dengan segala bentuk keindahannya, percampuran antara seni  Eropa Timur&lt;br /&gt;dan Arab.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="insertedphoto"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;img class="alignleft" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/4a/Aya_sofya.jpg/180px-Aya_sofya.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gereja dan tempat ibadah non muslim dibiarkan tetap berdiri,&lt;br /&gt;tidak diutak-atik sedikit pun. Sementara khalifah membangun gedung dengan  arsitektur&lt;br /&gt;yang tidak kalah cantiknya dengan gedung-gedung sebelumnya. Sepintas  kalau kita&lt;br /&gt;lihat gedung peninggalan peradaban masehi sama saja dengan bangunan  masjid.&lt;br /&gt;Tetapi ternyata tetap ada perbedaan mendasar. Selain masalah salib yang  menjadi&lt;br /&gt;ciri gereja, bangunan dari peradaban Islam punya dominasi lingkaran dan  setengah lingkaran.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kejayaannya dalam menaklukkan Konstantinopel menyebabkan bayak kawan dan&lt;br /&gt;lawan kagum dengan kepimpinannya serta taktik strategi peperangannya yang&lt;br /&gt;dikatakan mendahului zamannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ia jugalah yang mengganti nama Konstantinopel menjadi Islambol (Islam  keseluruhannya).&lt;br /&gt;Kini nama tersebut telah diganti oleh Mustafa Kemal Ataturk  menjadi Istanbul.&lt;br /&gt;Untuk memperingati jasanya, Masjid Al-Fatih telah dibangun di  sebelah makamnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317481914361608568-2208027386229162107?l=quranpetunjukjalan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/feeds/2208027386229162107/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317481914361608568&amp;postID=2208027386229162107' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/2208027386229162107'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/2208027386229162107'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/09/rahasia-penaklukan-konstantinopel.html' title='RAHASIA PENAKLUKAN KONSTANTINOPEL'/><author><name>Agus LukmanulHakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10627197443125453665</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SKOqsf3BeyI/AAAAAAAAABg/0LC80uEzNyQ/s1600-R/pspoto.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568.post-9127467633386941277</id><published>2008-09-07T23:17:00.000-07:00</published><updated>2008-09-07T23:19:12.140-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dunia Islam'/><title type='text'>Laporan Ungkap Pelanggaran HAM Tahanan Anak oleh Israel</title><content type='html'>&lt;table class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="contentheading" width="100%"&gt; &lt;/td&gt; &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;&lt;a title="PDF" onclick="window.open(this.href,'win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=640,height=480,directories=no,location=no'); return false;" href="/dunia-islam/37-dunia-islam/80-laporan-ungkap-pelanggaran-ham-tahanan-anak-oleh-israel?format=pdf" rel="nofollow"&gt;&lt;img alt="PDF" src="/images/M_images/pdf_button.png" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/td&gt; &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;&lt;a title="Print" onclick="window.open(this.href,'win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=640,height=480,directories=no,location=no'); return false;" href="/dunia-islam/37-dunia-islam/80-laporan-ungkap-pelanggaran-ham-tahanan-anak-oleh-israel?tmpl=component&amp;amp;print=1&amp;amp;page="&gt;&lt;img alt="Print" src="/images/M_images/printButton.png" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/td&gt; &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;&lt;a title="E-mail" onclick="window.open(this.href,'win2','width=400,height=300,menubar=yes,resizable=yes'); return false;" href="/component/mailto/?tmpl=component&amp;amp;link=aHR0cDovL3d3dy5nZW5lcmFzaW11c2xpbS5jb20vZHVuaWEtaXNsYW0vODAtbGFwb3Jhbi11bmdrYXAtcGVsYW5nZ2FyYW4taGFtLXRhaGFuYW4tYW5hay1vbGVoLWlzcmFlbA%3D%3D"&gt;&lt;img alt="E-mail" src="/images/M_images/emailButton.png" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;table class="contentpaneopen"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td colspan="2" valign="top" width="70%"&gt;&lt;span class="small"&gt;Written by &lt;a href="http://www.generasimuslim.com/dunia-islam/37-dunia-islam/80-laporan-ungkap-pelanggaran-ham-tahanan-anak-oleh-israel"&gt;generasi muslim.com Administrator  &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td class="createdate" colspan="2" valign="top"&gt;Tuesday, 05 August 2008 11:21  &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td colspan="2" valign="top"&gt;&lt;img alt="anak bawa botol" src="http://www.infopalestina.com/ms/DataFiles%5CCache%5CTempImgs%5C2008%5C2%5Canakbawabotol_85_75.jpg" align="left" border="0" height="75" hspace="8" vspace="3" width="85" /&gt;Al-Quds - Infopalestina: Pusat Studi  Tahanan dan HAM kemarin Ahad (3/8) menegaskan, sebuah laporan yang keluar dari  Komite Pengacara di Israel bahwa serdadu Israel melakukan pelanggaran HAM berat  terhadap anak-anak Palestina yang berada di penjara. Israel itu bahkan menyiksa  dan memberikan hukuman yang berlebihan dari kemampuan seorang anak di bawah  usia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komite Pengacara Israel di bidang penahanan ini mengakui adanya  pelanggaran dan tindakan kekerasan yang dilakukan sipir penjara Israel terhadap  anak di bawah usia. Disamping itu mereka juga melakukan pelanggaran terhadap hak  anak-anak Palestina dan hilangnya sarana-sarana yang membantu mengatasi masalah  mereka. Bahkan mereka terancam tidak bisa direhabilitasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi di  penjara Uvik untuk di bawah usia di wilayah Sharon misalnya sipir Israel  mengikat dan memaksa anak-anak Palestina yang ditahan untuk tidur berjam-jam di  lantai dan dipukuli dengan gagang senapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Fuad Khufasy,  direktur Pusat Tahanan menegaskan bahwa Israel sejak Intifadhah Al-Aqsha  menangkap sekitar 6000 anak-anak Palestina. Selama dalam tahanan, bocah-bocah  itu mengalami pelecehan seksual, ancaman, pemerkosaan, disamping berbagai  siksaan dan penghinaan. Berbagai kekerasan itu sudah mereka alami sejak mereka  ditangkap dari rumah mereka, di perjalanan hingga di penjara tempat mereka  mendekam. (bn-bsyr)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317481914361608568-9127467633386941277?l=quranpetunjukjalan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/feeds/9127467633386941277/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317481914361608568&amp;postID=9127467633386941277' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/9127467633386941277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/9127467633386941277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/09/laporan-ungkap-pelanggaran-ham-tahanan.html' title='Laporan Ungkap Pelanggaran HAM Tahanan Anak oleh Israel'/><author><name>Agus LukmanulHakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10627197443125453665</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SKOqsf3BeyI/AAAAAAAAABg/0LC80uEzNyQ/s1600-R/pspoto.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568.post-3148298699720243694</id><published>2008-09-07T23:10:00.000-07:00</published><updated>2008-09-07T23:22:25.516-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dunia Islam'/><title type='text'>2 Pasien Kembali Wafat Akibat Blokade Israel</title><content type='html'>&lt;table align="center" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;span class="PublishedDate"&gt;[ 02/06/2008 - 03:27 ] &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td align="center"&gt; &lt;div class="FreeArea"&gt; &lt;img style="width: 250px; height: 201px;" src="http://www.blogger.com/DataFiles%5CCache%5CTempImgs%5C2008%5C1%5Cnenek_1_1_300_0.JPG" /&gt; &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td class="artDetailContent"&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;!--Start Article Content--&gt;   &lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt;Gaza-Infopalestina :&lt;/strong&gt; Juru Bicara  Komisi Rakyat Untuk Penganggulangan Blokade, Romi Abduh mengumumkan, nenek Suad  Khomis Abu Jarod (60 tahun) warga  &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; Bet Lehia meninggal akibat  blokade yang semakin mencekik warga dan larangan berobat bagi pasien  &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Gaza&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10pt;"&gt;Abduh mengatakan, berdasarkan sumber medis  menyebutkan, nenek tersebut terkena penyakit ginjal dan harus segera diobati. Ia  masih berharap perbatasan Rafah segera dibuka hingga dapat berobat ke luar  &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Gaza&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;.  Karena perlintasan Bet Hanun  masih ditutup pasukan  &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Israel&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. &lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10pt;"&gt;Semenhtara itu, pihak keluarga korban menuturkan,  neneknya sudah mengumpulkan uang untuk bisa berobat di Mesir. Oleh karena itu ia  sangat gembira ketika mendengar pemerintah Mesir mau membuka perlintasan Rafah,  agar sejumlah pasien Palestina bisa berobat ke Mesir. Namun harapan itu belum  terwujud ketika ajalnya menjemput dan berlama-lamanya pemerintah Mesir membuka  perlintasan tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 10pt;"&gt;Dengan wafatnya nenek Suad Abu Jarod, maka jumlah  pasien yang meninggal akibat blokade  &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Israel&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; telah  mencapai 175 orang. Sebelumnya pihak rumah sakit mengumumkan seorang ibu bernama  Ridho Mishbah Salim juga meninggal akibat kelangkaan obat di  &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Gaza&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. &lt;i&gt;(asy)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;!--start Article Content--&gt;&lt;!--End Article Content--&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317481914361608568-3148298699720243694?l=quranpetunjukjalan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/feeds/3148298699720243694/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317481914361608568&amp;postID=3148298699720243694' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/3148298699720243694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/3148298699720243694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/09/2-pasien-kembali-wafat-akibat-blokade.html' title='2 Pasien Kembali Wafat Akibat Blokade Israel'/><author><name>Agus LukmanulHakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10627197443125453665</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SKOqsf3BeyI/AAAAAAAAABg/0LC80uEzNyQ/s1600-R/pspoto.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568.post-2504114508677060950</id><published>2008-09-07T23:08:00.000-07:00</published><updated>2008-09-07T23:09:18.862-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dunia Islam'/><title type='text'>420 Palestina Gugur Oleh Agresi Israel Sejak Awal 2008</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;[  02/06/2008 - 07:08 ]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaza – Infopalestina: Sebanyak 44 Palestina gugur  selama Mei 2008. Sebagian besar gugur di Jalur Gaza akibat serangan udara, aksi  pendudukan dan operasi pembunuhan yang dilakukan pasukan militer Zionis Israel.  Angka ini menambah jumlah koban agresi Israel sejak awal tahun 2008 menjadi 420  syuhada. Sehingga jumlah korban sejak intifadhah al Aqsga yang meletus pada 28  September 2000 hingga akhir Mei 2008 berjumlah 5394 syuhada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan  data kantor berita Quds Press, jumlah korban yang meninggal di Jalur Gaza selama  bulan Mei sebanyak 41 syuhada. Jalur Gaza terus mengalami eskalasi militer yang  dilancarkan pasukan penjajah Israel mulai dari aksi-aksi serangan udara, aksi  pendudukan dan operasi pembunuhan. Sementara itu di Tepi Barat sebanyak 3 warga  Palestina gugur, salah seorang akibat serangan senjata warga pemukim  Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari total jumlah syuhada ada 6 korban anak-anak di bawah usia 18  tahun. Sehngga jumlah anak-anak yang menjadi korban agresi Israel sejal awal  tahun 2008 sebanyak 62 anak. Selama bulan Mei juga tercatat sebanyak 3 orang  lanjut usia, termasuk seorang wanita tua gugur, menyusul aksi yahid yang  dilancarkan pejuang Palestina di gerbang perlintasan Beit Hanun “Erez” di utara  Jalur Gaza dengan menggunakan bom mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari separoh korban bulan  Mei gugur hanya selama 5 hari. Dalam rentang waktu tersebut sebanyak 23  Palestina gugur dalam serangakain serangan udara yang dilancarkan militer Israel  ke Jalur Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak perlawanan Palestina menyandera serdadu Israel Gilad  Shalit pada 25 Juni 2006, militer Israel telah membunuh 1325 Palestina, di  antaranya 490 Palestina gugur sejak pertemuan Annapolis pada 27 November 2007,  sebagian besarnya gugur di Jalur Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Maret merupakan bulan yang  paling berdarah-darah sejak awal tahun 2008. Sebanyak 121 syuhada gugur.  Berikutnya adalah bulan Januari sebanyak 91 syuhada, kemudian bulan Februari 88  syuhada dan April 76 syuhada. Terakhir adalah bulan Mei sebanyak 44 syuhada.  Sebagian besar mereka gugur di Jalur Gaza. (seto)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317481914361608568-2504114508677060950?l=quranpetunjukjalan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/feeds/2504114508677060950/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317481914361608568&amp;postID=2504114508677060950' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/2504114508677060950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/2504114508677060950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/09/420-palestina-gugur-oleh-agresi-israel.html' title='420 Palestina Gugur Oleh Agresi Israel Sejak Awal 2008'/><author><name>Agus LukmanulHakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10627197443125453665</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SKOqsf3BeyI/AAAAAAAAABg/0LC80uEzNyQ/s1600-R/pspoto.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568.post-7164352223270039635</id><published>2008-09-02T00:08:00.000-07:00</published><updated>2008-09-02T00:10:46.297-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rihlah'/><title type='text'>Kendala Dakwah</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;lulu purwaningrum &lt;&lt;/span&gt;&lt;a href="mailto:aisyakamila@yahoo.co.id" target="_blank"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;aisyakamila@yahoo.co.id&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&gt; menulis: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Menyambut dengan senang hati semua program2 dakwah Ust Anis , tapi tidak demikian di daerah saya di salah satu area di Solo, masyarakat jawa yang sangat menyukai cultur homogen. tidak menyukai kalo ada orang berbeda dari kebiasaan yang ada. Dakwah kami di daerah saya terutama di perumahan saya dianggap kelompok aliran baru yang mengancam kemapanan para tokoh yang sudah ada. Ada proteksi yang kuat terhadap dakwah kami dari para tokoh. ada ketidak percayaan diri bagi kami (aktivis dakwah), untuk bersilaturahmi karena stereotip yang ada pada mereka.&lt;br /&gt;Meskipun begitu kami masih tetap memakmurkan masjid dengan sholat berjamaah, menghadiri pengajian2 mereka. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tapi untuk menjadi pengisi, mereka masih memberi jarak.&lt;br /&gt;ada masukan dari antum semua? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Jawaban&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Assalamualaikum wr. Wb.&lt;br /&gt;Ukhtinal Kiramah yang semoga Allah terus mengokohkan dakwah antum,&lt;br /&gt;Allah menjadikan manusia dengan segala kelebihannya dan segala kekurangannya,&lt;br /&gt;dakwah kadang masuk melalui kelebihan manusia seperti, fitrah yang bersih, menyukai kebaikan dll, kadang pula masuk melalui kekurangannya.&lt;br /&gt;Ingin dihormati dan serakah, adalah kekurangan manusia yang juga bisa dijadikan gerbang masuk dakwah.&lt;br /&gt;Contoh sirah Nabawiyah di Fathu Makkah saat menghormati &lt;/span&gt;&lt;a href="http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/search/label/rihlah" target="_blank"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Abu Sufyan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;.&lt;br /&gt;Pada umumnya manusia itu serakah, ingin mendapatkan sebanyak-banyak dengan memberikan yang sedikit-dikitnya, tanpa memberikan apapun kalau bisa. Menginginkan sebanyak-banyak penghormatan tanpa harus menghormati orang lain, menginginkan setinggi-tingginya kedudukan tanpa menghargai kedudukan orang lain.&lt;br /&gt;Yang serakah sangat menutup diri dengan manusia yang sama-sama serakah. Karena mengenal betul buruknya keserakahan.&lt;br /&gt;Yang serakah sangat mengenal kapan lawan bicaranya serakah sekecil apapun keserakahannya. Karena dia expertnya keserakahan.&lt;br /&gt;Yang serakah sangat mudah ditaklukan, tatkala dia salah sangka, menganggap serakah orang yang tidak serakah.&lt;br /&gt;Yang serakah sangaaaat memerlukan orang-orang yang tidak serakah. Karena orang-orang yang serakah tidak ditemani dan tidak tahan berteman dengan yang sama-sama serakah. Mudah indikasinya, partai yang mengaku islami, tapi kurang memperhatikan keikhlasan anggotanya, mudah berantakan dan susah islah.&lt;br /&gt;Kita akan menjadi orang yang serakah pula ketika mengenalkan dakwah &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dengan harapan mereka harus mencoblos partai dakwah kita di Pemilu nanti. Atau bergabung dengan pengajian mereka biar kita menjadi nara sumber mereka.&lt;br /&gt;Ketika kita mendapatkan kenikmatan keikhlasan bersama ikhwah dan akhwat fillah di lingkungan lembaga dakwah anti, maka interaksi kita yang intens dan sering dengan lingkungan masyarakat adalah mengenalkan nikmatnya keikhlasan yang pernah kita rasakan, karena sesungguhnya, kebaikan itu menular dengan lebih cepat dari pada penyebaran virus keburukan. Ini banyak yang tidak sadar. Juru kebaikan ditemani malaikat2 yang mulia dan perkasa yang tidak mati sampai hari kiamat, sedangkan juru keburukan dikelilingi syetan dari kalangan jin dan manusia yang banyak kekurangannya dan bisa mati!!.&lt;br /&gt;Para juru dakwah cepat patah arang dangan mengatakan keburukan lebih cepat berpengaruh dari pada kebaikan sebelum menghitung seberapa intens dia berinteraksi dengan objek dakwahnya bahkan bisa jadi dia belum turun ke dunia dakwah.&lt;br /&gt;. Mungkin itu yang bisa ana tangkap dari intruksi usatdz Anis, kebenaran itu datangnya dari Allah, apabila yang saya sampaikan tadi ada benarnya semoga ukhti diberikan kelembutan hati untuk menerima, dan kekhilafan dari pribadi ana, apabila yang ana tuliskan ada salahnya semoga Allah memberikan kekerasan hati ukhti untuk menolak apa yang saya sampaikan, Salam dakwah penuh ukhuwah semoga pertolongan Allah senantiasa menaungi dakwah para juru dakwah di bulan penuh berkah. Wallahu a’lam bissawab.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317481914361608568-7164352223270039635?l=quranpetunjukjalan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/feeds/7164352223270039635/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317481914361608568&amp;postID=7164352223270039635' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/7164352223270039635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/7164352223270039635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/09/kendala-dakwah.html' title='Kendala Dakwah'/><author><name>Agus LukmanulHakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10627197443125453665</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SKOqsf3BeyI/AAAAAAAAABg/0LC80uEzNyQ/s1600-R/pspoto.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568.post-6794909906342444928</id><published>2008-08-30T18:13:00.000-07:00</published><updated>2008-09-13T17:11:12.272-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramadhan'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Sehari sebelum Ramadhan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;QS:8 Al-anfal ayat 31&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:14;"&gt;وإذا تُتلى عليهم آياتنا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:14;" &gt;قالوا قد سمعنا لو نشاء لقلنا مثل هذا إنهذاإلا أساطير&lt;span lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;b&gt;الأولين&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:14;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:14;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:14;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:HQPB1;font-size:14;"  &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;31. dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami, mereka berkata: "Sesungguhnya Kami telah mendengar (ayat-ayat yang seperti ini), kalau Kami menghendaki niscaya Kami dapat membacakan yang seperti ini, (Al Quran) ini tidak lain hanyalah dongeng-dongengan orang-orang purbakala".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:14;"&gt;وإذا تُتلى عليهم آياتنا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:14;"&gt; } القرآن &lt;b&gt;{ قالوا قد سمعنا لو نشاء لقلنا مثل هذا&lt;/b&gt; } قاله النضر بن الحارث لأنه كان يأتي الحيرة يتجر فيشتري كتب أخبار الأعاجم ويحدث بها أهل مكة {&lt;b&gt; إن&lt;/b&gt; } ما { &lt;b&gt;هذا&lt;/b&gt; } القرآن &lt;b&gt;{ إلا أساطير&lt;/b&gt; } أكاذيب&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:14;"  &gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;{ &lt;b&gt;الأولين&lt;/b&gt;}&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:14;"  &gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:14;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="direction: rtl; unicode-bidi: embed; text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;.&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:14;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;Kata &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:14;"  &gt;'alaihim&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:HQPB4;font-size:14;"  &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="rtl" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:14;"  &gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;' &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;Mereka&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:14;"  &gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  &gt;’ dalam ayat ini secara khusus, apabila mengacu kepada &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;sabaab nuzulnya untuk kafir Quraisy (Nadhir bin Harits). &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  lang="SV" &gt;Secara umum &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;untuk &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;orang -orang yang ingkar &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang melecehkan ketika diberi peringatan. Tidak &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;hanya &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;itu &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;mereka pelaku &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tipu &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;daya untuk &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;menghancurkan Islam &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;mereka tentang yang pada akhirnya tipu daya mereka selalu pasti terkalahkan&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:HQPB4;font-size:14;"  &gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="direction: rtl; unicode-bidi: embed; text-align: left;"&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;mereka membuat tipu daya dan Allahlah sebaik-baik pembuat tipu daya (al anfal-30) &lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:11;"&gt;Golongan ini biasanya berasal dari kalangan elit yang mampu mengarahkan kebijakan mayoritas, segelintir tapi sangat berpengaruh. Menguasai berbagai bidang dan merasa tak ada, yang boleh pantas mengguruinya. Maka tatkala dibaca al-Qur’an kepada mereka, diberitahu sebuah bencana yang akan mendatangi mereka, reaksi pertama yang keluar dari mulut mereka biasanya, ”aku lebih tahu apa yang harus aku lakukan” dalam bahasa al-Qur’an ”&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  lang="SV" &gt;Sesungguhnya Kami telah mendengar (ayat-ayat yang seperti ini), kalau Kami menghendaki niscaya Kami dapat membacakan yang seperti ini&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  lang="SV" &gt;”. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  lang="SV" &gt;Mungkin ini bahasa orang yang percaya diri karena memang percaya diri dan sombong bedanya tipis sekali. Tapi walaupun tipis tetap ada bedanya, yang percaya diri mungkin bahasanya bisa begini, ”aku pernah melalui ini doakan semoga aku cepat tahu apa yang seharusnya aku lakukan.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:11;"&gt;Bahasa kesombongan bisa dikenali dari konteks kalimatnya. Menonjolkan kemampuan diri baik fakta &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ataupun dusta, kemudian diikuti perendahan kepada pihak lain. ”&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  lang="SV" &gt;kalau Kami menghendaki niscaya Kami dapat membacakan yang seperti ini”, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  lang="SV" &gt;jelas ini dusta&lt;i&gt; ”(Al Quran) ini tidak lain hanyalah dongeng-dongengan orang-orang purbakala&lt;/i&gt;". Yang ini perendahan bahkan Nadhir menyebutnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: left; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" align="right"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  lang="SV" &gt;”dongeng dusta purbakala”&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:14;"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;{ إلا أساطير&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:14;"&gt; } أكاذيب&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:14;"  &gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;{ &lt;b&gt;الأولين&lt;/b&gt;}&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:14;"  &gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="SV" &gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Kesombongan yang diiringi dusta adalah komplikasi penyakit jiwa yang sangat akut. Membuat pelakunya terbutakan dari realita. Realita yang menguntungkan dan yang membahayakan. Yang mestinya keuntungan dapat diraih menjadi hilang dan bahaya yang mestinya dapat dihindar mencelakakan karenanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11;"  lang="SV" &gt;Semoga kita diselamatkan dari kesombongan dan kedustaan. Wallahu’alam bisshawaab&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="SV" &gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317481914361608568-6794909906342444928?l=quranpetunjukjalan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/feeds/6794909906342444928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317481914361608568&amp;postID=6794909906342444928' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/6794909906342444928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/6794909906342444928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/08/sehari-sebelum-ramadhan-qs8-al-anfal.html' title=''/><author><name>Agus LukmanulHakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10627197443125453665</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SKOqsf3BeyI/AAAAAAAAABg/0LC80uEzNyQ/s1600-R/pspoto.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568.post-3357386181105766496</id><published>2008-08-30T12:07:00.000-07:00</published><updated>2008-08-30T12:08:45.440-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rihlah'/><title type='text'>Maaf, amar ma’ruf dan berpaling.</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 14pt;" lang="AR-SA"&gt;خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلينَ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;Jadilah engkau pema'af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.&lt;/i&gt; (QS Al-A'raf: 199)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kita di tuntut untuk pemaaf, dan menganjurkan perbuatan ma’ruf. Tapi kepada siapa? &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Yang perlu dimaafkan adalah orang-orang yang melakukan aniaya kepada kita ( jamaah kaum muslimin) lalu bertaubat bahkan bisa jadi bergabung erat dengan kita. Tapi kepada yang berbuat keji kepada kita tanpa ada itikad untuk bertaubat, mereka layak diberi peringatan bukan permaafan. Adalah sebuah kebodohan apabila menyerahkan pipi kita untuk ditampar berulang-ulang kepada orang yang hoby menampar yang tidak pernah berfikir bahwa perbuatannya itu tidak benar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Adalah Umar bin Khatab yang pada mulanya keras menentang Islam, sampai adiknya sendiri dipukul, tapi kemudian masuk Islam, dimaafkan bahkan dicintai dan dibanggakan perjuangan, sepak terjang dan segala pengorbanannya membela kebenaran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kemudian Abu Sofyan yang bewindu sudah memerangi rasulullah dan kaum muslimin, menganiaya dan membunuh orang-orang yang beriman belasan tahun, setelah menerima Islam Rasulullah Saw memaafkannya. Dalam futuh Makkah ketika Abu Sufyan menghadap Rasul Saw menyatakan keislamannya dalam kondisi tertunduk segan, Rasulullah Saw memukulkan kepalan tangannya dengan lembut ke dada Abu Sufyan seraya berkata: ”Dulu engkau begitu memusuhiku” padahal beberapa hari sebelumnya pun masih sebagai musuh, tapi redaksi Rasulullah dengan kata ”Dulu!!” yang menunjukan kesan , ”ya sudah itu masa lalu”. Permaafan yang menjadikan exs musuh besar bisa menjadi bagian kesatuan utuh kaum muslimin tanpa proses screening ataupun perploncoan yang menciptakan gap senior junior yang eksesnya adalah dendam turunan tanpa daya kapan bisa mengakhirinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Lalu pemafaan yang betul-betul hanya nabi mungkin yang bisa melakukannya adalah tatkala Wahsy dan Hindun, yang menombak dan mencincang dada Paman beliau yang amat sangat besar cinta Beliau Saw kepadanya. Terbukti pemafaan Rasulullah Saw ini, orang-orang yang gigih menentang beliau semasa jahiliyah, gigih pula membela Islam setelah keislamannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Amar Ma’ruf kemudian mengiringi berikutnya kepada orang yang sejak awal beriman dan yang baru bertaubat. Yang benar-benar bertaubat akan ta’at dan yang berpura-pura, akan terbongkar kemunafikannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Lalu orang bodoh,orang yang menganggap kesalahannya adalah kebenaran, penyesatan adalah hidayah,kerusakan adalah perbaikan, yang berpuluh, mungkin beratus bahkan beribu peringatan tidak bermanfaat merubahnya, bukan untuk mereka pemafaan, karena yang layak untuk mereka adalah ditinggalkan. Berpalinglah dari mereka, karena mereka akan menganggap merekalah yang telah berpaling dari kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317481914361608568-3357386181105766496?l=quranpetunjukjalan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/feeds/3357386181105766496/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317481914361608568&amp;postID=3357386181105766496' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/3357386181105766496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/3357386181105766496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/08/maaf-amar-maruf-dan-berpaling.html' title='Maaf, amar ma’ruf dan berpaling.'/><author><name>Agus LukmanulHakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10627197443125453665</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SKOqsf3BeyI/AAAAAAAAABg/0LC80uEzNyQ/s1600-R/pspoto.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568.post-8596249357623533464</id><published>2008-08-30T10:51:00.000-07:00</published><updated>2008-08-30T11:02:31.644-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dunia Islam'/><title type='text'>Ada apa di Sudan</title><content type='html'>&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:11;"&gt;Khartoum, - Pengadilan Sudan Kamis 28 Agustus menghukum mati 22 pemberontak JEM (Gerakan Keadilan dan Persamaan) Darfur yang terlibat dalam sebuah serangan keji bulan Mei dengan korban tak kurang dari seperempat ribu orang meninggal dunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:11;"&gt;&lt;br /&gt;Hukuman itu dari dua pengadilan khusus untuk kasus serangan 10 Mei yang semuanya adalah anggota (JEM).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:11;"&gt;"Pengadilan itu menghukum mati semua tertuduh," kata Adam Bakr Hassab, salah satu pengacara di pengadilan khusus di Omdurman, kota kembar Khartoum, tempat pemberontak JEM melakukan serangan berdarah mereka dua bulan lalu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:11;"&gt;Hassab yang merupakan penggiat LSM dukungan asing &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;mengatakan bahwa salah seorang yang dihukum mati berusia 16 tahun dan belum cukup umur untuk dihukum mati, tapi pengadilan membuktikan tersangka berbohong mengenai umurnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:11;"&gt;"Hakim membuktikan mereka bersalah atas tuduhan terhadap mereka dan memberi mereka sepekan untuk naik banding atas putusan itu," ia mengatakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:11;"&gt;Di pengadilan lainnya, di Khartoum utara, hakim Osama Osman menyatakan 10 anggota pemberontak bersalah menurut undang-undang pidana Sudan dan perundangan anti-terorisme serta merujuk kasus tiga tersangka pemberontak ke pengadilan anak-anak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:11;"&gt;"Saya menghukum anda dengan hukuman mati dan anda memiliki hak untuk naik banding akan putusan ini dalam 15 hari," katanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:11;"&gt;Saleh Balila, salah satu pengacara yang juga penggiat LSM yang didanai barat, berjanji untuk naik banding terhadap putusan itu secepat mungkin, tapi tidak mampu mendatangkan bukti apapun yang meringankan tersangka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:11;"&gt;Pengacara berdalih dengan segala cara diantaranya mengatakan bahwa pengadilan khusus tidak konstitusional dan tidak menjamin hak hukum klien mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:11;"&gt;Pada Selasa, delapan pemberontak, semuanya anggota JEM, dihukum mati dalam dalam putusan pertama karena serangan itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:11;"&gt;Mereka yang diseret ke hadapan pengadilan termasuk Abdul Aziz Ashur, komandan senior JEM dan saudara ipar pemimpin pemberontak Khalil Ibtahim penerus Jhon Garang. Ashur belum dihukum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:11;"&gt;Berdasarkan undang-undang Negara Islam Sudan, setiap hukuman mati harus disahkan oleh pengadilan banding dan pengadilan tinggi. Lalu surat perintah hukuman mati harus mendapat persetujuan Presiden. Dalam hal ini Presiden Omar al-Bashir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:11;"&gt;Campur tangan Internasional melalui Penuntut pengadilan pidana internasional telah memerintahkan penangkapan Presiden Bashir karena menurut tuduhan mereka telah memerintahkan pasukannya untuk membasmi tiga kelompok etnik di Darfur, mendalangi pembunuhan, penyiksaan, perampokan dan penggunaan pemerkosaan untuk melakukan genosida!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:11;"&gt;Ketiga kelompok itu adalah Masalit, Fur dan Zaghawa, yang merupakan suku dari Selatan yang sebagaian besar animisme dan non muslim dimana sebagian besar anggota JEM yang mendapatkan dukungan Barat. Kenyataannya dalam kunjungan ke Darfur pekan lalu, Bashir memberi amnesti pada 89 anak yang ditangkap oleh pihak berwenang Sudan menyusul serangan JEM walaupun mereka terbukti terlibat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:11;"&gt;Lebih dari 222 orang tak bersalah tewas ketika pemberontak JEM menyerang dari wilayah Darfur di Sudan barat ke Ondurman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:11;"&gt;PBB mengklaim sebanyak 300.000 orang telah tewas dan lebih dari 2,2 juta orang telah meninggalkan rumah mereka sejak Februari 2003 Padahal menurut catatan pemerintah 10.000 orang yang tewas walaupun memang bukan angka yang sedikit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:11;"&gt;Perang itu mulai ketika pemberontak etnik minoritas Afrika yang dipersenjatai melawan pemerintah Khartoum. Sikap biasa PBB terhadap negara-negara muslim, siapa yang membuat kerusuhan siapa pula yang ditindaknya (*) &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317481914361608568-8596249357623533464?l=quranpetunjukjalan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/feeds/8596249357623533464/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317481914361608568&amp;postID=8596249357623533464' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/8596249357623533464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/8596249357623533464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/08/ada-apa-di-sudan.html' title='Ada apa di Sudan'/><author><name>Agus LukmanulHakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10627197443125453665</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SKOqsf3BeyI/AAAAAAAAABg/0LC80uEzNyQ/s1600-R/pspoto.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568.post-7684821532867783118</id><published>2008-08-29T22:08:00.000-07:00</published><updated>2008-08-30T12:21:33.567-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rihlah'/><title type='text'>Syeikh Ibnu Hajar al-AtsqolaniPeranan Isteri dibalik kesuksesan suami</title><content type='html'>Ibnu Hajar Al-Atsqolani adalah , seorang ulama besar di abad sembilan, pakar hadits dan fikih. Kitab Fathul Bari adalah kitab yang menunjukkan tingkat keilmuwannya yang luar biasa. Imam Suyithi menyebutnya sebagai, “Syaikhul Islam, pemimpin para penghafal di jamannya, ulama hebat di Mesir dan bahkan di seluruh dunia.Tetapi jarang yang tahu dan bahkan buku sejarah pun jarang mengungkap, siapakah istri yang setia mendampingi ulama besar itu. Yang telah dengan begitu sabar mendampinginya mengarang kitab Fathul Bari dalam kurun waktu seperempat abad. Wanita ini bukan termasuk orang yang dikenal. Tidak tercatat sebagai orang-orang tenar. Tetapi dia hidup di dalam lingkungan ulama terkenal di jamannya.Ya, dia adalah Uns binti Abdul Karim. Putri bangsawan Mesir. Putri keluarga terpandang di Mesir. Ayahnya adalah orang sangat terpandang di seluruh Mesir. Ibunya yang bernama Sarah binti Nasruddin juga orang yang sangat terpandang. Sebagian keluarganya juga merupakan ulama terpandang. Lengkaplah sudah bahwa Uns hidup di kalangan para pejabat yang dikawal dan penuh dengan kesenangan.Mesir menjadi tempat kelahirannya. Tahun 780 H tepatnya. Kehidupannya sejak kecil layaknya kehidupan para putri bangsawan. Pendidikan yang diraihnya cukup tinggi. Dengan etika kebangsawanan yang tinggi. Hingga Uns di usianya yang baru menginjak dewasa sudah menjadi rujukan bagi para wanita bangsawan lain untuk bertanya. Hal ini dikarenakan dia mempunyai ketajaman pandangan dan kepandaian otak.Taqdirlah yang menjodohkannya dengan Ibnu Hajar. Melalui perantara guru Ibnu Hajar, Ibnu Qotton. Pada bulan Syaban tahun 798 H, Mesir menjadi saksi kebahagiaan Ibnu Hajar dan Uns yang melangsungkan pernikahan mereka. Ibnu Hajar ketika itu berusia 25 tahun sedangkan Uns berusia 18 tahun.Uns telah memasuki dunia baru. Di hadapannya kini adalah suami yang sekaligus ulama terkenal di jamannya. Ahli hadits yang tiada bandingnya. Dan Ibnu Hajar mendapati istri sholihah yang sangat mencitai ilmu. Allah telah menjodohkan pasangan yang sangat serasi ini.Dengan penuh kesabaran, Uns belajar hadits di rumah kepada suaminya yang mengajarnya juga dengan segala kesabaran dan kasih sayang. Seiring dengan perjalanan waktu, Uns mulai menjadi wanita yang memiliki ilmu hadits. Hingga suatu saat, Uns menjadi salah satu dari ahli hadits wanita yang sangat jarang didapati ketika itu. Uns mulai memasuki dunia keilmuwan dan namanya dikenal oleh para pecinta ilmu.Uns pun mulai disibukkan dengan mengajarkan ilmu hadits yang dipelajarinya dari sang suami. Seperti juga suaminya, Uns mempunyai murid-murid yang banyak. Ada yang membaca shohih Bukhari dari awal hingga akhir.Uns tetap seperti wanita lain. Yang senang memasak dan membuat kue istimewa. Setelah murid-muridnya menamatkan shohih Bukhari, Uns membuat kue dan makanan serta buah-buahan. Uns mengundang penduduk daerah tersebut. undangan terbuka untuk umum. Semua murid dan penduduk kampung dari yang besar hingga yang kecil semua berduyun-duyun menghadiri tasyakuran besar itu. Apalagi hari itu, adalah hari menjelang bulan Ramadhan. Pesta itu ikut dihadiri oleh suami tercinta Ibnu Hajar.Bahkan Imam Sakhowi yang juga murid Ibnu Hajar, pernah meminta agar belajar hadits dari Uns. Dengan begitu sabar Ibnu Hajar duduk di samping istrinya yang sedang menyimak bacaan Sakhowi. Kebersamaan yang sangat indah.Kebahagiaan keluarga berkah ini dilengkapi dengan hadirnya anak-anak buah cinta mereka. Uns memang luar biasa. Bukan saja sebagai pecinta ilmu, tetapi juga wanita yang memiliki kecintaan dan kasih sayang yang besar kepada suaminya dan memberikan keturunan untuk Ibnu Hajar.Setelah empat tahun mereka menanti, Allah berkenan memberikan keturunan pertama, perempuan. Yang diberi nama Zein Khotun. Sebuah keluarga yang tertata rapi, karena istri yang terdidik di keluarga bangsawan yang penuh dengan kedisiplinan. Jarak dari satu anak ke anak yang lain hampir rata. Sekitar tiga tahun. Allah memberikan putri kedua yang diberi nama Farhah. Berikutnya yang ketiga juga putri yang diberi nama Gholiyah. Jarak tiga tahun berikut lahir putri keempat yang diberi nama Robiah. Dan akhirnya yang kelima pun putri dengan nama Fatimah.Pasangan dengan lima putri yang cantik dan lucu-lucu. Suasana keluarga semakin terasa indah. Uns yang telah mengabdikan hidupnya untuk suaminya membuat Ibnu Hajar selalu merindukannya. Ketika Ibnu Hajar harus pergi meninggalkannya menuju Mekah dalam rangka melanjutkan menuntut ilmu, jarak Mesir Mekah mengukir kerinduan yang mendalam di hati Ibnu Hajar. Kerinduan terhadap kelima putrinya dan ibu dari putri-putrinya. Ibnu Hajar sempat menguntai bait-bait syair untuk mengungkapkan kerinduannya yang sangat dalam. Begitu romantis.Perpisahan itu, semakin menambah kebersamaan mereka semakin indah. Saat-saat Allah mempertemukan mereka kembali. Pada suatu hari Uns meminta untuk ditemani pergi haji. Ibnu Hajar pun pergi dengan istri tercintanya itu untuk membangun kebersamaan itu di atas ibadah.Setelah haji yang pertama ini, Uns kembali merindukan Mekah setelah kira-kira lima belas tahun berikutnya. Uns meminta ijin kepada suaminya untuk bisa pergi haji. Ibnu Hajar mengijinkannya. Kali ini Uns ditemani oleh cucunya Yusuf Syahin yang masih kecil.Bersama kebahagiaan ini, Allah mempunyai kehendak lain. Kebahagiaan Uns bersama suami tercinta dan putri-putrinya serta cucunya, harus menghadapi taqdir Allah. Satu persatu putrinya meninggal di pangkuannya. Putrinya yang ketiga dan keempat meninggal terlebih dahulu setelah tertimpa penyakit yang mewabah waktu itu. selang beberapa tahun berikutnya, putrinya pertama menyusul kedua adiknya. Untuk kemudian giliran Allah memanggil putrinya yang kedua dan terakhir.Dengan segala kebesaran hati, Uns menerima taqdir Allah, melepas kepergian belahan jiwanya. Tidak ada keluh kesah, yang ada adalah pasrah Kepada Allah.Uns bak mutiara kilauannya semakin bersinar dari hari ke hari. Uns juga mempunyai sifat dermawan. Dia selalu menyisihkan uangnya untuk membantu orang-orang yang membutuhkan dan para manula yang miskin.Kebesamaan yang indah dengan suaminya bukan tiada akhir. Setelah lima puluh empat tahun mereka berbahagia bersama. Saling membantu, memahami, memaafkan dan berbagi. Pada bulan jumadil awal tahun 852 H Ibnu Hajar mendapat musibah sakit. Sakit itu berkelanjutan sampai tujuh bulan lamanya. Dengan penuh pengabdian yang tulus dan kesabaran yang luar biasa, Uns merawat suaminya. Hingga pada malam Sabtu tanggal 28 Dzul Hijjah tahun 852 H Uns harus melepaskan orang yang paling dicintainya dalam hidupnya. Harus melepas kenangan indah bersama suaminya. Untuk dilanjutkan kelak di akhirat sana.Uns adalah tipe wanita yang sangat setia. Tidak terpikir olehnya untuk menikah lagi. Padahal Uns masih hidup 15 tahun lagi setelah ditinggal suaminya. Dalam rentang 15 tahun itu Uns menghabiskannya untuk iimu, ibadah dan pengabdian ke masyarakat. Allah berkenan memberinya usia panjang. Pada usianya yang ke-87 tepatnya bulan Robiul Awal tahun 867 H, Uns harus menghadap Penciptanya menyusul suami tercintanya. Semoga Allah merahmati Uns binti Abdul Karim.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317481914361608568-7684821532867783118?l=quranpetunjukjalan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/feeds/7684821532867783118/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317481914361608568&amp;postID=7684821532867783118' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/7684821532867783118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/7684821532867783118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/08/syeikh-ibnu-hajar-al-atsqolaniperanan.html' title='Syeikh Ibnu Hajar al-AtsqolaniPeranan Isteri dibalik kesuksesan suami'/><author><name>Agus LukmanulHakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10627197443125453665</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SKOqsf3BeyI/AAAAAAAAABg/0LC80uEzNyQ/s1600-R/pspoto.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568.post-4880479299734097409</id><published>2008-08-29T21:49:00.000-07:00</published><updated>2008-08-30T12:23:39.709-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ulumul qur&apos;an'/><title type='text'>Mujtahid ,Persyaratan dan Tingkatannya</title><content type='html'>Rachmat Syafe’i (1999 : 104-106) menyebutkan syarat-syarat mujtahid  sebagai berikut :1. Menguasai dan mengetahui arti ayat-ayat hukum yang terdapat dalam Al-Quran baik menurut bahasa maupun syari’ah.2. Menguasai dan mengetahui hadits-hadits tentang hukum baik menurut bahasa maupun syari’at.3. Menguasai Naskh dan mansukh dari Al-Qur’an dan As-Sunnah supaya tidak salah dalam menetapkan hukum namun tidak diisyaratkan harus menghapalnya.4. Mengetahui permasalahan yang sudah ditetapkan melalui ijma ulama, sehingga ijtihadnya tidak bertentangan dengan ijma.5. Mengetahui Qyas dan berbagai persyaratnnya serta mengistimbatkannya karena Qyas merupakan kaidah dalam berijtihad.6. Mengetahui bahasa Arab dan berbagai disiplin ilmu yang berkaitan dengan bahsa serta problemaikanya.7. Mengetahui ilmu Ushul Fiqih yang merupakan pondasi dari ijtihad.8. Mengathui maqashidu Asy-Syari’ah (tujuan syari’at secara umum karena bagaimanapun juga syari;at itu berkaitan dengan maqashidu Asy-Syari’ah atau rahasia disayari’atkannya suatu hukum.Menurut Ash-Shiddieqy (1953 : 110-116) dalam bukunya Pengantar Hukum Islam, bahwa syarat-syarat mujtahid anatara lain :1. Mengetahui segala ayat dan sunnah yang berhubungan dengan hukum.2. Mengatahui masalah-masalah yang telah diijmakan oleh para ahlinya.3. Menegtahui Nasikh-mansukh4. Mengatahui dengan sempurna bahsa Arab dan ilmu-ilmunya.5. Mengetahui ushul Fiqih6. Mengetahui asrarusy Syari’ah (Rahasia-rahasia Tasyrie).7. Mengetahui Quwa’idil Fiqhiyah (kaedah-kaedah) fiqih yang kulliyah yang diistimbatkan dari dalil-dalil kuliy dan maksud-maksud syara’.Menurut M. Husen (2003 : 46 : 48) dalam bukunya Perbandingan Madzhab bahwa syarat-syarat Mujtahid anatara lain :1. Mengatahui bahasa Arab dengan baik dalam segala seginya, sehinga memungkinkan I menguasai pengertian susunan kata-katanya (usluh) dan rasa bahasanya (dzauq).2. Mengathui masalah-masalah yang hukumnya telah disepakati ulama (ijma ulama).3. Mengatahui segi-segi pemakaian qiyas)4. Mengatuhi Urf orang banyak dan jalan-jalan yang dipandang dapat mendatangkan kebaikan dan keburukan.5. Mengetahui Ushul Fiqih.6. Mengetahui Qawa’idil Fiqhiyah yaitu kaidah-kaidah fiqih yang kully yang diistimewakan dari dalil dan maksud-maksud syara’.7. Mengetahui asrarusy Syari’ah (Rahasia-rahasia Tasyrie).Menurut Mukhtar Yahya (1993 : 382) dalam bukunya Dasar-dsar Pembinaan hukum bahwa syarat-syarat mujtahid adalah sebagai berikut :1. Menguasai ilmu bahsa Arab dengan segala cabangnya2. Mengatahui Naskh-Naskh Al-Quran perihal hukum-hukum syari’at yang dikandungnya.3. Mengetahui Naskh-naskh Al-Hadits.4. Mengetahui maqashidus syarai’ahMenurut Al-Hanafie (1989 : 151-152) dalam bukunya Ushul Fiqih bahwa syarat-syarat mujtahid antara lain :1. Mengetahui Naskh Al-Qur’an dan Al-Hadits2. Mengetahui soal-soal ijma’3. Mengetahui bahsa Arab sehingga dapat mengerti idea-ideanya.4. Mengetahui ilmu ushul fiqih dan harus kuat dalam ilmu ini karena ilmu ushul giqih menjadi dasar-dasar pokok ijtihad.5. Mengatahui naskh dan mansukh, sehingga tidak mengeluarkan hukum berdasarkan dalil yang sudah dimansukh.Menurut Dede Rosyada (1997 : 139-140), dalam bukunya Ushul Fiqih bahwa syarat-syarat mujtahid antaar lain :1. Harus faham dengan baik makna ayat-ayat hukum yang tertuang dalam Al-Quran.2. Harus memahami dengan baik makna hadits-hadits hukum baik makna kebahasaannya maupun makna syar’inya.3. Harus menguasai bahasa Arab dengan baik.4. Harus mengetahui nama-nama fiqh yang telah dikemukakan para ulama dalam bentuk kesepakatan bulat (ijma’).5. Harus menguasai ilmu-ilmu ushul al-fiqh yakni menguasai dengan baikkaidah-kaidah ushul al-fiqh, dasar-dasar serta kegunaannya,maksud-maksud persyra’atan norma hukum bagi kehidupan manusia, logika dedukatif dan indokatif srta mengetahui perbeda-perbedaan aliran dalam perumusan kaidah-kaidah tersebut.Dari beberapa buku yang membahas tentang ijtihad dapat ditarik kesimpulan bahwa syarat-syarat yang harus dimiliki seorang mujtahid (orang yang melakukan ijtihad) anatar lain :1. Menguasai dan mengetahui arti ayat-ayat hukum yang terdapat dalam Al-Quran baik menurut bahasa maupun syari’ah.2. Menguasai Naskh-naskh Al-Qur’an perihal hukum-hukum syari’at yang dikandungnya, ayat-ayat hukum dan cara mengistimewakan hukum dari padanya.3. Menguasai dan mengetahui hadits-hadits tentang hukum baik menurut bahasa maupun syari’at.4. Mengatahui naskh-naskh Al-Hadits yakni mengetahui hukum syariah yang didatangkan oleh hadits dan mampu mengeluarkan (istimewakan). Hukum perbuatan orang mukallah dari padanya.5. Mengetahui permasalahan yang sudah ditetapkan melalui ijma ulama, sehingga ijtihadnya tidak bertentangan dengan ijma.6. Mengetahui Qyas dan berbagai persyaratnnya serta mengistimbatkannya karena Qyas merupakan kaidah dalam berijtihad.7. Mengetahui ilmu Ushul Fiqih yang merupakan pondasi dan ijtihad.8. Mengetahui bahasa Arab dan berbagai disiplin ilmu yang berkaitan dengan bahsa serta problemaikanya.9. Mengetahui moqashidu Asy-Syari’ah (tujuan syari’at) secara umum.10. Mengetahui asrarusy Syari’ah (Rahasia-rahasia Tasyrie).11. Mengetahui Quwa’idil Fiqhiyah (kaedah-kaedah) fiqih yang kulliyah yang diistimbatkan dari dalil-dalil kuliy dan maksud-maksud syara’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TINGKATAN MUJTAHID&lt;br /&gt;Rachamat Syafe’i dalam bukunya Ushul Fiqih menyebutkan(1999 : 108-109) dalam&lt;br /&gt;tingkatan mujtahid terbagi dalam 5 tingkatan, yaitu :1. Mujtahid mustakil adalah seorang mutahid yang bebas memiliki, menggunakan kaidah-kaidah yang ia buat sendiri, dia menyusun fiqih-nya sndiri yang berbeda dengan madzhab yang ada.2. Mujtahid mutlaq ghairul mustakil adalah orang yang memiliki kriteria seperti mujtahid mustakin, namun dia tidak menciptakan kaidah-kaidahnya tetapi mengikuti metode salam imam madzhab.3. Mujtahid muqyyad adalah mujtahid yang terikat oleh madzhab-madzhab imamnya.4. Mujtahid tarjih adalah yang belum sampai derajatnya pada mujtahid tkhriz.5. Mujtahid fatwa adalah orang yang memiliki kemampuan dalam memahami fatwa-fatwa imam madzhabnya dengan baik, beserta dasar-dasar argumentasinya sehingga dapat menjelaskan kepada orang lain secara terang dan rinci.Menurut Ash-Shiddiey (1953 : 118) dalam bukunya Pengantar Hukum Islam bahwa tingkatan mujtahid terbagi 4 yaitu :1. Mujtahid Fisy-syar’I adalah orang yang membangun suatu madzhab yang tertentu.2. Mujtahid Fill madzhab adalah orang yang tidak membentuk suatu madzhab sendiri tetapi mengikuti salah satu dari seorang madzhab.3. Mujtahid fill masail/mujtahid fil fulnya adalah berijtihad hanya beberapa masalah tidak dalam soal-soal pokok yang umum.4. Mujtahid Muqayad adalah orang-orang yang mengikat diri dengan pendapat-pendapat salaf dan mengikuti ijtihad mereka.Menurut M. Husen (2003 : 58-59) dalam bukunya Perbandingan Madzhab bahwa tingkatkan mujtahid terbagi 4 yaitu :1. Mujtahid yang mengetahui kitabullah, sunnah rasul-Nya dan pendapat-pendapat sahabat.2. Mujtahid yang terikat dalam suatu madzhab imam yang diikutinya.3. Mujtahid yang dalam imam yang ikuti, berusaha menguatkan madzhab dengan dalil pengetahuan dengan baik fatwa-fatwa imamnya.Menurtu Mukhtar Yahya (1993 : 383-384) dalam buku Dasar-Dasar Pembinaan Hukum bahwa tingkatan mujtahid terbagi 4 yaitu :1. Mujtahid Fisy-syar’I adalah orang yang berkemampuan mengijtihadkan seluruh masyalah syari’at yang hasilnya diikuti dan dijadikan pedoman oleh orang-oerang yang tidak sanggup berijtihad.2. Mujtahid Fill madzhab adalah mujtahid yang hasil ijtihadnya tidak sampai membentuk madzhab tersendiri, akan tetapi mereka cukup mengikuti salah seorang imam madzhab yang telah ada dengan bebrapa pervedaan baik dalam bebrapa masalah yang utama maupun dalam bebrapa masalah cabang.3. Mujtahid fill masail adalah Mujtahid yang mengarahkan ijtihadnya kepada masalah tertentu dari suatu madzhab bukan kepada dasar-dasar pokok yang bersifat umum.4. Mujtahid muqayyad adalah mujtahid yang mengikatkan diri dari menganut pendapat-pendapat ulama salaf dengan mengetahui sumber dan dalalah-dalalahnya.Menurut A. Hanafie (1989 : 153-154) dalam bukunya Ushul Fiqih bahwa tingkatan mujtahid terbagi 3 yaitu :1. Mujtahid Mutlaq yaitu yang mempunyai sayarat-syarat ijtihad dan memberikan fatwa dalam segala hukum dengan tidak terikat oleh madzhab.2. Mujtahid mantasib adalah orang yang mempunyai syarat-syarat ijtihad tetapi tergabungkan dirinya kepada suatu madzhab.3. Mujtahid Muqayyad.Menurut Dede Rosyada (1997 : 150-152) dalam buku Ushul Fiqih bahwa tingkatan mujtahid terbagi 2 yaitu :1. Mujtahid Mutlak terbagi menjadi 2 yaitu mujtahid muthlak Mustaqil (mandiri) dan mujtahid muthlaq ghair mustaqil.2. Mujtahid ghair mutlak terbagi 3 yaitu mujtahid takhrij, mujtahid tajih dan mujtahid fatwa.Dari beberapa buku yang membahas tentang ijtihad dapat ditarik kesimpulan bahwa tingkatan mujtahid adalah sebagai berikut :1. Mujtahid mustakil adalah seorang mutahid yang bebas memiliki, menggunakan kaidah-kaidah yang ia buat sendiri, dia menyusun fiqih-nya sndiri yang berbeda dengan madzhab yang ada.2. Mujtahid mutlaq ghairul mustakil adalah orang yang memiliki kriteria seperti mujtahid mustakin, namun dia tidak menciptakan kaidah-kaidahnya tetapi mengikuti metode salam imam madzhab.3. Mujtahid muqayyad adalah mujtahid yang terikat oleh madzhab-madzhab imamnya.4. Mujtahid tarjih adalah yang belum sampai derajatnya pada mujtahid tkhriz.5. Mujtahid fatwa adalah orang yang memiliki kemampuan dalam memahami fatwa-fatwa imam madzhabnya dengan baik, beserta dasar-dasar argumentasinya sehingga dapat menjelaskan kepada orang lain secara terang dan rinci.6. Mujtahid Fisy-syar’I adalah orang yang membangun suatu madzhab yang tertentu.7. Mujtahid Fill madzhab adalah orang yang tidak membentuk suatu madzhab sendiri tetapi mengikuti salah satu dari seorang madzhab.8. Mujtahid fill masail/mujtahid fil fulnya adalah berijtihad hanya beberapa masalah tidak dalam soal-soal pokok yang umum.9. Mujtahid munstasib adalah orang yang mempunyai syarat-syarat ijtihad tetapi tergabungkan dirinya kepada suatu madzhab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317481914361608568-4880479299734097409?l=quranpetunjukjalan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/feeds/4880479299734097409/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317481914361608568&amp;postID=4880479299734097409' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/4880479299734097409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/4880479299734097409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/08/mujtahid-persyaratan-dan-tingkatannya.html' title='Mujtahid ,Persyaratan dan Tingkatannya'/><author><name>Agus LukmanulHakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10627197443125453665</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SKOqsf3BeyI/AAAAAAAAABg/0LC80uEzNyQ/s1600-R/pspoto.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568.post-8979540974157339279</id><published>2008-08-28T23:56:00.000-07:00</published><updated>2008-08-30T12:23:23.456-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rihlah'/><title type='text'>Selamat datang bayi Akh Mukhidin</title><content type='html'>Anak.&lt;br /&gt;Ketika anak terlahir, sejuta kegembiraan, sejuta harapan terpancar dan terarah ke jabang bayi pengunjung baru dunia yang tak mengerti dan tak tahu mau di apakan dan mau dikemanakan dia. Di Yahudikan, dinasrhonikan atau di majusikan terserah kedua orang tuanya, demikian konteks sabda Nabi SAW terkait bayi yang baru terlahir.&lt;br /&gt;Lalu orangtua menaruh harapan sebesar-besarnya terhadap anak-anak mereka. Sampai melampaui batas dengan membebani mereka tugas-tugas untuk meraih prestasi yang meningkatkan gengsi orangtuanya.&lt;br /&gt;Anak adalah fitroh bersih manusia yang mulia dan sempurna proses penciptaannya sebagaimana Allah abadikan dalam surat At-Tiin ayat 4. Alangkah baiknya apabila mereka diarahkan untuk mencontoh kita yang terus memompa diri melakukan kebaikan bukannya mendorong mereka kepada satu titik kebaikan yang kita sendiri enggan melakukannya.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW mengajari kita dalam tahmid pembukaan khutbahnya,.."Dan aku berlindung kepada Allah  dari keburukan yang muncul dari dalam diri, dan dari buruknya perbuatan kita sendiri. Fitrah kita itu cenderung untuk melakukan kebaikan, tapi syetan yang mengalir di sekujur pembuluh darah kita mengotorinya dan menjadikan kita mengingini segala bentuk keburukan. Dan pada umumnya manusia tahu, keburukan yang begitu diingini itu apabila dilakukan kesudahannya adalah penyesalan.&lt;br /&gt;Adalah sifat manusia cenderung rakus dan bakhil. Karena manusia itu egois dia mengharapkan banyak dari yang lain dan enggan memberikan manfaat kepada yang lain. Termasuk kepada anaknya sendiri . Ia mengharapkan punya anak yang baik tapi enggan anaknya memiliki orangtua yang baik.( kisah kakek tua penanam pohon buah 1001 malam)&lt;br /&gt;Adalah sifat manusia cenderung instan. Anak harus cepat pintar, cepat melewati prosedur perkembangan ataupun pendidikan kalau bisa tidak perlu prosedur agar bisa lewat secepat-cepatnya sehingga training-training , pelatihan2 dan  kursus-kursus serba kilat menjadi proyek yang sangat laris. Padahal kayu yang kuat berasal dari pohon yang tumbuh lambat.&lt;br /&gt;Adalah sifat manusia tidak suka berkorban.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317481914361608568-8979540974157339279?l=quranpetunjukjalan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/feeds/8979540974157339279/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317481914361608568&amp;postID=8979540974157339279' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/8979540974157339279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/8979540974157339279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/08/selamat-datang-bayi-akh-mukhidin.html' title='Selamat datang bayi Akh Mukhidin'/><author><name>Agus LukmanulHakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10627197443125453665</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SKOqsf3BeyI/AAAAAAAAABg/0LC80uEzNyQ/s1600-R/pspoto.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568.post-4417246375425529224</id><published>2008-08-28T09:36:00.000-07:00</published><updated>2008-08-30T12:18:25.960-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='arabic'/><title type='text'>Belajar Bahasa Arab Sangat Efektif.</title><content type='html'>1. Niatkan untuk membuat Allah Ridha kepada kita.&lt;br /&gt;2. tekadkan untuk memahami al-Qur'an yang lurus.&lt;br /&gt;3. Berdoa minta petunjuk semoga Allah menunjukkan kepada kita yang benar itu benar dan kita dimudahkan untuk mengikutinya dan ditunjukan pula yang batil itu batil dan diberi kekuatan untuk bisa meninggalkannya. lalu&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.madinaharabic.com/"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;klik disini&lt;/span&gt;  &lt;/a&gt;semoga bermanfaat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317481914361608568-4417246375425529224?l=quranpetunjukjalan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/feeds/4417246375425529224/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317481914361608568&amp;postID=4417246375425529224' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/4417246375425529224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/4417246375425529224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/08/belajar-bahasa-arab-sangat-efektif.html' title='Belajar Bahasa Arab Sangat Efektif.'/><author><name>Agus LukmanulHakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10627197443125453665</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SKOqsf3BeyI/AAAAAAAAABg/0LC80uEzNyQ/s1600-R/pspoto.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568.post-6286175014876719332</id><published>2008-08-28T04:02:00.000-07:00</published><updated>2008-08-28T04:10:00.791-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rihlah'/><title type='text'>Masjid Raya Al-Iftitah Komplek Pondok Benda Indah -Pamulang</title><content type='html'>Seorang lagi huffadz bergabung di Mesjid kami , dari Jombang ke Pamulang. Semoga menambah kokoh nuansa al-Qur'an di lingkungan kami. Mari meriahkan Ramadhan dengan al-Qur'an, 10 hari terakhir ramadhan i'tiqaf dan qiyamulail 30 Juz. per hari insyaAllah 3 juz. Bergabung nanti ya,.. Insya Allah akan ada grup tahsin dan tahfiz bagi yang berminat  boleh menghubungi 085697208014.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317481914361608568-6286175014876719332?l=quranpetunjukjalan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/feeds/6286175014876719332/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317481914361608568&amp;postID=6286175014876719332' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/6286175014876719332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/6286175014876719332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/08/masjid-raya-al-iftitah-komplek-pondok.html' title='Masjid Raya Al-Iftitah Komplek Pondok Benda Indah -Pamulang'/><author><name>Agus LukmanulHakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10627197443125453665</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SKOqsf3BeyI/AAAAAAAAABg/0LC80uEzNyQ/s1600-R/pspoto.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568.post-5133577734490039516</id><published>2008-08-27T19:20:00.000-07:00</published><updated>2008-08-28T04:02:13.356-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rihlah'/><title type='text'>Malam Kamis 2 Dimana Kita dalam Dakwah Ini??</title><content type='html'>Malam ini Rabu 27 Agustus, ustadz mengingatkan perang-perang yang dihadapi Rasulullah,&lt;br /&gt;   Lalu merefleksi sikap kita yang hoby mendramatisir masalah ringan yang kadang bukan masalah menjadi udzur yang sangat masuk akal dan mewajarkan  kita meninggalkan tugas-tugas dakwah.         Dengan alasan mencegah madharat yang lebih besar kita libur di medan amal menghidar bahaya yang terlalu dikhayalkan sehingga seolah-olah bakal terjadi didepan mata.&lt;br /&gt;   Sebuah do'a harian yang sering diucapkan Nabi SAW, "Allahuma antasalam wa minka ssalam, wailaika yaa uduhussalam dst" menggambarkan betapa hidup rasulullah SAW senantiasa berada dalam kondisi penuh bahaya. Meminta keselamatan dari Allah semata. Bersuyukur setiap hari atas keselamatan karena memang betul-betul ancaman nyawa atas Rasul dan para sahabat setiap detik mengintai. Sebagaimana saat Rasulullah ditimpa batu penggilingan gandum dari loteng pemukiman yahudi yang mengorbankan seorang sahabat yang mendampingi Beliau dengan kepala pecah. Lalu kita? membaca doa ini, setiap hari mengalir dari lisan kita tanpa makna dan ruh tak ubahnya dukun yang mengucapkan mantra-mantra yang tidak dipahaminya.&lt;br /&gt;   Lalu kita sering menyebut-nyebut yang kita anggap 'kontribusi' untuk jama'ah dakwah, sebagai sebuah perjuangan heroik padahal kalau direnungi lagi sangat memalukan untuk sekedar menyebutkannya.&lt;br /&gt;   Ustadz mengangkat hadits dalam sahihain dari Abu Musa al-Asy'ari, ia berkata: kami keluar bersama Rasulullah SAW dalam satu peperangan. Waktu itu kami berenam bergantian mengendarai seekor unta, kemudian telapak kaki kami pecah-pecah, telapak kaki saya sendiri pecah dan kuku-kukunya pun copot. Waktu itu kami membalut kaki-kaki kami dengan sobekan kain. sehingga aku menyebut peperangan itu dengan perang Dzzaturriqo (sobekan kain)." Abu Musa alAsyari yang menyebutkan hadits ini, tetapi kemudian ia tidak menyukainya, Ia berkata seolah-olah tidak suka menceritakan perjuangan tersebut.&lt;br /&gt;   Ada kemalasan, ada kesombongan dalam jiwa kita saat menempuh jalan dakwah ini. Penyakit berbahaya yang lebih kronis dari penyakit medic mematikan apapun yang ada di kolong langit ini. Jazakallah Ustadz wa antum akhuna fillah yang sabar menemani kemalasan dan kesombongan ana disetiap malam kamis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317481914361608568-5133577734490039516?l=quranpetunjukjalan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/feeds/5133577734490039516/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317481914361608568&amp;postID=5133577734490039516' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/5133577734490039516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/5133577734490039516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/08/malam-kamis-2-dimana-kita-dalam-dakwah.html' title='Malam Kamis 2 Dimana Kita dalam Dakwah Ini??'/><author><name>Agus LukmanulHakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10627197443125453665</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SKOqsf3BeyI/AAAAAAAAABg/0LC80uEzNyQ/s1600-R/pspoto.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568.post-1689598050997129967</id><published>2008-08-27T19:18:00.000-07:00</published><updated>2008-08-30T12:22:00.801-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motif'/><title type='text'>Tata Krama dan sopan santun menghadapi Al-Quran (lanjutan 4)</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;14.  Berhenti sejenak pada ayat-ayat yang dianggap perlu untuk ditadabburkan, memahami maknanya dan mengenal hakikat-hakikat yang terkandung di dalamnya, memperhatikan ilmu dan pengetahuan, pelajaran-pelajaran dan petunjuk-petunjuknya. Karena hal tersebut merupakan tujuan dari membaca Al-Quran, dan tidak akan bermanfaat tilawah jika tidak diiringi tadabbur ? tidak melahirkan pemahaman ? dan tidak memberikan kebaikan ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;15.  Hanyut dan terpengaruh dengan ayat-ayat yang sesuai dengan tema dan alurnya, bergenbira saat membaca ayat-ayat yang berkenaan dengan kabar gembira, harapan dan cita-cita, sedih dan menangis saat mendapatkan ayat tentang peringatan, ancaman dan kecaman, senang ketika membaca ayat-ayat tentang ni’mat, takut dan khawatir saat melintasi ayat tentang azab, merenungi diri saat menemui ayat berkenaan dengan sifat-sifat orang beriman agar berusaha melengkapi diri dari kekurangan. Dan ayat-ayat tentang sifat orang-orang kafir agar berusaha untuk menghindar dan menjauhinya. Membuka seluruh indranya ketika membaca ayat tentang perintah, kewajiban –taklif- rabbani  untuk bisa diamalkan, dan terhadap larangan dan hal-hal yang haram agar bisa dijauhkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Jika membaca ayat tentang kenikmatan dia berharap kepada Allah menjadi pemiliknya, jika membaca ayat tentang azab memohon perlindungan kepada Allah agar dijauhi darinya, dan menjawab terhadap pertanyaan-pertanyaan Al-Quran, mengamalkan segala perintah dn taklif –kewajiban, berlepas diri dari kekufuran dan sifat-sifatnya, pakewuh terhadap orang –orang beriman dan menjadikan mereka sebagai pemimpin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;16.  Pembaca hendaknya merasa bahwa dirinyalah seakan yang diajak bicara –objek- dari ayat yang dibacanya, dia yang diberikan atas taklifat –kewajiban-, menghidupkan perasaan ini, mencari hasil-hasil dan pengaruhnya terhadap dirinya dan persendiannya. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Karena itu, boleh berhenti lama saat berhadapan dengan ayat tentang apa yang di minta dan dilarang. Berhenti sejenak saat membaca ayat yang berbunyi : &lt;em&gt;“Wahai orang-orang yang beriman” “Wahai sekalian manusia” “Wahai manusia”&lt;/em&gt; membuka celah-celah hatinya untuk dapat menerima, berinteraksi dan memenuhi panggilan, karena setelah seruan tersebut bisa berupa perintah yang harus dilaksanakan atau larangan tentang yang harus dijauhi, atau celaan yang harus diperhatikan atau peringatan yang harus dijadikan pelajaran, atau taujih –arahan- menuju kebaikan dan hidayah yang harus diraih segera.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;17.  Menghindarkan diri dari tembok  yang dapat menghalangi untuk memahami dan mentadabburkan Al-Quran, seperti bertolak belakangnya adab dan kaedah seperti  yang telah disebutkan sebelumnya, karena jika terjadi pencampuaran dengan yang bertentangan maka muncul hijab yang dapat menutupi antara si pembaca dan Al-Quran itu sendiri, penutup tirai yang tebal yang dapat menutupi cahaya Al-Quran dan petunjuknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;18.  Bagi yang mendengar dan mentadabburkan Al-Quran terhadap bacaan orang lain atau di dengar melalui radio atau kaset rekaman, hendaknya juga memperhatikan etika dan adab-adab yang telah disebutkan, lebih giat lagi untuk mendengarkannya, berdiam diri, tadabbur dan talaqqi, jangan membuka kedua telinga saja namun juga membuka segala celah-celahnya seperti talaqqi, interaksi di dalam dirinya, baik indra dan perasaan, khusyu’ dalam mendengarkannya, terutama yang terkait dengan arahan Rabbani yang lurus sesuai dengan Firman Allah SWT : &lt;em&gt;“Dan Apabila dibacakan ayat-ayat Al-Quran maka dengarkanlah dan diamlah agar kalian dirahmati”.&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;(Al-A’rof : 204) (sumber &lt;span class="postedby"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;a href="http://www.al-ikhwan.net/author/admin" title="Profile of Al-Ikhwan.net"&gt;Al-Ikhwan.net&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317481914361608568-1689598050997129967?l=quranpetunjukjalan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/feeds/1689598050997129967/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317481914361608568&amp;postID=1689598050997129967' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/1689598050997129967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/1689598050997129967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/08/tata-krama-dan-sopan-santun-menghadapi_7278.html' title='Tata Krama dan sopan santun menghadapi Al-Quran (lanjutan 4)'/><author><name>Agus LukmanulHakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10627197443125453665</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SKOqsf3BeyI/AAAAAAAAABg/0LC80uEzNyQ/s1600-R/pspoto.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568.post-6675621640090560133</id><published>2008-08-27T19:15:00.000-07:00</published><updated>2008-08-27T19:18:06.558-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motif'/><title type='text'>Tata Krama dan sopan santun menghadapi Al-Quran (lanjutan 3)</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;8. Membaca isti’adzah dan basmalah, sebagaimana Firman Allah : &lt;em&gt;“Maka jika engkau akan membaca Al-Quran mohonlah perlindungan kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk yaitu dengan membaca “Audzubillah minassyaitanirrajim”&lt;/em&gt;. (An-Nahl : 98) menghidupkan makna “Istiadzah”, mentadabburkannya, mengakuinya dengan jujur dalam melafadzkannya, agar terealisasi makna istiadzah secara mutlak kepada Allah, agar Allah memberikan perlindungan kepadanya dari tipu daya syetan sebagai janji Allah kepada orang mu’min jika membaca Istiadzah –baik manusia maupun jin- sehingga dia akan dilindungi dan dijauhkan darinya : &lt;em&gt;“Dan apabila kamu membaca Al-Quran niscaya Kami  adakan antara kamu dan orang-orang yang beriman kepada kehidupan akhirat, suatu dinding yang tertutup. Dan Kami adakan tutupan di atas hati mereka dan sumbatan di telinga mereka, agar mereka tidak dapat memahaminya. Dan apabila kamu menyebut Tuhanmu saja dalam Al-Quran, niscaya mereka berpaling ke belakang karena bencinya”.&lt;/em&gt; (Al-Isra : 45-46)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Adapun Basmalah merupakan bacaan pertama saat ingin membaca Al-Quran pada setiap surat -kecuali surat baraah- dan boleh juga dibaca saat memulai bacaan dipertengahan surat, atau dipotongan ayat, jika saat membaca Al-Quran terhenti sejenak lalu ingin memulainya kembali. Membaca Al-Quran merupakan pintu memohon barokah dan memulai dengan menyebut nama Allah, mengharap limpahan-Nya, kebekahan-Nya dan Rahmat-Nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;9. Mengosongkan diri dari kesibukan dan dari menyelesaikan hajat lainnya, seseorang yang membaca Al-Qur’an hendaknya –saat membaca- tidak dalam keadaan lapar, dahaga dan dalam keadaan bimbang dan cemas, dalam keadaan dingin yang dahsyat atau panas yang menyiksa, duduk di depan televisi, matanya membaca Al-Quran sedangkan telinganya mendengarkan televisi, atau sambil menunggu makanan sedangkan jiwanya dan perasaannya sibuk menerima hidangan tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;10. menghadirkan akal dan fikiran saat membaca Al-Quran dan memfokuskannya kepada Al-Quran saja, menghayalkan akan ayat-ayat yang dibaca, mencegahnya dari keterlantaran dan mengawang-awang dari fenomena-fenomena kehidupan, menggunakan segala celah pengetahuan, sarana tadabbur, perangkat talaqqi dalam jiwa dan perasaan, indra, akal, hati dan khayalan. Memfokuskan diri hanya kepada Al-Quran saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;11.  Menghadirkan kekhusyuan yang laik menuju Kitabullah, saat membacanya, berusaha mendapatkan pengaruh positif dan interaksi, memperhatikan sebagain tauladan orang-orang yang khusyu dan merasuk saat membaca Al-Quran dari orang-orang salih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;12.  menangis saat membaca, khususnya pada ayat-ayat tentang azab, atau tentang hari kiamat, yaitu saat melintasi ayat tentang peristiwa hari kiamat dan hari akhir, fenomena dan ketakutan yang akan terjadi didalamnya. Memperhatikan kekurangan dalam melaksanakan hak-hak dan berlebihan akan larangan Allah. Jika tidak bisa menangis maka usahakanlah berpura-pura menangis dan jika tidak mempu juga untuk menangis begitupun pura-pura menangis maka usakanlah untuk menangis dalam diri sendiri yaitu dalam hati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;13.  mengagungkan Allah Yang telah menurunkan Al-Quran, merasakan akan kemuliaan-Nya, limpahan karunia dan rahmat-Nya, yang telah memerintahkan kepada hamba-Nya yang lemah. Pengagungan ini merupakan seruan –secara global- untuk mengagunkan Firman-firman-Nya, menerimanya untuk bisa berinteraksi, bertadabbur, bertarbiyah dan berkomitmen dengannya. Seakan dengan pengagungan kepada Allah dan dan Firman-Nya maka si pembaca komitmen dengan adab-adab tilawah lainnya dan menghadirkannya. Dan sarana yang paling penting untuk tilawah adalah dengan bekal yang besar dari nilai-nilai, hakikat-hakikat, pelajaran-pelajaran dan petunjuk-petunjuknya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;(sumber &lt;span class="postedby"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;a href="http://www.al-ikhwan.net/author/admin" title="Profile of Al-Ikhwan.net"&gt;Al-Ikhwan.net&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317481914361608568-6675621640090560133?l=quranpetunjukjalan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/feeds/6675621640090560133/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317481914361608568&amp;postID=6675621640090560133' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/6675621640090560133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/6675621640090560133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/08/tata-krama-dan-sopan-santun-menghadapi_3701.html' title='Tata Krama dan sopan santun menghadapi Al-Quran (lanjutan 3)'/><author><name>Agus LukmanulHakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10627197443125453665</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SKOqsf3BeyI/AAAAAAAAABg/0LC80uEzNyQ/s1600-R/pspoto.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568.post-8850425610768232691</id><published>2008-08-27T19:11:00.000-07:00</published><updated>2008-08-27T19:13:12.216-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motif'/><title type='text'>Tata Krama dan sopan santun menghadapi Al-Quran (lanjutan 2)</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;5. Mensucikan sarana-sarana digunakan untuk membaca Al-Quran, membersihkan hal-hal yang berhubungan dengan kemaksiatan, dosa dan kemungkaran, karena kebersihan dan kesucian tempat merupakan syarat mendapatkan manfaat ! bagaimana seseorang bisa baik membaca dan membersihkan, mentadabburkan dan memahaminya dengan mata yang berhadapan dengan kotoran ? atau dengan telinga yang dikotori suara kemungkaran dan seruling syetan ? atau dengan lisan yang berlumuran dengan najis ghibah, namimah –adu domba-, dusta, olok-olok, penghinaan, dan pelecehan ? bagaimana mungkin seseorang bisa berinteraksi padahal hatinya terkunci, tertutup, terdapat tembok penghalang dari syubhat-syubhat, syahwat, kecendrungan berbuat maksiat dan kemungkaran, mendekati perbuatan tercela dan haram, dirusak oleh penyakit dan amal riya, ujub dan takabbur ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Al-Quran seperti air hujan, hujan tidak akan memberi pengaruh pada bumi yang tandus dan bebatuan, tidak bisa hinggap diatasnya kecuali debu-debu yang beterbangan, demikian juga Al-Quran harus turun pada lingkungan yang baik agar dapat berinteraksi dengannya, memberi pengaruh dengannya dan hidup di bawah naungannya, yaitu panca indra dan hati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;6. Menghadirkan niat saat membaca Al-Qur’an, ikhlas karena Allah dan menjauhkan diri dari keinginan duniawi, agar dapat memperoleh ganjaran dalam membaca, mengamalkan dan beribadah dengannya, karena setiap amal bergantung pada niatnya, dan Allah Maha Kaya tidak butuh akan kemusyrikan dan agar juga mendapat memahami Al-Quran dengan baik. Karena Ilmu, pemahaman dan tadabbur merupakan ni’mat dari Allah dan Rahmat-Nya, sedangkan Rahmat Allah tidak bisa bercampur dengan kemaksiatan, kedustaan dan kemungkaran !!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;7. Mengembalikan jiwa kepada Allah dan berlindung dengan-Nya, memohon naungan-Nya, menerimanya dengan penuh keridhaan, atau seperti orang yang tenggelam memohon pertolongan, berlepas diri dari setiap daya dan upaya, atau ilmu dan akal, pemahaman dan kecerdasan, berkeyakinan dengan penuh bahwa semua itu tidak bermanfaat jika Allah tidak menganugrahkan kepadanya ilmu dan pengetahuan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;(sumber &lt;span class="postedby"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;a href="http://www.al-ikhwan.net/author/admin" title="Profile of Al-Ikhwan.net"&gt;Al-Ikhwan.net&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317481914361608568-8850425610768232691?l=quranpetunjukjalan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/feeds/8850425610768232691/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317481914361608568&amp;postID=8850425610768232691' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/8850425610768232691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/8850425610768232691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/08/tata-krama-dan-sopan-santun-menghadapi_2701.html' title='Tata Krama dan sopan santun menghadapi Al-Quran (lanjutan 2)'/><author><name>Agus LukmanulHakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10627197443125453665</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SKOqsf3BeyI/AAAAAAAAABg/0LC80uEzNyQ/s1600-R/pspoto.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568.post-8201511955675809145</id><published>2008-08-27T19:10:00.000-07:00</published><updated>2008-08-27T19:11:39.408-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motif'/><title type='text'>Tata Krama dan sopan santun menghadapi Al-Quran (lanjutan 1)</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;3. Memilih tempat duduk yang cocok, keadaan yang khusus dan perkumpulan orang-orang saleh sehingga ia dapat merasakan kehadiran Allah. Dan sehingga dapat membangkitakan ubudiyahnya kepada Allah, menampakkan ketundukan dan kerendahan hatinya. Jalsah  yang paling baik bagi pembaca Al-Quran adalah : menghadap kiblat, sambil duduk seperti saat orang melakukan duduk tahiyat dalam shoalt –guna menampakkan jalsah ubudiyah- dan jika merasa letih dari jalsah ini, maka tetap diusahakan dengan posisi lain yang cocok dan menghadap kiblat. Dan ia berhak menentukan jalsah ini semaunya sehingga menampakan akan penghormatannya terhadap Al-Quran, kerendahan hati dan ketundukannya kepada Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;4. Suci lahiriyah; yaitu harus suci dari junub –hadats besar-, dan bagi wanita harus suci lebih dahulu dari junub, haid dan nifas, dan diutamakan juga suci dari hadats kecil yaitu dengan selalu dalam keadaan berwudlu, agar dapat merasakan pertemuan dengan Allah. Boleh juga membaca Al-Quran –baik untuk ibadah, manghafal atau belajar dan mengajar- tanpa harus berwudlu, karena tidak ada dalil dari Al-Quran yang menegaskan akan hal itu, begitupun dari hadits-hadits Nabi yang shohih tidak mensyaratkan demikian. Para ulama juga memberikan fatwa bagi seorang wanita yang punya gairah belajar dan mengajar –guru atau murid- dalam membaca Al-Quran untuk belajar dan mengajar walaupun dalam keadaan haid atau nifas atas dasar darurat”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;(sumber &lt;span class="postedby"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;a href="http://www.al-ikhwan.net/author/admin" title="Profile of Al-Ikhwan.net"&gt;Al-Ikhwan.net&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317481914361608568-8201511955675809145?l=quranpetunjukjalan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/feeds/8201511955675809145/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317481914361608568&amp;postID=8201511955675809145' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/8201511955675809145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/8201511955675809145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/08/tata-krama-dan-sopan-santun-menghadapi_27.html' title='Tata Krama dan sopan santun menghadapi Al-Quran (lanjutan 1)'/><author><name>Agus LukmanulHakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10627197443125453665</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SKOqsf3BeyI/AAAAAAAAABg/0LC80uEzNyQ/s1600-R/pspoto.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568.post-4076779809466249812</id><published>2008-08-27T19:07:00.000-07:00</published><updated>2008-08-27T19:10:08.506-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motif'/><title type='text'>Tata Krama dan sopan santun menghadapi Al-Quran</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.al-ikhwan.net/author/admin" title="Profile of Al-Ikhwan.net"&gt;  &lt;/a&gt;&lt;h4&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="image418" spid="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" alt="al-quran1.jpg" style="'width:276.75pt;height:168pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\A35~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.jpg" href="http://www.al-ikhwan.net/wp-content/uploads/2008/07/al-quran1.jpg"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/A35%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.jpg" style="height: 224px; width: 369px;" alt="al-quran1.jpg" shapes="image418" height="224" width="369" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Agar bacaan Al-Quran kita berkualitas dan bermanfaat, dan dapat memberikan nilai dan ganjaran dari hasil tadabbur kepadanya, serta memberikan pengaruh positif dan istiqomah kepadanya, sehingga dapat mengamalkannya seperti yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw dan para sahabatnya serta para salafus salih, maka selayaknya memperhatikan terlebih dahulu beberapa adab dan etika yang mesti dijalani dan komitmen dengan aturan-aturannya; baik sebelum atau saat membaca Al-Qur’an.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sebagian ulama banyak memberikan masukan tentang adab-adab dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an, yang mana hal tersebut mereka dapati dari hadits-hadits Rasulullah saw dan sirah –sejarah- para sahabat, begitupun yang mereka dapati dari hasil interaksi mereka dengan Al-Qur’an, dan pengalaman mereka yang berharga dalam mentadabburkan Al-Qur’an.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;st1:place&gt;Para&lt;/st1:place&gt; ulama yang menyusun cara membaca Al-Quran, juga menjabarkan beberapa adab-adab dan sesuatu yang dibolehkan dalam membaca Al-Qur’an dan memberikan peringatan dari hal-hal yang makruh. Dan diantara ulama terkenal yang mempunyai pehatian terhadap adab-adab ini adalah Hujjatul Islam; Abu Hamid Al-Ghozali. Beliau berkata dalam kitabnya “Ihya Ulumuddin”; ada sepuluh adab dalam membaca Al-Quran untuk bisa dijadikan amalan zhahiri, dan sepuluh lainnya sebagai amalan bathini yang harus diterapkan oleh pembaca Al-Qur’an.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dan diantara ulama lainnya, Imam An-Nawawi yang menyusun kitab yang begitu indah dan bermanfaat yaitu &lt;em&gt;“At-Tibyan Fi Adabi Hamlatil Quran”&lt;/em&gt; ; dalam dua bab; &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; dan enam beliau mengkhususkan pembahasan tentang adab-adab membaca Al-Quran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Begitupan Imam Suyuthi menyebutkan apa yang disebutkan Imam Al-Ghozali dan An-Nawawi tentang Adab-adab membaca Al-Quran, sehingga beliau dapat menyusun kitab yang berjudul : &lt;em&gt;”Al-Itqon fi Ulumul Quran” &lt;/em&gt;bebrapa bagian dari adab-adab membaca.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Adapun Adab-adab dalam membaca Al-Qur’an adalah sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Memilih waktu yang cocok untuk membaca Al-Quran. &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Waktu tidak ada yang buruk. Setiap saat dianjurkan untuk mengingat Allah. Tetapi ada waktu-waktu khusus dimana, setiap peminta doanya diijabah, pemohon ampun dijamin kemaafannya dan setiap taubat diterima. Yakni , Tahunan, ada Ramadahan sebulan penuh, bulanan ada ayamul bidh (tengah bulan) dimana puasa di sunnahkan, mingguan ada hari jum’at. Harian setiap sepertiga malam terakhir. Ba’da subuh adalah waktu dimana otak sedang fresh bertemu udara pagi yang sejuk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;2. Memilih tempat yang cocok. seperti masjid sebagai salah satu dari rumah Allah, atau di pojokan dari bagaian rumahnya yang sengaja disediakan untuk ibadah, sehingga terhidar dari halangan-halangan, kesibukan-kesibukan lain dan suara gaduh, hendaknya menjauh dari kebisingan, teriakan dan pembicaraan tentang dunia, permainan dan canda anak-anak. Dan sangat baik jika membacanya di tengah kebun yang rindang, atau dekat pohon bunga yang harum dan pemandangan-pemandangan yang menyegarkan. Boleh juga membaca Al-Quran di tengah kegaduhan dan keramaian seakan ia ingin memperlihatkan kepada yang lainnya, atau sambil jalan di jalan raya, atau saat mengendarai mobil atau kendaraan lainnya, walaupun tadabbur dalam kondisi demikian sangat sedikit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; (sumber &lt;span class="postedby"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;a href="http://www.al-ikhwan.net/author/admin" title="Profile of Al-Ikhwan.net"&gt;Al-Ikhwan.net&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317481914361608568-4076779809466249812?l=quranpetunjukjalan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/feeds/4076779809466249812/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317481914361608568&amp;postID=4076779809466249812' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/4076779809466249812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/4076779809466249812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/08/tata-krama-dan-sopan-santun-menghadapi.html' title='Tata Krama dan sopan santun menghadapi Al-Quran'/><author><name>Agus LukmanulHakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10627197443125453665</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SKOqsf3BeyI/AAAAAAAAABg/0LC80uEzNyQ/s1600-R/pspoto.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568.post-5326426464469205073</id><published>2008-08-27T01:06:00.000-07:00</published><updated>2008-08-27T01:15:29.364-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramadhan'/><title type='text'>Apa-apa yang wajib diperhatikan orang yang berpuasa Ramadhan</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: center; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;color:red;"   lang="AR-SA" &gt;مما يجب على&lt;a href="http://www.sunna.info/audio/islamic_view_info__brr61s_1"&gt; المفطر عامدا&lt;/a&gt; في رمضان&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;u1:p&gt; &lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;الإفطار عمدا في رمضان:&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;1&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;- منه ما يوجب القضاء فقط .&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;2&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;- ومنه ما يوجب القضاء والفدية معا .&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;3&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;- ومنه ما يوجب الفدية فقط بدل الصيام .&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;4- ومنه ما يوجب القضاء والكفارة معا .&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;u1:p&gt; &lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;1&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;- فأما المفطر الذي يجب عليه القضاء فقط فهو:&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt; أ- الذي أفطر بسبب المرض .&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;ب- ومن كان في سفر طويل أفطر فيه .&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;ج- والحائض والنفساء .&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;د- والذي ترك الصيام في رمضان بدون عذر أو كان صائما فأفطر بمفطر غير الجماع.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;ج- والحامل والمرضع ان خافتا على انفسهما .&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;فهؤلاء جميعا عليهم قضاء كل يوم بيوم فقط .&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;u1:p&gt; &lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;2&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;- وأما المفطر الذي يجب عليه القضاء والفدية معا فهو:&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;الحامل والمرضع ان خافتا على ولديهما فأفطرتا فعليهما القضاء والفدية وهي مدّ من غالب قوت البلد لكل يوم . وفي مذهي الحنفيّ : إطعام مسكين مقدار ما يغذيه ويعشيه أو قيمتها .&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;ومن كان عليه قضاء من رمضان فأخّر صيامه حتى جاء رمضان آخر فعليه مع القضاء الفدية عن كل يوم مدّ .&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;u1:p&gt; &lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;3&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;- وأما المفطر الذي يجب عليه الفدية فقط فهو :&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;u1:p&gt; &lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;أ-  الشيخ العجوز الذي لا يتحمل الصوم أو تلحقه مشقة شديدة فانه يفطر ويفدي عن كل يوم مدّ .&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;ب- المريض الذي لا يرجى شفاؤه فلا صوم عليه ولا قضاء وانما يجب عليه الفدية فقط، وهي مقدار ما يغدّي ويعشّي عند أبي حنيفة ، وعند الشافعي مدّ قمح أو غيره على حسب قوت البلد الغالب .&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;u1:p&gt; &lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;4- وأما المفطر الذي يجب عليه القضاء والكفارة معا فهو الذي أفسد صوم يوم من رمضان بجماع عامدا بإختياره ذاكرا للصيام ولو لم ينزل المنيّ فان عليه قضاء هذا النهار الذي أفسده كما يجب عليه الكفارة.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;u1:p&gt; &lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;والكفارة على هذا الترتيب .&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;أ- عتق رقبة مؤمنة. فان لم يستطع :&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;ب- فصيام شهرين متتابعين غير يوم القضاء فان أفطر خلال الشهرين يوما ولو لمرض استانف ( أي أعاد ). فان عجز عن الصيام أيضا :&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt; &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;ج- فإطعام ستين مسكينا لكل مسكين مدّ من غالب قوت البلد . وعند أبي حنيفة لكل مسكين مقدار ما يغدّي ويعشّي .&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:24;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;فان عجز عنها كلها استقرت الكفارة في ذمته ولا شيء عليه بدلها .&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:16;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;u1:p&gt; &lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317481914361608568-5326426464469205073?l=quranpetunjukjalan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/feeds/5326426464469205073/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317481914361608568&amp;postID=5326426464469205073' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/5326426464469205073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/5326426464469205073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/08/apa-apa-yang-wajib-diperhatikan-orang.html' title='Apa-apa yang wajib diperhatikan orang yang berpuasa Ramadhan'/><author><name>Agus LukmanulHakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10627197443125453665</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SKOqsf3BeyI/AAAAAAAAABg/0LC80uEzNyQ/s1600-R/pspoto.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568.post-2870774193406529241</id><published>2008-08-27T01:02:00.000-07:00</published><updated>2008-08-27T01:15:46.862-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramadhan'/><title type='text'>Puasa Yang Buruk</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://www.sunna.info/audio/islamic_view_info__c9_6"&gt;&lt;span dir="rtl" style=";font-family:&amp;quot;;color:red;"   lang="AR-SA"&gt;مفسدات الصيام&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="direction: rtl; unicode-bidi: embed; text-align: right;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;u1:p&gt; &lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="direction: rtl; unicode-bidi: embed; text-align: right;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt;والصيام واجب على كل مسلم بالغ عاقل قادر على الصيام ، فلا يصح من الكافر الأصلي ولا المرتد ولا يصح من حائض ولا نفساء ، ولو صامتا حال وجود الدم فعليهما إثم وعليهما القضاء .&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="direction: rtl; unicode-bidi: embed; text-align: right;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt;ولا يجب على الصبي ، ولكن يجب على وليه ان يأمره به ان أكمل سبع سنين وان يضربه على تركه إذا بلغ عشر سنين وتركه وهو يطيقه ولا يجب عليه القضاء ان أفطر.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="direction: rtl; unicode-bidi: embed; text-align: right;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;u1:p&gt; &lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="direction: rtl; unicode-bidi: embed; text-align: right;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt;وكذلك لا يجب على المجنون ولا قضاء عليه ، ولا على المريض الذي يضره الصوم ولا المسافر سفرا طويلا وعليهما القضاء .&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="direction: rtl; unicode-bidi: embed; text-align: right;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;u1:p&gt; &lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="direction: rtl; unicode-bidi: embed; text-align: right;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt;ولو صام المريض والمسافر صحّ منهما ، وإذا ضرّهما حرم عليهما .&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="direction: rtl; unicode-bidi: embed; text-align: right;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;u1:p&gt; &lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="direction: rtl; unicode-bidi: embed; text-align: right;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:24;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;والمسافر الذي يريد الإفطار في اليوم الأول من سفره عليه ان يخرج من بلده قبل طلوع الفجر . ولا يجب على العجوز الفاني مخافة التلف والموت .&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317481914361608568-2870774193406529241?l=quranpetunjukjalan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/feeds/2870774193406529241/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317481914361608568&amp;postID=2870774193406529241' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/2870774193406529241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/2870774193406529241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/08/puasa-yang-buruk.html' title='Puasa Yang Buruk'/><author><name>Agus LukmanulHakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10627197443125453665</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SKOqsf3BeyI/AAAAAAAAABg/0LC80uEzNyQ/s1600-R/pspoto.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568.post-6020915615141749639</id><published>2008-08-27T01:01:00.000-07:00</published><updated>2008-08-27T01:16:26.753-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramadhan'/><title type='text'>Syarat Wajib Puasa</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: center; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;color:red;"   lang="AR-SA" &gt;شرائط وجوب &lt;a href="http://www.sunna.info/audio/islamic_view_info__c9_6"&gt;الصيام&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt; &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;u1:p&gt; &lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt;والصيام واجب على كل مسلم بالغ عاقل قادر على الصيام ، فلا يصح من الكافر الأصلي ولا المرتد ولا يصح من حائض ولا نفساء ، ولو صامتا حال وجود الدم فعليهما إثم وعليهما القضاء .&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt;ولا يجب على الصبي ، ولكن يجب على وليه ان يأمره به ان أكمل سبع سنين وان يضربه على تركه إذا بلغ عشر سنين وتركه وهو يطيقه ولا يجب عليه القضاء ان أفطر.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;u1:p&gt; &lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt;وكذلك لا يجب على المجنون ولا قضاء عليه ، ولا على المريض الذي يضره الصوم ولا المسافر سفرا طويلا وعليهما القضاء .&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;u1:p&gt; &lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt;ولو صام المريض والمسافر صحّ منهما ، وإذا ضرّهما حرم عليهما .&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;u1:p&gt; &lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:24;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;والمسافر الذي يريد الإفطار في اليوم الأول من سفره عليه ان يخرج من بلده قبل طلوع الفجر . ولا يجب على العجوز الفاني مخافة التلف والموت .&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317481914361608568-6020915615141749639?l=quranpetunjukjalan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/feeds/6020915615141749639/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317481914361608568&amp;postID=6020915615141749639' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/6020915615141749639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/6020915615141749639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/08/syarat-wajib-puasa.html' title='Syarat Wajib Puasa'/><author><name>Agus LukmanulHakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10627197443125453665</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SKOqsf3BeyI/AAAAAAAAABg/0LC80uEzNyQ/s1600-R/pspoto.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568.post-7487781761606918671</id><published>2008-08-27T00:55:00.000-07:00</published><updated>2008-08-27T01:14:14.522-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramadhan'/><title type='text'>Hal-hal yang fardhu dalam berpuasa</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: center; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;a href="http://www.sunna.info/audio/islamic_view_info__nid5_3-3"&gt;&lt;span style=";color:red;" &gt;فرائض الصيام&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;u1:p&gt; &lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;وفرائضه إثنان : النية والإمساك عن المفطرات .&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;u1:p&gt; &lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;1- النية: ومحلها القلب فلا يشترط النطق بها باللسان ويجب تبييتها اي ايقاعها ليلا قبل الفجر لكل يوم من رمضان بالقلب ولو قضاء، فإذا غربت الشمس على الصائم فنوى قبل ان يتعاطى مفطرا صوم اليوم التالي عن رمضان ثم لم يـُعـِد هذه النية بعد الأكل كفته . ويجب أيضا تعيين الصوم في النية كتعيين انه من رمضان أو انه عن نذر أو انه عن كفارة وان لم يبين سببها . ثم انه يجب ان ينوي لكل يوم فلا يكفي ان ينوي أول الشهر عن الشهر كله عند الشافعي.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;u1:p&gt; &lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;قال العلماء :" كمال النية في رمضان :" نويت صوم غدٍ عن أداء فرض رمضان هذه السنة إيمانا وإحتسابا لله تعالى " . والإحتساب طلب الأجر . وقال بعضٌ يكفي ان ينوي في ليلة الأول منه عن جميع أيام رمضان فيقول بقلبه:" نويت صيام ثلاثين يوما عن شهر رمضان هذه السنة" .&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;u1:p&gt; &lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;وعلى الحائض والنفساء إذا انقطع الدم ليلة الصيام ان تنوي صيام اليوم التالي من رمضان وان لم تغتسل ، ولا يضر الأكل والنوم والجماع بعد النية وقبل طلوع الفجر . ومن نام ليلا ولم ينو الصيام حتى استيقظ بعد الفجر وجب عليه الإمساك عن المفطرات وعليه قضاء هذا اليوم ، أما صوم النفل فلا يشترط في نيته التبييت فلو استيقظ بعد الفجر ولم يأكل شيئا ولم يشرب ونوى صيام هذا اليوم قبل الزوال تطوعا لله تعالى صح صيامه.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;u1:p&gt; &lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;2- الإمساك عن المفطرات: يجب الإمساك عن :&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;u1:p&gt; &lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;أ- الأكل والشرب وعن إدخال كل ما له حجم ولو صغير إلى الرأس أو البطن ونحوهما من منفذ مفتوح كالفم والانف ( ولو كان ذلك أجزاء صغيرة كدخان السيجارة) والقبل والدبر من الفجر إلى المغرب .&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;ومن أكل أو شرب ناسيا ولو كثيرا لم يفطر ولو في صيام النفل ففي الحديث الصحيح:&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt; &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;" من نسي وهو صائم فأكل أو شرب فليتم صومه فانما أطعمه الله وسقاه" رواه البخاري.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;u1:p&gt; &lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;ب- والاستقاءة أي إخراج القيء بالإصبع ونحوه وان لم يرجع منه شيء الى الجوف وأما من غلبه القيء ولم يبلع منه شيئا فلا يفطر ولكن يطهر فمه قبل ان يبلع ريقه ، قال رسول الله صلّى الله عليه وسلّم :" من ذرعه القيء (أي غلبه) وهو صائم فليس عليه قضاء ومن إستقاء فليقض" رواه الحاكم والأربعة &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;u1:p&gt; &lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;ج- والجماع وإخراج المني بالإستمناء أو المباشرة فانه مفطر أما خروجه بالنظر ولو كان محرما وبالفكر فهو غير مفطر.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;u1:p&gt; &lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;ولما كان وقت الصيام من الفجر حتى المغرب وجب معرفة طرفي النهار على كل مكلف بالصيام ، فان المؤذنين اليوم يغلب عليهم الجهل بمواقيت الصلاة فلا يعتمد على الاسطوانة التي يديرونها وقت الفجر والمغرب .&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;u1:p&gt; &lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;والفجر : هو البياض المعترض بالأفق الشرقي ويوجد في أوله حمرة خفيفة مختلطة ببياضه ، ثم بعد حوالي النصف ساعة تشتد هذه الحمرة فهذا البياض هو الفجر فالنية بجب إيقاعها قبل ظهور هذا البياض.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;والغروب : هو مغيب قرص الشمس كله .&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;u1:p&gt; &lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;فمن أكل بعد الفجر معتقدا ان الفجر لم يطلع فسد صومه ولزمه القضاء وعليه الإمساك عن المفطرات باقي النهار، فان كان اجتهد فأكل ثم تبين له انه دخل الفجر لم يأثم كان اعتمد على صياح الديك المجرّب وكذا لو أكل قبيل مغيب قرص الشمس معتقدا انه غربت الشمس ثم تبين له خلاف ذلك فسد صومه ولزمه قضاء هذا اليوم. أما الذي يأكل بدون عذر قبيل الغروب فقد أثم، قال الله تعالى:{ ثم أتموا الصيام إلى الليل }[ سورة البقرة (187)] . وغروب الشمس علامة على دخول الليل . وكذلك يجب على المسلم الثبوت في الأسلام على الدوام في رمضان وغيره. فيجب عليه تجنب الوقوع في الكفر بانواعه الثلاثة:&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;u1:p&gt; &lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;1- الكفر القولي : كالذي يسبّ الله أو القرءان أو الإسلام  .&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;2- الكفر الاعتقادي : كاعتقاد ان الله جسم أو ضوء أو روح .&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;3- الكفر الفعلي: كرمي المصحف في القاذورات أو السجود لصنم .&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;u1:p&gt; &lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:24;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;لان استمرار إيمان الصائم شرط لصحة صيامه فالكفر مبطل للصيام. فمن وقع في شيء منها وهو صائم فسد صومه وعليه العود فورا إلى الإسلام بالنطق بالشهادتين ، والإمساك بقية النهار ثم قضاء هذا اليوم بعد رمضان ويوم العيد فورا .&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:24;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317481914361608568-7487781761606918671?l=quranpetunjukjalan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/feeds/7487781761606918671/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317481914361608568&amp;postID=7487781761606918671' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/7487781761606918671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/7487781761606918671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/08/blog-post_27.html' title='Hal-hal yang fardhu dalam berpuasa'/><author><name>Agus LukmanulHakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10627197443125453665</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SKOqsf3BeyI/AAAAAAAAABg/0LC80uEzNyQ/s1600-R/pspoto.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568.post-8484747864199233645</id><published>2008-08-27T00:41:00.000-07:00</published><updated>2008-08-27T01:13:21.756-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramadhan'/><title type='text'>Puasa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;الصوم&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: center; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;بسم الله الرحمن&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"  style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;الرحيم&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="rtl"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;&lt;u1:p&gt; &lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;اما بعد ، فان صيام &lt;a href="http://www.sunna.info/audio/islamic_view_info__nid5_3-1"&gt;شهر رمضان&lt;/a&gt; المبارك عبادة عظيمة خصها الله بخصائص منها ما ورد في الحديث القدسي الذي أخرجه البخاري ، قال الله تعالى : " كل حسنة بعشر أمثالها الى سبعمائة ضعف إلا الصيام فانه لي وانا أجزي به " &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;&lt;u1:p&gt; &lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;فـُرض &lt;a href="http://www.sunna.info/audio/islamic_view_info__brr61s_7"&gt;صيام&lt;/a&gt; رمضان في السنة الثانية للهجرة وقد صام رسول الله صلّى الله عليه وسلّم تسع سنوات توفي بعدها .&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;&lt;u1:p&gt; &lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;وصيام رمضان وجوبه معلوم من الدين بالضرورة ، فمن جحد فرضيته فهو كافر إلا ان يكون قريب عهد بالإسلام  أو نشأ في بادية بعيدة عن العلماء ، أما من أفطر في رمضان لغير عذر شرعي وهو يعتقد وجوبه عليه فلا يكفر بل يكون عاصيا وعليه قضاء الايام التي أفطر فيها.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;والصيام لغة الإمساك  وشرعا الإمساك عن المفطـّرات من أكل وشرب وغيرهما من الفجر حتى المغرب مع النية المبيتة بالقلب.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;&lt;u1:p&gt; &lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;والأصل في وجوب صيام رمضان قبل الإجماع آية :{ كتب عليكم الصيام} وقوله صلّى الله عليه وسلم : " بني الإسلام على خمس شهادة ان لا إله إلا الله وان محمدا رسول الله وإقام الصلاة وإيتاء الزكاة وحج البيت وصوم رمضان " رواه البخاري ومسلم &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;&lt;u1:p&gt; &lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;ويجب &lt;a href="http://www.sunna.info/audio/islamic_view_info__nid5_3-2"&gt;مراقبة هلال رمضان&lt;/a&gt; ليلة الثلاثين من شعبان لانه يجب صيامه بأحد أمرين :&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;- إكمال شعبان ثلاثين يوما .&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;2- رؤية هلال رمضان ليلة الثلاثين من شعبان .&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;لقوله صلّى الله عليه وسلّم : " صوموا لرؤيته وأفطروا لرؤيته فان غمّ عليكم فأكملوا عدة شعبان ثلاثين يوما" رواه البخاري ومسلم وأصحاب السنن وغيرهم .&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;فمن رأى هلال رمضان صام ومن لم يره وأخبره مسلم ثقة عدل حرّ غير كاذب وجب عليه الصيام ، فقد روى أبو داود عن ابن عمر رضي الله عنهما قال: " أخبرت النبيّ صلّى الله عليه وسلم اني رايت الهلال فصام وأمر الناس بالصوم ". صححه ابن حبان&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;&lt;u1:p&gt; &lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;ويجوز لمن أخبره صبيّ أو فاسق أو إمرأة أو عبد  برؤية الهلال الصوم ان وثق به ، والا أكمل عدة شعبان ثلاثين يوما . فإذا أثبت القاضي الصوم وجب الصيام على أهل بلد الإثبات وسائر أهل البلاد القريبة من بلد الرؤية بإتحاد المطالع اي الشروق والغروب لا من خالف مَطلَعُهُمْ مطلعَها وذلك عند الشافعي . أما عند أبي حنيفة فيجب الصيام على أهل كل بلد علموا ثبوت الصيام في بلد ما مهما بعدت تلك البلاد عن البلد الذي ثبتت فيه الرؤية فيجب عنده على أهل المغرب الأقصى إذا علموا بثبوت الصيام في المشرق وكذلك العكس .لتكون مستمرة&lt;/span&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317481914361608568-8484747864199233645?l=quranpetunjukjalan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/feeds/8484747864199233645/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317481914361608568&amp;postID=8484747864199233645' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/8484747864199233645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/8484747864199233645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/08/blog-post.html' title='Puasa'/><author><name>Agus LukmanulHakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10627197443125453665</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SKOqsf3BeyI/AAAAAAAAABg/0LC80uEzNyQ/s1600-R/pspoto.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568.post-6343120963545394201</id><published>2008-08-26T03:55:00.000-07:00</published><updated>2008-08-27T00:26:05.258-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='arabic'/><title type='text'>Asbaabun Nuzul 2</title><content type='html'>&lt;h2 dir="rtl" style="text-align: center; direction: rtl; unicode-bidi: embed; font-weight: normal;" align="center"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Muqodimah dari Penulis&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;h2 dir="rtl" style="text-align: center; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;مقدمة المؤلف&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p dir="rtl" style="text-align: center; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p dir="rtl" style="text-align: center; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;رب يسر ولا تعسر&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;قال الشيخ الإمام أبو الحسن علي بن أحمد الواحدي النيسابوري رحمه الله&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;berkata Syeikh al Imam Abul Hasan Ali bin Ahmad al-Wahidi An-Naisaburi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;الحمد لله الكريم الوهاب، هازم الأحزاب، ومفتح الأبواب، ومنشئ السحاب،&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;ومرسي الهضاب، ومنـزل الكتاب، في حوادث مختلفة الأسباب. أنـزله مفرّقًا&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;نجومًا وأودعه أحكامًا وعلومًا قال عزّ من قائل&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;: &lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" alt="" style="'width:8.25pt;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\A35~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.gif" href="http://www.qurancomplex.org/b2.gif"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/A35%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" shapes="_x0000_i1025" align="absmiddle" height="25" width="11" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;a name="وقرآنا_فرقناه_لتقرأه_على_الناس_على_مكث_و" id="آيات"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="verse"&gt;&lt;sindex svalue="وقرآنا فرقناه لتقرأه على الناس على مكث ونزلناه" stype="آيات"&gt;&lt;a href="http://www.qurancomplex.org/Quran/Display/display.asp?section=3&amp;amp;l=arb&amp;amp;nType=1&amp;amp;nSora=17&amp;amp;nAya=106" title="سورة الإسراء (سورة رقم: 17)؛ آية رقم:106"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;وَقُرْآنًا فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَى مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنْزِيلا&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sindex&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1026" type="#_x0000_t75" alt="" style="'width:8.25pt;height:18.75pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\A35~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image002.gif" href="http://www.qurancomplex.org/b1.gif"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/A35%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" shapes="_x0000_i1026" align="absmiddle" border="0" height="25" width="11" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;. &lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1027" type="#_x0000_t75" alt="" style="'width:22.5pt;height:22.5pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\A35~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image003.gif" href="http://www.qurancomplex.org/MARGNTIP.gif"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/A35%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image003.gif" style="cursor: pointer;" onmouseover="ShowMargenTip(524);" onmouseout="HideTip();" shapes="_x0000_i1027" align="absbottom" border="0" height="30" width="30" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;al Isra QS:17 ayat 106&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;أخبرنا الشيخ أبو بكر أحمد بن محمد الأصفهاني&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="SV"&gt;dikabarkan kepada kami, Syeikh Abu Bakar Ahmad bin Muhammad al Isfahany&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;، قال: أخبرنا عبد الله بن&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;محمد بن حيان، قال: حدثنا أبو يحيى الرازي، قال: حدثنا سهل بن عثمان&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;العسكري، قال: حدثنا يزيد بن زريع، قال: حدثنا أبو رجاء، قال: سمعت الحسن&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;يقول في قوله تعالى&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;: &lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1028" type="#_x0000_t75" alt="" style="'width:8.25pt;height:18.75pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\A35~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.gif" href="http://www.qurancomplex.org/b2.gif"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/A35%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" shapes="_x0000_i1028" align="absmiddle" border="0" height="25" width="11" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;a name="وقرآنا_فرقناه_لتقرأه_على_الناس_على_مكث98" id="آيات"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="verse"&gt;&lt;sindex svalue="وقرآنا فرقناه لتقرأه على الناس على مكث" stype="آيات"&gt;&lt;a href="http://www.qurancomplex.org/Quran/Display/display.asp?section=3&amp;amp;l=arb&amp;amp;nType=1&amp;amp;nSora=17&amp;amp;nAya=106" title="سورة الإسراء (سورة رقم: 17)؛ آية رقم:106"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;وَقُرْآنًا فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَى مُكْثٍ&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sindex&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1029" type="#_x0000_t75" alt="" style="'width:8.25pt;height:18.75pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\A35~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image002.gif" href="http://www.qurancomplex.org/b1.gif"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/A35%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" shapes="_x0000_i1029" align="absmiddle" border="0" height="25" width="11" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;ذكر لنا أنه كان بين أوله وآخره ثماني عشرة سنة، أنـزل عليه بمكة ثماني سنين قبل أن يهاجر وبالمدينة عشر سنين&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;أخبرنا أحمد قال: أخبرنا عبد الله قال: أخبرنا أبو يحيى الرازي قال&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;: &lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;حدثنا سهل قال: حدثنا يحيى بن أبي بكير عن هشيم عن داود عن الشعبي قال&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;فرق الله تنـزيله فكان بين أوله وآخره عشرون أو نحو من عشرين سنة أنـزله&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;قرآنًا عظيمًا، وذكرًا حكيمًا وحبلا ممدودًا، وعهدًا معهودًا، وظلا&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;عميمًا، وصراطًا مستقيمًا، فيه معجزات باهرة، وآيات ظاهرة، وحجج صادقة،&lt;/span&gt;&lt;!--PageNu&gt; 7  &lt;/PageNu--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;ودلالات ناطقة، أدحض به حجج المبطلين، ورد به كيد الكائدين، وأيد به&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;الإسلام والدين، فلمع منهاجه، وثقب سراجه وشملت بركته، ولمعت حكمته على&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;خاتم الرسالة، والصادع بالدلالة، الهادي للأمة، الكـاشف للغمة، الناطق&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;بالحكمة، المبعوث بالرحمة، فرفع أعلام الحقّ، وأحيا معالم الصدق، ودمغ&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;الكـذب ومحا آثاره، وقمع الشرك وهدم مناره، ولم يزل يعارض ببيّناته أباطيل&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;المشركين حتى مهد الدين، وأبطل شُبَه الملحدين، صلى الله عليه صلاة لا&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;ينتهي أمدها، ولا ينقطع مددها، وعلى آله وأصحابه الذين هداهم وطهرهم،&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;وبصحبته خصهم وآثرهم، وسلم كثيرًا&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;وبعد هذا فإن علوم القرآن غزيرة، وضروبها جمة كثيرة، يقصر عنها القول&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;وإن كان بالغًا ويتقلص عنها ذيله وإن كان سابقًا، وقد سبقت لي ولله الحمد&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;مجموعات تشتمل على أكثرها، وتنطوي على غررها، وفيها لمن رام الوقوف عليها&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;مقنع وبلاغ، وعما عداها من جميع المصنفات غنية وفراغ، لاشتمالها على عظمها&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;متحققًا، وتأديته إلى متأمله متسقًا، غير أن الرغبات اليوم عن علوم القرآن&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;صادفة كاذبة فيها، قد عجزت قوى الملام عن تلافيها، فـآل الأمر بنا إلى&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;إفادة المبتدئين بعلوم الكتاب، إبانة ما أنـزل فيه من الأسباب، إذ هي أوفى&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;ما يجب الوقوف عليها، وأولى ما تصرف العناية إليها، لامتناع معرفة تفسير&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;الآية وقصد سبيلها، دون الوقوف على قصتها وبيان نـزولها. ولا يحل القول في&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;أسباب نـزول الكتاب، إلا بالرواية والسماع ممن شاهدوا التنـزيل، ووققوا&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;على الأسباب، وبحثوا عن علمها وجدّوا في الطلاب، وقد ورد الشرع بالوعيد&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;للجاهل ذي العثار في العلم بالنار&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;أخبرنا أبو إبراهيم إسماعيل بن إبراهيم الواعظ قال: أخبرنا أبو الحسين&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;محمد بن أحمد بن حامد العطار قال: حدثنا أحمد بن الحسن بن عبد الجبار قال&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;: &lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;حدثنا ليث بن حماد قال: حدثنا أبو عوانة، عن عبد الأعلى، عن سعيد بن جبير،&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;عن ابن عباس قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: "اتقوا الحديث عني&lt;/span&gt;&lt;!--PageNu&gt; 8  &lt;/PageNu--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;إلا ما علمتم فإنه من كذب عليّ متعمدًا فليتبوأ مقعده من النار، ومن كذب&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;على القرآن من غير علم فليتبوأ مقعده من النار" والسلف الماضون رحمهم الله&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;كانوا من أبعد الغاية احترازا عن القول في نـزول الآية&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;أخبرنا أبو نصر أحمد بن عبيد الله المخلدي قال: أخبرنا أبو عمرو بن&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;نجيد قال: أخبرنا أبو مسلم قال: حدثنا عبد الرحمن بن حماد قال: حدثنا ابن&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;عون عن محمد بن سيربن قال: سألت عبيدة عن آية من القرآن فقال: اتق الله&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;وقل سَدادًا ذهب الذين يعلمون فيما أنـزل القرآن&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;وأما اليوم فكل أحد يخترع شيئًا ويختلق إفكًا وكذبًا ملقيًا زمامه إلى&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;الجهالة غير مفكر في الوعيد للجاهل بسبب نـزول الآية وذلك الذي حدا بي إلى&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;إملاء هذا الكتاب الجامع للأسباب، لينتهي إليه طالبوا هذا الشأن&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;والمتكلمون في نـزول القرآن، فيعرفوا الصدق ويستغنوا عن التمويه والكذب&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;ويجدوا في تحفظه بعد السماع والطلب، ولا بدّ من القول أولا في مبادئ الوحي&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;وكيفية نـزول القرآن ابتداء على رسول الله صلى الله عليه وسلم وتعهد جبريل&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;إياه بالتنـزيل، والكشف عن تلك الأحوال والقول فيها على طريق الإجمال، ثم&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;نفرغ للقول مفصلا في سبب نـزول كل آية روي لها سبب مقول، مرويّ منقول،&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;والله تعالى الموفق للصواب والسدد والآخذ بنا عن العاثور إلى الجدد&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt; &lt;span lang="AR-SA"&gt;لتكون مستمرة&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; bersambung &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317481914361608568-6343120963545394201?l=quranpetunjukjalan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/feeds/6343120963545394201/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317481914361608568&amp;postID=6343120963545394201' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/6343120963545394201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/6343120963545394201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/08/asbaabun-nuzul-2.html' title='Asbaabun Nuzul 2'/><author><name>Agus LukmanulHakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10627197443125453665</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SKOqsf3BeyI/AAAAAAAAABg/0LC80uEzNyQ/s1600-R/pspoto.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568.post-6241071353661204099</id><published>2008-08-26T02:48:00.000-07:00</published><updated>2008-08-27T00:28:08.957-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='arabic'/><title type='text'>Asbaabunuzul (Muqadimah)</title><content type='html'>&lt;h1 style="text-align: center; color: rgb(255, 0, 0);" align="center"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;أسباب النـزول&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h2 dir="rtl" style="text-align: center; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;المقدمة&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p dir="rtl" style="text-align: center; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:16;"&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:16;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-size:14;color:blue;"  lang="AR-SA" &gt;إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-size:14;color:blue;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-size:14;color:blue;"  lang="AR-SA" &gt;وسيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له وأشهد أن لا&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-size:14;color:blue;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-size:14;color:blue;"  lang="AR-SA" &gt;إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله صلى الله عليه&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-size:14;color:blue;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-size:14;color:blue;"  lang="AR-SA" &gt;وعلى آله وصحبه وسلم تسليما كثيرًا أما بعد&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-size:14;color:blue;"  &gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:14;"&gt;فإن كان لا بد لي من تمهيد فأقول إن أسباب النـزول مظلومة بحق،إذ مع كل&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"  style="font-size:14;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:14;"&gt;هذه الأهمية التي تحظى بها، وكل هذه النقول والمصادر التي تعتمد عليها&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:14;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; - &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:14;"&gt;إذ لا يخلو باحث في مجال علوم القرآن خاصة، وعلوم الشريعة عامة من&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"  style="font-size:14;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:14;"&gt;الاقتباس منها - أقول: مع كل ذلك، لم يكلف أحد نفسه عناء تخريجها، وبيان&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"  style="font-size:14;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:14;"&gt;صحيحها من سقيمها، اللهم إلا محاولة متواضعة قام بها الأخ الشيخ مقبل&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"  style="font-size:14;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:14;"&gt;الوادعي، وهي خطوة في طريق الكمال يشكر عليها&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:14;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:14;"&gt;وقد وقع اختياري على أشهر كتاب في هذا الفن وهو كتاب "أسباب النـزول&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:14;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;" &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:14;"&gt;للواحدي النيسابوري، الذي قلما تخلو منه مكتبة باحث، وقد صرح العلماء&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"  style="font-size:14;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:14;"&gt;بتفوقه في هذا المجال كالزركشي (البرهان: 1/22) والسيوطي (الإتقان: 1/38،&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"  style="font-size:14;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:14;"&gt;لباب النقول: 16) وغيرهما (مباحث في علوم القرآن للقطان: 75 علوم القرآن&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"  style="font-size:14;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:14;"&gt;لزرزور: 133)، وأنا أعلم أن هذا الكتاب المهم لم تمتد إليه يد العناية،&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"  style="font-size:14;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:14;"&gt;اللهم إلا ما كان من الأستاذ الشيخ السيد أحمد صقر - رحمه الله - وهي مع&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"  style="font-size:14;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:14;"&gt;دقتها وقلة أخطائها لم تستوف جانب تخريج الأحاديث، مع أن هذه الخطوة هي&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"  style="font-size:14;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:14;"&gt;الخطوة الأهم في تحقيق هذا الكتاب، إذ اعتماده أساسًا على الإسناد، من أجل&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"  style="font-size:14;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:14;"&gt;كـل هذا قمت بتوفيق الله وحده بتخـريج أحاديث الكتاب تخريجا مستوفى على ما&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span dir="ltr" lang="AR-SA"  style="font-size:14;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:14;"&gt;ذكر العلماء أو ما توصلت إليه من&lt;!--PageNu&gt; 5  &lt;/PageNu--&gt;خلال نقد تلك الأسانيد، فما كان من عملي من صواب فمن الله وما كان من خطأ فمن نفسي والشيطان، والله ورسوله منه بريئان&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:14;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:14;"&gt;والله أسأل أن يجعل هذا العمل خالصًا لوجهه الكريم إنه جواد كريم&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317481914361608568-6241071353661204099?l=quranpetunjukjalan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/feeds/6241071353661204099/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317481914361608568&amp;postID=6241071353661204099' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/6241071353661204099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/6241071353661204099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/08/asbaabunuzul-muqadimah.html' title='Asbaabunuzul (Muqadimah)'/><author><name>Agus LukmanulHakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10627197443125453665</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SKOqsf3BeyI/AAAAAAAAABg/0LC80uEzNyQ/s1600-R/pspoto.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568.post-4393155600798865420</id><published>2008-08-22T03:25:00.000-07:00</published><updated>2008-08-27T01:18:57.043-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='links'/><title type='text'>Site2 dalam bahasa arab</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.ketaballah.net/"&gt;&lt;cite&gt;1  .&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;ketaballah=qur'an&lt;/span&gt;&lt;/cite&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;cite&gt;&lt;a style="color: rgb(51, 0, 153);" href="http://www.imanway.com/"&gt;i&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;manway&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;.= islam&lt;/span&gt;&lt;/cite&gt;&lt;br /&gt;3.&lt;cite style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;a href="http://quran.ketaballah.net/vb/index.php"&gt;quran   &lt;/a&gt;&lt;/cite&gt;&lt;br /&gt;4.&lt;cite&gt;&lt;a style="color: rgb(255, 0, 0);" href="http://www.hawahome.com/vb"&gt;hawahome&lt;/a&gt;.= wanita&lt;/cite&gt;&lt;br /&gt;5.&lt;a style="color: rgb(0, 0, 153);" href="http://dir.sptechs.com/"&gt;&lt;cite&gt;sptechs&lt;/cite&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;6.&lt;a style="color: rgb(0, 0, 153);" href="http://www.quraat.com/"&gt;&lt;cite&gt;quraat&lt;/cite&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6317481914361608568-4393155600798865420?l=quranpetunjukjalan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/feeds/4393155600798865420/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6317481914361608568&amp;postID=4393155600798865420' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/4393155600798865420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6317481914361608568/posts/default/4393155600798865420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quranpetunjukjalan.blogspot.com/2008/08/site2-tentang-ulumul-quran-dalam-bahasa.html' title='Site2 dalam bahasa arab'/><author><name>Agus LukmanulHakim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10627197443125453665</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_wSc3uhsQiJs/SKOqsf3BeyI/AAAAAAAAABg/0LC80uEzNyQ/s1600-R/pspoto.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6317481914361608568.post-1909732566192211462</id><published>2008-08-22T02:59:00.000-07:00</published><updated>2008-08-27T00:29:53.176-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='arabic'/><title type='text'>Tafsir Ath-Thabari  -Bismillah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;القول في تأويل&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;القول في تأويل قوله&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style=""&gt;: &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;بِسْمِ&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; . &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;قال أبو جعفر: إن الله تعالى ذكره وتقدَّست أسماؤه أدّب نبيه محمدًا صلى&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;الله عليه وسلم بتعليمه تقديمَ ذكر أسمائه الحسنى أمام جميع أفعاله،&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;وتقدَّم إليه في وَصفه بها قبل جميع مُهمَّاته ، وجعل ما أدّبه به من ذلك&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;وعلَّمه إياه، منه لجميع خلقه سُنَّةً يستَنُّون بها ، وسبيلا يتَّبعونه&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;عليها، فبه افتتاح أوائل منطقهم ، وصدور رسائلهم وكتبهم وحاجاتهم، حتى&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;أغنت دلالة ما ظهر من قول القائل&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;: &lt;span style="color:green;"&gt;« &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;بسم الله&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; »&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;، على من بطن من مراده الذي هو محذوف&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;وذلك أن الباء من&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;« &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;بسم الله&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; »&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;مقتضية فعلا يكون لها جالبًا، ولا فعلَ معها ظاهرٌ، فأغنت سامعَ القائل&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;« &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;بسم الله&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; »&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;معرفتُه بمراد قائله، عن إظهار قائل ذلك مُرادَه قولا إذْ كان كل ناطق به&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;عند افتتاحه أمرًا، قد أحضرَ منطقُه به - إمّا معه، وإمّا قبله بلا فصْلٍ&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;- &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;ما قد أغنى سامِعَه عن دلالةٍ شاهدةٍ على الذي من أجله افتتح قِيلَه به&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; . &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;فصار استغناءُ سامع ذلك منه عن إظهار ما حذف منه، نظيرَ استغنائه - إذا&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;سمع قائلا قيل له: ما أكلت اليوم؟ فقال&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;: &lt;span style="color:green;"&gt;« &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;طعامًا&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; »&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; - &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;عن أن يكرّر المسئُولُ مع قوله&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;« &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;طعامًا&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; »&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;، أكلت، لما قد ظهر لديه من الدلالة على أن ذلك معناه&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;، بتقدُّم مسألة السائل إياه عما أكل. فمعقول إذًا أنّ قول&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;القائل إذا قال&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;: &lt;span style="color:green;"&gt;« &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; »&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;ثم افتتح تاليًا سورةً، أن إتباعه&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;« &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; »&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;تلاوةَ السورة، يُنبئ عن معنى قوله&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;: &lt;span style="color:green;"&gt;« &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; »&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;ومفهومٌ به أنه مريد بذلك: أقرأ بسم الله الرحمن الرحيم. وكذلك قوله&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;: &lt;span style="color:green;"&gt;« &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;بسم الله&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; »&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;عند نهوضه للقيام أو عند قعوده وسائر أفعاله، ينبئ عن معنى مراده بقوله&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;« &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;بسم الله&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; »&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;، وأنه أراد بقِيلِه&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;« &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;بسم الله&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; »&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;، أقوم باسم الله، وأقعد باسم الله. وكذلك سائر الأفعال&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;وهذا الذي قلنا في تأويل ذلك، هو معنى قول ابن عباس الذي&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;:-&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;حدثنا به أبو كريب، قال: حدثنا عثمان بن سعيد، قال: حدثنا بشرُ بن&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;عُمَارة، قال: حدثنا أبو رَوْق، عن الضحّاك، عن عبد الله بن عباس، قال&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;: &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;إنَّ أول ما نـزل به جبريلُ على محمد، قال&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;: &lt;span style="color:green;"&gt;« &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;يا محمد، قُل: أستعيذ بالسميع العليم من الشيطان الرجيم&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; »&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;ثم قال&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;: &lt;span style="color:green;"&gt;« &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;قل بسم الله الرحمن الرحيم&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; »&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; . &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;قال: قال له جبريل: قل بسم الله يا محمد، يقول: اقرأ بذكر الله ربك، وقم واقعد بذكر الله&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;قال أبو جعفر: فإن قال لنا قائل: فإن كان تأويلُ قوله&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;« &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;بسم الله&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; »&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;ما وصفتَ، والجالبُ الباءَ في&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;« &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;بسم الله&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; »&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;ما ذكرتَ، فكيف قيل&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;« &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;بسم الله&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; »&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;، بمعنى أقرأ باسم الله ، أو أقوم أو أقعد باسم الله؟ وقد علمتَ أن كلَّ&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;قارئٍ كتابَ الله، فبعَوْن الله وتوفيقه قراءتُه، وأن كل قائم أو قاعد أو&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;فاعلٍ فعلا فبالله قيامُه وقعودُه وفعلُه. وهَلا - إذْ كان ذلك كذلك - قيل&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;« &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; »&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;ولم يَقُل&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;« &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;بسم الله&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; »&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;؟ فإن قول القائل: أقوم وأقعد بالله الرحمن الرحيم، أو أقرأ بالله&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; - &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;أوضحُ معنى لسامعه من قوله&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;« &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;بسم الله&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; »&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;، إذ كان قوله أقوم&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;« &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;أقوم أو أقعد باسم الله&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; »&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;، يوهم سامعَه أن قيامه وقعوده بمعنى غيرِ الله&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;قيل له، وبالله التوفيق: إن المقصودَ إليه من معنى ذلك غيرُ ما توهَّمته في نفسك. وإنما معنى قوله&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;« &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;بسم الله&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; »&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; : &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;أبدأ بتسمية الله وذكره قبل كل شيء،&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;أو أقرأ بتسميتي اللهَ ، أو أقوم وأقعد بتسميتي اللهَ وذكرِه&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; - &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;لا أنه يعني بقِيلِه&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;« &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;بسم الله&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; »&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; : &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;أقوم بالله، أو أقرأ بالله، فيكونَ قولُ القائل: أقرأ بالله، أو أقوم أو أقعد بالله&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; - &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;أولى بوجه الصواب في ذلك من قوله&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;« &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;بسم الله&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; »&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; .&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;فإن قال: فإن كان الأمر في ذلك على ما وصفتَ، فكيف قيل&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;: &lt;span style="color:green;"&gt;« &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;بسم الله&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; »&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;وقد علمتَ أنّ الاسم اسمٌ، وأن التسمية مصدرٌ من قولك سَمَّيت؟&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;قيل: إن العربَ قد تخرج المصادرَ مبهمةً على أسماء مختلفة، كقولهم: أكرمتُ فلانًا كرامةً، وإنما بناءُ مصدر&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;« &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;أفعلتُ&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; »&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; - &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;إذا أخرج على فعله&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; - &lt;span style="color:green;"&gt;« &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;الإفعالُ&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; »&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; . &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;وكقولهم: أهنت فلانًا هَوانًا، وكلّمته كلامًا. وبناء مصدر&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;: &lt;span style="color:green;"&gt;« &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;فعَّلت&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; »&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;التفعيل. ومن ذلك قول الشاعر&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;أَكُفْــرًا بعــد رَدِّ المَــوْتِ عَنِّـي&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;وبعــد عَطَــائِكَ المِئَــةَ الرِّتَاعَـا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;يريد: إعطائك. ومنه قول الآخر&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;وَإن كـانَ هـذا البُخْـلُ منْـك سَجيةً&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;لقـد كُـنْتُ فـي طَولِي رَجَاءكَ أَشْعَبَا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;يريد: في إطالتي رجاء
