Senin, 15 September 2008

Kebenaran dan kebathilan


Ya Allah lembutkan hati kami untuk mencerna kebenaran. Jernihkan bashirah kami untuk melihatnya dan teguh hati kami untuk menggenggamnya, seperih apapun, seberat apapun. Satukan kaum muslimin ini dan persaudarakanlah. Jadikanlah jiwa kami ini jiwa yang saling mencintai. Jauhkan kedengkian, kesombongan dan perasaan benar sendiri.
Ya Allah keraskanlah hati kami untuk menolak kebathilan. Jernihkan bashirah kami untuk melihatnya dan teguhkan hati kami untuk mengingkarinya, senyaman apapun, semenggoda apapun dan semengagumkan apapun tipuannya. Amien Ya Allah Ya Mujibassailin.

Inspirasi Palestina


Kadang kita salah memandang! Kebahagiaan pemulung berbagi makan di gubug kardusnya di anggap bukan kebahagiaan. Kemiskinan memang, tapi tetap kebahagiaan.
Seringkali kita berfikir keberuntungan adalah keselamatan jiwa. Kemudian menganggap para mujahid tak beruntung karena kehilangan nyawa. Tragis memang, tapi mereka beruntung, terpilih menjadi manusia paling bahagia, beristirahat dan bercengkarama di surga , dengan bangga menghitung luka bekas jihad yang dia bawa.

Ya Rabb alirkan al-Qur'an pada setiap pembuluh darah kami.

Saat azan magrib berkumandang ,kita bercanda ria dengan anak-anak dimeja makan, merasakan segarnya minuman berbuka dan lezatnya hidangan, hangatnya suasana dan riangnya keluarga,....
dibelahan bumi yang lain saudara kita sedang berlari menggendong jasad anaknya, tanpa air mata karena memang sudah terkuras tak bersisa. Tanpa jeritan, karena jeritan sudah tak ada guna....Tanpa keluhan !! Bukan karena habis nurani kebapaannya.. Tapi karena kita saudaranya yang habis kepeduliannya. Ramadhan bulan berbagi. Berbagi kebahagiaan, berbagi penderitaan, karena ikhwan kal jasadil wahidan. Allahuma yarham, waj'alna mubarakan wasysyaahidan.

Lailatul Qadar dan Nuzulul Qur'an

Lailatul Qadar adalah nama julukan untuk suatu malam di mana di malam itu Al-Quran diturunkan sepenuhnya dari Lauhil Mahfudz ke langit dunia, secara sekaligus bukan sedikit-sedikit.

Ini adalah masa penurunan (nuzul) Al-Quran fase pertama. Sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Qadar.

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ لَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada lailatul qadar.Dan tahukah kamu apakahlailatul qadaritu? Lailatul qadaritu lebih baik dari seribu bulan.Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. (QS Al-Qadr: 1-5)

Adapun yang seringkali diperingati tiap tanggal 17 Ramadhan itu bukan lailatul qadar, sebab kalau kita kaitkan dengan sabda nabi tentang lailatul qadar, beliau memerintahkan kita untuk menghadangnya di 10 malam terakhir di bulan Ramadhan.

Lalu yang tanggal 17 Ramadhan itu malam apa?

Menurut para ahli sejarah, pada tanggal 17 Ramadhan itulah pertama kali turunnya Al-Quran dari langit dunia ke muka bumi. Jumlahnya hanya 5 ayat saja, yaitu ujung ayat surat Al-'Alaq. Jadi tepatnya malam 17 Ramadhan itu adalah malam awal mula turunnya 5 ayat Quran pertama ke muka bumi dari langit dunia. Tapi bukan lailatul qadar yang nilainya sma dengan seribu bulan.

Syekh Shafiyur Rahman Al-Mubarakfuriy (penulis Sirah Nabawiyah) menyatakan bahwa para ahli sejarah banyak berbeda pendapat tentang kapan waktu pertama kali diturunkannya Al-Qur’an, pada bulan apa dan tanggal berapa, paling tidak ada tiga pendapat :

Pertama: Pendapat yang mengatakan bahwa Nuzulul Qur’an itu ada pada bulan Rabiul Awwal,

Kedua: Pendapat yang mengatakan bahwa Nuzulul Qur’an itu pada bulan Rajab,

Ketiga: Pendapat yang mengatakan bahwa Nuzulul Qur’an itu pada bulan Ramadhan.

Yang berpendapat pada bulan Rabiul Awwal pecah menjadi tiga, ada yang mengatakan awal Rabiul Awwal, ada yang mengatakan tanggal 8 Rabiul Awwal dan ada pula yang mengatakan tanggal 18 Rabiul Awwal (yang terakhir ini diriwayatkan dari Ibnu Umar radhiallaahu anhu).

Kemudian yang berpendapat pada bulan Rajab terpecah menjadi dua. Ada yang mengatakan tanggal 17 dan ada yang mengatakan tanggal 27 Rajab (hal ini diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallaahu anhu -lihat Mukhtashar Siratir Rasul, Syaikh Abdullah bin Muhammad bin Abdul Wahhab An-Najdy, hal.75 -).

Al Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani di dalam Fathul Bari berkata bahwa: Imam Al-Baihaqi telah mengisahkan bahwa masa wahyu mimpi adalah 6(enam) bulan.

Maka berdasarkan kisah ini permulaan kenabian dimulai dengan mimpi shalihah (yang benar) yang terjadi pada bulan kelahirannya yaitu bulan Rabiul Awwal ketika usia beliau genap 40 tahun. Kemudian permulaan wahyu yaqzhah (dalam keadaan terjaga) dimulai pada bulan Ramadhan.

Sesungguhnya kita menguatkan pendapat yang mengatakan bahwa Nuzulul Qur’an ada pada bulan Ramadhan karena Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, artinya,“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an” (Al-Baqarah:185 ). Dan Allah berfirman, artinya, “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan” (Al-Qadr :1).

Seperti yang telah kita maklumi bahwa Lailatul Qadr itu ada pada bulan Ramadhan yaitu malam yang dimaksudkan dalam firman Allah yang artinya: “Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan” (Ad-Dukhaan:3 ).

Dan karena menyepinya Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam di gua Hira’ adalah pada bulan Ramadhan, dan kejadian turunnya Jibril as adalah di dalam gua Hira’. Jadi Nuzulul Qur’an ada pada bulan Ramadhan, pada hari Senin, sebab semua ahli sejarah atau sebagian besar mereka sepakat bahwa diutusnya beliau menjadi Nabi adalah pada hari Senin. Hal ini sangat kuat karena Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam ketika ditanya tentang puasa Senin beliau menjawab: “Di dalamya aku dilahirkan dan di dalamnya diturunkan (wahyu) atasku” (HR. Muslim).

Dalam sebuah lafadz dikatakan “Itu adalah hari dimana aku dilahirkan dan hari dimana aku diutus atau diturunkan (wahyu) atasku”(HR. Muslim, Ahmad, Baihaqi dan Al-Hakim).

Akan tetapi pendapat ketiga inipun pecah menjadi lima, ada yang mengatakan tanggal 7 (hari Senin), ada yang mengatakan tanggal 14 (hari Senin), ada yang mengatakan tanggal 17 (hari Kamis), ada yang mengatakan tanggal 21 (hari Senin) dan ada yang mengatakan tanggal24 (hari Kamis).

Pendapat ” 17Ramadhan” diriwayatkan dari sahabat Al-Bara’ bin Azib dan dipilih oleh Ibnu Ishaq, kemudian oleh Ustadz Muhammad Huzhari Bik.

Pendapat ” 21Ramadhan” dipilih oleh Syekh Al-Mubarakfuriy, karena Lailatul Qadr ada pada malam ganjil, sedangkan hari Senin pada tahun itu adalah tanggal7 ,14 , 21 dan28 .

Sedangkan pendapat ” 24Ramadhan” diriwayatkan dari Aisyah, Jabir dan Watsilah bin Asqo’ , dan dipilih oleh Ibnu Hajar Al-Haitamiy, ia mengatakan: “Ini sangat kuat dari segi riwayat”.


Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,


Minggu, 14 September 2008

Kapan Al-Quran menjadi Dustur

Sudahkah para lelaki siap berlaku sebagai lelaki sebagaimana para sahabat menantang maut tatkala memperlakukan al-Qur'an sebagai dustur dalam kehidupannya. Sudahkan para ibu merelakan keluarganya, suaminya, anaknya dan kehidupannya bergerak sebagaimana sahabiyah bergerak mengikuti alur al-Qur'an. Sudahkah setiap pribadi bertekad untuk mengaplikasikan al-Qur'an sebagai sesuatu yang realita dalam hidupnya. Bukan sekedar tulisan, naskah kuno atau artikel yang diperbincangkan dibalik meja atau di depan layar televisi untuk sekedar komoditi otak dan kefasihan bicara para tukang debat. Para lelaki masih ketakutan sekedar lecet jari kaki atau merah kulit terbakar sinar hangat matahari untuk melangkah melalui perjalanan dakwah. Para ibu masih lebih khawatir suami kehilangan penghasilannya daripada kehilangan semangat dakwahnya. Lalu kita? Mengkhawatirkan kehilangan segala sesuatu kecuali dakwah. Dakwah yang merupakan sikap nyata mendusturkan al-Qur'an, menjadi begitu murah nilainya. Maka tak heran kitapun menjadi murahan. Tak bernilai dan dilecehkan orang. Relakah kita terus seperti itu,

جهاد فلسطين آمال عظيمة رغم الآلام الجسيمة Jihad of Palestine despite the great hopes of serious pain 2

حصار متواصل(pengepungan yang berkelanjutan) يُشارك فيه القاصي والداني، وتآمر جديد يتحالف فيه القريب مع البعيد، وأعداء جُدد في الداخل لا يقلون شراسة عن أعداء الخارج، وأعباء حياتية إلى جانب التحديات السياسية والأمنية والاقتصادية، وتلاعب ومكر ونفاق على أعلى مستوياته الرسمية، وابتزاز وانتهازية من الفرق البدعية.. قتل وأسر، هرج ومرج، ونار وتضييق ودمار، دون قدرة على نصرة من قريب أو بعيد! ولم يعد هناك مخرج إلا الهروب.. نعم.. الهروب إلى الله، بل الفرار إليه، فهذا هو المخرج أيها المجاهدون والمرابطون: {فَفِرُّوا إلَى اللَّهِ} [الذاريات: 50]ان تواصل

Jihad of Palestine despite the great hopes of serious pain جهاد فلسطين آمال عظيمة رغم الآلام الجسيمة


مقدمة
عد أربعين عاماً على ضياع القدس وأسر الأقصى، وما يقرب من ستين عاماً على اغتصاب اليهود لفلسطين، ونحو تسعين عاماً من احتلال الإنجليز لها، وما يزيد عن قرنٍ ونصف من بداية التآمر عليها، بالتخطيط لما صار يسمى بـ (أزمة الشرق الأوسط)[1]، وبعد تضحيات ضخمة في حروب كبرى فاشلة، وتنازلات فادحة في عمليات (سلام) خاسرة..، بعد كل ذلك؛ هانحن نرى تلك الأزمة تقـف بأطـرافها عنـد طـريـق مغلق وأفـق مسدود، وأمـل لا رجاء به إلا في رحمة الله اللطيف بعباده


[1] Krisis Timur Tengah