Tampilkan postingan dengan label dunia Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dunia Islam. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 September 2008

Kebenaran dan kebathilan


Ya Allah lembutkan hati kami untuk mencerna kebenaran. Jernihkan bashirah kami untuk melihatnya dan teguh hati kami untuk menggenggamnya, seperih apapun, seberat apapun. Satukan kaum muslimin ini dan persaudarakanlah. Jadikanlah jiwa kami ini jiwa yang saling mencintai. Jauhkan kedengkian, kesombongan dan perasaan benar sendiri.
Ya Allah keraskanlah hati kami untuk menolak kebathilan. Jernihkan bashirah kami untuk melihatnya dan teguhkan hati kami untuk mengingkarinya, senyaman apapun, semenggoda apapun dan semengagumkan apapun tipuannya. Amien Ya Allah Ya Mujibassailin.

Inspirasi Palestina


Kadang kita salah memandang! Kebahagiaan pemulung berbagi makan di gubug kardusnya di anggap bukan kebahagiaan. Kemiskinan memang, tapi tetap kebahagiaan.
Seringkali kita berfikir keberuntungan adalah keselamatan jiwa. Kemudian menganggap para mujahid tak beruntung karena kehilangan nyawa. Tragis memang, tapi mereka beruntung, terpilih menjadi manusia paling bahagia, beristirahat dan bercengkarama di surga , dengan bangga menghitung luka bekas jihad yang dia bawa.

Ya Rabb alirkan al-Qur'an pada setiap pembuluh darah kami.

Saat azan magrib berkumandang ,kita bercanda ria dengan anak-anak dimeja makan, merasakan segarnya minuman berbuka dan lezatnya hidangan, hangatnya suasana dan riangnya keluarga,....
dibelahan bumi yang lain saudara kita sedang berlari menggendong jasad anaknya, tanpa air mata karena memang sudah terkuras tak bersisa. Tanpa jeritan, karena jeritan sudah tak ada guna....Tanpa keluhan !! Bukan karena habis nurani kebapaannya.. Tapi karena kita saudaranya yang habis kepeduliannya. Ramadhan bulan berbagi. Berbagi kebahagiaan, berbagi penderitaan, karena ikhwan kal jasadil wahidan. Allahuma yarham, waj'alna mubarakan wasysyaahidan.

Rabu, 10 September 2008

Dukungan Militer Amerika pada Israel (1)

Ribuan orang Palestina, Libanon dan Arab terbunuh oleh senjata Zionis Israel yang diproduksi di Amerika. Washington membekali Tel Aviv dengan semua jenis persenjataan perang, mulai dari pesawat, rudal dan meriam. Hal inilah yang menjadikan Washington sebagai sekutu bersama Israel di dalam setiap pembantaian yang terhadap terhadap bangsa Arab dan Islam, yang membuat Amerika dan entitas Zionis bertanggung jawab langsung atas semua terror sitematis yang terjadi di dunia Arab dan Islam. Namun siapa bisa menghadapi Washington dan menggerakan sarana undang-undang dan informasi untuk melawannya guna menghentikan kejahatannya.

Infopalestina-Filisteen Almuslima: Dukungan Amerika kepada entitas Zionis Israel tidak hanya terbatas pada meteri, politik, diplomatik, ekonomi dan intelijen saja, namun juga pada bidang militer. Meskipun Israel menghasilkan 12% senjata dunia, namun negara ini terus mendapatkan bantuan militer besar dari Amerika. Pertanyaannya adalah mengata Amerika mendukung Israel meskipun kepentingan terbesarnya ada di dunia Arab dan Islam?

Orang-orang Amerika yang mendukung kebijakan ini berkeyakinan bahwa Israel adalah satu-satunya negara demokratis di kawasan Timur Tengah. Oleh karena itu membantu dan menberikan dukungan kepada Israel berarti menjaga oase demokrasi ini, di dunia yang tidak mengenal abjadiyah kerja demokratis dan masyarakat sipil yang melembaga.

Israel juga dianggap sebagai bagian dari dunia Barat dan bekerja demi melindungi kepentingan Amerika dan Barat secara umum di Timur Tengah; kawasan penting di dunia ditinjau dari sumber-sumber energi yang ada. Untuk itu Amerika memanfaatkan isolasi Israel dari sekitarnya dan naluri untuk tetap eksis di dunia disiapkan untuk menjamin kepentingan tersebut. Kelompok ini juga melihat bahwa dukungan terhadap Israel mencegah berdirinya negara regional yang kuat, yang menunjukan idependensi dari negara-negara Barat. Hal itu kelihatan di Mesir ketika Mantan Presiden Jamal Abdul Nasher berupaya membangun negara yang diharapkan memimpin dunia Arab dan hal itu diumukan televisi Swis pada tahun 1956 sebagai langkah menuju jalan tersebut. Maka jawaban Barat adalah genderang perang terhadap Mesir yang dilakukan oleh Peransis dan Inggris serta konspirasi Israel untuk menduduki tanah Mesir, khususnya dua tepi terusan Swis dan menghalangi proyak Pan-Arabisme.

Hal itu terulang kembali dengan Irak ketika mendiang Presiden Sadam Husain meletakan batu bata nasionalisme yang kuat dan pendirian kaedah ilmiyah yang disiapkan oleh 30 ribu ahli dan peneliti sebagai mukadimah pembangunan Irak baru. Israel, melalui lobi Yahudi, kaum neo-konservatif dan arus Kristen Zionis turut serta dalam perang ini bersama Amerika yang mengembalikan Irak ke puluhan tahun silam. Israel berhasil menghancurkan reaktor nuklir Irak di Ozirak pada tahun 1981 untuk tujuan yang sama. Sebagaimana Israel saat ini bekerjasama dengan Amerika dan negara-negara Barat dalam menghadapi Iran yang menurut Barat berupaya menjadikan dirinya sebagai negara regional terkuat. Anggapan ini diperkuat dengan wlayahnya yang luas, jumlah pendudukan yang besar secara prosentase, selain letaknya yang strategis lagi istimewa, yang menghubungkan wilayah Kaukasus dan Asia Tengah, berbatasan dengan Turki, Afganistan, Pakistan dan memanjang di dunia Arab dan Samudra Hindia, serta menguasai selat Hurmuz. Upaya Iran untuk memproduksi senjata nuklir, menurut pandangan di atas, mengancam eksistensi Zionis di Palestina terjajah.

Kelompok pendukung pemberian dukungan militer kepada Israel ini menegaskan peran kewajiban Israel untuk melindungi kepentingan Barat secara umum dan Amerika secara khusus di tengah-tengah krisis dan naiknya harta minyak. Posisi negara Zionis di tengah-tengah dunia Arab yang kaya minyak serta kedekatannya dari jalan-jalan suplai mengharuskan Amerika mendanai ‘satpam’ tersebut. Perlu menjadi catatan bahwa perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang permiyakan berorientasi pada pentingnya kawasan geoekonomi dan geopolitik pascaperang dunia kedua. Mereka mulai menekan gedung putih untuk menjamin kepentingan perusahaan-perusahaan tersebut. Gedung putih mendapati apa yang dicarinya itu di Iran dengan mengirim 40 ribu pasukan Amerika ke sana, kemudian di Israel dengan menjalin hubungan semi rahasia karena khawatir menyulut meningkatnya kebangsaan Arab dan menjauh ke pangkuan Uni Soviet.

Pada waktu itu, Israel mengambil untung dari prinsip Presiden Amerika Dwight Eisenhower yang menjanjikan setiap negara yang khawatir dirinya terkena dampak komunis untuk mendapatkan bantuan dana dan militer dari Amerika. Blok pendukung Israel tidak melupakan adanya koalisi strategis antara Israel dengan Amerika. Kelompok ini menganggap bahwa musuh Amerika adalah musuh Israel dan kawan Amerika adalah kawan Israel. Hubungan strategis ini nampak jelas dalam perang yang dilakukan Amerika terhadap apa yang disebutnya “terorisme internasional”. Kedua negara ini memerangi siapa saja yang disebutnya kelompok teroris dengan berbagai bentuk koordinasi yang mencakup hingga istilah termonilogi.

Ada sebab lain sehingga pemerintahan Amerika menganggap sangat penting untuk mendukung Israel dan mewakilinya dalam ekspor senjata Amerika melalui Israel ke negara-negara yang membahayakan undang-undang Amerika sendiri. Israel juga memainkan peran tugas-tugas Amerika di Timur Tengah di dalam melindungi rezim sekutu Barat, sebagaimana yang terjadi pada tahun 1970 saat Penasehat Keamanan Nasional Amerika Henry Kissinger meminta Israel untuk melindungi pemerintah Yordania yang mendapatkan ancaman setelah masuknya militer Suriah ke wilayah Yordania menyusul pertempuran yang berlangsung antara pemerintah Yordania dengan kelompok-kelompok bersenjata Palestina.

Peran Israel sebagai koalisi terpercaya dan pelindung bagi kepentingan Amerika semakin nampak dalam perang terakhir yang dilakukan Israel terahdap Libanon dan yang dilakukan terhadap bangsa Palestina, guna memasarkan ide timur tengah baru sesuai dengan standar Amerika.

Sejumlah pakar ekonomi Timur Tengah menafsirkan bahwa salah satu sebab dukungan militer Amerika kepada Israel adalah masalah ekonomi sebagai peringkat pertama. Karenanya bagian terbesar dari dukungan dana Amerika kepada Israel dikhususkan untuk membeli senjata dari Amerika. Dengan demikian Amerika telah mendukung perekonomiannya sendiri dan menjaga kesempatan kerja bagi ribuan tenaga kerja Amerika.

Para pemegang keputusan di Amerika melihat Israel sebagai pangkalan Amerika yang maju dan gudang senjata bagi kekuatan Amerika, serta sebagai medan melakukan manuver-manuver bersama.

Sebab lain dan yang tidak kalah penting dari yang disebutkan tadi adalah langkah Israel melakukan percobaan dan pengujian senjata Amerika secara praktis di lapangan dan kajian sejauh mana pengaruhnya secara nyata di lapangan (Palestina dan sekitarnya).

Untuk alasan-alasan tersebut dan juga alasan lainnya, maka pemerintah Amerika melihat pentingnya memberikan dukungan terhadap Israel. Bahkan dukungan ini menjadi prioritas utama kebijakan luar negeri Washington (bersambung). (fm/seto)

Minggu, 07 September 2008

RAHASIA PENAKLUKAN KONSTANTINOPEL


PDF Print E-mail
Written by Azis
Saturday, 06 September 2008 22:48

Menembus Eropa

Setiap pahlawan Islam selalu bercita-cita untuk menjadi orang yang dimaksud Rasulullah saw
dalam haditsnya sebagai panglima yang terbaik dan tentaranya tentara yang terbaik
dan membebaskan Konstantinopel agar terbebas dari kekuasaan Romawi.

Sudah sejak Rasulullah saw masih hidup, beliau sudah berupaya menjadikan penguasa
di Konstatinopel menjadi muslim. Selembar surat ajakan masuk Islam dari nabi saw
telah diterima Kaisar Heraklius di kota ini.

Dari Muhammad utusan Allah kepada Heraklius raja Romawi.

Bismillahirrahmanirrahim, salamun ‘ala manittaba’al-huda, Amma ba’du,

Dikabarkan bahwa saat menerima surat ajakan masuk Islam itu, Kaisar Heraklius
cukup menghormati dan membalas dengan mengirim hadiah penghormatan
. Namun dia mengakui bahwa dirinya belum siap untuk memeluk Islam.

Di masa shahabat, tepatnya di masa pemerintahan khalifah Umar radhiyallahu ‘anhu,
Khalid bin Walid dikirim sebagai panglima perang menghadapi pasukan Romawi.
Khalid memang mampu membebaskan sebagian wilayah Romawi dan menguasai
Damaskus serta Palestina (Al-Quds). Tapi tetap saja ibukota Romawi Timur
saat itu, Konstantinopel, masih belum tersentuh.

Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi, pahlawan yang merebut Al-Quds sekalipun,
ternyata masih belum mampu membebaskan Konstantinopel. Padahal
beliau pernah mengalahkan serangan tentara gabungan dari Eropa pimpinan
Richard The Lion Heart dalam perang Salib. Ternyata membebaskan kota
warisan Kaisar Heraklius bukan perkara sederhana. Dibutuhkan kecerdasan,
keuletan dan tentunya, kekuatan yang mumpuni untuk pekerjaan sebesar itu.

Dan ternyata Sultan Muhammad Al-Fatih orangnya. Beliau adalah sosok yang
telah ditunggu umat Islam sepanjang sejarah menunggu-nunggu realisasi
hadits syarif Muhammad saw.
Tetapi Sultan Muhammad Al-Fatih tidak pernah menyerah. Sejarah mencatat
beliau telah memerintahkan para ahli dan insinyurnya untuk membuat
sebuah senjata terdahsyat, yaitu sebuah meriam raksasa. Suaranya saja mampu
menggetarkan nyali lawan dan berpeluru logam baja. Meriam ini mampu menembak
dari jarak jauh serta meluluh-lantakkan benteng Bosporus.

Inilah barangkali meriam terbesar yang pernah dibuat manusia. Sebelumnya dari sejarah
para penakluk, belum pernah ada tentara manapun yang punya meriam raksasa sebesar ini.

Pribadi Shalih

Dari sisi keshalihannya, Muhammad Al-Fatih disebutkan tidak pernah meninggalkan
tahajud dan shalat rawatib sejak baligh hingga saat wafat. Dan kedekatannya kepada
Allah swt ditularkan kepada tentaranya. Tentara Sultan Muhammad Al-Fatih tidak
pernah meninggalkan solat wajib sejak baligh. Dan separuh dari mereka tidak
pernah meninggalkan solat tahajud sejak baligh.

Itulah barangkali kunci utama keberhasilan beliau dan tentaranya dalam menaklukkan
kota yang dijanjikan nabi saw. Rupanya kekuatan beliau bukan terletak pada kekuatan
pisik, tapi dari sisi kedekatan kepada Allah, nyata bahwa beliau dan tentaranya sangat
menjaga hubungan kedekatan, lewat shalat wajib, tahajjud dan sunnah rawatib lainnya

Menerima Jabatan Khalifah Sejak Belia

Usia beliau masih sangat muda, boleh dibilang masih kanak-kanak
tatkala ayahandanya, Sultan Murad II, pensiun dini dari mengurus khilafah. Sang Ayah
berniat untuk beruzlah di tempat yang sepi dari keramaian politik. Roda kepemim
pinan diserahkan kepada puteranya, Muhammad, yang sebenarnya saat itu masih belum
cukup umur. Mengingat saat itu wilayah Islam sudah membentang luas dari Maroko
sampai Marouke.

Namun kebeliaannya tidak membuat prestasinya berkurang. Justru sejarah mencatat
bahwa di masa kepemimpinan beliau, silsilah khilafah Bani Utsmani mencapai kejayaan terbesarnya, yaitu menaklukkan benua Eropa sebagaimana yang dijanjikan sebelumnya
oleh Rasulullah saw.

Kecakapan Muhammad cukup masuk akal, mengingat sejak kecil beliau telah mendapat
kan berbagai macam pembinaan diri dan pendalaman ilmu-ilmu agama. Sang Ayah
memang secara khusus meminta kepada para ulama untuk mendidiknya, karena nantinya
akan menjadi khalifah tertinggi. Mulai dari bahasa Arab, tafsir, hadits, fiqih sampai ke
ilmu sistem pengaturan negara, telah beliau lahap sejak usia diri. Bahkan termasuk
ilmu strategi perang dan militer adalah makanan sehari-hari.

Siapa Yang Jadi Khalifah?

Sultan Murad II berhenti dari jabatannya di tengah begitu banyak problem,
baik internal maupun eksternal. Sementara khilafah sedang menghadapi serangan
bertubi-tubi dari tentara kerajaan Romawi Timur.

Sebagai khalifah yang masih sangat belia, Muhammad Al-Fatih kemudian ber
inisiatif untuk mengirim utusan kepada ayahandanya dengan membawa pesan.
Isinya cukup unik untuk mengajak sang ayahanda tidak berdiam diri meng
hadapi masalah negara.

“Siapakah yang saat ini menjadi khalifah: saya atau ayah? Kalau saya yang menjadi
khalifah, maka sebagai khalifah, saya perintahkan ayahanda untuk datang kemari ikut
membela negara. Tapi kalau ayahanda yang menjadi khalifah, maka seharusnya
seorang khalifah berada di tengah rakyatnya dalam situasi seperti ini”

Sang Penakluk atau Sang Pembebas?

Karena prestasinya menaklukkan Konstantinopel, Muhammad kemudian mendapat
gelar “Al-Fatih”. Artinya sang pembebas. Barangkali karena para pelaku sejarah
sebelumnya tidak pernah berhasil melakukannya, meski telah dijanjikan nabi saw.

Namun orang barat menyebutkan The Conqueror, Sang Penakluk. Ada kesan
bila menggunakan kata “Sang Penakluk” bahwa beliau seolah-olah penguasa yang
keras dan kejam. Padahal gelar yang sebenarnya dalam bahasa arab adalah Al-Fatih.
Berasal dari kata: fataha - yaftahu. Artinya membuka atau membebaskan. Kata ini
terkesan lebih santun dan lebih beradab. Karena pada hakikatnya, yang beliau lakukan
bukan sekedar penaklukan, melainkan pembebasan menuju kepada iman dan Islam.

Beliau merupakan seseorang yang sangat ahli dalam berperang dan pandai berkuda.
Ada yang mengatakan bahwa sebagian hidupnya dihabiskan di atas kudanya.

Yang lebih menarik, meski beliau punya kedudukan tertinggi dalam struktur pemerintahan,
namun karena keahlian beliau dalam ilmu strategi perang, hampir seluruh perjalanan
jihad tentaranya ia pimpin secara langsung. Bahkan ia tetap berangkat berjihad kendati
sedang menderita suatu penyakit.

Tata Negara dan Administrasi

Selain sebagai ahli perang dan punya peran besar dalam hal perluasan wilayah Islam,
beliau juga ahli di bidang penataan negara, baik secara pisik maupun dalam birokrasi
dan hukum. Kehebatan beliau dalam menata negerinya menjadi negeri yang sangat maju
diakui oleh banyak ilmuwan. Bahkan secara serius belaiu banyak melakukan perbaikan
dalam hal perekonomian, pendidikan dan lain-lain.

Beliau juga merupakan orang pertama yang memperkenalkan istilah Politik dalam Bahasa
Arab (Siyasah). [http://en.wikipedia.org/wiki/Mehmed_II]

Dalam kepemimpinannya, Istambul dalam waktu singkat sudah menjadi pusat pemerin
tahan yang sangat indah dan maju di samping sebagai bandar ekonomi yang sukses.

Beliau juga dikenal sebagai pakar dalam bidang ketentaraan, sains, matematika.
Beliau memenguasai 6 bahasa sejak berumur 21 tahun. Seorang pemimpin yang hebat
namun tawadhu’.

Mendidik Tentara Satu hal yang jarang diingat orang adalah proses pembentukan pasukan
yang sangat profesional. Pembibitan dilakukan sejak calon prajurit masih kecil. Ada
team khusus yang disebarkan ke seluruh wilayah Turki dan sekitarnya seperti Balkan
dan Eropa Timur untuk mencari anak-anak yang paling pandai IQ-nya, paling rajin
ibadahnya dan paling kuat pisiknya. Lalu ditawarka kepada kedua orang tuanya
sebuah kontrak jangka panjang untuk ikut dalam tarbiyah (pembinaan) sejak dini.

Bila kontrak ini ditandatangani dan anaknya memang berminat, maka seluruh
kebutuhan hidupnya langsung ditanggung negara. Anak itu kemudian mulai
mendapat bimbingan agama, ilmu pengetahuan dan militer sejak kecil. Mereka
sejak awal sudah dipilih dan diseleksi serta dipersiapkan.

Maka tidak heran kalau tentara Muhammad Al-Fatih adalah tentara yang paling
rajin shalat, bukan hanya 5 waktu, tetapi juga shalat-shalat sunnah. Sementara
dari sisi kecerdasan, mereka memang sudah memilikinya sejak lahir, sehingga
penambahan ilmu dan sains menjadi perkara mudah.

Konstantinopel Menjadi Istanbul

Setelah ditaklukan nama Konstatinopel diubah menjadi Islambul yang berarti
“Kota Islam”, tapi kemudian penyebutan ini bergeser menjadi Istambul seperti
yang biasa kita dengar sekarang.

Sejak saat itu ibu kota khilafah Bani Utstmani beralih ke kota ini dan menjadi
pusat peradaban Islam dan dunia selama beberapa abad. Sebab kota ini kemudian
dibangun dengan segala bentuk keindahannya, percampuran antara seni Eropa Timur
dan Arab.

Gereja dan tempat ibadah non muslim dibiarkan tetap berdiri,
tidak diutak-atik sedikit pun. Sementara khalifah membangun gedung dengan arsitektur
yang tidak kalah cantiknya dengan gedung-gedung sebelumnya. Sepintas kalau kita
lihat gedung peninggalan peradaban masehi sama saja dengan bangunan masjid.
Tetapi ternyata tetap ada perbedaan mendasar. Selain masalah salib yang menjadi
ciri gereja, bangunan dari peradaban Islam punya dominasi lingkaran dan setengah lingkaran.

Kejayaannya dalam menaklukkan Konstantinopel menyebabkan bayak kawan dan
lawan kagum dengan kepimpinannya serta taktik strategi peperangannya yang
dikatakan mendahului zamannya.

Ia jugalah yang mengganti nama Konstantinopel menjadi Islambol (Islam keseluruhannya).
Kini nama tersebut telah diganti oleh Mustafa Kemal Ataturk menjadi Istanbul.
Untuk memperingati jasanya, Masjid Al-Fatih telah dibangun di sebelah makamnya.

2 Pasien Kembali Wafat Akibat Blokade Israel


[ 02/06/2008 - 03:27 ]

Gaza-Infopalestina : Juru Bicara Komisi Rakyat Untuk Penganggulangan Blokade, Romi Abduh mengumumkan, nenek Suad Khomis Abu Jarod (60 tahun) warga kota Bet Lehia meninggal akibat blokade yang semakin mencekik warga dan larangan berobat bagi pasien Gaza.

Abduh mengatakan, berdasarkan sumber medis menyebutkan, nenek tersebut terkena penyakit ginjal dan harus segera diobati. Ia masih berharap perbatasan Rafah segera dibuka hingga dapat berobat ke luar Gaza. Karena perlintasan Bet Hanun masih ditutup pasukan Israel.

Semenhtara itu, pihak keluarga korban menuturkan, neneknya sudah mengumpulkan uang untuk bisa berobat di Mesir. Oleh karena itu ia sangat gembira ketika mendengar pemerintah Mesir mau membuka perlintasan Rafah, agar sejumlah pasien Palestina bisa berobat ke Mesir. Namun harapan itu belum terwujud ketika ajalnya menjemput dan berlama-lamanya pemerintah Mesir membuka perlintasan tersebut.

Dengan wafatnya nenek Suad Abu Jarod, maka jumlah pasien yang meninggal akibat blokade Israel telah mencapai 175 orang. Sebelumnya pihak rumah sakit mengumumkan seorang ibu bernama Ridho Mishbah Salim juga meninggal akibat kelangkaan obat di Gaza. (asy)

420 Palestina Gugur Oleh Agresi Israel Sejak Awal 2008


[ 02/06/2008 - 07:08 ]

Gaza – Infopalestina: Sebanyak 44 Palestina gugur selama Mei 2008. Sebagian besar gugur di Jalur Gaza akibat serangan udara, aksi pendudukan dan operasi pembunuhan yang dilakukan pasukan militer Zionis Israel. Angka ini menambah jumlah koban agresi Israel sejak awal tahun 2008 menjadi 420 syuhada. Sehingga jumlah korban sejak intifadhah al Aqsga yang meletus pada 28 September 2000 hingga akhir Mei 2008 berjumlah 5394 syuhada.

Berdasarkan data kantor berita Quds Press, jumlah korban yang meninggal di Jalur Gaza selama bulan Mei sebanyak 41 syuhada. Jalur Gaza terus mengalami eskalasi militer yang dilancarkan pasukan penjajah Israel mulai dari aksi-aksi serangan udara, aksi pendudukan dan operasi pembunuhan. Sementara itu di Tepi Barat sebanyak 3 warga Palestina gugur, salah seorang akibat serangan senjata warga pemukim Yahudi.

Dari total jumlah syuhada ada 6 korban anak-anak di bawah usia 18 tahun. Sehngga jumlah anak-anak yang menjadi korban agresi Israel sejal awal tahun 2008 sebanyak 62 anak. Selama bulan Mei juga tercatat sebanyak 3 orang lanjut usia, termasuk seorang wanita tua gugur, menyusul aksi yahid yang dilancarkan pejuang Palestina di gerbang perlintasan Beit Hanun “Erez” di utara Jalur Gaza dengan menggunakan bom mobil.

Lebih dari separoh korban bulan Mei gugur hanya selama 5 hari. Dalam rentang waktu tersebut sebanyak 23 Palestina gugur dalam serangakain serangan udara yang dilancarkan militer Israel ke Jalur Gaza.

Sejak perlawanan Palestina menyandera serdadu Israel Gilad Shalit pada 25 Juni 2006, militer Israel telah membunuh 1325 Palestina, di antaranya 490 Palestina gugur sejak pertemuan Annapolis pada 27 November 2007, sebagian besarnya gugur di Jalur Gaza.

Bulan Maret merupakan bulan yang paling berdarah-darah sejak awal tahun 2008. Sebanyak 121 syuhada gugur. Berikutnya adalah bulan Januari sebanyak 91 syuhada, kemudian bulan Februari 88 syuhada dan April 76 syuhada. Terakhir adalah bulan Mei sebanyak 44 syuhada. Sebagian besar mereka gugur di Jalur Gaza. (seto)

Sabtu, 30 Agustus 2008

Ada apa di Sudan

Khartoum, - Pengadilan Sudan Kamis 28 Agustus menghukum mati 22 pemberontak JEM (Gerakan Keadilan dan Persamaan) Darfur yang terlibat dalam sebuah serangan keji bulan Mei dengan korban tak kurang dari seperempat ribu orang meninggal dunia.


Hukuman itu dari dua pengadilan khusus untuk kasus serangan 10 Mei yang semuanya adalah anggota (JEM).

"Pengadilan itu menghukum mati semua tertuduh," kata Adam Bakr Hassab, salah satu pengacara di pengadilan khusus di Omdurman, kota kembar Khartoum, tempat pemberontak JEM melakukan serangan berdarah mereka dua bulan lalu.

Hassab yang merupakan penggiat LSM dukungan asing mengatakan bahwa salah seorang yang dihukum mati berusia 16 tahun dan belum cukup umur untuk dihukum mati, tapi pengadilan membuktikan tersangka berbohong mengenai umurnya.

"Hakim membuktikan mereka bersalah atas tuduhan terhadap mereka dan memberi mereka sepekan untuk naik banding atas putusan itu," ia mengatakan.

Di pengadilan lainnya, di Khartoum utara, hakim Osama Osman menyatakan 10 anggota pemberontak bersalah menurut undang-undang pidana Sudan dan perundangan anti-terorisme serta merujuk kasus tiga tersangka pemberontak ke pengadilan anak-anak.

"Saya menghukum anda dengan hukuman mati dan anda memiliki hak untuk naik banding akan putusan ini dalam 15 hari," katanya.

Saleh Balila, salah satu pengacara yang juga penggiat LSM yang didanai barat, berjanji untuk naik banding terhadap putusan itu secepat mungkin, tapi tidak mampu mendatangkan bukti apapun yang meringankan tersangka.

Pengacara berdalih dengan segala cara diantaranya mengatakan bahwa pengadilan khusus tidak konstitusional dan tidak menjamin hak hukum klien mereka.

Pada Selasa, delapan pemberontak, semuanya anggota JEM, dihukum mati dalam dalam putusan pertama karena serangan itu.

Mereka yang diseret ke hadapan pengadilan termasuk Abdul Aziz Ashur, komandan senior JEM dan saudara ipar pemimpin pemberontak Khalil Ibtahim penerus Jhon Garang. Ashur belum dihukum.

Berdasarkan undang-undang Negara Islam Sudan, setiap hukuman mati harus disahkan oleh pengadilan banding dan pengadilan tinggi. Lalu surat perintah hukuman mati harus mendapat persetujuan Presiden. Dalam hal ini Presiden Omar al-Bashir.

Campur tangan Internasional melalui Penuntut pengadilan pidana internasional telah memerintahkan penangkapan Presiden Bashir karena menurut tuduhan mereka telah memerintahkan pasukannya untuk membasmi tiga kelompok etnik di Darfur, mendalangi pembunuhan, penyiksaan, perampokan dan penggunaan pemerkosaan untuk melakukan genosida!!

Ketiga kelompok itu adalah Masalit, Fur dan Zaghawa, yang merupakan suku dari Selatan yang sebagaian besar animisme dan non muslim dimana sebagian besar anggota JEM yang mendapatkan dukungan Barat. Kenyataannya dalam kunjungan ke Darfur pekan lalu, Bashir memberi amnesti pada 89 anak yang ditangkap oleh pihak berwenang Sudan menyusul serangan JEM walaupun mereka terbukti terlibat.

Lebih dari 222 orang tak bersalah tewas ketika pemberontak JEM menyerang dari wilayah Darfur di Sudan barat ke Ondurman.

PBB mengklaim sebanyak 300.000 orang telah tewas dan lebih dari 2,2 juta orang telah meninggalkan rumah mereka sejak Februari 2003 Padahal menurut catatan pemerintah 10.000 orang yang tewas walaupun memang bukan angka yang sedikit.

Perang itu mulai ketika pemberontak etnik minoritas Afrika yang dipersenjatai melawan pemerintah Khartoum. Sikap biasa PBB terhadap negara-negara muslim, siapa yang membuat kerusuhan siapa pula yang ditindaknya (*)